
HAPPY READING GUYS
________________________
"Hey jawab... jangan hanya tertawa..." ujar Simmon karena Art hanya tertawa menanggapinya...
"hahaha... ya... itu memang ulahku, memangnya kenapa? dia kaya... tapi lemah tapi juga dia sangat senang untuk bersikap sewenang-wenang... dia pikir semuanya bisa diselesaikan dengan uang dari orang tuanya... tapi dia telah mencoba menindas orang yang salah kak, karena sebuah kemustahilan jika aku akan membiarkannya hidup dengan tenang setelah membuatku jadi bahan lelucon seperti dulu itu... hanya karena orang tuanya salah satu donatur terbesar di kampus makanya tidak ada yang mau mencari masalah dengannya... maka dari itu dia bisa melakukan semuanya dengan sesuka hatinya sendiri kan? tapi aku yang nyatanya memiliki orang tua yang lebih kaya, memiliki kekuatan di balik layar, dan juga tubuhku ini sudah ditempa sedemikian rupa agar bisa membentuk seorang Arthit Hans Suppanad yang siap untuk menggantikan ayahku sebagai pimpinan SDG... mana bisa dia menghadapiku..." sahut Art dengan penuh percaya diri...
"hahaha... pasti terdengar sangat sombong ya kak hahaha..." sahut Art lagi sambil tertawa...
"kau apakan dia? tidakkah orang tuanya mencari masalah denganmu setelah itu?" tanya Simmon yang masih terkejut mendengar pengakuan Art ini...
"ya... aku tidak terlalu kejam padanya... lagi pula dia tidak begitu mempermalukanku karena perkuliahan sudah dimulai kala itu... ya, dia hanya mengalami patah tulang di tangan, kaki, dan juga rusuknya... sisanya luka-luka pukulan seperti biasanya... dan untuk orang tuanya tentu berusaha untuk mencari masalah denganku... mereka mengirim beberapa orang gengster untuk menghajarku ketika pulang ke apartemen... tapi tentunya nasib para gengster itu tidak jauh berbeda dengan anak mereka... dan merekapun memohon ampun ketika anak buahku mengepung kediaman keluarga mereka itu... hahaha... persis seperti do film-film action itu... hahaha..." sahut Art sambil tertawa...
"gila... patah tulang... kau sebut hanya? ckckck..." sahut Simmon sambil menggelengkan kepalanya... ia sekarang yakin bahwa Art tidak sedang bercanda tentang hal ini... dia sedang bersungguh-sungguh...
"jangan bicarakan tentang sesuatu yang tidak menarik lagi kak senior... lebih baik anda menjelaskan kepada asisten dosen baru anda ini tentang selebaran menarik ini... kolaborasi fakultas bisnis dan juga fakultas seni? seperti apa ini?" tanya Art sambil memperlihatkan brosur itu kepada Simmon...
"ooh... ini adalah acara tahunan, tahun lalu fakultas bisnis berkolaborasi dengan fakultas kedokteran... jadi semua hal yang dibahas alah tentang manajemen rumah sakit, pengobatan, supplai obat-obatan dan segala macam hal secara rinci dari kedua fakultas ini... jadi dari segi kedokteran dan juga dari segi ekonomi harus saling melengkapi dan menyeimbangkan satu sama lainnya... tujuannya agar mahasiswa tidak hanya memahami teori tapi juga bagaimana prakteknya di kehidupan nyata yang akan segera mereka hadapi setelah lulus dari kampus ini Art..." sahut Simmon menjelaskan tentang apa itu yang dimaksud dalam brosur itu...
"nah, untuk tahun ini kolaborasinya seperti ini... fakultas ekonomi dan fakultas seni... jadi secara garis besar yang akan dibahas adalah bagaimana perspektif dari kedua arah, pertunjukan seni dan juga dari segi perekonomiannya... bagaimana manajemen bisnis seni pertunjukan, peningkatan kualitas seni pertunjukan, penerapan seni murni di dalam pertunjukan, pameran dan lain-lain untuk memukau para penikmatnya... sehingga mereka bisa menguntungkan para pelaku seni, para penikmat seni, dan juga mengembangkan manajemen bisnis masing-masing dari karya seni itu sendiri... misalnya seni lukis dengan pamerannya, seni musik dengan pertunjukan panggungnya, seni peran dalam perfilman dan masih banyak lagi yang lainnya..." ujar Simmon menjelaskannya lagi pada Art tentang garis besar konsep kolaborasi tahun ini...
"menarik sekali... jadi tahun ini fakultas seni, sungguh luar biasa... pasti akan sangat menyenangkan..." sahut Art sambil tersenyum senang...
__ADS_1
"ya, dan kau memiliki kedua kualifikasinya... seorang pelaku seni yang lumayan hebat, begitu juga sebagai pebisnis yang hebat... sayangnya bisnismu tidak dibidang pertunjukan ya hahaha..." sahut Simmon sambil tertawa pelan...
"jadi mulai kapan persiapannya?" tanya Art yang terlihat antusias dengan semua ini...
"sekarang juga... tapi setelah mengkoreksi tugas makalah dari para mahasiswa ini... dan setengah bagian dari yang telah kau sentuh tadi akan menjadi tanggung jawab'mu untuk mengoreksinya..." sahut Simmon sambil tersenyum menyeringai karena bisa memanfaatkan tenaga Art untuk mengurangi sedikit pekerjaannya yang menumpuk hari ini...
"hahaha dasar manusia cerdik... sangat pintar memanfaatkan situasi dan kondisi..." sahut Art
***
Sementara itu di ruang dosen lain,
Ana baru akan menemui si beruang kutub seperti yang diperintahkan sebelum kelasnya berakhir tadi pagi di ruangannya...
Tok!Tok!Tok!
"ya, silahkan..." sahut dosennya itu singkat...
Ana membuka pintu ruangan itu setelah mendapatkan izin, lalu saat melihat Ana berjalan masuk... si dosen beruang kutub itupun langsung memerintahkan Ana untuk duduk hanya dengan pergerakan dari matanya...
"sebelumnya saya meminta maaf atas ketidakhadiran saya dalam beberapa kelas sebelumnya pak... karena terjadi sesuatu yang tidak diinginkan... saya..." ujar Ana setelah ia duduk dengan rapi di depan meja dosennya itu...
"tidak perlu anda jelaskan lagi nona... semua orang juga sudah tahu beritanya karena sudah tersebar kemana-mana..." sahut dosennya dengan dingin...
__ADS_1
"baik pak, terima kasih dan mohon permaklumannya pak..." ujar Ana dengan sopan dan lembut...
"ya... dan apakah anda baik-baik saja? tidak mengalami traumatis karena kejadian itu kan?" tanya dosennya itu memberikan sedikit perhatian hingga Ana pun sedikit terkejut karenanya...
"ah, itu... iya saya baik-baik saja pak... saya sudah pernah mengalaminya beberapa kali, jadi tidak begitu berdampak terhadap psikis saya... dan untungnya saya tidak mengalami kekerasan fisik karena mereka..." sahut Ana dengan cepat dan entah dari mana ia mendapat berbagai alasan yang terdengar begitu masuk akal ini...
"kalau dia tahu yang sebenarnya maka matilah aku.... huufffttt..." gumam Ana dalam hatinya...
"menjadi anak satu-satunya dari keluarga kaya dan terkenal pasti memiliki kesulitan yang besar... anda harus tetap semangat dan jangan menyerah..." ujar dosennya ini sambil membuka beberapa makalah untuk mengkoreksinya... mendengar hal itu, Ana pun memberanikan dirinya untuk menanyakan tentang bagaimana nasib dari absensinya... karena jika kehadiran kurang dari 75% maka ia tidak akan bisa mengikuti ujian akhir semester nantinya...
"hmmm... untuk absensinya kira-kira bagaimana pak? apa saya bisa menggantikan ketidakhadiran saya? karena saya khawatir jika nanti saya tidak bisa mengikuti ujian akhir dikarenakan oleh absensi yang tidak memenuhi standar yang ditentukan oleh fakultas..." tanya Ana dengan perlahan...
"ya, tenang saja... semua itu bisa diganti dengan sedikit tugas dari saya... kerjakan tugasnya sebagai pengganti dari absensi anda yang bolong-bolong..." sahut dosennya masih tanpa menoleh kepada Ana...
"baik pak... dan kira-kira apa tugasnya pak? dan deadline-nya kira-kira kapan ya pak?" tanya Ana lagi...
bruuuggg....
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐