Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Mengejarmu


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"apa lagi yang kalian berdua tunggu?! celat usir dia!" perintah Ana lagi dengan setengah berteriak pada kedua orang penjaga gerbang rumahnya itu...


"hmmm... maaf nona, tapi kami tidak bisa mengikuti perintah nona Ana... karena kami tidak punya hak untuk mengusir tuan muda Art dari rumah ini atas perintah tuan Gerald papa nona Ana... sekali lagi maafkan kami nona..." ujar mereka berdua sambil membungkukkan badannya pada Ana karena mereka tidak bisa memenuhi permintaan nona muda mereka ini...


Lagi pula siapa yang berani mengusir dan mengusik ketenangan dari putra seorang Kim Hans? mereka berdua hanya dengan sekali lihat saja sudah bisa paham betul akan perbedaan kekuatan dan juga pengaruh mereka di dunia ini yang bagaikan butiran pasir halus yang begitu kecil di hadapan seorang pria seperti Kim Hans Suppanad...


Bukan hanya takut karena kehebatan ayah dari tuan muda Art ini, tapi mereka berdua juga tahu betul bagaimana kemampuan yang dimiliki oleh tuan muda Art yang selama ini mereka kenal sebagai KJ... bodyguard tangguh yang mampu melakukan apapun untuk melindungi nona Ana mereka ini...


Jika mereka berdua melawannya, maka sudah dapat dipastikan selain di pecat mereka berdua juga akan masuk rumah sakit beberapa hari karena dihajar oleh KJ...


"maaf nona, makanan di rumah masih sangat enak... saya tidak berencana untuk menikmati rasa makanan di rumah sakit..." gumam penjaga itu di dalam hatinya sambil menundukkan kepalanya di depan Ana...


"huh! dasar tidak berguna!" ujar Ana kesal karena penjaga itu bahkan tidak berani mengusir Art dari rumahnya ini...


Dengan langkah kakinya yang begitu cepat, Ana segera masuk ke dalam rumah besarnya itu diikuti oleh Art yang terus mengekor padanya sedari tadi...


"Berhenti disana! jangan mengikutiku lagi KJ! ah bukan... maksudku tuan muda Art!" teriak Ana sebelum menaiki tangga rumahnya...


"ada apa ini? kenapa kamu teriak-teriak sayang?" tanya tuan Gerald yang baru saja keluar dari ruang kerjanya itu...


"oh, Art... kamu datang mau mengunjungi paman dan Ana nak? ayo sini duduk nak..." ujar tuan Gerald mengajak Art ke ruang tamu mereka...

__ADS_1


Melihat kelakuan papanya yang sangat ramah dan menyukai Art, Ana malah sebaliknya... ia terlihat sangat kesal karenanya... dia ingin melupakan sosok KJ yang selama ini telah membuatnya tersenyum, merasa aman dan juga merasa sedih, KJ yang sudah membuatnya jatuh cinta... tapi kenyataannya bahwa dia adalah tuan muda Art benar-benar merubah semuanya, Ana tidak bisa menerima semua ini karena ternyata mereka adalah mafia.... kebencian Ana terhadap sesuatu yang disebut mafia terlalu besar sehingga membuatnya yakin kalau cintanya tidaklah lebih besar daripada kebencian yang ia miliki...


Padahal cinta dan benci itu benar-benar memiliki perbedaan yang tipis... sangat tipis...


"papa menyebalkan! kenapa papa membiarkannya masuk! cepat usir dia pa!" teriak Ana masih dari tempatnya berdiri sedari tadi...


"Ana! jaga bicaramu... kenapa kamu berubah menjadi tidak sopan begini kepada tamu kita!" sahut papanya yang kesal karena ketidak sopanan yang Ana tunjukkan kepada Art...


Mendengar semua itu, Ana memilih untuk segera pergi ke kamarnya... ia kesal se-kesal-kesalnya saat ini... saat ia berusaha untuk melupakan KJ'nya, papanya malah berlaku sebaliknya... papanya terlihat begitu mendukung KJ alias Art untuk terus melakukan apapun yang ia mau saat ini...


"benar-benar menyebalkan!!!" teriak Ana sambil melemparkan tubuh mungilnya keatas tempat tidurnya...


"tapi setidaknya besok aku sudah mulai kuliah lagi seperti biasa kan? aku yakin dia tidak akan bisa dengan mudahnya ikut masuk ke kampus tanpa embel-embel sebagai bodyguardku... hahaha! aku bisa bebas walaupun sesaat!!!" teriak Ana yang mulai membayangkan bagaimana menyenangkannya beraktivitas normal kembali mulai esok hari...


Pergi ke kampus, jalan-jalan di mall, makan-makan bersama sahabatnya... lalu bermain di club ataupun rumah Davika...


"tapi sekarang harus mandi dulu... aaah, lengkapnya..." ujar Ana sambil melangkah pergi ke kamar mandinya...


Ia bernyanyi dan mandi dengan ceria... menikmati setiap tetesan air yang bergantian mengucur dan menyentuh kulitnya yang putih mulus ini... Ana sebenarnya sedang berusaha untuk menghibur dirinya sendiri... dirinya benar-benar tidak mau menerima KJ'nya yang ternyata seorang mafia...


namun pada kenyataannya, hanya hatinya lah yang tetap jujur pada dirinya sendiri...


Cinta yang sudah cukup lama tumbuh dan berkembang untuk KJ tidak akan semudah itu hilangnya... apalagi hatinya saat ini benar-benar bodoh karena tetap saja berdebar-debar saat menatap mata KJ yang tajam dan dengan terang-terangan menunjukkan bahwa dirinya akan memburu Ana dengan seluruh kemampuannya...


Apalagi saat pria tampan ini tersenyum indah, hati Ana akan otomatis berdetak dengan kencang dan ritme yang tidak normal...

__ADS_1


maka dari itu Ana memilih untuk marah-marah agar tidak ketahuan apa yang sedang ia rasakan sebenarnya...


***


Di ruang tamu,


Art dan tuan Gerald nampak sangat menikmati obrolan mereka berdua...


"hahaha... kamu benar-benar cerdas nak..." ujar tuan Gerald pada Art yang sedari tadi membicarakan tentang bisnis saja... namun saat ini, ada topik yang lebih ingin dibahas oleh tuan Gerald lagi...


"nak... seperti yang kamu lihat tadi, Ana benar-benar berubah padamu... apa kamu yakin bisa membuat dia menerimamu dan jatuh cinta lagi padamu?" tanya tuan Gerald tiba-tiba...


Tapi bukannya langsung menjawab pertanyaan dadakan ini, Art malah menatap mata calon mertuanya ini dengan sangat lekat... kemudian senyuman manis terlukis dengan sempurna di wajah tampannya itu...


"paman jangan cemas... aku sudah memikirkan beberapa cara untuk membuat Ana mau menerimaku apa adanya... aku mencintainya, dia juga mencintaiku... saat ini dia hanya sedang bingung karena semuanya serba dadakan dalam hidupnya paman... aku bahkan dapat memahami dengan jelas kebencian yang ia miliki karena ulah Mad Dog yang membuat sebuah trauma kecil di dalam dirinya... kehilangan ibunya di usia muda benar-benar memberikan tekanan padanya, sehingga dia selalu menjadi anak yang menggilai kebebasan... tidak mau mendengarkan apapun yang paman katakan, dan selalu berusaha untuk mencari beberapa kegiatan dewasa untuk meyakinkan dirinya bahwa dia sudah benar-benar dewasa..." ujar Art pada paman Geraldnya ini...


"maksudnya nak?" tanya tuan Gerald sambil mengerutkan keningnya...


"maaf karena selama ini aku tidak menceritakannya pada paman, tapi sebenarnya Ana beberapa kali pernah datang ke bar, club dan beberapa tempat lainnya untuk minum... memang hanya bir, tapi tetap saja itu tidak baik untuknya... dan setelah aku mengancamnya akan membatasi kebebasannya dengan seluruh kemampuan yang aku miliki akhirnya dia berhasil meninggalkan kegiatan tidak berguna itu bersama teman-temannya..." ujar Art sambil menerima uluran minuman yang sudah dibuatkan dan dibawakan oleh Mark saat ini...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2