Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Apa Itu Kejam


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"KJ siapa kau sebenarnya?!" Tanya Harry dengan tangan terkepal dan kewaspadaan penuh setelah melihat betapa bos gangster Z ini begitu hormat kepadanya,


"Siapa aku tuan? Aku hanya seorang pria biasa tuan muda, putra dari seorang pria yang bernama Kim Hans Suppanad..." Sahut Art sambil tersenyum namun bukannya terlihat manis karena tersenyum seperti pada umumnya tapi malah senyum itu terlihat menyeramkan,


"Kim Hans Suppanad? KHS? Berarti ia adalah putra dari bos besar? " Gumam para bawahan Nicholas yang memang belum mengenali Art karena mereka tidak punya kualifikasi yang cukup untuk tahu banyak hal tentang bos besar mereka tentunya...


Mendengar suara yang sayup-sayup itu akhirnya tubuh Harry menegang, bulir-bulir cairan bening mulai memenuhi dahi dan lehernya... Ia mulai menyadari apa yang sedang terjadi disini... Keringat dingin itu mulai pun mulai mengucur dengan cukup deras di dahinya hingga membuat kemeja yang ia kenakan basah...


"Ada apa tuan Harry? Bukannya tadi tuan menanyakan keberadaan bodyguard rendahan ini dan terlihat sangat bersemangat ingin memiliki dan melakukan apapun yang tuan inginkan kepada nona Ana ku ini tuan?" Tanya Art sambil terus melangkah mendekat,


"Atau lebih tepatnya gadis cantik ini sekarang adalah kekasihku... Pacar dari Arthit Hans Suppanad, sungguh tuan muda... Saya sangat kagum akan nyali yang anda miliki untuk melakukan halini..." Ujar Art lagi sambil tepuk tangan seperti sedang mengapresiasi sebuah prestasi besar di hadapannya,


Setelah selesai tepuk tangan, dalam satu detik penuh ruangan itu sempat hening sejenak... Namun ini tidak lain adalah suasana tenang yang selalu muncul sebelum badai tiba!


"Berani-beraninya kau merencanakan sesuatu yang buruk pada wanitaku! tampaknya pukulan yang aku berikan waktu itu tidak bisa memberikan efek jera apapun padamu" Ujar Art lagi yang dengan sangat cepat dan dengan gerakan yang begitu tiba-tiba langsung mencekik leher Harry dan mengangkatnya ke atas hingga ia seperti sedang tergantung atau sedang melayang saat ini di udara,


"Beraninya kau!" Erang Harry sambil tertatih karena lehernya tercekik hingga membuatnya semakin sulit bernapas setiap detiknya,


"Berani? Kenapa aku bisa tidak berani padamu huh?!" Tanya Art dengan setengah berteriak dan di saat yang bersamaan menghempaskan tubuh Harry ke lantai dengan sangat mudah,


"Kau... Kau pikir ayahku akan tinggal diam?! Jangan harap kau bisa lari dari hukum sialan!" Ujar Harry penuh ancaman dengan mengatasnamakan ayahnya yang ia paham betul memiliki banyak pengaruh dalam bisnis, Orang-orang penting dan bahkan dalam politik,

__ADS_1


"Oh ya? Ckckckck... Astaga... Tuan muda ini benar-benar sangat naif..." Ujar Nicholas sambil menarik rambut Harry hingga kepalanya terpaksa mendongak ke atas dan erangan kecil keluar dari mulut Harry,


"Arghh!" Erangnya ketika tiba-tiba rambutnya ditarik dengan kasar


"Jika anda paham betul tentang seberapa hebat dan berpengaruhnya ayah anda itu... Seharusnya anda juga paham bagaimana cara hukum itu bekerja pada umumnya kan bocah?" Tanya Nicholas lagi, lalu secara bertahap ia mengarahkan wajah Harry secara paksa kepada satu persatu wajah yang ada di dalam ruangan ini,


"Hukum akan bekerja saat ada saksi dan bukti yang cukup... Jadi coba kau perhatikan siapa diantara orang ini yang akan bisa menjadi saksimu, dia, dia, dia, dia, dia, dia, atau dia? Lalu selanjutnya bukti apa yang bisa digunakan? Ayolah anak muda... Jangan terlalu naif... Apakah kau pikir kami bisa memiliki nama sehebat ini karena kami pernah meninggalkan bukti di setiap TKP apapun?" Ujar Nicholas lagi tanpa adanya kata-kata sopan lagi padanya,


"Sekarat atau mati? " Tanya Art dengan entengnya, dan jelas yang terkejut mendengar pertanyaan ini hanyalah Ana dan Harry... Orang-orang sisanya memang sudah terbiasa bergulat di antara ambang pintu kehidupan dan kematian setiap harinya...


Mata Ana melebar menatap Art menanyakan hal segila itu... Itu bukan pilihan! Sama sekali bukan pilihan yang baik! Dari kedua pilihan yang ada tidak satupun yang memberikan sedikit keuntungan!


Seakan tahu Ana akan bereaksi dengan aksinya ini, Art menoleh dan menatapnya dengan senyuman setengah menyeringai yang terlihat begitu kejam!


"Apa yang akan kamu lakukan?! Jangan gila!" Ujar Ana memperingati dengan takut-takut,


"Kalian gila!" Teriak Harry sambil mengedarkan pandangannya mencari celah untuk kabur, tapi wajahnya langsung berubah menjadi gelap...


Tidak ada satupun celah untuk nya bisa kabur sekarang... Jalan buntu muncul di mana-mana, kegilaan mulai merasuki otaknya!


"Kau pikir kau hebat?!" Ujar Harry sambil tiba-tiba bangun dan menerjang Art dengan pukulan tangan kanannya,


Dalam pikirannya, lebih baik mati setelah membuat musuhnya setidaknya babak belur juga! Tapi sayangnya, Harry tidak tahu seberapa kuat lawannya ini...


Tapi sebenarnya apakah dia tidak tahu atau hanya terlalu naif mengira orang-orang yang profesional bekerja di dunia bawah bisa disamakan kemampuannya dengan para preman kelas teri yang selalu menebar teror dimuka umum dan melakukan berbagai kejahatan kecil?

__ADS_1


Sungguh sayang sekali pria dari kalangan atas gagal melihat seberapa luasnya dunia ini sebenarnya...


Saat ia Hampir mengenai wajah Art dengan tinjunya itu, dengan gerakan yang sangat cepat Art menggenggam kepalan tangannya lalu memutar tangan itu 360° satu lingkaran penuh!


Dan apa yang terjadi selanjutnya sudah dapat dipastikan... Tangan lancang itu patah begitu saja, sendinya rusak parah hingga tangan itu hanya dapat mengayun dengan sempurna seperti jemuran kering yang mudah tertiup angin...


"Argghhh!!!" Teriak Harry menggema di dalam ruangan itu, penderitaan yang ia alami benar-benar terlukis kan dalam tangisan kesakitan nya saat ini,


Namun tidak berhenti di sana, Art mengambil sebuah kursi kayu yang ada di pojok ruangan dan...


Buuggghh!


Kursi kayu itu mendarat dengan mulus di kepala Harry, namun ia hanya terluka dan tidak langsung pingsan di tempat, kenapa?


Tentu saja bukan karena dia kuat, melainkan karena Art tahu betul bagaimana caranya menghasilkan siksaan terkejam pada musuhnya, sudut berapa derajat untuk melukai tubuh seseorang tanpa menyebabkan kematian yang cepat... Atau bahkan 1001 teknik penyiksaan yang dapat membuat siapapun lebih memilih mati dari pada hidup saat itu untuk mengalami siksaan darinya... Karena saat Osvaldo Daren ini melakukan tugasnya, menghadapi kematian akan jauh lebih mudah dari pada harus menghadapi dirinya,


Lalu bagaimana keadaan Ana yang saat ini menyaksikan semua ini secara langsung?


Tentu saja jawabannya hanya ada satu!


Perasaan teror mengerikan memenuhi matanya yang cantik itu! jejak-jejak kengerian terlukis dengan jelas di wajah cantiknya yang semulus permukaan giok itu...


______________________


Kasi komentar atau kesan kalian sama isi novelnya, Gak usah komen up, next, atau apalah itu, kalau penulis senang baca komentar pasti update cepet tapi kalo komentarnya nagih lanjutan cerita aja maka bersabarlah kalian menunggu 😉😁🥂

__ADS_1


__ADS_2