
HAPPY READING GUYS
________________
" halo Dav?" Ujar Ana setelah teleponnya tersambung
" kau tidak kuliah?" Tanya Davika dari seberang telepon
" KJ sakit, tidak ada yang menjagaku jadi untuk beberapa hari kedepan aku tidak masuk kuliah dulu" sahut Ana
" hah?? Sakit apa?" Tanya Davika
" kepalanya terluka, ceritanya panjang nanti aku ceritakan, aku tutup dulu ya Dav takut KJ terbangun nanti" sahut Ana
" baiklah sampai nanti Ana" ujar Davika, Ana pun menutup teleponnya lalu menyimpan ponselnya kembali ke dalam tasnya
" nona Ana?" Panggil KJ tiba-tiba membuat Ana terkejut
" kau sudah bangun?" Tanya Ana, KJ hanya mengangguk pelan
" nona tidak kuliah?" Tanya KJ dengan suara serak khas orang baru bangun tidur
" tidak, dosennya sedang ada pelatihan jadi kuliah diliburkan" sahut Ana berbohong pada KJ
" enghh" gumam KJ sambil memegang kepalanya
" kenapa? Apa kepalamu sakit lagi?" Tanya Ana perhatian
" iya nona, kepala saya terasa pening sekali" sahut KJ
" biar aku pijat pelan agar sakitnya berkurang" ujar Ana sambil duduk di tempat tidur KJ, dengan lembut Ana memijat pelipis KJ perlahan, KJ begitu menikmati pijatan dari nona nya itu sampai-sampai mata KJ terpejam, tanpa sadar Ana tersenyum melihat wajah KJ yang terlihat begitu tenang dan damai jika matanya sedang terpejam seperti ini...
" nona?" Panggil KJ
" apa?" Tanya Ana
" maafkan saya nona, pakaian pemberian nona saya berikan pada supir taksi yang saya tumpangi untuk membayar tagihan argonya, saya janji akan saya ganti suatu saat nona" ujar KJ serius...
Ana terkekeh mendengarnya...
" dasar bodoh, aku tidak peduli pada pakaianmu yang penting kau masih hidup sekarang itu sudah lebih dari cukup bagiku..." sahut Ana sambil tertawa kecil
" nona Ana? Apa nona masih marah tentang masalah nomer telepon kemarin?" Tanya KJ lagi
" tidak, aku sudah tidak marah tapi tetap kau harus mengganti nomer ponselmu" sahut Ana
" baik nona" sahut KJ tersenyum, selama kurang lebih 30 menit Ana memijat kepala KJ membuat KJ kembali terlelap namun tiba-tiba...
" haiii!!!" Teriak Andeline dari pintu membuat KJ terperanjat dari tidurnya, Ana pun buru-buru menjauhkan tubuhnya dari KJ
" KJ?? Bagaimana keadaanmu? Ana bilang kamu sakit?" Tanya Andeline yang langsung menghampiri KJ tanpa peduli pada Ana yang berada di sampingnya...
" ekhem! kalian sedang apa disini? dan juga kamu Lin... KJ butuh istirahat sebaiknya jangan ganggu dia dulu" ujar Ana memperingatkan
__ADS_1
" Andeline panik saat mendengar KJ sakit dan memaksa untuk datang kemari, dia bahkan mencari-cari nama KJ di semua rumah sakit di New York ini" ujar Davika yang berjalan mendekat
" KJ? Apa separah itu?? Astaga kepalamu" ujar Andeline sambil mengelus lembut kepala KJ
" saya tidak apa-apa nona" sahut KJ, lagi-lagi wajah Ana berubah masam melihat pemandangan manis di depannya ini, dia pun berjalan menuju sofa dan memainkan ponselnya untuk menutupi bad moodnya..
" Hey Ana, Harry mencarimu tadi" ujar davika mendekati Ana
" untuk apa?" Tanya Ana tidak terlalu peduli
" entahlah, hm sepertinya dia menyukaimu setiap saat dia menanyakan keberadaanmu dan kabarmu hahaha" sahut Davika sambil tertawa, Ana hanya diam tidak berniat menjawabnya...
" hei Ana? Akhir minggu ini grup kita ikut event dance competition di Vinewood Hall, nanti malam kita latihan ya?" Ujar Andeline
" tidak bisa papa melarangku keluar, lagi pula KJ sedang sakit sekarang" ujar Ana
" ya sudah kita latihan di rumahmu saja, kamarmu kan luas" ujar Davika
" nahh benar yang Davika bilang, aku setuju" sahut Andeline
" latihannya nanti saja ya, aku sedang tidak mood latihan" sahut Ana singkat
" sebaiknya kalian pulang, KJ butuh banyak istirahat" sambung Ana
" aku ikut menjaga KJ ya??" Pinta Andeline
" terserah! Jaga dia sepuasmu" ujar Ana lalu pergi dengan wajah bad moodnya
" hei Ana!!" Panggil Davika lalu mengejar Ana yang sudah keluar dari kamar rawat KJ
" Hei! Tunggu Ana!" Panggil Davika lalu menangkap tangan Ana saat jarak mereka sudah dekat
" tunggu sebentar!" Ujar Davika lagi
" apa??Aku mau pulang Dav" sahut Ana
" ada apa denganmu? Akhir-akhir ini aku lihat kau sering membentak Andeline? Apa kalian ada masalah?" Tanya Davika
" tidak ada masalah apapun, kami baik-baik saja" sahut Ana
" oh aku tau, kau?! Menyukai KJ ya??" tebak Davika sambil memperhatikan gelagat Ana
" apa!! Astaga kau ini, ya tidak lah! Aku? Menyukai KJ? Yg benar saja Dav!" sahut Ana sambil membuang muka
" jangan mengelak! Kau pikir aku tidak tau? Kau cemburu melihat KJ dekat dengan elin kan?" Tanya Davika lagi sambil menyenggol lengan Ana
" tidak! sudahlah aku mau pulang, pertanyaanmu itu sama sekali tidak masuk akal... tidak berdasar sama sekali" ujar Ana lalu pergi
" sudah ketahuan masih saja tidak mau mengaku... dasar kau Ana..." gumam Davika menatap sahabatnya itu pergi
Di lorong rumah sakit Ana berhenti dan duduk di kursi yang ada disana, Ana pun mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang...
" Mark kau dimana sekarang?" Tanya Ana
"...."
" cepat kembali ke kamar KJ, disana ada teman-temanku kalau mereka sudah pergi kabari aku..." perintah Ana lalu menutup teleponnya...
__ADS_1
Ana menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi yang sedang didudukinya, Ana kembali teringat akan kata-kata Davika tadi...
" aku cemburu pada KJ? Yg benar saja..." gumamnya sebal, Ana memejamkan matanya menikmati semilir angin tiba-tiba ponselnya kembali bergetar
" halo?" Ujar Ana saat teleponnya sudah terhubung
" kau akan mati" ujar orang dari sebrang telepon dengan suara samar-samar seperti sedang menggunakan suatu alat khusus
" halo? Siapa ini?? Jangan bercanda kau!!!" Bentak Ana, namun orang itu malah tertawa lalu mematikan teleponnya
" halo!! Akh sial!" Umpat Ana, tangan Ana gemetar menahan emosi yang meluap-luap
" sebenarnya apa yang mereka mau" batin Ana
Ana menutup wajahnya menahan tangisnya, tiba-tiba...
" akh!!" Ana berteriak saat sebuah tangan menepuk pundaknya
" ups, maaf aku mengagetkanmu ya??" Ujar Harry yang ternyata sudah ada di depan Ana saat ini...
" aku kira siapa, sedang apa kau disini?" Tanya Ana
" aku dengar dari Davika kalau KJ sedang sakit dan kau tidak datang ke kampus... jadi aku kesini untuk melihat keadaan KJ" ujar Harry, Ana terlihat masih kaget akibat kedatangan Harry yang tiba-tiba...
" ada apa?? Terjadi sesuatu?" Tanya Harry
" tidak, tidak ada apa-apa kok" sahut Ana mencoba tersenyum pada Harry
" kalau ada apa-apa kau bisa cerita padaku agar bebanmu sedikit berkurang" ujar Harry
" terima kasih atas tawaranmu tapi aku baik-baik saja Har" sahut Ana
" ya sudah, bisa kau antar aku ke kamar rawat KJ? Aku ingin menjenguknya" pinta Harry, Ana pun tersenyum lalu mengangguk, Ana dan Harry pun berjalan menuju ruang rawat KJ, dan ternyata Davika dan Andeline masih ada disana...
" hai Dav, Lin" sapa Harry
" hai Harry" sapa balik Andeline yang tengah memijat KJ di tempat tidur, melihat kedekatan KJ Andeline Ana pun duduk di sofa yang ada di samping Mark dan Davika...
" katanya mau pulang tadi? Kenapa kembali lagi??" Ledek Davika pada Ana
" diam!" Omel Ana membuat Davika terkikik menahan tawanya
" dasar munafik" ejek Davika, Ana tidak ambil pusing dengan ejekan Davika itu
" KJ? Bagaimana keadaanmu?" Tanya Harry
" ya seperti yang bisa kau lihat" ujar KJ sambil tersenyum
" cepatlah sembuh sebelum Ana dapat bodyguard yang baru" ujar Harry sambil tertawa
__________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys..
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1