
HAPPY READING GUYS
________________________
Di dalam kamarnya,
Ana tampak termenung menatap langit-langit kamarnya... seakan ada sebuah jawaban yang sedang ia rangkai disana...
Setelah hampir 1 setengah jam termenung sendiri menatap langit-langit kamarnya, iapun segera bangkit dari tempat tidurnya lalu berjalan ke arah jendela kamarnya dan membukanya... ia berdiri di balkon kamarnya itu sambil menatap indahnya langit malam yang dihiasi oleh bintang-bintang itu...
begitu indah namun juga begitu gelap...
"baiklah... biarkan semuanya berjalan sesuai alurnya... jika memang kak Art berhasil membuatku dengan sepenuh hati mencintainya lagi, mungkin aku akan menyerah... tapi itu semua tergantung dari usahanya... kita lihat saja nanti... apakah keraguan di hatiku ini akan bisa ia lenyapkan atau tidak... aku juga tidak mau terlihat seperti gadis aneh yang selalu marah dan kesal jika ada dirinya di dekatku..." gumam Ana pada dirinya sendiri...
Saat ini Ana masih begitu setia menatap dan menikmati indahnya sinar rembulan dan juga sinar dari bintang-bintang yang sedang mengelilingi bulan itu... namun hanya ada satu bintang yang begitu dekat dengan sang rembulan... dialah bintang yang paling bersinar terang di langit malam ini...
Namun ketika angin malam yang dingin sudah dengan usilnya menerpa kulit mulus Ana hingga membuat tubuh mungilnya sedikit merinding kedinginan...
Ana pun segera masuk ke dalam kamarnya dan menutup jendela kamarnya dengan rapat lagi...
"sekarang tidur dan besok aku sudah siap menghadapi sibuknya belajar di kampus dan di rumah lagi! semangat! hoooaaamm..." ujar Ana pada dirinya sendiri sambil menguap karena rasa kantuk sudah mulai menyeruak dan menguasai dirinya...
***
Tok! Tok! Tok!
"Nona Ana bangun nona... nona Ana... ini sudah pagi..." teriak Mark dari luar kamar Ana itu...
Tok! Tok! Tok!
"Nona Ana... No..." teriak Mark terhenti ketika pintunya sudah dibuka oleh Ana...
__ADS_1
"wah... tumben sekali aku tidak perlu mengulang sampai 5 kali... sekarang hanya 2 kali saja nona sudah bangun..." gumam Mark dalam hatinya...
"mau kami siapkan sarapan apa nona? karena hari ini adalah hari pertama nona kembali ke kampus lagi..." tanya Mark sambil tersenyum lebar pada nona kesayangannya ini... Mark sudah benar-benar menganggap Ana seperti adiknya sendiri yang selalu harus ia rawat dan jaga selamanya, tapi ia juga tetap berada dibatasan mereka sebagai majikan dan juga bawahan tentunya...
"apa saja Mark... yang jelas harus yang manis-manis..." sahut Ana yang langsung kembali menutup pintunya lagi...
Ana langsung bersiap-siap untuk segera mandi walaupun matanya sebenarnya masih sangat mengantuk saat ini, tapi tentunya tidak mungkin ia melanjutkan tidurnya karena hari ini adalah hari pertamanya untuk kembali ke kampus tanpa harus mencemaskan bahaya yang bisa mengintainya lagi seperti sebelumnya...
"lalalala... lalalala... lalala..." ujar Ana dengan begitu riang gembira pagi ini dibawah guyuran showernya yang hangat...
Setelah hampir 15 menit berlalu, akhirnya saat ini dirinya sudah berdiri di hadapan lemari pakaiannya, memilih dan memilah-milah pakaian mana yang mau ia gunakan hari ini...
"putih dan biru muda untuk hari yang baru... semoga hari-hariku secerah langit biru pagi ini... lalala... lala.. la... " ujar Ana memakai baju yang sudah ia pilih sedari tadi...
Setelah selesai memakai sedikit riasan wajah yang senatural mungkin, akhirnya Ana sudah benar-benar siap untuk segera berangkat ke kampus walaupun ini masih terbilang sedikit lebih awal dari biasanya...
Tapi saat hendak menuju meja makan untuk sarapan, Ana melihat papanya dan Art sudah berbincang-bincang sambil meminum teh pagi ini... mereka berdua terlihat begitu cocok satu sama lain karena obrolan mereka selalu nyambung... terlepas dari Art yang memang sangat pandai mengambil hati dari orang-orang yang ada didekatnya dan mudah memahami siapapun yang sedang ia ajak berbicara...
Lalu tanpa memperdulikan mereka berdua, Ana langsung duduk dan mengoleskan selai cokelat dan selai vanila di dalam roti croissant favoritnya yang empuk sekaligus gurih itu lalu langsung menyantapnya begitu saja...
"ini susu hangatnya nona..." ujar Mark menaruh segelas susu hangat itu di samping piring yang tadinya digunakan untuk tempat roti yang Ana makan saat ini...
"hmmm..." sahut Ana sambil mengunyah rotinya itu...
"selamat pagi Ana... kamu terlihat sangat cantik pagi ini..." ujar Art sambil tersenyum manis padanya... ia begitu saja mengatakan apa yang sedang ia pikirkan tanpa bermaksud untuk memuji Ana agar mendapatkan perhatiannya... tapi itulah yang terjadi tanpa ia sadari karena ketidakpekaan yang ia miliki dalam dirinya itu...
"tidak usah memuji secara berlebihan untuk mendapatkan perhatian..." sahut Ana setelah menghabiskan rotinya, lalu ia meminum susunya sampai tersisa hanya setengah gelas saja saat ini...
"aku hanya berbicara fakta saja Ana... aku tidak memujimu secara berlebihan..." sahut Art sambil mengerutkan keningnya...
"sudahlah... papa minta kunci mobilku..." pinta Ana pada papanya sambil mengulurkan tangannya pada papanya meminta kunci mobilnya yang selama ini sudah disimpan oleh papanya ini...
__ADS_1
"mulai hari ini Art akan mengantarmu ke kampus sayang... karena kalian searah, sekalian dia mau menolong seniornya dulu katanya selama beberapa hari ini..." sahut papanya pada Ana...
"papa... jangan mulai lagi... sudah cukup dia menjadi tutorku saja... tidak perlu menjadi supirku lagi... aku bisa sendiri..." sahut Ana dengan malas pada papanya...
"tidak, tidak... aku tidak keberatan menjadi supirmu Ana... aku dengan senang hati mau melakukan semua ini... sekalian aku membantu seniorku juga nanti, mumpung searah..." sahut Art sambil tersenyum begitu manis dan ramah pada Ana yang menatapnya dengan datar...
"tapi aku keberatan... papa cepat berikan kuncinya" ujar Ana lagi sambil mendesak papanya agar memberikan kunci mobilnya...
"maaf nona... mobil nona masih di bengkel... karena sudah lama tidak dipakai jadinya harus diservis lagi agar tidak rusak... dan masih dalam antrian saat ini..." sahut Mark dari belakangnya...
"ah, kenapa harus sekarang bukan dari dulu saja diservis secara berkala!" ujar Ana kesal lalu dengan cepat menyambar tasnya hendak pergi sambil memainkan ponselnya...
"ah, aku lupa... nomor handphone Davika kan belum aku minta lagi... semua kontak ada di ponsel lamaku itu... sial!" umpat Ana sambil keluar dari rumahnya ini...
Grreeepp...
Art menarik tangan Ana pelan sambil membawanya ke arah mobilnya yang sudah terparkir di halaman depan rumah keluarga Geraldine ini...
"lepaskan aku... aku bisa memesan taksi sendiri..." ujar Ana berusaha melepaskan genggaman tangan Art pada tangannya ini...
"kamu akan terlambat untuk pelajaran pertama jika masih harus menunggu taksi datang... sudahlah jangan keras kepala dan aku akan mengantarmu hari ini... jangan banyak protes..." sahut Art yang langsung menyuruh Ana masuk ke dalam mobilnya ketika ia sudah membukakan pintu untuknya...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1