
HAPPY READING GUYS
________________________
"Hmmm... Tapi ini sedikit terasa seperti aku menjual kakakku hanya untuk memenuhi rasa ingin tahuku pada calon kakak iparku ini hehehe" ujar Pim dalam hatinya,
"Ah, tidak juga... Lagi pula aku juga sangat yakin apapun yang terjadi kakak pasti akan menjadikannya kakak iparku juga pada akhirnya, perubahan sikap dati kakak juga aku amati sangat drastis akhir-akhir ini karena kekasihnya ini... Kakak tidak pernah lagi melakukan hal-hal yang kejam pada musuhnya... Permainan 'rapi' yang sebelumnya sering ia lakukan sekarang berubah menjadi permainan bersih... Hehehe" gumam Pim dalam hatinya sambil tersenyum tipis, masih sangat banyak hal dan sisi lain dari kakak tertuanya yang calon kakak iparnya ini tidak pernah lihat ataupun hanya sekedar untuk ia bayangkan saja...
"Baiklah, mungkin lebih baik kita mulai dari pertama kalinya dia datang untuk menjadi bodyguard pribadiku menggantikan semua bodyguard yang telah aku singkirkan karena berpikir kehadiran mereka bukan untuk mengamankan diriku melainkan hanya menyusahkan dan juga membuatku merasa risih karena selalu merasa diawasi setiap saat... Mereka semua dengan mudah disingkirkan, tapi ketika KJ datang... Ia benar-benar sulit untuk disingkirkan, pria dingin yang sangat hemat energi bahkan hanya untuk menanggapi segala macam protes dan ocehan yang aku berikan padanya... Setiap aku berusaha membuatnya menyerah, disaat itu pula ia menunjukkan begitu banyak kehebatan yang tak pernah aku lihat sebelumnya... Ia membuat hatiku bergetar hebat ketika ia menghadapi begitu banyak orang yang mencoba membunuhku berkali-kali... Hingga pada suatu malam aku diserang begitu banyak orang karena kecerobohanku sendiri... Ia harus benar-benar terluka parah karena ulahku... Belasan orang bertubuh kekar dengan berbagai senjata menghajarnya yang hanya bersenjatakan tangan kosongnya... Disaat aku melihat ia mengalahkan belasan orang itu, untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa sangat takut kehilangan seseorang yang bahkan bukan keluargaku sendiri... Darah begitu banyak mengalir dari kepalanya, namun disaat yang sama ia masih bisa menghawatirkan diriku yang bahkan sama sekali tidak tergores sedikitpun... Bagaimana jika seandainya ia mati disana karena kehabisan darah?! Itu sungguh gila!" Ujar Ana panjang lebar menceritakan bagaimana awal mulanya ia mulai mengakui keberadaan Art yang kala itu hanya ia kenal sebagai KJ bodyguard pribadinya...
"Kakakku mati? Huh! Tidak mungkin semudah itu! Jika peluru saja tidak pernah bisa membunuhnya bagaimana mungkin senjata primitif seperti itu bisa membunuh kakakku" ujar Pim dengan penuh percaya diri pada kemampuan kakaknya dalam segala hal yang ia lakukan dalam misinya,
"Kau tidak melihatnya! Dia berlumuran darah sangat banyak!" Sahut Ana tidak terima dengan respon yang diberikan oleh Pim yang terkesan sedikit meremehkan,
"Tidak... Masalahnya bukan berada pada titik aku melihat kejadiannya atau tidak kak, tapi ada pada kesiapan mentalmu untuk menjadi pendamping hidup kakakku... Aku yakin masih banyak sisi lain dari kakak tertuaku yang belum pernah kakak ipar lihat sebelumnya..." Ujar Pim sambil tersenyum dan menggerakkan sebelah alisnya yang sukses membuat Ana semakin penasaran dan ingin tahu bagian cerita lain dari hidup kekasihnya itu...
"Apa ia bisa berbuat kejam seperti para mafia yang ingin membunuhku sebelumnya?" Tanya Ana samar-samar suaranya sedikit bergetar,
__ADS_1
"Kejam? Tidak kak... Kakakku itu tidak kejam..." Sahut Pim yang membuat Ana sedikit merasa tenang,
Namun itu tidak berlangsung lama karena detik berikutnya apa yang Pim katakan padanya membuat Ana meremas tangannya pelan...
Sebenarnya saat ia mau menerima kenyataan bahwa Art adalah bagian dari dunia gelap yang sering disebut sebagai mafia ini, jauh di dalam hatinya masih ada rasa takut karena di dunia yang seperti itu biasanya terlalu gelap dan menyeramkan jika ia ketahui lebih dalam seluk-beluknya...
"Kakak mungkin harus beradaptasi secara ekstrim di awal-awal... Tapi setelah beberapa lama kakak pasti bisa terbiasa, dan kak Art juga tidak akan mungkin membiarkan dirimu ikut berjibaku dengan kegiatan yang kurang enak dipandang kecuali oleh para psikopat yang menikmati tindakan brutal dan sadis..." Ujar Pim lagi sambil menyilangkan kakinya dengan sangat elegan dan begitu tenang padahal apa yang ia katakan itu bukanlah sesuatu hal yang sepele...
"Kamu tidak risih dengan hal-hal seperti itu?" Tanya Ana penasaran sampai alisnya benar-benar tertekuk sempurna,
"Tidak kak... Aku dilahirkan pada situasi dan kondisi seperti ini, bahkan aku tidak pernah menyesal... Karena orang-orang di dunia bawah yang katanya sangat gelap dan menyeramkan seperti ini sebenarnya sangat menyenangkan... Lebih menyenangkan daripada lingkungan yang normal pada umumnya... Karena di dunia gelap ini tidak ada orang naif, munafik dan pembohong..." Ujar Pim sambil memegang tangan Ana menunjukkan keseriusannya dalam hal ini,
"Aku berharap dirimu memang wanita yang ditakdirkan untuk kakakku karena kalian terlihat serasi hehehe..." Ujar Pim lagi sementara Ana tampak sedikit kebingungan menanggapi apa yang baru saja ia dengar
Karena bagaimanapun juga ia memang tidak pernah bersentuhan dengan dunia mafia secara langsung, selama ini hanya papanya yang selalu bersinggungan secara langsung sementara dirinya hanya menjadi target hidup yang bergerak menjadi kelemahan terbesar papanya...
Di tengah lamunan Ana, Pim tiba-tiba menyandarkan kepalanya di bahu Ana yang langsung membuat Ana menoleh kearah Pim yang tampak menerawang jauh ke depan...
__ADS_1
"Aku sebenarnya sangat ingin mencari kekasih yang sama persis dengan mereka berdua... Ayah dan kakakku menurutku adalah tipe paling ideal dan sempurna untuk menjadi pasanganku di masa depan... Tapi sayangnya sampai saat ini bahkan aku belum menemukan satupun yang bisa memenuhi setengah dari standar itu hahaha..." Ujar Pim sambil tertawa yang membuat mereka semakin dekat dan hubungan mereka tentu juga semakin hangat layaknya sahabat yang sudah berhubungan selama bertahun-tahun...
***
Dari balkon atas,
Tepatnya di balkon yang ada di luar ruang kerja ayahnya, Art dan ayahnya mendengarkan pembicaraan yang dilakukan oleh Pim dan juga Ana disana... Sedari tadi mereka belum membicarakan tentang pekerjaan karena ayahnya belum mengatakan apapun dan menyuruh Art untuk mendengarkan apa yang sekiranya Ana katakan dari atas sini...
"Dia menerimamu sekarang namun ia belum tahu sisi kelam dirimu di dunia gelap ini... Dunia underground yang sama sekali belum pernah Ana lihat bagaimana wujud aslinya, dan sekarang ayah akan katakan sesuatu untuk hubungan kalian..." Ujar Kim dengan tangan yang keduanya ia masukkan di saku celananya...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐