Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Broken Ring


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Namun tanpa berhenti sedikitpun, Ana langsung pergi dan masuk ke garasi dan menggunakan kuncinya untuk membuka mobilnya yang sudah langsung merespon kunci itu,


“ Tuan! Tuan! Nona Ana kabur! ” teriak John panik dengan suara yang sangat keras sambil berusaha mengejar Ana,


Mendengar teriakan itu Gerald yang baru saja menyelesaikan teleponnya dengan Kim Hans langsung panik dan berlari ke sumber suara namun disaat yang bersamaan Ana sudah menerobos keluar halaman mansion mereka ini


“ Kemana kamu akan pergi sayang? ” gumam tuan Gerald pelan sambil menatap mobil Ana yang terus menjauh


“ Tuan nona Ana... ” ujar John yang tampak cukup kotor dan napas yang memburu sekarang,


“ Kenapa kau kotor seperti itu? ” tanya tuan Gerald pada John


“ Nona Ana bahkan tidak ragu untuk menabrak saya tadi jadi saya lompat ke tanah yang akan ditanami bunga mawar itu tuan ” sahut John sambil terengah-engah


“ Sekarang cepat ikuti Ana dan awasi pergerakannya, jika tidak ada bahaya jangan ganggu dia... agar dia tidak membencimu karena ia akan berpikir kau ikut campur untuk menghalanginya bertemu Art ” ujar Tuan Gerald memberikan perintahnya,


“ Baik tuan, saya akan langsung mengaktifkan GPS pelacak untuk mengikuti mobilnya ” sahut John yang langsung bergegas pergi dari sana,


“ Jangan lukai dirimu sendiri sayang... ” gumam tuan Gerald yang tidak bisa menyingkirkan rasa khawatirnya meskipun ancaman musuh bisnisnya sudah lama hilang dengan bantuan Kim Hans dan Art sebagai bodyguard putrinya selama ini,


***

__ADS_1


Di sepanjang jalan Ana tampak sangat gelisah dan terus menyalip kendaraan lain di jalanan, ia hanya berhenti ketika lampu merah... Beberapa kali Ana menggigit kukunya, ia bahkan lupa membawa ponselnya saat ini.


“ Kemana kamu pergi sayang?! kemana meninggalkan aku dan menyuruh si Nicholas itu untuk mengantarku pulang bahkan dengan cara yang kasar seperti itu?! ” gerutu Ana dalam hatinya yang hanya berisi keluhan dan kecemasan,


Setelah beberapa jam perjalanan yang cukup jauh akhirnya ia sampai di mansion besar tepi pantai milik Keluarga HS itu dimana untuk pertama kalinya Ana bertemu dengan keluarga Art dengan sangat lengkap di sana,


Ana langsung membunyikan klakson dengan tidak sabaran ketika para penjaga mendekati mobilnya yang menurut mereka sangat terlihat asing dan bukan milik keluarga HS bos mereka,


Tok! Tok!


Salah satu penjaga itu mengetuk kaca jendela mobilnya dan ia langsung menurunkan kacanya,


“ Cepat bukakan pintunya aku ingin bertemu dengan Art atau paling tidak dengan paman Kim ” ujar Ana memberikan perintah pada penjaga itu,


“ Selain itu... Saya bisa memberikan informasi penting pada nona karena saya tahu nona memiliki hubungan yang baik dengan tuan muda kami, saya bisa menginformasikan bahwa saat ini Keluarga HS tidak ada satu orang pun yang ada di kediaman ini saat ini nona... Bos Kim dan yang lainnya telah pergi 2 hari yang lalu sedangkan tuan muda Art belum pernah kembali kesini semenjak beliau datang bersama anda ” ujar penjaga itu pada Ana, ia berani memberikan informasi seperti ini karena saat malam dimana Art dan Ana berciuman di belakang rumah ia tidak sengaja melihatnya dari kejauhan jadi ia yakin ada hubungan istimewa diantara putra bosnya itu dengan nona ini,


“ Cukup! Kau sudah mengatakan apa yang seharusnya tidak dikatakan, cepat kembali ke tempat! ” ujar seorang penjaga lain yang menjadi ketua keamanan mansion keluarga HS ini,


“ Maaf nona, tapi anda harus segera pergi sekarang karena apa yang anda cari tidak ada disini ” ujar penjaga itu dengan tatapan serius, benar-benar mencerminkan loyalitas yang tinggi untuk menjaga privasi lokasi mansion ini,


Melihat tatapan mata orang ini Ana yakin ia tidak akan bisa masuk dengan cara apapun, lalu ia mulai memikirkan cara lain untuk dapat menemukan Art lalu dengan sedikit berat hati ia memutuskan untuk kembali ke hotel itu dimana menjadi markas dan tempat kerja bawahan Art yang bernama Nicholas itu berada meskipun ia tidak bisa untuk percaya lagi dengan orang itu,


Ana langsung memutar balik mobilnya dan menuju hotel itu untuk bertemu Nicholas, setelah satu jam perjalanan yang super cepat ia telah sampai di lobby hotel dan melempar kunci kepada vale yang bertugas dan terburu-buru masuk lobby dan bertanya ke resepsionis hotel itu tentang Nicholas,


Namun ketika resepsionis itu membisikkan lokasi Nicholas saat ini, Ana tiba-tiba merasa pusing karena serangan panik... Ingatan mengerikan berlumuran darah hari itu kembali terlintas di kepalanya dan membuatnya pusing, lalu tiba-tiba semuanya menjadi gelap...

__ADS_1


***


“ Kamu sudah bangun sayang? ” tanya papanya yang baru saja datang membawa bubur dan air hangat di atas nampan yang ia bawa saat ini,


“ Kenapa aku kembali ke rumah papa? tidak bisa, aku harus cepat pergi, aku harus mencarinya pa... ” ujar Ana sambil menyibak kan selimut yang menutupi tubuhnya dan berusaha bangun dari tempat tidurnya, namun saat hendak melangkah tubuhnya masih terasa lemah,


“ Ana... Tenang lah... duduk dulu lalu minum dan makan ini ” ujar papanya lalu meletakkan nampan yang ia bawa di dekat meja lampu tidur yang ada di sebelah tempat tidurnya


“ Bagaimana aku bisa tenang pa?! dia pergi meninggalkan aku begitu saja! tidak bisa... ini tidak bisa! aku adalah kekasihnya bagaimana dia bisa meninggalkan aku begitu saja tanpa sepatah katapun pa?! pasti ada kesalahan pahaman pa... aku harus mencarinya sekarang juga! ” ujar Ana dengan tatapan mata yang penuh dengan kepanikan dan perkataan yang benar-benar mencerminkan pikirannya yang sedang kacau balau saat ini,


Braaak!!!


Papa Ana menaruh nampan itu dengan keras setelah mendengar putrinya berbicara seperti orang gila saat ini,


“ Kemana kamu akan mencarinya?! memangnya dirimu atau papamu ini lebih kuat dari para mafia di bawah kendali Kim Hans itu?! bahkan meskipun kami berteman baik papa bahkan tidak lebih dari debu di seujung kukunya sayang... ” ujar Gerald pada putrinya lalu ia bersimpuh di depan putrinya,


“ Seharusnya dari awal papa tahu bahwa hal seperti ini akan terjadi karena keluarga kita bukan bagian dari dunia hitam itu sehingga kamu tidak akan kuat menghadapi banyak masalah yang akan terjadi sehari-hari... papa tahu kemarin kamu benar-benar takut dan tertekan ketika Art mengajakmu berkenalan singkat dengan ‘dunia itu’ dan itu hanya permulaan kata Nicholas jadi kamu... ” ujar papa Ana menjelaskan sedikit namun kemudian ia merasa sedikit ragu untuk mengatakan yang lainnya,


“ Jadi karena itu Art pergi?! ” seru Ana namun beberapa saat kemudian tiba-tiba hatinya terasa sangat sakit setelah memikirkan lagi perkataan papanya itu,


“Apa dia pikir aku tidak layak untuknya pa? ” tanya Ana lagi dengan suara yang lirih


______________________


See You Tomorrow

__ADS_1


__ADS_2