
HAPPY READING GUYS
________________________
Pagi Hari sudah tiba, kicauan burung yang sayup-sayup saling bersahutan mulai terdengar... rerumputan yang terlihat begitu segar setelah disiram oleh hujan semalam juga terlihat begitu indah di halaman...
Semuanya terlihat cerah pagi ini...
namun sang tuan putri pemilik rumah masih juga belum bangun dari tidurnya...
Pukul 7 lewat 15 menit...
Kamar Ana sudah diketok dari luar oleh Mark yang terus berusaha untuk membangunkan nona Ana nya ini...
setelah kesekian kalinya akhirnya pintu terbuka, Ana terlihat masih sangat mengantuk... hingga baru saja membuka pintu tanpa menoleh atau melihat apa yang Mark bawakan untuknya, biasanya hanya sarapan pagi saja pikir Ana...
Ana langsung membalikkan badannya dan hendak kembali tidur di tempat tidur kesayangannya itu...
"sudah biarkan saja... ini berikan padaku saja, kau pergilah Mark..." ujarnya setengah berbisik sambil mengambil alih nampan berisi sarapan yang Mark bawa di tangannya...
"awas saja kalau kau berani macam-macam pada nona Ana ya!" sahut Mark setengah berbisik juga serta dibumbui dengan sedikit ancaman kecilnya...
"ya" sahutnya singkat...
Pria itu masuk ke dalam kamar Ana pelan-pelan sambil membawa nampan berisi sarapan pagi itu, lalu menaruhnya di meja dekat tempat tidur Ana itu...
Setelah menaruh sarapan itu dengan aman, ia duduk di tepian tempat tidur Ana sambil memandangi wajah gadis cantik yang masih tertidur ini...
Ia tersenyum lalu tangannya terulur kedepan dan mengelus lembut pucuk kepala Ana, membuat Ana menggeliat dari tidurnya karena terusik oleh apa yang pria ini lakukan... ia mulai mengucek-ucek matanya, berusaha untuk melihat dengan jelas siapa yang berani mengganggu tidurnya pagi ini selain papanya...
Bukannya tadi hanya Mark yang datang?
kenapa dia berani mendekatiku, pikirnya yang belum benar-benar mengumpulkan kesadaran penuhnya saat baru bangun tidur...
"hmmm... Mark! beraninya kau" ujar Ana dengan mata yang masih setengah terpejam...
"bangun dulu baru bicara..." ujar pria itu yang tak lain adalah KJ...
__ADS_1
Mendengar suara yang sangat familiar dan juga suara yang sudah sangat ia rindukan itu, Ana langsung membuka matanya lebar-lebar...
Beberapa kali ia mengucek-ucek matanya lagi, lalu menggelengkan kepalanya seakan ingin memastikan siapa yang ada di depannya ini adalah benar-benar KJ...
si pengawal tampan dan misteriusnya ini, orang yang sudah membuatnya jatuh cinta...
"KJ!!!" teriak Ana setelah ia benar-benar yakin ini bukan mimpi dan langsung memeluk tubuh KJ begitu saja...
"sangat merindukanku ya? hehehe" tanya KJ sambil terkekeh geli melihat tingkah laku Ana saat ini...
Ana langsung melepaskan pelukannya karena merasa malu pada KJ, ia juga langsung merapikan rambutnya secara refleks...
"aaaaaa!!!! aku kan baru bangun tidur! tidak cantik! isssshhhh memalukan!" gerutu Ana dalam hatinya...
"sudah bangun kan? lebih baik sekarang mandi dan bersiap-siap... pakai baju ternyaman dan juga yang paling cantik..." ujar KJ sambil menarik tangan Ana agar segera beranjak dari tempat tidurnya itu...
"memangnya kita mau kemana KJ? bukannya aku tidak boleh kemanapun selama satu minggu ini?" tanya Ana bingung namun hatinya juga sangat senang pagi ini...
"siapa bilang tidak boleh? jika kamu pergi bersamaku, kemanapun boleh Ana... hahaha" sahut KJ dengan entengnya dan langsung membuat Ana merona karenanya...
"kenapa dia berubah menjadi sangat manis setelah kembali dari misinya bersama paman Kim?" gumam Ana dalam hatinya yang sedang berbunga-bunga itu...
"tuan boleh saya membawa nona Ana jalan-jalan?" tanya KJ saat ia sudah dipersembahkan untuk duduk oleh tuan Gerald
"memangnya Kim sudah membolehkan Ana keluar rumah?" tanya tuan Gerald pada KJ
"ya tuan... dan..." ujar KJ namun terpotong karena tuan Kim dan yang lainnya sudah datang...
"dan kau harus segera mengumumkan bahwa putrimu sudah ditemukan dan sudah kembali dengan keadaan selamat saat ini juga..." ujar tuan Kim dari ambang pintu rumah keluarga Geraldine ini
"oke sekarang juga..." sahut tuan Gerald lalu dengan cepat ia menelepon sekertarisnya agar segera menyelesaikan semua itu...
"Art... duduk disini nak..." ujar tuan Gerald pada Art yang mengikuti Kim dari belakang...
"baik paman..." sahut Art lalu ia segera duduk di dekat tuan Gerald
"kau sangat merindukan anakku Art atau bagaimana? sampai kau memintanya agar duduk di dekatmu begitu..." ejek Kim pada sahabatnya itu...
__ADS_1
"ya, tentu saja... dan juga karena dia sudah banyak membantuku... dia sangat baik, tidak sepertimu yang sangat dingin begitu hahaha" sahut tuan Gerald sambil tertawa pelan...
"tuan Gerald, boleh aku mengatakan sesuatu lagi sekarang tuan?" ujar KJ sambil tersenyum manis pada tuan Gerald
"apa KJ? katakanlah... kau juga sudah sangat berjasa padaku dan juga putriku selama ini... katakanlah... jangan sungkan-sungkan padaku lagi..." ujar tuan Gerald dengan senang hati...
"saya sudah jatuh cinta pada nona Ana tuan, dan nona Ana juga mencintai saya... apa saya bisa memiliki kesempatan untuk mendekati nona?" tanya KJ dengan sangat hati-hati pada tuan Gerald...
"apa?! kau yakin?" ujar tuan Gerald terkejut mendengar apa yang KJ katakan itu...
"ya tuan, saya yakin seyakin-yakinnya... saya akan berusaha menjadi yang terbaik untuk nona Ana..." ujar KJ penuh percaya diri...
"aku bisa mengizinkannya... tapi dengan satu syarat" sahut tuan Gerald sambil menatap KJ dengan lekat...
"kau harus tinggal disini dan meninggalkan pekerjaanmu dengan bos Kim mu ini... apa kau sanggup?" ujar tuan Gerald
"hahaha... lalu apa syaratnya jika anakku yang mencintai putrimu Charles? kau ingin Art juga meninggalkanku dan menghabiskan hidupnya disini?" tanya tuan Kim pada tuan Gerald...
"jika Art menyukai Ana... ini akan menjadi sedikit lebih rumit... karena aku sangat menyayangi Ana, sulit bagiku untuk mengambil keputusan Kim... tapi aku juga tidak akan meragukan Art untuk menjaga putriku... tapi apa yang akan Ana lakukan setelah tahu bahwa kalian semua adalah mafia, itu diluar kendaliku... karena setelah apa yang ia alami selama ini, Ana sangat membenci para mafia..." sahut tuan Gerald sambil menatap tuan Kim dengan sedikit keraguan di wajahnya itu...
"jika Art ingin menikahi putrimu dan putrimu menerimanya bagaimana? bukankah dia akan ikut dengan Art ke Thailand?" ujar tuan Kim lagi memancing reaksi tuan Gerald
"aku..." ujar tuan Gerald ragu-ragu
"ambillah keputusan yang terbaik, dan jangan pernah berpikir bahwa kau tertekan karena bantuan yang sudah aku berikan padamu Char... kau tidak perlu berhutang budi padaku..." ujar tuan Kim yang seolah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh tuan Gerald...
Tentu saja tuan Gerald akan sulit mengizinkan hal itu... Karena Anastasya Geraldine adalah putrinya satu-satunya...
jika Ana pergi, maka tuan Gerald hanya akan sendirian menjalani kehidupannya disini...
"aku hanya bisa mengatakan, aku akan menerima apapun keputusan yang diambil oleh putriku... aku hanya ingin dia bahagia..." sahut tuan Gerald pada tuan Kim...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐