Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Mencari Makanan


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"bukan itu... tapi pertanyaanku saat di parkiran kampus..." ujar Ana lagi dengan sedikit malu-malu...


"Ooo waktu kemarin itu ya... bukannya kemarin kamu hanya memarahiku Ana? saat kamu marah-marah itu aku tengah fokus pada gerak-gerik orang-orang yang mencurigakan itu, jadi aku tidak terlalu ingat apa yang kamu bicarakan malam kemarin..." sahut KJ dengan santainya, berbanding terbalik dengan Ana yang sudah setengah mati memaksakan dirinya agar berani menanyakan itu lagi pada KJ....


"Jadi kau tidak mendengarkanku huh?!!! dasar jahat!!! kau menyebalkan sekali KJ!!!" teriak Ana sambil menjambak rambut KJ dengan sangat gemas karena benar-benar kesal pada lelaki super tidak peka yang tengah menggendongnya sekarang ini...


"awww... kenapa jadi penyiksaan begini sih? hey... hentikan Ana..." ujar KJ karena rambutnya terus di tarik-tarik oleh Ana


"kau menyebalkan KJ!" seru Ana


"baiklah-baiklah maafkan aku nona Ana... nonaku yang baik dan manis... berhenti menjambak rambutku, nanti kalau aku botak bagaimana? hahaha..." sahut KJ sambil tertawa dan kembali melanjutkan perjalanan mereka...


"tapi aku benar-benar minta maaf padamu... aku tidak bermaksud untuk mengabaikan apapun yang kamu katakan Ana... tapi kemarin malam situasinya terlalu berbahaya, jadi aku harus selalu siaga..." ujar KJ lagi dengan lembut dan penuh pengertian, dan itu berhasil membuat Ana sedikit luluh hingga ia mau melepaskan jambakannya itu dari rambutnya KJ...


".................." Ana hanya diam, ia tak menanggapi apapun yang KJ katakan saat ini...


"Kenapa diam nona manis? karena aku tidak tahu apa yang kamu tanyakan kemarin, kenapa tidak tanyakan ulang? aku akan menjawabnya dengan sungguh-sungguh, apapun yang kamu tanyakan Ana... bahkan jika aku harus kembali menerima amarahmu itu aku akan rela hehehe...." ujar KJ lagi


"tidak mau!" sahut Ana singkat


"memang aku menyukaimu KJ, tapi jika hanya aku yang selalu mengejar-ngejarmu... maka aku akan terlihat seperti wanita murahan... aku akan benci pada diriku jika itu sampai terjadi..." gumam Ana dalam hatinya... ia benar-benar memegang teguh harga dirinya...


"hmmmm.... marah ya?" tanya KJ lalu ia berlari dengan kencang secara tiba-tiba...


itu membuat Ana benar-benar terkejut sampai-sampai dia memeluk tubuh KJ dengan sangat erat...

__ADS_1


"Ahaaa.... akhirnya ketemu... buah murbei..." ujar KJ sambil berjongkok di depan tanaman pendek berbuah seperti anggur itu.... namun ukurannya hampir 5 kali lipat lebih kecil dari pada anggur pada umumnya...


"ah? buah apa kamu bilang KJ?" tanya Ana yang tertarik dengan apa yang KJ temukan itu, ia pun turun dari gendongan KJ


"ini namanya buah murbei Ana... buah sejenis rasberi... lumayan bisa kita makan sambil mencari makanan lain... buah ini manis dan sedikit masam, cobalah..." ujar KJ sambil menyerahkan buah murbei yang sudah berwarna kehitaman itu pada Ana...


"benar ini bisa dimakan?" tanya Ana sedikit ragu-ragu pada KJ sambil mengamati buah itu dengan seksama... beberapa kali ia memutar-mutar buah kecil itu di depan matanya...


"iya Ana... buah ini benar-benar bisa dimakan... rasanya segar... cobalah..." sahut KJ sambil melahap beberapa buah itu agar Ana tak merasa ragu lagi...


"baiklah... aku coba ya..." ucap Ana sambil memasukkan buah kecil kehitaman bernama murbei itu kedalam mulutnya lalu mengunyahnya...


"hmmm... lumayan enak... manis..." ucapnya sambil tersenyum senang penuh kegembiraan...


Ana benar-benar terlihat manis di mata KJ saat ini...


"bagaimana pun dia masih sangat polos... aku tidak mungkin tega untuk membawa gadis sepolos dirinya ke dunia yang kelam dan penuh intrik di dalamnya... ayah sudah mengabdikan diri untuk sepenuhnya menghabiskan hidupnya di dunia yang sering orang-orang bilang sebagai dunia gelap ini... dan tidak mungkin bagiku untuk memiliki kehidupan yang normal... jika seandainya aku punya kehidupan yang normal, mungkin aku sudah.... ah... apa yang aku pikirkan..." gumam KJ dalam hatinya...


"KJ aku mau mengambil buah ini sebanyak mungkin, aku menyukainya... sangat manis..." ujar Ana yang tengah antusias memetik buah murbei itu dan mengumpulkannya di lipatan gaunnya itu...


"taruh di dalam ranselku saja... tapi sebelum itu bungkus dulu dengan daun ini agar buahnya tidak hancur..." ujar KJ sambil memetik daun yang berdiameter cukup besar untuk membungkus buah itu sebelum dimasukkan ke dalam ranselnya... saat KJ sidah menyimpan buah itu di dalm ranselnya,


"Aku mau lagi.... itu terlalu sedikit..." ujar Ana sambil memetik beberapa buah itu lagi...


"jangan serakah Ana... hahaha... biarkanlah ekosistem tetap terjaga... ambil apapun dari alam secukupnya... jangan berlebihan... selain itu, apa kamu mau sakit perut karena terlalu banyak memakan beri ini?" ujar KJ pada Ana sambil menasehatinya yang terlihat dengan jelas bahwa ini baru pertama kalinya ia masuk ke dalam hutan...


"baiklah.... aku tahu... ini sudah cukup kok..." sahut Ana dengan wajah cemberutnya...


"ayo kita tangkap ikan... setelah itu kita bakar... pasti enak..." ajak KJ dan Ana hanya menyahutinya dengan anggukannya... kemudian KJ mengajaknya untuk berjalan lagi... tidak terlalu jauh sampai terdengar suara deburan air terjun yang terdengar cukup dekat dari tempat mereka sekarang ini...

__ADS_1


"kita sudah dekat dengan air terjun yang kamu bilang tadi KJ?" tanya Ana dengan antusias


"yup... sudah sangat dekat... tapi sebaiknya kamu membuang sandal dengan pijakan tinggi itu... karena aku lihat itu sangat menyusahkanmu sedari tadi..." sahut KJ


"kalau aku buang, nanti aku pakai apa KJ? kalau terkena duri? lintah? cacing? hiiiiii.... aku tidak mau..." sahut Ana sambil memegang kedua lengannya karena ngeri membayangkan apa yang baru saja ia katakan itu...


lintah?


cacing?


itu terlalu menggelikan... pikirnya...


"sudah lepaskanlah... aku tahu kakimu pasti lecet karena mengenakan sandal tak berguna ini..." ujar KJ sambil berjongkok di depan Ana dan membuka sandal berhak tinggi itu... kemudian memasangkan plester luka di kaki Ana yang lecet karena terlalu lama menggunakan sandal itu...


"ayo naik... aku akan menggendongmu, jadi baik itu cacing, lintah ataupun duri yang tidak punya sopan santun itupun tidak akan pernah bisa menyentuhmu Ana..." ujar KJ lagi


Ucapan manis KJ itu benar-benar berhasil membuat Ana terharu... ia benar-benar merasa disayangi dan dicintai... walaupun dia tahu kalau hubungan mereka saat ini hanya nona dan pengawalnya... namun Ana memutuskan untuk menikmati masa-masa yang menyenangkan ini sampai nanti batas terakhir dari kontrak pekerjaan bodyguard tampannya ini tiba...


Ana meyakinkan dirinya, jika saat itu tiba dan KJ sama sekali tidak menyatakan cintanya... maka saat itu Ana akan melakukan apapun agar kontrak itu diperpanjang dan membuat KJ percaya dengan sebuah kalimat yang sangat indah yaitu...


Cinta Ada Karena Terbiasa....


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2