Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Penyerangan Diam-Diam


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


_________________


Malam harinya....


Ana berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang mulai tampak sepi karena jam sudah menunjukan pukul 9 malam, jam berkunjung sudah semakin menipis...


Sambil mengenakan handsfree Ana bersenandung kecil mengikuti lagu yang sedang di putar olehnya...


" hai Mark, KJ sudah tidur?" Tanya Ana saat dia masuk kedalam ruang perawatan KJ itu


" sudah nona, baru saja... kenapa nona datang malam sekali?" Tanya Mark


" iya aku akan menginap disini ya sambil menemanimu" sahut Ana


" err nona saya harus pulang untuk mengambil beberapa pakaian apa tidak apa-apa kalau nona saya tinggal sebentar?" Tanya Mark merasa tidak enak pada Ana karena akan meninggalkannya sendiri menunggu KJ di ruang perawatan ini...


" tak apa pergilah" sahut Ana


" baik terima kasih nona Ana..." ujar Mark lalu pergi...


Ana pun duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur KJ, Ana menaikan selimut KJ agar menutupi dadanya, suara dengkuran halus KJ terdengar pelan, dengan sangat berhati-hati Ana merubah posisi kepala KJ yg miring agar KJ tidak terbangun saat menyentuh leher KJ Ana merasa tubuh KJ sangat lengket karena sejak dirawat di rumah sakit KJ memang belum membersihkan tubuhnya, bahkan bau amis darah masih sedikit tercium pada tubuhnya itu...


" Mark tumben kau wangi sekali..." ujar KJ yang masih memejamkan matanya, Ana terkikik geli mendengar ucapan KJ


" ini aku" ujar Ana


KJ pun membuka matanya karena mendengar suara Ana yang menyahutinya...


" nona Ana? Maaf nona saya kira tadi itu Mark... pantas saja harum sekali ternyata nona Ana .." ujar KJ tersenyum manis


" tidak apa hehehe, apa kepalamu masih sakit?" Tanya Ana tersenyum juga


" sudah tidak nona sakit lagi nona..." sahut KJ


" aku ambil handuk dulu ya badanmu lengket sekali..." ujar Ana lalu mengambil handuk di tasnya dan pergi menuju wastafel untuk membasahi handuk kecil itu...


" ayo buka dulu bajumu" ujar Ana, KJ pun membuka bajunya untuk memudahkan Ana mengelap tubuhnya...


" angkat ketiakmu" ujar Ana, dengan ragu-ragu KJ mengangkat ketiaknya membuat Ana tertawa geli


" hahaha kenapa kau malu-malu begitu?? " tanya Ana sambil tertawa


" hehehe saya malu nona... apalagi yang ngelap adalah nona" sahut KJ


" tidak usah malu" sahut Ana


" terima kasih atas perhatian nona, saya merasa tidak enak diperlakukan seperti ini oleh majikan saya.. " ujar KJ


Ana hanya terkekeh mendengar penuturan KJ tiba-tiba ponsel Ana berdering membuatnya menghentikan aktivitasnya sejenak...

__ADS_1


" sebentar" ujar Ana pada KJ


Ana pun mengambil ponselnya lalu mengangkat telepon yang masuk, ternyata itu dari Mark...


" halo Mark?" Sapa Ana


" nona saya tidak bisa kembali ke rumah sakit tidak apa-apa kan jika nona sendiri menjaga KJ disana?" Tanya Mark dengan perasaan tidak enak pada nonanya karena tidak bisa kembali kesana...


" tidak apa-apa, tolong katakan pada papa kalau aku menginap di rumah sakit ya" ujar Ana lalu menutup teleponnya...


" ada apa nona?" Tanya KJ setelah Ana selesai menelepon


" Mark tidak bisa kembali kemari" sahut Ana


" kalau begitu sebaiknya pintunya dikunci saja nona" ujar KJ


" hm? Kenapa?" Tanya Ana penasaran


" kita tidak sedang di rumah nona saya tidak mau mengambil resiko jika ada orang yang ingin berniat jahat masuk kedalam saat saya tidak bisa menjaga nona dengan maksimal" sahut KJ


" baiklah kalau begitu" ujar Ana


Ana pun segera mengunci pintu dan meneruskan kegiatannya mengelap tubuh KJ


" nah sudah selesai, ayo ganti bajumu" ujar Ana yang menyerahkan pakaian ganti untuk KJ, KJ tampak kesulitan memasukan tangannya karena terhalang selang infus yang terpasang di tangannya itu...


" susah ya? Sini aku bantu" ujar Ana yang langsung membantu KJ...


" permisi?" Ujar seorang perawat yang hendak masuk membuat Ana terperanjat dan dengan cepat menjauhkan tubuhnya dari KJ


" ah iya suster" ujar Ana yang langsung membuka pintu yang dikuncinya itu...


" permisi nona saya akan mengganti cairan infus tuan KJ" ujar perawat itu sambil membawa cairan infus baru


" iya silahkan suster" ujar Ana, perawat itu pun menggati cairan infus KJ dengan yang baru...


" sudah selesai tuan, selamat beristirahat tuan dan nona..." ujar perawat itu sebelum meninggalkan ruangan itu...


" terima kasih suster" ujar KJ, setelah perawat itu pergi Ana pun kembali mengunci pintu dan duduk di kursi disamping tempat tidur KJ


" tidurlah," ujar Ana


" sebaiknya nona yang tidur biar saya yang menjaga nona" sahut KJ


" yang sakit itu kan kau bukan aku KJ" ujar Ana


" nona, saya sudah banyak di bantu oleh nona, saya mohon sebaiknya nona saja yang tidur sekarang ya..." pinta KJ


" ya sudah, tapi kalau kau mengantuk kau harus tidur ya?" Pinta Ana


" baik nona" sahut KJ, Ana pun beranjak menuju sofa dan merebahkan tubuhnya

__ADS_1


" selamat malam KJ" ujar Ana


" selamat malam juga nona Ana" ujar KJ


Perlahan Ana pun terlelap, suasana hening begitu terasa, KJ sesekali memejamkan matanya sejenak karena rasa kantuk yang melanda tubuhnya...


Namun tiba-tiba saja terdengar suara pintu yang coba untuk dibuka, dengan sangat perlahan KJ turun dari tempat tidur dan membawa kantung infusnya dan mendekati Ana yang tengah tertidur, KJ menepuk pelan tangan Ana untuk membangunkannya


" hmm? Ada ap..." belum sempat Ana bicara KJ sudah membungkam mulutnya dengan tangan...


Belum sempat Ana bersuara KJ sudah membungkam mulut Ana dan memberinya kode agar diam, KJ pun mematikan lampu di tengah kamarnya agar pergerakannya tidak terlihat, namun membiarkan lampu di dekat pintu itu menyala agar tidak mencurigakan...


Dengan perlahan KJ menuntun Ana untuk bersembunyi di balik tirai panjang yang ada di dekat pintu masuk itu, dan benar saja saat KJ dan Ana sudah bersembunyi dengan baik, pintu pun terbuka dan memperlihatkan sosok seorang pria yang membawa sebilah pisau di tangannya serta memakai masker dan topi untuk menutupi wajahnya...


Pria itu mulai berkeliling mencari-cari keberadaan mereka, Ana meremas baju yang dipakai KJ untuk meredam ketakutannya, pria itu mengambil ponsel disakunya dan menelpon seseorang disana...


" mereka tidak ada disini,tidak ada siapa-siapa di ruangan ini... apa kau yakin ini ruangannya?" Tanya pria itu, KJ yang memang sedang dalam keadaan cukup lemah lebih memilih untuk diam dan bersembunyi demi keamanan dirinya dan Ana , ia tidak ingin mengambil resiko besar...


" cih ternyata membunuh 1 gadis saja sulit sekali" umpat orang itu lalu keluar dari ruangan rawat KJ itu...


Setelah orang itu pergi KJ pun menutup pintunya perlahan dan kembali menguncinya


" padahal sudah dikunci tapi dia masih bisa masuk" ujar KJ


" mereka bahkan mengejarku sampai kesini" gumam Ana bergetar ketakutan...


" sebaiknya nona dirumah untuk sementara waktu, saya khawatir mereka sudah mengetahui tempat-tempat yang biasa nona datangi" ujar KJ


" sebenarnya apa yg mereka incar? Aku tidak pernah berbuat salah pada siapapun tapi kenapa mereka berambisi untuk membunuh ku?" Tanya Ana dengan tangannya yang bergetar hebat karena rasa takut yang ia alami.... KJ memegang tangan Ana guna menenangkannya...


" mungkin mereka orang suruhan nona, apa nona lupa? Nona adalah pewaris utama Gerald group, orang berbondong-bondong ingin menjatuhkan tuan, dan salah satu caranya adalah dengan menyakiti nona" ujar KJ dan refleks mengelus rambut Ana yang tergerai, membuat Ana merasa sedikit lebih baik dan aman...


"begitulah resiko menjadi seorang pewaris..." batin KJ


" tidurlah nona, lampunya saya matikan saja ya?" tanya KJ


" aku takut KJ" ujar Ana bergetar dan tanpa sadar malah memeluk tubuh KJ


" saya akan menjaga nona, nona tidak perlu takut... saya masih sanggup menyingkirkan orang itu jika dia kembali lagi..." ujar KJ dengan tatapan penuh keyakinan pada Ana... dan KJ langsung megambil tiang infusnya dan menuntun Ana untuk tidur di sofa dan KJ pun duduk di samping Ana yang sudah berbaring di sofa itu...


" jangan tinggalkan aku ya " pinta Ana lembut


" iya nona, sekarang nona tidur ya" ujar KJ lembut, Ana pun akhirnya tertidur dengan menggenggam tangan KJ yang merangkulnya...


KJ tersenyum saat melihat Ana yg sudah mulai terlelap, KJ membelai rambut Ana dengan tangan yang satunya, tak lama kemudian KJ pun ikut terlelap dalam tidurnya...


________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys..


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2