Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Bermalam di Goa 1


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Setelah KJ berhasil meyakinkan Ana bahwa goa itu sudah benar-benar aman untuk mereka jadikan tempat untuk bermalam sementara waktu ia langsung mengajak Ana masuk ke dalam goa itu dan menurunkan Ana dari gendongannya...


"tunggu sebentar disini Ana... aku akan carikan kayu bakar dulu..." ujar KJ namun baru melangkah sekali tangannya sudah dipegang dengan cepat oleh Ana


"tidak mau... aku akan ikut... aku tidak berani sendiri disini..." ujar Ana sambil memperhatikan sekitarnya


"hahaha... baiklah ayo ikut aku..." sahut KJ lalu menggenggam tangan Ana dan mengajaknya mencari kayu bakar di tengah kegelapan malam ini...


Sepanjang jalan Ana terus tersenyum melihat tangannya yang terus digandeng oleh KJ itu... genggaman tangan yang sangat hangat itu...


"sebelumnya ia tidak pernah seperhatian ini padaku... jika tahu begini, maka dari dulu harusnya aku memintanya agar tidak bersikap formal padaku..." batin Ana senang


Dengan pisau lipat yang KJ bawa ia dapat memotong banyak dahan pohon yang sudah jatuh ke tanah itu secara perlahan hingga mencapai ukuran yang lebih mudah untuk dibawa ... Sementara Ana membantunya untuk mengumpulkan kayu-kayu kecil lainnya yang bisa dijadikan kayu bakar dan juga membantu merapikan kayu yang sudah dipotong-potong oleh KJ


Setelah merasa cukup untuk membuat api unggun malam ini, KJ mengikat kayu-kayu itu dengan tali kecil yang ia bawa di sakunya...


lalu setelah itu KJ mengangkut kayu-kayu itu bersama dengan Ana menuju goa...


Di dalam goa...


KJ menguliti kayu-kayu itu, dan memotong beberapa kayu, membuatnya menjadi parutan-parutan kayu kecil-kecil yang menumpuk di hadapannya...


sementara Ana hanya memperhatikan apa yang sedang KJ lakukan saat ini...


"untuk apa kamu memarut kayu-kayu itu KJ?" tanya Ana karena penasaran untuk apa kayu itu dibuat menjadi kecil-kecil seperti itu sebenarnya...

__ADS_1


"agar apinya lebih mudah menyala Ana... semakin tipis dan kering kayunya maka kecepatan hidup apinya semakin meningkat..." sahut KJ sambil tersenyum pada Ana...


"Oooo...." jawab Ana dengan antusias sambil menganggukkan kepalanya


Dengan usahanya akhirnya KJ berhasil membuat api unggun itu menyala di dalam goa itu... Ana yang baru pertama kalinya melihat cara membuat api unggun dengan cara tradisional seperti ini begitu takjub melihatnya... bahkan tanpa bantuan bahan bakar apapun bisa menghidupkan api unggun ini dengan sempurna...


"astaga, andai aku tahu kalau hal-hal seperti ini sangat menarik pasti aku sudah ikut pramuka dari dulu..." gumam Ana sambil menggosokkan telapak tangannya, lalu mendekatkannya ke api unggun yang menyala itu...


"tapi apa tidak apa-apa kamu tidur di bebatuan ini? karena kita tidak punya alas apapun..." ujar KJ dengan tiba-tiba saat ia ikut duduk menghadap ke api unggun itu...


"tidak apa-apa kok... aku kuat, aku bukan gadis manja KJ" sahut Ana, sementara KJ hanya tersenyum sambil menahan tawanya...


"apa?! kau tidak percaya aku akan kuat dan tidak mengeluh?!" tanya Ana saat melihat KJ menahan tawanya


"tidak, tidak... aku percaya... benar-benar percaya kok..." sahut KJ agar terhindar dari perdebatan tidak penting dengan perempuan yang pasti akan sangat melelahkan... ia tak mau bernasib sama seperti adiknya...


"karena kau sering mendapatkan dan memberikan pertanyaan jebakan seperti ini, maka aku sebagai kakakmu sudah terbiasa mendengar dan berusaha menghindar dari pertanyaan jebakan sejenis ini.... akhirnya aku mensyukuri kebiasaan itu juga... hahaha..." batin KJ


"karena papamu adalah orang sukses, dia seorang pria hebat dan hampir memiliki segalanya dalam bidang bisnis... kamu tahu Ana, setiap pria yang hebat pasti akan selalu memiliki musuhnya masing-masing... seperti kata pepatah, semakin tinggi sebuah pohon maka angin yang menerpa pohon itu akan semakin kuat, begitu juga papamu... semakin hebat karirnya di dunia bisnis itu maka semakin banyak pula ia punya pesaing dan musuh... itu sudah pasti..." sahut KJ dengan suara yang sangat menenangkan dan terdengar bijaksana


"apakah jika papa tidak seterkenal ini, hidupku tidak akan terancam begini KJ?" tanya Ana lagi


"apa kamu tidak bahagia dengan hidupmu sekarang? kamu punya segalanya... dan papamu juga sangat menyayangimu kan?" tanya balik KJ... ia tak langsung menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Ana...


"seandainya papa tidak sehebat ini berbisnis, mungkin mama tidak akan meninggalkan, dan mungkin saja nyawaku tidak akan terus terancam begini... para mafia itu bahkan memburuku sekarang... aku benci mereka! mereka telah mengambil mamaku! huhuhu" ujar Ana sambil menangis sesenggukan karena kembali teringat akan kematian mamanya yang diakibatkan oleh para mafia yang terus berusaha mengambil alih perusahaan papanya itu...


"jangan menangis... tenanglah... semuanya akan baik-baik saja... aku ada disini Ana, aku tidak akan membiarkan mereka melukaimu..." sahut KJ sambil memeluk tubuh Ana yang sedang bergetar karena tangisannya itu...


"kamu sangat membenci mafia?" tanya KJ

__ADS_1


"aku sangat benci dengan mereka! mereka selalu melakukan semuanya semau mereka sendiri... tidak pernah memikirkan orang lain yang mereka lukai bahkan mereka bunuh!" sahut Ana menggebu-gebu sambil sesenggukan, sementara KJ hanya bisa tersenyum kecut mendengar jawaban Ana itu...


"Sudah kuduga..." gumam KJ dalam hatinya


"apa kamu pikir semua mafia seburuk itu Ana? pasti ada diantara mereka yang tidak sebegitu buruknya kan? tidak suka bertindak semaunya... mereka hanya akan melukai atau membunuh orang yang bersalah saja misalnya?" tanya KJ lagi


"Mungkin..." sahut Ana, dan KJ tersenyum senang mendengarnya, Namun...


"tapi itu hampir mustahil, peluangnya cuma 1/1 000 000 KJ" ucap Ana lagi, yang membuat KJ tersenyum sambil memejamkan mata dan menggelengkan kepalanya pelan...


"sudahlah... jangan pikirkan itu lagi... apa kamu tidak mengantuk? ini sudah subuh loh..." ujar KJ pada Ana


Ana tersadar dan segera melepaskan pelukannya pada KJ, begitupun KJ yang juga melepaskan pelukannya pada Ana...


"hmmm... benar juga... selamat malam KJ..." ucap Ana sedikit gugup dan malu-malu, kemudian ia mencari posisi yang nyaman untuk tiduran di dalam goa batu itu...


Miring ke kiri... miring ke kanan...


Ana terus mengubah-ubah posisi tidurnya...


ia nampak sangat tidak nyaman saat ini...


"astaga... ini tidak seperti yang aku pikirkan! bisa-bisa seluruh tubuhku akan pegal kalau harus tidur di bebatuan yang keras ini!" gerutu Ana dalam hatinya...


"kamu harus merasakan sedikit kesusahan sekali-kali Ana... kamu masih terlalu manja untuk gadis seumuranmu yang nantinya ditakdirkan untuk mewarisi perusahaan sebesar Geraldine Corp Ana..." batin KJ tersenyum sambil pura-pura tertidur, padahal ia masih mengawasi setiap gerak-gerik yang Ana lakukan saat ini...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2