Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Anak Kedua


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Di rumah keluarga besar tuan Gerald,


"papa! tidak bisakah aku menonton televisi sekarang? hanya televisi saja kenapa dilarang sih!" ujar Ana sambil cemberut kepada papanya, namun papanya seolah tak mendengarkan apa yang ia ucapkan sedari tadi...


Setelah memperhatikan papanya dengan seksama, Ana dapat melihat kegelisahan papanya itu... ia meremas tangannya sendiri sambil memperhatikan ponselnya sedari tadi...


ia hanya fokus terhadap ponselnya saja seharian ini, seakan papanya itu sedang menunggu sebuah kabar dari orang yang sangat penting... Ana pun mulai berpikir,


"tidak mungkin papa akan secemas ini jika hanya tentang masalah perusahaan ataupun masalah dengan keluarga besar... apa yang bisa membuat papa secemas ini?" gumam Ana dalam hatinya,


"papa?" tanya Ana lagi sambil sedikit meninggikan suaranya agar benar-benar bisa membuyarkan lamunan papanya ini...


"ah, iya kenapa sayang?" sahut papanya sambil memaksakan senyumannya di wajahnya yang masih nampak tegang itu...


"papa menunggu telepon dari siapa? sampai-sampai papa mengabaikanku bicara sedari tadi?" tanya Ana sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya...


"tidak ada sayang... ah ya, ini sudah malam kamu tidur lah..." sahut papanya mengalihkan pembicaraan mereka itu...

__ADS_1


"aku bukan anak kecil lagi pa! tidak bisakah aku tahu tentang masalah apapun yang sedang papa hadapi? atau mungkin aku bukan anak papa sehingga papa tidak pernah mau berbagi masalah dan kegelisahan papa denganku?" tanya Ana dengan ekspresi wajah yang sudah sangat tidak bersahabat,


Ana sudah benar-benar merasa bosan selalu dianggap seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa... meskipun diusianya yang sudah hampir 19 tahun ini, ia benar-benar muak diperlakukan seperti anak kecil oleh papanya...


"sayang... jangan bicara seperti itu... kamu satu-satunya anak papa dan mama yang tersisa... hanya kamu yang papa miliki saat ini..." ujar papanya sambil menundukkan kepalanya sendu...


Kecemasan dan kesedihan bercampur aduk menjadi satu saat ini dalam diri papanya itu...


namun di sisi lain Ana menangkap sebuah kata aneh dalam ucapan papanya tadi...


"satu-satunya anak yang tersisa? apa aku punya kakak atau adik sebelumya pa?" tanya Ana mendesak papanya agar berkata jujur padanya...


"Ana... tolong jangan bahas ini ya..." sahut papanya tanpa menoleh pada Ana, tuan Gerald masih menundukkan kepalanya dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya...


"baiklah Ana... papa juga kira kamu sudah cukup besar untuk memahami permasalahan ini dengan sudut pandang yang tepat..." sahut tuan Gerald sambil menarik napas panjang lalu membuangnya perlahan...


"duduk disini..." ujar tuan Gerald sambil menepuk bagian sofa yang kosong di sampingnya itu...


Ana menuruti perintah papanya itu dan langsung duduk disisi papanya tanpa mengalihkan perhatian pada hal lain... ia menatap mata papanya lekat, ia dapat merasakan perasaan sedih dan bersalah yang terpancar dengan jelas di dalamnya...


"kamu seharusnya punya seorang kakak perempuan sayang... dia bernama Theresa, 2 tahun lebih besar darimu... namun saat terjadi kecelakaan itu, mama dan kakakmu tidak dapat diselamatkan... mereka terluka parah dan meninggal di tempat... para mafia atau yang lebih familiar disebut gengster di negara kita USA ini, mereka lah penyebabnya..." ujar tuan Gerald lalu ia terlihat memejamkan matanya dan menelan ludahnya sendiri seakan-akan setiap kata yang ia ucapkan saat ini begitu berat untuk ia ungkapkan dan ceritakan...

__ADS_1


"dia gadis yang sama cantiknya denganmu sayang... wajah cantik dari mama kalian, kalian warisi dengan sangat sempurna... tapi papa harus kehilangan mereka berdua, dan kini yang tersisa hanya kita berdua..." ujar papanya sambil mengelus lembut kedua pipi putrinya itu...


"semua permasalahan ini awalnya bermula dari bisnis papa yang berkembang begitu pesat... yang awalnya hanya berskala nasional tapi dengan bantuan dari paman Kim mu itu, papa bisa menjadi pebisnis besar seperti sekarang ini... dia membantu papa dari segala bidang... walaupun dia terlihat dingin, tapi kami sudah seperti saudara...


suatu hari, ada sebuah proyek besar... persaingannya sangat sulit karena harus melawan MD group... perusahaan milik Mad Dog si gengster ternama di negara kita ini... mereka mafia yang kejam dan sangat mengerikan... tapi dengan dukungan dan dorongan dari paman Kim mu itu, papa berani bersaing dengan mereka... tapi malam ketika Gerald Corp berhasil memenangkan tender besar itu, tepatnya ketika pulang dari makan malam... mereka mensetting agar kita terlibat kecelakaan besar... sebuah truk tronton menabrak mobil pengawal yang paman Kim mu berikan lalu membuat kita jatuh ke jurang... setelah itu semuanya gelap... papa pikir kita semua mati disana... tapi tidak..." ujar papanya lalu ia memindahkan tangannya dan menggenggam tangan Ana...


putri kesayangannya ini...


"kita berdua selamat, setelah dengan begitu cepat paman Kim mu membawa banyak orang untuk mencari dan mengevakuasi kita, dirawat selama 1 bulan lebih di rumah sakit membuat papa tak bisa tahu apapun yang sebenarnya terjadi karena paman Kim mu memblok semua informasi yang ada, dia akan memberitahu keadaan yang sebenarnya hanya jika papa sudah sembuh dengan baik...


setelah 2 bulan lamanya akhirnya papa benar-benar sembuh dari cidera parah itu meskipun masih perlu waktu untuk menyembuhkan tangan dan kaki yang patah... tapi setidaknya papa bisa sedikit bergerak dan keluar dari kamar pasien yang memuakkan itu... dan saat itulah papa tahu yang sebenarnya, kakak dan mamamu tidak selamat, dan dirimu masih di rawat intensif di dalam ICU khusus untuk bayi..." ujar tuan Gerald panjang lebar, lalu ia kembali mengambil napas panjang...


"saat itu juga, pijakan papa untuk hidup seakan hilang... semangat dan keinginan untuk hidup benar-benar hilang dari dalam diri papa... tapi ketika paman Kim datang, ia bukannya menghibur papa, melahan ia langsung menghajar papa... sebuah pukulan keras mendarat dengan begitu mulus di wajah papa yang kala itu masih cukup muda dan tampan tentunya... hehehe" ujar tuan Gerald lagi sambil sedikit menyelipkan humor agar suasana sedikit mencair... dan itu berhasil, Ana tersenyum geli mendengar papanya yang begitu percaya diri ini...


"sebuah kalimat panjang lebar yang berhasil membuat papa memiliki semangat dan keinginan untuk hidup lagi, paman Kim mu itu ucapkan setelah memberikan pukulan itu..." ujar tuan Gerald sambil tersenyum membayangkan kejadian itu


"Kau pria brengsek! tidakkah pernah terlintas dalam benakmu tentang nasib putrimu yang masih berjuang untuk hidup di dalam sana?! sekarang kau malah ingin mengakhiri hidupmu? ini bukan akhir! ini adalah awal untuk kau menunjukkan pada dunia bahwa kau tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi! kalah dari mereka dan tidak bisa melindungi dia, putri kandungmu yang masih terus berusaha bertahan hidup sampai sekarang!" teriak Kim sambil menunjuk ruang ICU bayi kala itu tepat di depan Gerald yang sudah terjatuh di lantai karena pukulan kerasnya itu...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2