
HAPPY READING GUYS
________________________
"kenapa? lagi pula ini sudah mau liburan semester KJ, perkuliahan juga cuma mengurus administrasi saja..." sahut Ana
"baguslah kalau begitu Ana... minta Mark saja yang mengurus semua itu, kamu tidak boleh keluar rumah sama sekali... tidak boleh aktif di sosial media juga, ingat itu..." ujar KJ sambil berjalan keluar goa...
"Grrrooaaaaarrr...." harimau itu terlihat mendekati KJ yang baru saja keluar dari goa itu...
"Hey Kawan... aku harus sudah pulang... kau baik-baiklah disini, jaga dirimu jangan sampai ditangkap oleh para pemburu liar..." ujar KJ sambil mendekati dan mengelus kepala harimau itu dengan lembut, lalu ia melanjutkan perjalanannya meninggalkan hutan ini... sedangkan harimau itu tetap duduk di tempatnya tadi, seakan sedang menatap dengan sedih KJ dan Ana yang akan pergi dari hutan ini...
"aku takut bersuara tadi saat harimau itu tiba-tiba mengaung..." ujar Ana pada KJ sambil mengeratkan pelukan tangannya di bahu KJ
"dia harimau yang baik Ana... pada dasarnya semua makhluk hidup itu kan baik... hanya saja mereka selalu bisa berubah tergantung dari kondisi dari lingkungan sekitarnya..." sahut KJ
"ooh iya... kenapa aku tidak boleh menggunakan akun sosial media sama sekali KJ?" tanya Ana yang teringat akan ucapan KJ tadi itu...
"Karena kamu harus tetap low profil selama satu minggu ini Ana... kamu akan diberitakan hilang, dan banyak berita negatif lainnya... itu semua sudah disetting... dan aku mohon jangan melakukan hal bodoh apapun Ana... jangan sampai ada yang tahu akan keberadaanmu, termasuk sahabat baikmu juga... hanya orang-orang yang ada di kediaman keluarga Geraldine yang boleh tahu tentang dirimu..." sahut KJ tegas dan tak terbantahkan
"Tapi..." ujar Ana dan langsung dipotong oleh KJ
"tidak ada tapi-tapian Ana! ini harus dilakukan, jika kamu tetap menunjukkan penolakan maka aku akan bertindak sangat tegas... tidak peduli kamu adalah anak dari tuan Gerald, tapi fokus utamaku saat ini adalah melindungi keselamatanmu, aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi walaupun seujung kuku pun" ujar KJ tegas dan terasa aura mengintimidasi yang sangat kuat tiba-tiba terasa di udara sekitar mereka saat ini...
"kamu mau menjadi Bodyguard posesif sekarang ya..." goda Ana yang berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa mencekam ini...
"aku bahkan akan menjadi bodyguard yang posesif secara ekstrim sekarang karena nyawamu yang menjadi taruhannya Ana... jangan lupa kalau dirimu itu adalah pewaris tunggal dari Geraldine Corp... mereka selalu berusaha untuk melenyapkanmu..." ujar KJ
Entah kenapa, pagi ini KJ benar-benar terlihat lebih keras dan terasa sedikit tegang...
__ADS_1
tidak seperti 3 hari sebelumnya saat KJ benar-benar menjadi lembut dan penyayang...
tapi kini,
KJ yang dingin dan suka melakukan segala sesuatu seenaknya itu terasa kembali muncul di depan Ana...
Ana paham itu semua KJ lakukan untuk menjaga keselamatan dirinya, tapi tidak bisakah Ana berharap KJ bisa terus lembut dan menyayanginya seperti 3 hari belakangan ini?
Kini Ana hanya bisa berharap KJ akan bersikap sama menyenangkannya dengan 3 hari yang mereka habiskan bersama di hutan ini...
"tidak bisakah aku hidup normal seperti gadis lainnya KJ? terbebas dari kecemasan ini... dimana aku selalu harus berhati-hati kemanapun aku pergi... aku bosan menjalani hidup yang seperti ini... aku seperti seekor burung yang dikurung di sebuah sangkar emas... memang megah dan menawan, tapi aku kesepian..." ujar Ana pelan... sangat terasa kesedihan di setiap katanya...
Tak dapat dipungkiri memang, menjadi seorang pewaris tunggal dari sebuah perusahaan besar dan terkenal itu memberikan kehidupan yang sangat mewah dan selalu dipandang 'WAH!' oleh orang lain...
Namun tidak ada yang pernah tahu bahwa hidup dengan bergelimang harta seperti ini belum tentu memberikan kebahagiaan...
karena di setiap detiknya, ada saja orang yang ingin menjatuhkan dan berlomba-lomba untuk merebut semuanya... dengan segala cara dan tipu muslihatnya...
"Ana... kamu harus sadar bahwa dirimu terlahir untuk mengemban tanggung jawab atas nama keluarga besar Geraldine... tidak ada jalan keluar untuk hal ini... yang bisa kamu lakukan hanya berusaha keras untuk bisa menjadi yang terbaik dan tanamkan dalam pikiranmu bahwa kamu adalah orang yang sangat beruntung bisa terlahir sebagi putri seorang tuan Gerald, pebisnis besar yang sangat disegani di bidang properti di seluruh dunia... dan aku percaya, kamu adalah orang yang hebat juga... dan aku berjanji untuk membantumu agar bisa menjadi seorang yang layak menerima posisi tertinggi di perusahaan papamu itu..." sahut KJ dengan penuh percaya diri
"janji padaku kalau kamu akan selalu ada untukku?" tanya Ana lembut dan pelan, ia meminta KJ berjanji untuk menemani setiap langkahnya...
"aku akan membantumu semaksimal yang aku bisa lakukan Ana... tapi berjanji untuk selalu ada bersamamu... itu... bukankah sama artinya kamu ingin aku selalu di sampingmu? mau menik..." ujar KJ namun terpotong karena ucapan Ana lagi yang membuat KJ sedikit panik...
"KJ kepalaku tiba-tiba pusing sekali..." ujar Ana lemah... lalu ia tak sadarkan diri...
"Ana... Ana!!! kamu kenapa?!" tanya KJ sambil menghentikkan langkahnya, kemudian KJ menyadari Ana pingsan setelah tak ada respon sedikitpun darinya, dan dahi Ana yang sedikit menempel di tengkuk KJ terasa panas...
"apa dia mengalami demam karena suhu udara yang terlalu dingin ini? Ana... kumohon bertahanlah..." gumam KJ dalam hatinya saat ia mulai berlari menggendong Ana menuju ke jalanan yang ada kira-kira 100 meter di hadapannya itu...
__ADS_1
Dua mobil hitam sudah tampak terparkir disana, beberapa orang tampak sedang menunggu di dalam mobil dan ada juga yang duduk diatas kap mobil itu...
Saat melihat KJ berlari dengan wajahnya yang dipenuhi kecemasan itu, orang-orang itupun mulai ikut cemas dan berlari kearahnya...
"bos ada apa? apa semuanya baik-baik saja?" tanya orang itu pada KJ
"cepat buka pintu mobilnya dan bawa ke kediaman keluarga Geraldine secepat yang kau bisa!" perintah KJ pada orang-orang itu...
"kak? ada apa dengan Ana?" tanya seorang laki-laki lain yang baru saja keluar dari dalam mobil itu
"jangan banyak tanya, cepat ke rumah Geraldine!" perintah KJ lagi, dan dengan secepat kilat akhirnya mereka menuju ke rumah keluarga Geraldine yang jaraknya terbilang cukup jauh dari tempat mereka ini...
"apa tidak sebaiknya dibawa ke rumah sakit saja kak?" tanya pria itu lagi pada KJ
"tuan muda Tan ingin semua orang tahu akan keberadaan dari putri tunggal keluarga Geraldine ini dan menghancurkan semua rencana yang sudah disusun rapi? jika memang iya, ayo sekarang kita ke rumah sakit!" bentak KJ pada pria yang terlihat lebih muda darinya itu,
Pria itu bernama Tanawat Hans Suppanad...
Putra kedua dari Kim Hans Suppanad, sekaligus bos besar mereka itu...
"......................." mendengar ucapan KJ itu Tan memilih untuk diam dan membuka jas yang ia pakai juga untuk menyelimuti tubuh Ana...
"Tolong hubungi dokter Vat Tan, suruh dia untuk datang ke kediaman keluarga Geraldine... dia harus mengobati Ana..." pinta KJ pada Tan, tanpa sedikitpun mengalihkan perhatiannya dari Ana... ia memeluk tubuh Ana dengan erat...
Seakan-akan jika ia bisa menyerap seluruh sakit Ana saat ini, ia akan dengan senang hati melakukannya...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐