
HAPPY READING GUYS
________________________
KJ memacu mobilnya dengan sangat kencang, sementara Ana yang hanya bisa menatapnya dengan perasaan cemas dapat melihat tatapan mata KJ yang begitu tajam saat ini menatap jalanan...
KJ benar-benar sedang fokus untuk menyetir mobilnya...
tentu saja KJ harus benar-benar fokus, karena dengan kecepatan 100km/jam ini, andai sedetik saja ia kehilangan fokus maka bisa berakibat fatal untuk mereka berdua...
"sial mereka kabur dengan cepat sekali! cepat bereskan mereka, dan sisanya ikut aku mengejar mereka!" perintah orang yang bertindak sebagai pimpinan dari orang-orang yang mengejar KJ dan Ana sedari tadi itu...
***
Setelah mengemudi dengan sangat kencang beberapa menit, kini KJ menurunkan kecepatannya perlahan-lahan saat sudah memasuki area hutan yang luas dan lebat itu...
Saat mereka melintasi sebuah jembatan panjang penghubung hutan itu dan hutan lindung yang ada di hadapan mereka itu KJ menatap Ana dan bertanya kepadanya...
"nona... apa nona benar-benar percaya pada saya?" tanya KJ serius lalu ia menggenggam tangan Ana dengan erat
"aku percaya sepenuhnya padamu KJ... kenapa kamu menanyakan ini?" tanya Ana yang merasakan sedikit kekhawatiran di dalam hatinya...
"karena sebentar lagi kita akan masuk hutan... dan mobil ini harus segera hancur, mungkin beberapa hari kita tidak akan bisa kembali dulu nona... selain itu nona harus meninggalkan ponsel nona disini, begitu juga dengan ponsel yang nona berikan kepada saya..." sahut KJ sambil memperlihatkan ponsel yang dibelikan oleh Ana dulu untuknya...
"tidak masalah... tapi bagaimana kalau papa khawatir dan diperas atas namaku KJ?" tanya Ana lagi...
"tidak akan nona... semuanya sudah diatur dengan matang... ada beberapa rekan saya yang akan memastikan semuanya aman disana..." sahut KJ dengan tenang tak terlihat sedikitpun kekhawatiran di wajahnya yang tampan itu...
"baiklah... aku harus menaruhnya dimana?" tanya Ana pada KJ sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya...
"tidak usah di keluarkan nona... cukup taruh di dalam tas dan letakkan di samping kaki nona..." perintah KJ yang masih sibuk dengan kegiatannya sendiri,
ia terlihat memasangkan berbagai alat di mobil itu... menyambungkan mesin-mesin kecil itu ke mobil yang sedang ia kendarai...
"tolong gendong tas ini nona..." pinta KJ sambil menyerahkan sebuah tas ransel hitam pada Ana...
__ADS_1
Ana hanya mematuhi apapun yang KJ katakan saat ini... ia tidak mempermasalahkan apapun, karena ia ingin tetap membiarkan KJ fokus dengan apa yang ia kerjakan... saat ini mobil mereka hanya melaju dengan sedikit pelan...
30km/jam
"nona... bisa bangun sebentar?" tanya KJ lalu Ana berusaha bangun sampai kepala dan bahunya menyentuh atap mobilnya itu...
"KJ! apa kau sudah gila?! siapa yang akan menyetir mobilnya!" teriak Ana saat melihat KJ berpindah duduk ke kursi penumpang yang tadinya ia duduki...
Lebih tepatnya saat ini KJ ada dibawahnya...
"duduklah di pangkuan saya nona... sudah tidak ada waktu lagi..." ujar KJ dengan wajah datarnya
"A... apa maksudmu? ti.. tidak mau!" sahut Ana gugup sekaligus malu
"cepatlah nona... saya tidak akan macam-macam, tenang saja... tapi ini akan sedikit ekstrim..." ujar KJ lagi, namun Ana masih bersikeras tidak mau... karena itu akan membuatnya canggung dan merasa tidak nyaman...
"maafkan saya nona, tapi ini harus..." ujar KJ lalu menarik Ana agar duduk di pangkuannya
"KJ!" seru Ana
"apa yang mau kau lakukan?!" seru Ana saat melihat KJ membuka pintu mobil mereka itu...
Lalu KJ menekan pelatuk dari sebuah pistol aneh yang baru pertama kali dilihat oleh Ana... pistol itu kemudian melesatkan sebuah benda tajam seperti panah yang menancap kuat di pohon tinggi yang begitu kokoh di seberang jembatan itu...
"pegangan yang erat!" teriak KJ lalu melompat ke jurang yang ada di bawah jembatan tanpa pembatas itu...
Mereka terayun dengan kuat karena tali yang KJ pegang dan sudah terpasang kuat di pengait pengaman yang ia gunakan itu...
"Aaaaaaaa!!!!!" teriak Ana ketakutan karena jurang itu begitu tinggi, ia tak dapat membayangkan bagaimana jika mereka berdua jatuh sampai ke dasar jurang itu sekarang...
"tenanglah nona... peluk tubuh saya dengan kuat, dan percaya lah... saya tidak akan membiarkan nona terluka parah karena ini..." ujar KJ sambil menguatkan pegangan tangannya pada tubuh Ana...
Ana menuruti perintah KJ dan memeluk tubuh KJ dengan sangat erat, kakinya pun ia silangkan di pinggang KJ karena takut terjatuh dari ketinggian itu...
Braaaakkkk!!!!!
__ADS_1
Kaki KJ menghantam tanah dekat pohon itu dengan kuat... tapi karena telapak kakinya kuat dan sudah sangat berpengalaman maka ia tidak mengalami cidera yang berarti karena aksi ekstrimnya itu...
sementara Ana masih memeluk tubuhnya dengan kuat, Ana benar-benar ketakutan karena hal ini... tubuhnya bergetar hebat, dan dapat dirasakan dengan baik oleh KJ karena tak ada jarak 1 cm pun diantara tubuh mereka saat ini...
"sudah nona tidak apa-apa... tenanglah... kita tidak akan mati semudah itu kok... hahaha" canda KJ sambil tertawa lepas
"kau bercanda?!!! bagaimana bisa kau melompat ke jurang yang sangat tinggi ini?!!!" bentak Ana
"maafkan saya nona... ini demi menghilangkan jejak kita..." sahut KJ sambil tersenyum lembut karena ia paham, hal-hal seekstrim ini tidak lah mudah dihadapi oleh orang-orang pada umumnya...
Ana turun perlahan dari gendongan KJ, namun karena kakinya masih gemetar ia memutuskan untuk duduk di tanah...
"nona lihatlah ini... agar nona tidak merasa takut lagi... ini seperti sebuah game..." ujar KJ sambil menyerahkan sebuah remot kontrol yang berisi monitor kecil itu kepada Ana...
"apa ini?" tanya Ana saat KJ juga ikut duduk di sampingnya
"itu mobil yang tadi kita kendarai... sekarang tekan ini agar mobilnya melaju kencang dan tabrakan dimana pun nona mau..." ujar KJ
"kenapa?" tanya Ana lagi
"agar mereka pikir kita sudah mati nona... ah jangan di tabrakan... jatuhkan saja ke jurang... agar mereka tidak bisa memeriksanya... kita pasti aman..." sahut KJ
"baiklah... sepertinya ini seru..." ucap Ana yang sudah mulai tertarik dengan apa yang sedang ia mainkan itu... ia benar-benar terlihat seperti sedang menikmati sebuah game balap dari sebuah game PlayStation...
KJ hanya tersenyum melihat Ana sudah melupakan rasa takutnya dan tengah asik memainkan mobil mereka itu...
"nona jangan sampai ketahuan oleh mereka yang mengejar kita... berikan padaku sebentar ya..." pinta KJ dan ia mengambil remote control itu dari Ana, lalu dengan cepat membuat manuver dadakan dari mobil itu hingga terlihat seperti mobil mereka sedang tergelincir dan tak sengaja terjatuh dari jurang yang ada disana...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1