Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Joging Pagi


__ADS_3

Sebelum masuk ke dalam cerita, ada beberapa informasi tambahan nih guys...


untuk episode pembobolan dan juga episode pembobolan selesai sudah author rubah sedemikian rupa agar tidak adanya unsur plagiat yang katanya dari film fast and furious itu, padahal jika secara keseluruhan diamati betul-betul dan terperinci, itu tidaklah bisa 100% bisa dibilang plagiat karena memiliki alur cerita yang berbeda pada intinya... dan tidak melebihi kadar 30% (pelajari lebih lagi tentang plagiarisme yang cakupannya sangat luas dan memiliki poin-poin penentu di dalamnya) dari keseluruhan alur cerita filmnya, bahkan 15% pun tidak hehehe..


karena setelah author nonton filmnya ternyata ada cut scene yang memang sama seperti itu... tapi secara plot dan alurnya berbeda...


Author sampai beberapa hari kemarin sempat tidak bisa update karena mengamati hal ini dengan serius, setelah melihat ada sebuah komentar yang langsung membuat pernyataan bahwa author plagiat hehehe...


Mungkin sebelum ini bisa menjadi pelajaran bagi author secara pribadi yang tidak sengaja membuat cut scene yang hampir sama dengan sebuah film yang banyak sekali peminatnya itu (tapi author belum pernah nonton semua filmnya full selain yang isi cut scene ini setelah mencari di mbah google 😂


Tapi satu hal yang perlu digarisbawahi dan akan menjadi pembelajaran bagi author juga adalah dalam setiap permasalah yang ada jangan cepat menjudge apapun sebelum tahu apa yang sebenarnya terjadi hehehe...


Lalu author dengan sangat meminta maaf jika ada yang tersinggung karena hal ini, maka author bersedia untuk berdialog bersama... bicarakan semuanya dengan damai, karena siapa tahu ada yang menjadi fans fanatiknya film fast and furious yang tidak sengaja author singgung karena hal ini hehehe....


Salam Damai Dunia!!!!


.


.


.


.


HAPPY READING GUYS


________________________


Keesokan harinya, Ana terbangun dengan matanya yang masih sedikit sembab karena tidur begitu saja setelah menangis semalam...


"ayo Ana! saat ini kamu sudah bisa menikmati kehidupanmu yang bebas tanpa ancaman lagi... aku yakin tanpa KJ, ah maksudku tanpa tuan muda Art itupun hidupku akan baik-baik saja..." gumam Ana pada dirinya sendiri sambil bangun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya...


"ayo kita awali pagi ini dengan olahraga pagi!" teriak Ana berusaha untuk membangun moodnya sebaik mungkin pagi ini...


"nona Ana? perlu saya antarkan sarapan pagi ke kamar nona sekarang?" tanya Mark dari luar pintu kamar Ana itu...


"tidak perlu Mark... aku akan berolahraga pagi ini, mumpung akhir pekan jadi tidak ada kuliah" sahut Ana setelah membuka pintunya...


"hmmmm baiklah nona... nona mau olahraga dimana? mau saya temani?" tanya Mark lagi

__ADS_1


"tidak usah... aku hanya mau joging pagi sebentar saja di Chelsea Park... setelah itu baru siapkan sarapan untukku Mark" perintah Ana dan langsung disetujui dengan anggukan kepala oleh Mark...


"oke kalau begitu sampai jumpa! ingat harus sarapan yang enak dan manis! bilang pada kokinya" perintah Ana lagi sambil memakai kacamata hitamnya sebelum keluar rumah...


"baik nona siap laksanakan!" sahut Mark dengan ceria seperti biasanya...


Setelah Ana pergi, Mark mengeluarkan ponselnya dan mengetik sebuah pesan...


"nona Ana akan berolahraga di Chelsea Park" ketiknya dalam pesan itu lalu mengirimkannya ke sebuah kontak dengan nama,


'Ternyata Tuan Muda'


di dalam ponselnya itu yang tak lain adalah nomor teleponnya dari Art... tak berselang lama, saat Mark sedang memberitahu para koki untuk membuatkan sarapan yang enak dan manis untuk nona Ana mereka itu, sebuat pesan balasan masuk ke dalam ponselnya...


"oke" jawab Art salam pesan singkat itu...


"kapan dia akan kemari lagi ya? aku harus minta maaf secara langsung agar hatiku lebih tenang..." gumam Mark sambil menggenggam kuat ponselnya itu... karena jujur setelah mengetahui bahwa KJ adalah tuan muda Art, Mark merasa gelisah dan takut karena dulu ia pernah bersikap lancang pada tuan muda Art yang selama ini ia kenal hanya sebagai KJ, seorang pengawal khusus yang hebat, namun ia kira berasal dari kalangan masyarakat biasa yang hanya bekerja untuk menjaga nona Ana mereka itu...


***


5 menit kemudian di Chelsea Park, Ana yang baru saja sampai disana setelah melewati kompleks perumahan elite itu dengan berlari pelan... keringat sudah mulai membasahi tubuhnya perlahan-lahan...


Saat hendak mengitari joging track di pinggiran taman itu, baru setengah putaran...


Awalnya Ana acuh saja dan tidak sedikitpun menoleh untuk melihat siapa orang ini yang sedari tadi lari mengitari taman ini bersamanya dengan ritme yang sama persis dengannya...


Namun setelah 3 kali putaran, Ana merasa aneh dan risih karena merasa diikuti sedari tadi... dan betapa terkejutnya ia saat menatap wajah tampan nan seksi yang mulai dibasahi oleh sedikit keringat itu... ditambah lagi dengan senyumannya yang sangat manis membuatnya terlihat lebih sempurna lagi pagi ini...


"kau..." ujar Ana dengan nada sedikit tidak senang akan keberadaan dari pria tampan ini yang tak lain adalah Art... KJ'nya yang sebelumnya selalu menjaga dirinya dimanapun Ana berada...


"hay... selamat pagi nona cantik..." ujar Art namun diacuhkan begitu saja oleh Ana sambil berlari dengan lebih cepat lagi meninggalkan Art...


Namun tentu kalian semua tahu bahwa itu mustahil bukan? sebuah kemustahilan jika Art tidak dapat mensejajari kecepatan Ana saat berlari dan berusaha meninggalkannya, walaupun Ana berlari dengan sekuat tenaganya sekalipun...


"sebenarnya aku mau menyapamu lebih awal lagi tadi... tapi melihat dirimu yang begitu fokus berlari aku jadi tidak tega merusak konsentrasimu Ana..." ujar Art yang sudah kembali mensejajarkan langkah kakinya dengan Ana...


Bahkan dengan kecepatan berlari setinggi ini pun Art masih bisa berbincang dengan normal-normal saja... bahkan ia tidak sekalipun terdengar ngos-ngosan karena berlari kencang sambil berusaha berbincang dengan Ana...


"apa setiap akhir pekan kamu berencana untuk lari pagi Ana? bagaimana kalau kita lari pagi bersama saja?" ujar Art lagi masih mencoba untuk membuka obrolan dengan Ana yang tetap saja mengacuhkannya...

__ADS_1


"hah! hah! hah! sial! bisakah... kau, berhenti... menggangguku?!" ujar Ana ngos-ngosan sambil terduduk di atas rumput taman ketika sudah tidak sanggup lagi berlari, sedangkan Art ikut duduk di sampingnya...


"kenapa aku mengganggumu? aku hanya sedang berusaha untuk mendekati orang yang aku cintai... bukankah itu tidak boleh disalahkan selama aku tidak melewati batas-batas yang ada?" ujar Art sambil tersenyum manis pada Ana...


Bluuusshhh...


Wajah Ana semakin memerah karena pengakuan Art itu...


"dia berubah menjadi pria yang terang-terangan sekarang ya..." gumam Ana dalam hatinya...


"ah... apa yang aku pikirkan! jangan termakan oleh ucapan manisnya Ana... aku harus ceoat pergi!" gumam Ana dalam hatinya lalu segera berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Art...


"sudah mau pulang? baiklah, ayo bersama-sama... aku juga mau mengunjungi paman Gerald sekalian..." ujar Art sambil mengikuti Ana...


"berhenti mengikutiku! atau aku akan teriak mengatakan bahwa kau adalah seorang pria cabul yang berusaha menguntitku setiap saat!" ujar Ana mengancam Art, namun Art hanya tersenyum senang mendengarnya...


"aku tidak main-main tuan muda Art!" seru Ana pada Art...


"ayo cobalah lakukan itu sayang... lalu kita lihat apa reaksi orang-orang yang mengerumuni kita nantinya setelah melihat ini..." ujar Art sambil menunjukan foto selfie mereka berdua yang masih tersimpan di ponsel pribadinya itu...


"dasar menyebalkan!" gerutu Ana meninggalkan Art yang tersenyum senang...


Di sepanjang perjalanan menuju rumah keluarga Geraldine yang memang tidak begitu jauh dari taman itu, Art beberapa kali tersenyum melihat betapa kesalnya Ana yang berkali-kali tidak berhasil mengusirnya hingga merekapun sampai di gerbang depan kediaman keluarga Geraldine itu...


Ada dua orang petugas keamanan yang berjaga di gerbang seperti biasanya...


melihat semua itu, Ana tersenyum licik dan merencanakan sebuah cara yang menurutnya akan langsung berhasil mengusir KJ'nya ini... ah, tuan muda Art maksudnya...


"hey kalian berdua, cepat halangi pria ini! jangan sampai dia mengikutiku masuk ke dalam rumah! kalian mengerti?!" perintah Ana tak terbantahkan...


Namun bukannya mengangguk mengerti dan melakukan apa yang Ana perintahkan, mereka berdua malah terlihat bingung dan saling menatap satu sama lainnya...


"kenapa diam saja?!" bentak Ana pada kedua penjaga itu yang terlihat begitu kebingungan sekarang ini...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2