
HAPPY READING GUYS
________________________
"Jika aku bilang bahwa saat itu ayahku memegang pistolnya sendiri untuk melindungi aku dan dirinya sendiri, lalu aku melindungi bagian belakang ayah dengan sebuah pistol dessert eagles sambil memeluk lehernya apa kamu akan percaya dengan apa yang aku katakan sayang?" Tanya Art pada Ana yang masih menggelengkan kepalanya lagi karena tidak percaya pada apa yang Art katakan baru saja, ini terlalu kompleks dan sempurna seakan mereka adalah bagian dari sebuah film action Hollywood yang terkenal...
"Tapi kenapa? Kenapa kalian berdua harus melindungi diri kalian sendiri? Bukankah kalian memiliki banyak anak buah untuk melakukan semua hal itu? Apa kalian juga masih bisa terancam dengan kekuatan seperti itu? bukankah rumornya kekuatan mereka setara dengan para tentara pribadi? " Tanya Ana yang masih belum bisa mempercayai apa yang Art ceritakan barusan...
"Berdua? Tidak sayang... Tidak, Tidak berdua sayang, tapi bertiga... Ibuku juga menggunakan pistolnya untuk melindungi kami dengan begitu lincah sesuai dengan kemampuan khusus yang ia miliki..." Sahut Art sambil tersenyum manis seakan ia sedang menceritakan adegan romantis bukan suatu kengerian yang mengancam nyawanya...
"Ibu juga bisa menggunakan pistol untuk menembak orang?" Tanya Ana terkejut mendengar wanita se-anggun dan secantik itu juga bisa melakukan hal-hal yang luar biasa di belakang layar...
"Ibu? Kamu sudah memanggilnya ibu? Berarti kamu sudah siap menjadi menantunya kan? Siap menjadi istriku? Yes!" Sahut Art penuh semangat,
"A-apa? Hey jangan mengalihkan topik!" Sahut Ana sedikit gelagapan mendengar respon Art yang mulai mengambil topik lain yang membuat hatinya berdebar-debar,
"Hahaha... Kamu semakin imut saja kalau sedang merona malu sayang..." Ujar Art dan tanpa berbasa-basi lagi langsung menarik tengkuk Ana dan menciumnya hanya beberapa detik sebelum Ana mendorong tubuhnya menjauh,
"Jangan cium-cium aku sedang berkeringat!" Ujar Ana sambil mendorong Art menjauh dari wajahnya yang masih merona malu,
"Hahaha ya... Kamu terasa cukup asin!" Sahut Art yang langsung berdiri dan berlari karena Ana hendak memukulinya saat ini,
***
__ADS_1
Satu jam kemudian,
Di kamar Art sudah selesai mandi dan mengenakan pakaian casual semi formalnya yang membuat ia terlihat begitu keren di balut pakaian itu...
Setelah selesai merapikan rambutnya, Art pun keluar dari kamarnya dan berencana menemui ayah dan ibunya untuk segera berpamitan karena ia ingin mengajak Ana pergi melihat dunia seperti apa yang sebenarnya tersembunyi di dalam sisi gelap kota New York tempatnya tinggal selama belasan tahun itu...
"Hooo... Anakku tampan sekali, mau kemana?" Tanya ibunya yang sedang duduk mengupas buah apel untuk suami tercintanya itu...
"Aku mau membawa Ana ke New York... " Sahut Art dengan santai sambil duduk di sofa yang berhadapan dengan kedua orang tuanya ini,
"New York? Kamu mau membawanya pulang ke rumahnya sayang?" Tanya ibunya yang belum sadar akan kode yang Art katakan dengan bahasa biasa itu, karena yang akan langsung paham bukanlah kedua orang tuanya melainkan hanya ayahnya saja...
"Sayang... Bukan itu maksudnya, tapi mulai hari ini putramu ini akan memberitahu semua yang tidak diketahui oleh calon menantumu itu tentang siapa itu Arthit Hans Suppanad..." Sahut ayahnya sambil mengambil sepotong apel yang sudah selesai dikupas itu,
Menutupi perasaannya sendiri lalu hanya bisa mencintai dan menjaga kekasihnya dari balik bayangan... Ia tidak mau anaknya menjalani jalan hidup yang serumit itu karena cintanya...
"Aku akan terus meyakinkan dan mengejarnya hingga ia menyerah bu..." Sahut Art penuh percaya diri,
"Walaupun itu akan membuatnya terluka dan sakit hati?" Tanya ibunya to the point yang benar-benar membuat Art terdiam beberapa detik, ia memikirkan tentang apa yang pernah ayahnya katakan dan ceritakan padanya dulu... Dan juga memikirkan apa yang ditanyakan ibunya saat ini... Benar-benar pilihan yang sulit dan sedikit naif...
Sementara Art terdiam ayahnya meliriknya, melirik putranya yang tengah dalam dilema karena sebuah pertanyaan... Tentu tidak semua orang bisa bersikap tetap kuat dan naif seperti Kim yang dulu, untuk mengambil keputusan merelakan kekasih yang sangat ia cintai bahagia tanpa dirinya bisa benar-benar ada disisi kekasihnya untuk bahagia bersama...
Hanya bisa tetap mencintai dan melindunginya dalam diam dari balik bayangan gelap di setiap harinya...
__ADS_1
"Kamu masih punya waktu untuk memikirkan tentang hal itu nak... Yang jelas kamu harus menjadi pribadi yang lebih baik dari ayahmu ini... Arthit Hans Suppanad tentu bisa menjadi pria yang lebih luar biasa hebat daripada ayahnya ini, ya kan?" Ujar Kim sambil tersenyum pada putranya itu, senyum yang selalu seperti sebuah ilham bagi anak-anaknya...
"Ibu hanya ingin bilang, kamu jangan seperti ayahmu yang sering mengambil keputusan aneh dan konyol yang tidak semestinya, mau benar-benar mengorbankan kebahagiaannya demi ibu, tapi sering kali ia lupa dan tidak sadar bahwa apa yang ia korbankan juga melukai ibu di saat yang bersamaan hanya karena sifat paranoidnya yang berlebihan itu... Ibu tidak mau putra ibu juga memiliki kecenderungan yang sama dengan ayahnya di bidang yang mutlak buruk... Manajemen emosional yang buruk..." Sahut Aom sambil melirik Kim yang hanya tertawa mendengar sindirannya itu,
"Hahaha... Ibumu benar nak, jangan jadi seperti ayah ya... Hahaha" Ujar ayahnya sambil tertawa yang membuat Art yang tadinya cukup kusut memikirkan tentang pertanyaan itu akhirnya ikut tertawa karenanya...
***
Beberapa menit kemudian,
Di dalam garasi terlihat Art sedang memanaskan salah satu motor kesayangannya yang telah dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa melaju lebih kencang dan lebih stabil daripada motor-motor yang digunakan untuk balapan di motogp yang terkenal di televisi itu...
Setiap bagian dari motor itu terlihat masih sama dengan motor biasa pada umumnya, namun tidak akan ada yang pernah menduga jika motor itu bisa melaju dengan sangat cepat tanpa terganggu oleh faktor angin dan keadaan jalur yang dilaluinya...
Tak lupa Art juga mengambil 2 buah helm fullface berwarna hitam dari dalam rak penyimpanan yang menampilkan berbagai macam jenis helm dengan segala tipe dari fullface sampai helm trendy pun ada di dalam lemari penyimpanan itu...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐