
HAPPY READING GUYS
________________________
Setelah mendengar semua jawaban yang papanya berikan, Ana hanya diam dan berjalan dengan cepat menaiki tangga lalu masuk ke dalam kamarnya...
Ana mengunci pintu kamarnya lalu menghempaskan tubuhnya keatas tempat tidur kesayangannya itu... tempat tidur yang empuk dan nyaman... namun entah mengapa saat ini tidak terasa nyaman lagi, bukan karena tempat tidurnya berubah...
tapi karena keadaan hati Ana saat ini yang seakan terombang-ambing di tengah laut yang dipenuhi gelombang besar...
Keraguan, rasa kecewa, rasa takut, merasa dibohongi, tapi dalam hatinya juga masih merasakan sedikit perasaan senang karena tahu KJ juga mencintainya...
Hati Ana bergejolak akibat pertentangan antara kedua perasaan yang saling bertolak belakang itu, perasaan positif dan juga perasaan negatif yang saat ini ia rasakan benar-benar membuatnya hatinya tak tenang...
"aku mencintaimu, tapi aku juga tidak akan pernah bisa bersamamu KJ... dunia yang kita jalani berbeda, dan aku sangat membenci duniamu itu... karena kalian para mafia aku kehilangan ibu kandungku dan juga mama yang aku sayangi... figur yang merawatku sedari kecil... aku masih belum bisa menerima semua ini!" gumam Ana pada dirinya sendiri...
Lalu tanpa sadar air matanya menetes begitu saja ketika mengingat semua momen manis yang sudah ia lalui bersama dengan KJ selama ini...
Ana meraba bibirnya sendiri... ciuman tadi pun masih dapat ia rasakan... tadinya ia sangat bahagia dan dipenuhi perasaan cinta... namun sekarang, dengan sangat tiba-tiba semuanya berubah secara 180° begitu saja tanpa sedikitpun memberikan Ana waktu untuk mempersiapkan dirinya...
Awalnya Ana sangat yakin dan optimis jika ia mengetahui semua rahasia yang selama ini selalu ditutupi oleh KJ maka mereka akan bisa menjalin hubungan yang lebih jauh lagi...
bisa saling mencintai tanpa membuat jurang pemisah sebagai majikan dan juga bodyguardnya...
Tapi siapa sangka bahwa KJ bahkan memiliki latar belakang yang bahkan lebih kuat dan lebih hebat daripada dirinya...
keluarga Geraldine yang dikenal dan disegani karena memiliki perusahaan besar serta menjalankan berbagai bisnis besar membuat Ana selalu dihormati dan dipuji...
__ADS_1
Lalu bagaimana dengan KJ? ah bukan...
lalu bagaimana dengan keluarga dari kak Art? Arthit Hans Suppanad? putra pertama dari keluarga yang memiliki perusahaan besar yang bahkan sudah memperluas invansi bisnisnya tidak hanya di benua Asia, tapi juga sudah masuk ke benua Eropa dan juga sedang mengembangkan rekanan bisnisnya di Amerika ini...
Tidak cukup sampai disitu saja...
Keluarga Hans Suppanad juga memiliki kekuatan yang besar di dunia hitam, di dunia gelap itu... karena keluarga inilah cikal bakal dari sebuah kelompok mafia yang sangat disegani di dunia bawah...
Silver Dragon adalah nama kelompoknya, atau sering disingkat sebagai SDG...
Di bagian dunia putih disegani sebagai pebisnis hebat... lalu di dunia hitam disegani sebagai kelompok mafia yang hebat dan memiliki kekuatan yang besar...
Lalu sekarang apa yang bisa Ana harapkan lagi? mencintai KJ yang tak lain adalah Art itu pun sudah terasa sangat mustahil baginya sekarang... kebencian di dalam hatinya terhadap para mafia masih membuatnya menutup hatinya perlahan-lahan untuk siapapun dari golongan mereka...
"aku tidak bisa... aku tidak bisa mencintai seorang mafia, karena mereka penyebab dari semua penderitaanku selama ini!" gumam Ana pada dirinya sambil menutup seluruh wajahnya dengan bantalnya...
***
Tatapan pemuda itu menerawang jauh, namun otaknya sedang berpikir keras...
setelah ini apa yang akan ia lakukan terlebih dahulu? bagaimana cara memulai pendekatan ulang kepada seorang gadis muda yang telah mencuri hatinya itu...
"Art..." ujar ayahnya dari arah belakang...
"hmmm? iya ayah?" sahut Art
"ada apa? apa kamu sedang memikirkan Ana?" tanya ayahnya lagi
__ADS_1
"hehehe... iya ayah... aku sedang memikirkan bagaimana caranya melakukan pendekatan ulang dengan calon menantu ayah itu..." sahut Art dengan terkekeh pelan pada ayahnya
"lakukan saja senatural mungkin nak... jangan memaksakan dirimu padanya, karena mungkin saja itu malah akan membuat dia semakin benci padamu... dan satu hal yang benar-benar harus kamu pahami adalah, kamu harus tetap menjadi dirimu sendiri, jangan memaksakan diri untuk merubah sikapmu hanya untuk membuatnya senang, karena itu hanya akan menghasilkan sebuah ikatan yang rapuh diantara kalian... jadi biarkanlah dia mengenal dirimu yang sebenarnya... jangan pernah menyerah sampai dia benar-benar akan menikah dengan laki-laki lain..." ujar ayahnya memberikan nasehat kepada Art...
"ya ayah... aku pasti akan melakukan itu... dan walaupun sulit, aku tidak akan pernah mundur... apapun yang bisa aku lakukan akan aku lakukan dengan semaksimal mungkin agar Ana mau mulai membuka hatinya untukku... terlepas dari aku seorang mafia... karena aku yakin dan percaya bahwa walaupun kehidupan kita berbeda dan sulit untuk disatukan, tapi dengan melihat contoh nyata di depan mataku sendiri... bagaimana seorang agen intelijen pemerintah bisa bertekuk lutut karena cinta pada kekasihnya ini, yang awalnya adalah targetnya sendiri... maka dari itu, jika ayah bisa... aku juga harus bisa!" sahut Art dengan penuh semangat sambil mengepalkan tangannya di depan wajahnya sendiri...
Kim tersenyum melihat semangat yang putra tertuanya ini miliki... ia semakin menyadari bahwa semakin hari anak-anaknya semakin bertambah besar dan berubah menjadi semakin dewasa...
"lalu bagaimana jika seandainya Ana tetap menolak? kamu akan terus mengejarnya? lalu bagaimana dengan SDG jika kamu terus berusaha untuk membuat Ana jatuh cinta lagi padamu dan pada semua hal tentang dirimu? kamu tidak akan kembali ke Thailand sampai benar-benar bisa mendapatkan hatinya?" tanya ayahnya pada Art secara beruntun...
Jujur saja, semua pertanyaan ini benar-benar tepat sasaran... Art berhasil dibuat kebingungan... semua hal yang dikatakan dan ditanyakan oleh ayahnya ini benar... ia tidak mungkin selalu mengejar Ana tanpa mengenal waktu dan juga mengabaikan tanggung jawab yang diberikan oleh ayahnya kepadanya di Thailand sana...
SDG bukanlah sesuatu yang dapat diabaikan begitu saja... karena bukan hanya reputasi dan kelangsungan organisasi yang dipertaruhkan, tapi juga nasib dari puluhan ribu orang dibawah naungan organisasi mafia besar ini...
"......................" Art terdiam sejenak memikirkan semuanya matang-matang...
"aku akan berusaha keras dalam kurun waktu 3 bulan ayah... dan jika aku tetap gagal, maka aku akan kembali ke Thailand tanpa Ana dan aku akan menyerah pada cinta ini..." ujar Art seyakin mungkin...
Namun bukanlah Kim namanya jika ia tidak bisa mengenali gelagat putranya sendiri... seorang ayah yang tetap bisa menangkap setitik keraguan dalam diri putranya itu...
"tidak masalah nak, jangan terlalu terburu-buru... jikalau pun nantinya perlu waktu 1 tahun lamanya, itu tidak masalah nak... tapi tidak bisa lebih dari itu..." sahut ayahnya sambil menepuk bahu putranya ini...
"kakak! lihat ini!" teriak Tan yang langsung masuk begitu saja ke dalam kamar Art sambil membawa selembar surat
________________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐