
HAPPY READING GUYS
________________________
"eh, ayah... hehehe" ujar Tan lagi saat melihat ayahnya ada di kamar kakaknya juga...
wajahnya yang tadinya terlihat begitu antusias berubah menjadi sedikit ragu-ragu setelah melihat ayahnya juga ada disini...
"ada apa? kenapa tiba-tiba berubah begitu? hahaha..." tanya ayahnya sambil tertawa...
"hmmmm... bagaimana caranya aku mengatakan ini ya yah... awalnya aku ingin bicara pada kak Art saja dulu... tapi..." ujar Tan sambil menatap ayah dan kakaknya itu secara bergantian...
"katakan saja... memangnya ayah akan membunuhmu jika tahu apa yang ingin kamu katakan... hahaha" goda Art yang langsung membuat Tan cemberut...
"bukan begitu, tapi hmmmm... ini dari Harvard university... apa aku boleh kuliah disana lagi ayah? untuk mencari gelar magisterku..." ujar Tan dengan sangat hati-hati...
"astaga... aku kira anakku ini ingin menikahi seorang wanita yang sudah ia hamili sampai-sampai dia menjadi segugup ini... hahaha" sahut ayahnya tertawa lepas mendengar apa yang putra keduanya ini katakan...
"ayah... aku tahu ini hal sepele untuk ayah... tapi bagaimana? apa ayah mengizinkannya? karena baru saja aku menyelesaikan kuliahku disini dan aku ingin melanjutkannya lagi tanpa jeda... aku khawatir jika kalian tidak mengizinkannya..." ujar Tan dengan tak bersemangat...
"tidak masalah... kamu mau melanjutkan kuliahmu dimanapun ayah tidak akan keberatan... selama itu demi masa depan dan juga kebaikanmu..." sahut ayahnya, namun Art menatap adiknya ini dengan curiga...
Ada sesuatu yang aneh...
tidak mungkin adiknya ini akan ragu-ragu dan cemas jika hanya ingin melanjutkan kuliahnya...
pasti ada sesuatu yang coba adiknya tutupi saat ini...
"tunggu ayah... selain dari meminta izin ibu yang akan sedikit susah, aku rasa ada sesuatu yang lain lagi yang berusaha ia tutupi dari ayah..." ujar Art pada Kim ayahnya ini...
"kakak kenapa menyebalkan sekarang ini!!! jangan memancing ayah mencari tahu sesuatu lebih jauh lagi kak!!!" gerutu Tan dalam hatinya...
__ADS_1
Ingin sekali rasanya ia menutup mulut kakaknya sekali ini saja... hanya sekali dan tanpa bermaksud untuk kurang ajar ataupun durhaka kepada kakaknya...
"tidak perlu menduga-duga lagi nak... memangnya apalagi yang mau adikmu ini lakukan selain menunda-nunda pengalihan status presiden direktur perusahaan kepada dirinya? dia masih ingin bebas menikmati hidup ya kan Tan?" sahut ayahnya dengan datar dan dingin...
Karena walaupun tanpa bermaksud ingin mengintimidasi anaknya ini, tapi bagaimana pun juga karakter dari ayah mereka ini selalu saja berhasil membuat orang yang ada di sekelilingnya pasti akan merasa terintimidasi pada waktu-waktu tertentu...
Tan sampai menelan ludahnya sendiri...
Ketahuan... apa yang sebenarnya ia pikirkan dan coba sembunyikan dalam-dalam tetap bisa terdeteksi dengan mudah oleh ayahnya ini... memang apa yang bisa mereka sembunyikan darinya? hahaha... tidak ada!
"aku bukannya tidak mau ayah... tapi bukankah lebih baik jika aku memperdalam pengetahuan dan pengalamanku dulu? hehehe" sahut Tan cengengesan di depan ayahnya...
"ya... dan ayah tidak akan keberatan karena hal ini... itu memang baik dan tidak salah untuk dilakukan, tapi apa kakakmu akan setuju?" ujar ayahnya sambil berjalan untuk segera keluar dari kamar putranya ini...
"kenapa perlu persetujuanku ayah? aku tidak ada kaitannya dan juga memiliki kuasa apapun untuk memberi izin..." protes Art karena ia merasakan ada sesuatu yang tidak akan begitu baik yang akan terjadi padanya karena ulah adiknya ini...
Ayahnya berhenti diambang pintu kamar Art dan menoleh sambil berkata,
"kakak... kakakku yang baik hati dan tidak sombong... tidak masalahkan jika aku melanjutkan studiku sebentar saja... hehehe" rayu Tan pada kakak Artnya ini...
"dasar kau ini ya... kemari, cepat kemarilah... biar aku beri kau hadiah!" seru Art mengejar Tan yang sudah berlari menghindarinya...
"kak! ampun... aku tidak bermaksud untuk lari dari tanggungjawab... tapi aku masih punya waktu untuk menikmati masa mudaku kan?... hanya 2 tahun kak... aku janji tidak akan lebih..." ujar Tan setengah berteriak karena lehernya dikunci dari belakang oleh kakak kesayangannya ini...
"baiklah... kita setuju, 2 tahun dan tidak lebih..." ujar Art dan belum selesai ia berbicara ibu mereka datang...
"hey! kalian sedang apa! ingat kalian itu sudah dewasa... bukan anak kecil lagi..." ujar ibunya sambil geleng-geleng kepala karena tingkah laku putranya ini...
Aom tidak menanggapinya dengan serius karena ia paham betul bahwa walaupun kedua putranya ini terlihat seperti sedang bertengkar dan menggunakan kekerasan, tapi yang sebenarnya adalah mereka sedang bermain-main dan bercanda satu sama lainnya... memang sedikit ekstrim tapi memang beginilah anak-anak... bercandaan mereka memang terlihat sedikit 'berbeda' dari orang pada umumnya...
Saat melihat ibunya datang, Art tiba-tiba tersenyum penuh arti kepada adiknya ini...
__ADS_1
tatapan mata mereka seakan dapat saling berbicara...
"aku balas kau dengan ini adikku sayang!" gumam Art salam hatinya
"kakak... jangan..." gumam Tan dalam hatinya
"ibu... apa ibu tahu? Tan tidak sudah ingin pergi ke Harvard untuk melanjutkan kuliahnya lagi disana... lihatlah bu... bahkan dia tidak memikirkan perasaan ibu yang selalu merindukannya selama ini... aku rasa dia memang sudah bosan menghabiskan waktu bersama-sama dengan keluarganya lebih lama dari ini bu..." ujar Art penuh dengan dramatisasi dalam setiap perkataannya untuk memprovokasi ibunya...
"hmmmm? bagus... pergilah jauh-jauh dan jangan temui ibu lagi!" ujar Aom dan tanpa mengatakan apapun lagi langsung pergi meninggalkan kamar Art itu...
"hahahahahaha!!!!!!!" Art tertawa dengan sangat puas melihat Tan yang gelagapan untuk merayu ibunya agar mau menyetujui permintaannya ini...
Jika ditambah oleh aksi jahil kakaknya Art tadi, maka usahanya untuk membujuk ibunya akan bertambah menjadi 2x lipat dari yang seharusnya... apalagi kondisi ibunya saat ini masih dalam fase sensitifnya...
"hahaha.... oke cukup tertawanya... mari kita fokus pada permasalahan pribadiku lagi..." gumam Art pada dirinya sendiri sambil membuka ponselnya...
"kita mulai misi menaklukkan tuan putri keluarga Geraldine besok pagi dengan semua rencana ini... Ana... persiapkan dirimu untuk jatuh cinta lagi padaku untuk kedua kalinya!" gumam Art sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya itu...
Lalu tanpa sadar Art meraba bibirnya ketika kejadian ciuman manis kemarin sore kembali terlintas dalam benaknya...
"aku pasti akan mendapatkan cintamu seutuhnya Ana... sehingga nantinya aku bisa merasakan ciuman manis itu setiap pagi dalam hidupku..." gumam KJ sambil tersenyum manis
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1