Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Cemburu Pada Kemeja


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Art meninggalkan kamarnya dan menuju ke bawah,


"Selamat pagi tuan muda, mau saya siapkan sarapan apa tuan?" Tanya Can yang menunggu di depan tangga bersama dengan Decha, mereka selalu siap sedia untuk melayani apapun yang Art butuhkan kapanpun dan dimanapun...


"Carikan baju wanita yang cocok untuk kekasihku... Ukurannya kurang lebih sama dengan Pim" ujar Art memberikan perintahnya,


"Baik saya carikan tuan muda..." Sahut Can lalu menundukkan kepalanya undur diri,


"Decha ambilkan beberapa berkas kerjasama yang sempat tertunda lusa kemarin" ujar Art memberikan perintahnya pada Decha yang memang sudah menunggu perintah darinya...


"Baik tuan muda, akan saya siapkan sekarang..." Sahut Decha yang langsung mengundurkan diri dari hadapannya,


"Lalu sekarang kita pikirkan tentang sarapan..." Gumam Art sambil tersenyum menuju ke arah dapur mansion mereka ini,


"Tuan muda... Mau saya siapkan sarapan apa?" Tanya salah seorang koki yang bekerja di dapur itu, sementara Art berpikir sejenak...


"Buatkan aku steak 2 porsi dan 2 gelas orange jus..." Sahut Art setelah beberapa detik berpikir,


"Baik tuan muda, tunggu sebentar..." Sahut koki itu dengan sangat sopan dan ramah, setelah mendengar makanan permintaan tuan mudanya ini, para koki jadi sibuk menyiapkan permintaan tuan mudanya ini dengan sangat cepat secepat yang mereka bisa...


Art duduk di depan mini bar sambil memakan buah apel yang baru saja ia ambil dari tumpukan buah segar yang setiap hari tersusun rapi di meja itu sambil menunggu para koki menyelesaikan masakan yang ia inginkan...


Beberapa saat kemudian Can datang menghampirinya sambil membawa satu pasang pakaian wanita sesuai permintaan dari tuan mudanya ini...


"Mau saya bawakan ke nona Ana langsung tuan?" Tanya Can, namun ia langsung menyesalinya di detik selanjutnya karena Art langsung menatapnya dengan sangat tajam,


"Astaga, mulut ini memang suka seenaknya..." Gumam Can dalam hatinya,


"Maaf tuan, ini pakaiannya apa sudah sesuai dengan selera anda?" Tanya Can mengalihkan topik berbahaya yang tadi ia lontarkan...


"Lumayan... Cukup bagus... Apa ini baju milik Pim?" Tanya Art sambil membolak-balikkan pakaian itu memperhatikan detailnya,


"Tidak tuan, ini baju baru... Memang ada beberapa baju yang disimpan di penyimpanan laundry mansion, mungkin beberapa baju baru yang tidak jadi digunakan oleh nona Pim... Anda tahu kan kalau nona memang terkadang suka membeli pakaian namun tidak jadi ia gunakan entah karena alasan apa..." Sahut Can sambil tersenyum sopan pada tuan mudanya ini,

__ADS_1


"Oo... Oke" sahut Art lalu menaruh pakaian itu di atas meja,


"Ada yang tuan muda inginkan lagi tuan? Agar saya bisa menyiapkannya?" Tanya Can sambil tersenyum, karena melayani Art dan keluarga ini secara langsung dan tergabung sebagai circle pertama orang-orang yang dipercaya untuk melayani keluarga ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi dirinya...


"Tidak ada, Decha sudah mengambil beberapa berkas pekerjaan yang aku perlukan" sahut Art dengan santainya,


"Silahkan tuan muda... Sarapannya sudah siap..." Ujar koki itu sambil membawa sebuah nampan yang berisi 2 piring steak dan juga 2 gelas jus jeruk segar,


"Akhirnya..." Sahut Art hendak mengambil nampan itu namun didahului oleh Can,


"Biar saya yang membawakannya tuan..." Ujar Can sopan


"Ya" sahut Art kemudian mengambil pakaian yang tadi dibawakan oleh Can dan ia langsung menuju ke kamarnya di lantai 2 mansion ini,


Setelah sampai di depan pintu kamarnya, Art terdiam sejenak...


"Kau tidak perlu masuk dan juga tidak boleh masuk, berikan padaku..." Ujar Art meminta nampan yang berisi sarapan untuk dirinya dan Ana,


"Baik tuan muda..." Sahut Can patuh menyerahkan nampan itu lalu membukakan pintu kamar tuannya ini, setelah Art masuk Can langsung menutup pintunya lagi dengan perlahan...


Art melangkah ke sofa dan meja kecil yang ada di kamarnya itu dan meletakan semua yang ia bawa di atas meja marmer itu,


Art duduk menunggu,


Walaupun sebenarnya ia sangat ingin masuk kesana membawakan baju ganti ini, tapi disisi lain ia juga tidak mau Ana semakin kesal padanya jika ia masuk kesana...


Memang sangat seru dan menyenangkan untuk menggoda Ana, tapi Art menahannya karena ia tahu bahwa Ana pasti sangat lapar saat ini... Jika ia menghabiskan tenaganya untuk kesal maka rencananya hari ini mungkin akan sedikit terganggu...


Tok!Tok!Tok!


Suara pintu kamarnya diketuk oleh seseorang dari luar,


"Tuan muda berkasnya sudah siap..." Ujar Decha dari luar pintu kamar Art,


Ceklek,


Art membuka pintu kamarnya dan mengambil beberapa berkas yang telah dibawakan oleh Decha padanya,

__ADS_1


"Apa anda perlu sesuatu yang lain tuan muda?" Tanya Decha dengan sangat sopan pada tuan mudanya sekaligus orang yang telah ia berikan sumpah setianya ini,


"Untuk saat ini tidak, tapi nanti jam 14.00 aku ingin kau siapkan mobil, aku mau pergi ke kantor dan sekalian pergi ke luar dengan Ana" sahut Art sambil fokus pada beberapa berkas itu, setelah ia selesai memastikan semua berkasnya lengkap ia langsung menyuruh Decha untuk pergi...


"Oke, sekarang kau bisa pergi dulu" ujar Art


"Baik tuan muda..." Sahut Decha membungkuk lalu pergi dari depan kamar Art setelah pintunya di tutup oleh Art,


Art kembali duduk di sofa dan mengamati beberapa berkas pengembangan cabang perusahaan mereka di kota pusat bisnis New York ini...


Namun tak berselang lama, perhatiannya dari berkas-berkas itu teralihkan oleh suara pintu ruang ganti yang terbuka, matanya benar-benar tidak bisa berkedip saat ini ketika ia melihat Ana mengenakan kemeja putih miliknya yang tentu sangat kedodoran di badan Ana, namun dengan pantulan sinar mentari pagi pakaian itu menjadi sedikit berbahaya bagi Art karena...


ANA TERLIHAT BEGITU SEKSI MEMAKAINYA!


Melihat kekasihnya yang benar-benar tak berkedip sekalipun menatap dirinya yang baru saja keluar dari ruang ganti hanya mengenakan kemeja putih kebesaran milik Art yang hampir seperti gaun pendek ia kenakan karena ujung kemejanya hampir bisa menutupi lebih dari setengah bagian paha mulusnya, sementara lengan panjang kemeja itu ia gulung rapi hingga tangannya cukup terlihat...


"Kenapa menatapku sebegitunya?" Tanya Ana malu-malu, kemudian Art melambaikan tangan menyuruh Ana untuk segera mendekat,


"Kemarilah sayang..." Ujar Art sambil tersenyum lembut, nampak jelas ia berusaha menekan dirinya sendiri dengan sangat keras saat ini...


Karena jika tidak, ia akan dengan sangat mudah mengabaikan steak yang ada di atas meja dan lebih memilih untuk memakan Ana pagi ini...


"Jangan menatapku seperti itu sayang..." Sahut Ana malu-malu setelah Art meraih tangannya dan memaksanya untuk duduk di pangkuan kekasihnya ini...


"Kamu tahu? Untuk pertama kalinya aku cemburu pada sebuah kemeja..." Ujar Art sambil terkekeh pada dirinya sendiri,


"Kenapa cemburu pada sebuah kemeja? Aneh sekali..." Sahut Ana sambil mencubit hidung mancung Art dengan sedikit manja...


"Karena dia bahkan bisa membalut tubuh indah, seksi dan mulus ini sementara aku tidak bisa... Atau lebih tepatnya belum bisa..." Sahut Art sambil menelusuri bahu hingga lengan Ana dengan jarinya dengan penuh minat yang masih berusaha ia tekan...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2