
HAPPY READING GUYS
________________________
"Tidak ada apa-apa paman... mungkin Ana hanya terlalu senang karena sudah berhasil memahami apa yang aku ajarkan hari ini... kalau begitu aku pamit dulu paman..." ujar Art sambil tersenyum dan berlari keluar rumah keluarga Geraldine dan benar-benar langsung pulang...
"sebenarnya ada apa Ana? kalian ini seperti tikus dan kucing saja hari ini..." tanya papanya lagi pada Ana...
"tutor bisnis sialan itu... tutor pilihan papa itu sudah berani-beraninya..." ujar Ana dengan penuh kekesalannya, namun tiba-tiba ia merasa malu untuk mengatakan apa yang telah Art lakukan padanya...
"berani-beraninya apa? memangnya dia melakukan apa sayang?" tanya papanya lagi
"hmmm... tidak, tidak ada pa... dia menyebalkan!" sahut Ana sambil menggerutu sendiri...
"bagaimana mungkin aku bilang pada papa kalau dia berani-beraninya menciumku... walaupun aku bilang sekarang, maka aku pasti akan lebih malu sendiri... dulu aku dengan gilanya mendesak KJ agar dia menciumku... dan sekarang dia yang dengan seenaknya memanfaatkan kesempatan untuk terus melakukan itu..." gerutu Ana dalam hatinya...
Ia kemudian kembali ke dalam kamarnya, merapikan beberapa buku yang tadinya ia gunakan untuk mencoba membuat analisis harga pasar dibantu oleh Art sebagai tutornya...
Lalu tiba-tiba Ana mengingat apa yang telah dilakukan oleh Art tadi...
mencium dirinya tepat di bibir mungilnya sebagai hukuman, dan mencium keningnya sebagai pujian dan hadiah karena sudah belajar dengan keras...
Pria tampan yang sangat pandai dalam mencari kesempatan dalam kesempitan ini membuat setengah bagian dari diri Ana merasa sangat senang hingga jantungnya selalu berdegup dengan kencang...
namun sebagian dirinya lagi malah sebaliknya, ia merasa kesal tanpa sebab yang jelas pada Art yang terus menerus mendekatinya dengan berbagai cara...
"aku bingung... aku paling benci situasi ini! dia membuatku berdebar setiap saat ketika dia ada di dekatku, tapi disaat yang bersamaan dia juga membuatku kesal, tapi yang paling membingungkan adalah apa yang sebenarnya membuatku merasa begitu kesal padanya? apa hanya karena dia mafia? atau karena trauma masa kecilku yang terus membuatku lari dari kenyataan? sial!" umpat Ana sambil membereskan semua itu...
__ADS_1
"ayolah Ana... lupakan... lupakan... setidaknya besok aku sudah bisa mulai berkuliah lagi, aku perlu refreshing sejenak dari semua ini bersama Davika dan Adeline... aku merindukan mereka berdua..." gumam Ana lagi sambil memperhatikan kalender perkuliahannya karena sebentar lagi akan segera diadakan ujian akhir semester...
"tapi nanti kampus pasti akan heboh karena berita penculikan diriku yang sudah tersebar luas selama seminggu ini... huuuufffftttt... seperti aku harus menyiapkan kesabaran ekstra untuk semua pertanyaan yang mungkin akan mereka tanyakan nantinya..." gumam Ana pada dirinya sendiri lagi setelah mengingat kejadian yang lalu...
Ia sudah cukup lama menghilangkan dari peradaban kampusnya, lebih tepatnya dipaksa untuk benar-benar menghilang seperti di telan bumi...
***
Malam harinya,
Ana dan papanya sedang menikmati makan malam bersama di meja makan... mereka berdua nampak begitu fokus pada makanan mereka masing-masing...
sesekali papanya menanyakan beberapa hal kecil padanya di sela-sela makan malam mereka ini,
"apa tadi pelajaran bisnisnya menyenangkan?" tanya papanya pada Ana yang masih menikmati steak ayamnya itu...
Papanya paham bahwa Ana sedang menyindirnya secara halus, karena dirinya memilih Art untuk mengajari Ana caranya berbisnis mulai dari hal dasar sampai memimpin perusahaan sebesar perusahaan keluarganya ini...
"hahaha... baguslah, papa pikir kamu tidak akan nyaman... tapi kelihatannya semuanya berjalan dengan sangat lancar..." sahut papanya sambil tertawa pelan dan melanjutkan memakan makanannya itu...
Braaakkkk...
Ana meletakkan garpu dan pisaunya dengan kasar di atas meja makan itu...
ia cemberut dan menatap papanya dengan tajam... ia tahu papanya sedang berpura-pura tidak tahu apa-apa dan berpura-pura bodoh saat ini...
"jangan berpura-pura bodoh pa! Ana tahu papa sengaja melakukan ini kan? kenapa pa? kenapa papa mendukung Art?" tanya Ana pada papanya...
__ADS_1
"mana mungkin papa tidak mau mendukung calon menantu papa sayang... papa pasti akan memberikan dukungan papa padanya, karena dia baik dan selalu bisa diandalkan... lagi pula dia sudah memiliki masa depan yang cerah, kemampuan yang hebat, dan yang paling penting adalah dia sangat mencintaimu sampai dia benar-benar mau melakukan apapun untuk membuatmu percaya lagi padanya..." sahut papanya dengan begitu enteng dan kalem...
"papa! sebenarnya anak papa aku apa Art sih!" protes Ana pada papanya yang terkesan lebih memihak kepada Art saat ini...
"kalian berdua adalah anak-anak yang sangat papa sayangi... papa hanya mau yang terbaik untuk kalian berdua, papa tidak mau kalian menyesali apapun nantinya... cukup papa saja yang memiliki banyak penyesalan sayang... papa harap kamu tidak akan pernah memiliki penyesalan apapun di dalam hidupmu..." sahut papanya sambil menyudahi makanannya dan berjalan ke belakang Ana...
"papa tahu kamu punya trauma dan kenangan yang sangat buruk pada apa yang disebut sebagai mafia sayang... tapi coba pikirkan kembali, apa semua mafia itu pasti jahat seperti Mad Dog dan yang lainnya? tidak sayang... karena itu semua tergantung dari orang itu sendiri... setahu papa, paman Kim mu dan juga Art adalah pria yang baik dan selalu dapat diandalkan dalam situasi apapun... mereka hanya menjadi mafia karena takdirnya memang seperti itu, mereka itu punya prinsip yang sangat kuat... mereka tidak akan pernah berbuat sewenang-wenang jika tidak ada orang yang mengusik mereka terlebih dahulu... mereka memang dingin dan kejam, tapi hanya kepada orang yang berkhianat dan pada orang yang pantas dihukum saja... karena hukum tidak dapat menjangkau semua kejahatan, jadi hukum alam seperti ini pasti akan selalu ada sampai kapanpun..." ujar papanya panjang lebar kepada Ana, sementara Ana hanya diam mendengarkan dengan seksama...
"kamu tahu kenapa seseorang bisa dihukum oleh hukum yang ada dan diterapkan di dunia ini Ana?" tanya papanya lagi
"karena ada yang merasa dirugikan?" sahut Ana sekenanya pada papanya...
"ya benar... tapi belum sepenuhnya tepat sayang... karena hukum yang ada dan diterapkan di dunia ini hanya akan bekerja jika ada yang merasa dirugikan dan juga berani melaporkannya... bahkan di setiap bagian negara yang ada di bumi memiliki hukum yang berbeda-beda, jadi apa yang sebenarnya dibilang sebagai orang baik dan orang jahat itu tidaklah ada... yang ada hanyalah orang-orang dengan sebuah kepentingan yang mereka miliki..." ujar papanya lagi yang membuat Ana kembali memikirkan tentang itu semua dengan sebaik-baiknya...
"papa benar... tapi aku masih tidak bisa menerima semua ini pa... aku juga tidak tahu kenapa... tapi ada sebuah keraguan di dalam hatiku ini..." sahut Ana setelah meminum air putihnya...
"papa hanya tidak mau kamu menyesali apapun sayang... sebelum memutuskan apapun, coba pikirkan dulu matang-matang semuanya... kamu sudah mulai beranjak dewasa sekarang, jadi kamu harus lebih bijak lagi dalam segala hal..." ujar papanya sambil mencium kening putri satu-satunya ini dengan penuh kasih sayang...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1