Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Tidak Bisa Berkelit Lagi


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Ana dengan cepat memakai bajunya di dalam ruang ganti yang juga menyatu dengan kamar mandinya itu, setelah memakai pakaiannya dengan rapi, ia juga menggunakan pelembab wajahnya seperti kebiasaannya setiap hari untuk tetap menjaga kelembaban dari kulit wajahnya...


Ana keluar dari dalam sana lalu duduk diatas karpet menghadap ke laptopnya yang masih hidup dan berpendar menampilkan apa yang sudah Art selesai disana...


"dia benar-benar menyelesaikannya kurang dari 3 jam... untung aku tidak setuju bertaruh dengannya... jika tidak aku pasti sudah..." gumam Ana sambil menoleh kearah Art yang tertidur diatas sofa-nya itu, ia tampak tenang dan begitu damai saat tidur seperti ini...


Namun entah apa yang sudah meracuni pikiran Ana saat ini, ia awalnya tanpa sengaja memandangi bibir Art yang begitu seksi dan juga seringkali mencuri-curi kesempatan untuk mencium dirinya... tapi perlahan namun pasti Ana mulai mendekat dan mengecupnya pelan... ia seolah telah kehilangan akal sehatnya sendiri saat ini...


"astaga, apa yang sudah aku lakukan sih!" gerutu Ana dalam hatinya sedetik setelah ia mengecup bibir seksi dan nakal Art yang sering kali memberikan ciuman indah pada dirinya sebelumnya...


Saat hendak menjauh dari Art agar apa yang telah tidak sengaja ia lakukan saat ini ketahuan oleh sang pemilik bibir seksi itu, tiba-tiba semuanya sudah terlambat karena ada sepasang tangan yang menahan bahu dan juga tengkuknya...


"jangan cium aku ketika aku tidur..." suara khas dari orang baru bangun tidur itupun mengudara membuat wajah Ana benar-benar merah semerah tomat karena sudah tertangkap basah telah mencium bibir Art diam-diam...


"maaf aku tidak sengaja, hanya kesalahpahaman saja..." sahut Ana berusaha terlihat tenang di depan Art yang masih menahan dirinya hingga ia tidak dapat berkutik sedikitpun...


"memangnya kenapa? aku tidak keberatan sedikitpun... maksudku adalah ciumlah aku ketika aku bangun..." sahut Art sambil tersenyum manis dengan wajah yang terlihat begitu senang...


"sudah aku bilang ini hanyalah ketidaksengajaan... aku tidak se-mesum itu sampai-sampai harus mencuri ciuman darimu ketika kamu tidur" sahut Ana sambil memalingkan wajahnya kearah lain karena malu...


"sial!!! aku benar-benar malu... ada apa dengan diriku ini sebenarnya! kenapa aku bisa berbuat sesuatu yang sangat memalukan seperti ini!" gerutu Ana dalam hatinya merutuki dirinya sendiri...

__ADS_1


"oh ya... baiklah... itu sebuah ketidaksengajaan..." sahut Art yang langsung bangun dari tidurnya dan duduk tegak di atas sofa itu dan menarik Ana agar duduk di pangkuannya...


Cuuuppphhh...


Art langsung mencium bibir Ana dengan mesra... menarik tengkuk Ana untuk memperdalam ciuman mereka berdua, awalnya Ana berusaha untuk menolak dengan mendorong dada Art namun perlahan-lahan ia mulai menerimanya dan mereka berciuman cukup lama setelahnya...


"jika tadi adalah sebuah kesengajaan yang singkat, tapi kali ini aku melakukan ini dengan kesadaran penuh dan tanpa pengaruh alkohol... hehehe" sahut Art setelah menyelesaikan ciuman panas mereka itu, wajah Ana semakin memerah...


Ia sekarang bingung harus mengatakan apa, ia malu tapi juga ada rasa senang dan bahagia di dalam hatinya, merasa sangat dicintai membuat hatinya terasa sangat nyaman dan hangat saat ini... tapi mengingat bagaimana sikapnya selama beberapa hari ini kepada Art membuatnya malu, ia bertingkah seperti anak kecil yang sangat tidak bisa bijaksana dalam memilih dan juga memandang sesuatu hal di dalam hidupnya... lebih tepatnya Ana belum bisa melakukan itu...


Art menarik Ana ke dalam pelukannya, hingga Ana dapat merasakan detak jantung Art yang juga berdebar kencang saat ini seperti dirinya...


"jadi kita sudah bisa menjadi kekasih yang normal kan sayang? kamu tidak akan mencoba untuk terus menjauhiku kan?" tanya Art dengan lembut dan pelan...


"....................." Ana terdiam, ia benar-benar bingung harus menjawab apa... yang jelas saat ini mereka sama-sama sedang berdebar... cinta benar-benar sudah menguasai akal sehat mereka berdua... ingin memiliki namun takut untuk memaksakan kehendak, itulah yang Art rasakan saat ini...


"memangnya apa bedanya dari kedua opsi itu? kamu terlalu cerdik kak, aku sudah terbiasa dan hafal dengan perkataan'mu yang penuh dengan jebakan dan juga perangkap agar aku bisa memilih pilihan yang benar-benar sama walaupun ada begitu banyak opsi di dalamnya..." sahut Ana dan ia mendorong dada Art sambil tersenyum tipis membuat Art begitu senang...


Karena artinya Ana sudah mulai mau membuka hatinya lagi untuk Art tempati secara permanen disana, dan perlahan mulai memastikan cara dan jalan yang tepat untuk dapat mengikat gadis pujaan hatinya ini ke dalam ikatan suci pernikahan nantinya...


"aku anggap itu iya..." ujar Art merenggangkan pelukannya pada Ana dan kembali mengecup bibir Ana pelan...


Cuppp....


"sekarang ayo belajar bisnis lagi karena mulai besok hari-harimu akan dipenuhi dengan kesibukan..." ujar Art lagi pada Ana yang tersenyum malu setelah ciuman singkat yang ia berikan itu...

__ADS_1


"kenapa? memangnya aku akan sibuk untuk apa?" tanya Ana curiga pada Art...


"kamu akan sibuk kuliah, dan juga belajar memimpin perusahaan mulai dari besok sore... setiap sore kamu akan menggantikan posisi papamu, dan tentu saja aku akan menemanimu selagi aku punya banyak waktu..." sahut Art sambil mencubit hidung Ana dengan gemas dan bahagia...


"kapan aku istirahat ya tuhan..." gumam Ana yang langsung bangun dari pangkuan Art dan duduk disampingnya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya...


"sabtu dan minggu akan libur sayang... tapi tentunya tidak akan santai juga..." sahut Art sambil tersenyum pada Ana yang tampak sudah begitu pusing memikirkan bahwa dirinya benar-benar akan sibuk setelah ini...


"kenapa? apa sabtu minggu juga akan ada kunjungan kerja atau sejenisnya?" tanya Ana dengan wajah cemberutnya itu...


"hahaha... tidak-tidak sayangku, bukan urusan kantor tapi aku akan membawamu berlibur, jalan-jalan dan menikmati 2 hari free itu untuk melepaskan penatnya 5 hari kerja setiap minggunya itu..." sahut Art sambil membelai pipi Ana...


"benar ya... awas saja kalau bohong..." sahut Ana sambil tersenyum senang mendengar apa yang Art katakan padanya...


"hmmmm... ngomong-ngomong bisakah jangan memanggil sayang dulu? aku tidak mau punya banyak musuh di kampus selagi kamu menjadi asisten dosen killer kami itu..." ujar Ana sambil mengembungkan pipi kanannya...


Akhirnya mereka bisa bersama dan memiliki kesepakatan yang sama terhadap perasaan mereka berdua... keyakinan Art akhirnya terbukti bahwa selama Ana masih punya cinta untuknya maka Ana pasti akan bisa keluar dari traumanya terhadap para mafia yang selama ini selalu membuatnya terancam dalam bahaya dan secara perlahan menanamkan paradigma negatif untuk apapun tentang mafia di dalam alam bawah sadar yang Ana miliki...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2