Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Harry Wilson!


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Braaaakkkk!!!


Suara itu menggema ketika Art menggebrak meja sekaligus berkas yang kini ada di depannya saat ini... Nicholas nampak memejamkan matanya se-erat mungkin sementara Ana hanya dapat mendengar tentunya dengan wajahnya yang terlihat terkejut karena mendengar namanya disebut-sebut saat ini, serta tindakan Art yang tiba-tiba saja menggebrak meja dengan begitu keras tentu saja membuatnya terkejut...


"Maafkan saya tuan... Ini kesalahan saya karena tidak mengecek semua permintaan yang masuk sendiri dengan sedetail mungkin... Saya malah mempercayakan semuanya kepada anak buah hingga ini bisa terjadi... Mohon ampuni saya... " Ujar Nicholas dengan lantang dan penuh penyesalan serta kepalanya yang sudah menempel di lantai bersujud sejadi-jadinya demi menunjukkan permohonan maaf dan penyesalan karena telah membiarkan kesalahan sefatal ini bisa terjadi dibawah kendalinya...


"Kenapa ada namaku?" Tanya Ana bingung,


"Siapa yang berani mengajukan permintaan ini??" Tanya Art dengan tatapan tajamnya,


"Se-seseorang dari keluarga kaya yang mau membayar mahal untuk pekerjaan kecil ini tuan... Putra salah satu milyarder New York City Antonio Wilson, Harry Wilson..." Sahut Nicholas dengan suara yang sedikit tercekat karena mulai merasa sesak oleh aura kejam yang bosnya ini pancarkan,


Ana adalah satu-satunya orang yang tidak mengerti kemana arah pembicaraan kedua orang ini, apa yang mereka bahas? Dan kenapa ada namanya dan juga nama Harry? Harry mantan pacarnya, ah tidak... Lebih tepatnya mantan pria yang ia jadikan pelariannya dari sakit hatinya pada sosok KJ yang dulu...


"Harry Wilson? Sudah cukup lama aku tidak mendengar namanya lagi, tidak ku sangka dia akan berani melakukan ini... Setiap orang memang seringkali memanfaatkan kesempatan dari sebuah pengampunan yang diberikan dengan cara yang salah ya" Ujar Art sambil meremas berkas itu penuh dengan emosi,


"Apa yang kalian bicarakan? Kenapa ada namaku?" Tanya Ana yang tidak dapat menahan rasa penasarannya lagi,


"Mantan pacarmu itu menyewa para gangster ini untuk mencari keberadaan dirimu dan secepat mungkin untuk menculikmu... Apa yang ia inginkan dari itu? Tentu saja untuk memilikimu, untuk memiliki gadis yang selama ini ia inginkan... Ia memiliki banyak uang, ini sangat mudah..." Ujar Art sambil menatap mata Ana yang masih nampak terkejut mendengar apa yang baru saja kekasihnya ini katakan, dan tatapan mata yang Ana lihat kali ini sungguh berlipat-lipat kali lebih mengerikan dari momen manapun, Art tidak pernah terlihat semenakutkan ini sebelumnya...

__ADS_1


"Apakah dia segila itu? Apa dia tidak tahu bahwa..." Ujar Ana dipotong langsung oleh Art,


"Jika dia tahu siapa aku sebenarnya apa mungkin dia akan tetap nekat? Aku tidak tahu, tapi yang pasti adalah dia akan mati di tanganku saat ini... Dan juga orang-orang yang berani membantunya juga tidak akan lolos" Ujar Art sambil menatap Nicholas yang langsung bersujud berulang kali meminta maaf karena kecerobohan fatal ini,


"Ampun tuan! Saya tidak tahu nona ini adalah wanitamu! Maafkan orang bodoh ini, maaf tuan!" Ujar Nicholas memohon maaf sambil membenturkan kepalanya sendiri ke lantai hingga dahinya mulai membengkak,


"Hentikan! Kau tidak akan bisa lolos hanya dengan cara kuno seperti itu... Kau tidak akan lolos meskipun harus mati sekarang" Ujar Art pada kelakuan bodoh salah satu bawahannya ini,


"Kenapa ia sangat pintar! Dia tahu kalau aku lebih memilih mati cepat bukan dengan siksaan layaknya dari neraka yang biasa ia lakukan" Gumam Nicholas dalam hatinya,


"Beruntung aku kemari bukan untuk mengurus bisnis yang kau jalankan, jadi nyawamu akan selamat karena tidak ada satupun anak buahmu yang menyakiti wanita ku ini, ah lebih tepatnya tidak ada yang berhasil menemukan keberadaannya..." Ujar Art,


"Mana mungkin anak buahku berani mencari hingga ke mansion keluarga anda bos" Gumam Nicholas dalam hatinya,


"Untuk masalah itu..." Sahut Nicholas dengan sangat hati-hati namun langsung dipotong oleh bosnya ini,


"Kenapa? Kau tidak berani karena dia dari keluarga salah satu milyarder New York City?" Tanya Art yang terdengar seperti sebuah sindiran keras,


"Bukan begitu bos... Tapi... Sebenarnya client itu sudah datang hari ini dan marah-marah karena kami belum menyelesaikan permintaannya..." Sahut Nicholas sambil mengangguk lega karena ia akan selamat hanya dengan menyerahkan mangsa empuk dan bodoh itu kepada singa yang ia bangunkan dengan keinginannya sendiri,


"Lalu apa lagi yang kau tunggu?!" Tanya Art sambil mengernyitkan kedua alisnya yang langsung membuat Nicholas berdiri secepat yang ia bisa lakukan,


"Orang itu ada di ruang diorama X tuan" Ujar Nicholas lagi,

__ADS_1


"Bawa dia ke ruang C3, buat seolah-olah kalian sudah berhasil melakukan pekerjaan kalian dengan sempurna" Ujar Art memberikan perintahnya,


"Baik tuan, akan kami selesai" Sahut Nicholas lalu ia pergi secepat mungkin untuk melakukan apa yang bosnya ini perintahkan, tentunya dengan sebuah seringai di bibirnya...


"Akan ada cuplikan drama menarik kali ini... Aku tidak sabar melihatnya..." Gumamnya pada dirinya sendiri ketika ia menyusuri lorong ruang bawah tanah itu menuju targetnya,


***


Sementara itu, di dalam ruangan yang tadi Art sedang mengulurkan tangannya pada Ana, menariknya agar bangun dari duduknya dan mengajaknya untuk pergi ke ruangan C3 yang ia katakan barusan,


"Tidak aku sangka kalau suatu hari aku akan bisa menghabisi bocah sok hebat itu di hadapanmu sayang... Ah... Dan mungkin ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk melatih mentalmu secara langsung jika saja suatu hari kamu diculik dan disiksa oleh siapapun yang lebih licik saat aku lengah..." Ujar Art sambil menggenggam tangan Ana seolah mereka sedang berjalan-jalan di taman kali ini,


"Kau akan membiarkan aku di culik?!" Tanya Ana dengan tatapan tajamnya karena tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar... Apa pria berdarah dingin ini bisa benar-benar ia percaya?


"Hahaha... Tentu saja tidak sayangku! Tapi aku juga tidak akan berbohong karena kemungkinan itu bisa saja terjadi, karena di dunia ini tidak ada sesuatu yang tidak mungkin untuk terjadi... Tapi aku akan melakukan segalanya untuk memastikan itu tidak akan terjadi, jikalau pun itu terjadi maka aku akan menyelamatkanmu dengan cara apapun... Maka dari itu saat ini kamu harus melatih diri sendiri dengan situasi yang benar-benar nyata..." Sahut Art panjang lebar hingga akhirnya mereka sampai di ruangan C3 yang disebut-sebut tadi...


"Situasi yang nyata? Jangan bilang kalau..." Ujar Ana lagi sambil bergidik ngeri membayangkan apa yang akan dilakukan oleh kekasihnya yang kejam ini,


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2