
HAPPY READING GUYS
________________________
Matahari sudah mulai menampakkan dirinya dari persembunyiannya malam tadi... Namun Ana masih dengan setia menikmati hangatnya selimut dan kenyamanan dari tidurnya ini...
Untuk sepersekian detik ia merasa sedikit dingin dan menarik selimutnya lebih tinggi lalu ia memeluk bantalnya seperti pagi-pagi sebelumnya...
Namun pagi ini terasa berbeda...
Entah mengapa bantal gulingnya terasa lebih besar, nyaman dan lebih hangat... Ana semakin menyembunyikan wajahnya agar tidurnya bisa sedikit lebih lama, namun beberapa saat kemudian ia mulai ingat dan tersadar bahwa dirinya tidak sedang tidur di tempat tidurnya...
Tentu saja!
Karena ia tidak sedang berada di rumahnya... Tapi ia menginap di mansion milik keluarga Art, lalu sekarang ia sedang tidur di kamar mana? Ana bahkan tidak ingat jelas kapan ia mulai tertidur malam kemarin...
Perlahan namun pasti saat kesadarannya sudah benar-benar ia dapatkan sepenuhnya, Ana mulai meraba-raba sesuatu yang ia peluk saat ini tanpa membuka matanya...
Tentu saja itu bukan guling!
Ini tubuh seseorang... Lalu tak berselang lama sebuah tangan memeluk pinggangnya, membalas pelukan Ana...
"Astaga! Aku tidur dengan siapa?!" Gumam Ana dalam hatinya, ia masih ragu untuk membuka matanya...
"Sayang... Ayo bangun, setelah itu kita sarapan..." Ujar Art sambil terkekeh pelan, ia merasa gemas pada tingkah Ana saat ini...
Tentu saja Art tahu bahwa kekasihnya ini sudah bangun karena matanya mulai sedikit ada pergerakan walaupun masih terpejam sempurna...
Ana membuka matanya lalu berteriak dan juga gugup dalam waktu yang bersamaan sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya seolah-olah mereka telah melakukan sesuatu yang 'lebih' dari hanya tidur bersama...
__ADS_1
Tentu saja ia pasti memiliki sejuta pemikiran bodoh karena otaknya belum bekerja dengan sempurna mengingat ia baru saja terbangun dari tidurnya...
"A... Apa yang kamu lakukan?!" Teriak Ana sambil mengerutkan keningnya pertanda sedang waspada dan memegang selimut dengan sangat erat...
"Astaga... Kita hanya tidur, tidak ada yang lebih... Jangan bereaksi berlebihan dulu... Atau kamu mau kita melakukan sesuatu hal yang 'lebih' saat ini? Tentunya aku akan dengan senang hati menerimanya jika kamu benar-benar mau..." Goda Art sambil mengedipkan matanya dengan genit pada Ana, dan seketika itu juga wajah Ana langsung memerah karena tentu saja ia paham apa yang kekasihnya ini katakan untuk menggodanya...
Lalu dengan cepat Ana langsung menguburkan dirinya di bawah selimut tebal itu hingga tak seujung rambut pun yang dapat terlihat lagi... Melihat semua itu Art tersenyum senang lalu berkata,
"Hahaha... Cepat mandi dan aku akan menyuruh pelayan untuk segera menyiapkan baju untukmu sayang..." Ujar Art lagi sambil tertawa dan bergegas turun dari tempat tidurnya, ia segera masuk ke kamar mandi...
Setelah mendengar ada suara pintu tertutup barulah Ana membuka selimutnya lalu menggerutu sendiri pada dirinya...
"Kenapa kita bisa tidur bersama? Kenapa aku bisa tidur di dalam kamarnya! Astaga Ana!" Gerutu Ana pada dirinya sendiri,
"Lalu apa maksudnya tadi itu?! Cepat mandi tapi dia masuk ke dalam kamar mandi lebih dulu! Dia pikir bisa mengambil keuntungan agar bisa mandi bersama?!" Gerutu Ana lagi dengan wajah yang masih memerah,
Padahal bukan itu yang Art pikirkan, ia hanya bermaksud untuk menyuruh Ana segera mandi, itupun dilakukan setelah ia selesai mandi tentunya... Hahaha...
Jika itu sampai terjadi, bagaimana Ana akan bisa membalas tatapan dari orang lain padanya? Walaupun mungkin di dalam hatinya ia memang ingin menikah dengan Art, ia masih tidak bisa mengatasi rasa malunya jika apa yang ia pikirkan ini menjadi kenyataan...
Ceklek...
Suara pintu kamar mandi itu ketika terbuka lalu menunjukkan tubuh proporsional dari seorang Arthit Hans Suppanad dengan aroma maskulin dan juga terlihat benar-benar eheeem... Hot...
Saat ini ia hanya mengenakan handuk putih di pinggangnya, menutupi tubuh bagian bawahnya dan sebuah handuk kecil lainnya yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut dan juba tubuhnya...
"Dasar Mesum!" teriak Ana yang langsung menutup matanya ketika melihat Art yang hanya tersenyum tanpa dosa keluar dengan gaya seperti itu, ia tersenyum seperti seorang anak kecil nakal yang berhasil dengan sempurna untuk mengerjai teman-teman di sekolah...
__ADS_1
Art sengaja melakukan semua ini untuk membuat Ana semakin malu-malu, karena sisi itu merupakan salah satu kepribadian dari Ana yang begitu ia sukai, walaupun ia memang biasa seperti ini di hari biasanya, namun saat ada seorang gadis di dalam kamarnya tentu saja seharusnya ia tidak keluar dengan setengah telanjang seperti itu kan jika ia memang tidak ingin mengerjai kekasihnya ini...
"Hey... kenapa tutup mata? bukankah nanti kita juga akan menikah secepatnya? kenapa harus malu? setelah menikah kan kamu pasti bisa melihatku secara utuh tanpa dibalut oleh sehelai benang pun sayang?" goda Art sambil menggenggam tangan Ana yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya sendiri yang sudah benar-benar memerah...
"itu berbeda! jangan disamakan! kita belum menikah!" teriak Ana dengan wajah merona dan mata yang masih terpejam...
Cuppphhh!
Art mencium keningnya sebelum kembali berjalan ke kamar gantinya dan berkata,
"cepatlah mandi, dan jangan takut untuk keluar dari kamar mandi karena aku akan keluar dari kamar setelah selesai mengganti pakaian... hahaha..." ujar Art sambil tertawa dan berlalu pergi ke kamar ganti dan menutup pintunya , sementara Ana yang benar-benar merasa tubuhnya mulai mendidih karena tingkah jahil dari kekasihnya itu langsung masuk ke kamar mandi dan menguncinya dengan sangat rapat...
Setelah itu ia bersandar sejenak di pintu kamar mandi yang luas itu, menekan dadanya yang berdegup dengan sangat kencang...
"Dia benar-benar mengerjaiku hari ini!" gerutu Ana
Setelah melihat sekilas seluruh bagian kamar mandi ini, Ana perlahan tersenyum... Ada aroma maskulin khas seorang Arthit Hans Suppanad mengelilingi kamar mandi ini...
Lalu tiba-tiba sebuah fantasi liar muncul di dalam pikiran Ana, ada sebuah bayangan tentang bagaimana Art mandi di dalam sini melintas di kepalanya yang langsung dengan cepat ia tepis jauh-jauh...
"Astaga Ana! kamu jadi ketularan berpikiran mesum hanya dengan satu kali tidur bersama dengannya di ranjang yang sama..." gerutu Ana saat ia berada di depan shower...
"ah, tapi ini bukan yang pertama kalinya..." gumamnya lagi sambil tersenyum ketika mengingat masa dulu ketika Art masih menjadi bodyguard pribadinya...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐