
HAPPY READING GUYS
________________________
"Jangan bercanda... Alasan aneh macam apa itu sayang..." Ujar Ana dengan wajah yang memerah,
"Sudahlah, daripada aku kehilangan kendali atas diriku sendiri dan benar-benar memakanmu sebelum berhasil melingkarkan cincin di jari manismu ini... Lebih baik kita sarapan dulu, setelah itu aku akan mengajakmu pergi ke suatu tempat..." Sahut Art kemudian Ana segera berpindah ke sisi kanan Art dan merekapun menikmati steak itu bersamaan...
"Kita akan kemana sayang?" Tanya Ana setelah mereka selesai makan,
Tangan Art mengambil selembar tissue lalu mengelap ujung bibir Ana yang sedikit mengkilap karena sisa minyak dari daging steak yang mereka makan tadi, lalu berkata...
"Belajar bisnis dan berkencan..." Ujar Art dengan lembut di depan wajah Ana...
Wajah mereka sangat dekat hingga membuat Ana sedikit gelisah karenanya,
Art tersenyum lalu dengan cepat mengalihkan pandangannya dari wajah gadis manis ini ke beberapa berkas yang telah ia taruh di atas meja sedari tadi, tangan Art meraih berkas dan juga pakaian yang sudah ia bawakan untuk Ana,
"Mau aku bantu berganti pakaian sayang?" Tanya Art sambil mengedipkan matanya dengan nada suara yang rendah dan menggoda,
"Kapan semua modusmu ini berakhir sayang? Setiap ada kesempatan kamu tidak pernah bosan untuk menggodaku!" Sahut Ana dengan wajah yang semerah tomat lalu ia mengambil semua pakaian itu dari tangan Art dan langsung berlari menjauh ke arah ruang ganti tanpa menunggu balasan dari kekasihnya itu...
Ia terlalu gelisah, dadanya naik turun dengan sangat cepat secepat detak jantungnya yang berpacu dengan kencang saat ini...
Art selalu membuatnya ingin melewati batas yang telah ia buat sendiri untuk dirinya...
Betapa manis dan seberapa banyak cinta yang telah terakumulasi di dalam dirinya hanya untuk lelaki bernama Arthit Hans Suppanad ini... Hingga untuk sekejap terlintas di dalam benaknya jika seandainya Art menyatakan keseriusannya lagi untuk segera menikah di usia yang masih muda ini, mungkin Ana akan menerimanya tanpa memikirkan hal lain lagi...
***
Setelah beberapa saat,
Ana keluar dari ruang ganti milik Art mengenakan pakaian yang tadi dibawakan oleh Art... Ana sama sekali tidak bisa berias karena tentunya di kamar Art tidak ada alat-alat make up, dan akan sangat aneh jika sampai itu ada di kamar seorang pria kan hahaha...
"Cantiknya..." Ujar Art yang ternyata sudah menunggu di balik pintu,
"Untung bajunya pas sayang... Ini milik siapa?" Tanya Ana sambil memperhatikan pakaian yang melekat pada dirinya lagi,
__ADS_1
"Sepertinya baju itu milik Pim sayang... Gadis manis itu pasti membeli terlalu banyak baju lalu beberapa diantaranya akan secara alami tidak sengaja tertimbun di lemari penyimpanan laundry rumah ini..." Sahut Art memperhatikan Ana dari atas sampai bawah,
"Gadis manis? Siapa dia?" Tanya Ana penuh dengan kecurigaan karena biasanya Art tidak akan menyanjung gadis lain dengan begitu mudah apalagi dihadapan dirinya,
"Hmmm... Nah ini..." Sahut Art setelah mencari sesuatu yang tersimpan di ponselnya itu...
Ia memperlihatkan sebuah poto sampul sebuah majalah mode ternama di New York city, dalam edisi sampul itu terlihat seorang model cantik pendatang baru yang memang sedang hangat dibicarakan akhir-akhir ini...
"Apa kamu menyukainya?" Tanya Ana lagi sambil menyipitkan matanya, ia sangat berharap jawabannya adalah tidak... Tapi apa yang ia dengar dari Art membuatnya cemburu dan sangat kesal, bagaimana kekasihnya bisa mengatakan hal seperti itu dengan sangat mudah di hadapannya...
Tidakkah kekasihnya ini memikirkan perasaannya...
"Ya, aku sangat menyukainya... Aku sangat mencintai dan juga menyayanginya sayang..." Sahut Art dengan santainya,
"Apa?!" Tanya Ana dengan nada sedikit meninggi, ia benar-benar tak paham dengan situasi saat ini... Apakah cinta Art telah berpaling dari dirinya?
"Kenapa sayang?" Tanya Art namun belum sempat Ana membuka suaranya, pintu dikutuk dari luar oleh seseorang,
"Tuan muda, anda ditunggu di bawah oleh bos besar di bawah..." Ujar Decha dari balik pintu itu,
"Baiklah aku segera turun..." Sahut Art yang langsung berdiri dari duduknya,
Namun Art tidak ambil pusing lalu dengan cepat meraih tangan mulus kekasihnya itu dan menariknya dengan lembut mengajaknya keluar dari kamarnya ini...
Ana diam seribu bahasa, Art dapat merasakan sesuatu yang salah sedang terjadi pada Ana... Namun apa itu ia tak tahu...
"Selamat pagi putri cantikku dan Charles... Apa tidurmu nyenyak tadi malam?" Tanya paman Kimnya saat mereka sampai di ruang tamu,
"Iya paman... Terima kasih sudah mengijinkan aku menginap..." Sahut Ana dengan lembut sambil tersenyum manis pada paman tampannya itu,
"Hooiihhh, kenapa berterima kasih? Ini juga rumahmu sayang... Santai saja hahaha..." sahut Kim sambil tertawa,
"Ayo duduk disini nak..." Ujar Aom sambil menepuk sofa di sisi kanannya,
"Baik bi..." Sahut Ana sambil menarik tangannya yang digenggam oleh Art,
Art hanya tersenyum, apa ada sesuatu yang salah telah ia lakukan hingga Ana menjadi kesal? Tapi apa? Apa yang salah? Lalu ia mengingat-ingat kembali kejadian beberapa saat yang lalu...
__ADS_1
"Tidak ada yang salah... Lalu apa? Apa dia sedang dalam mood swing?" Gumam Art dalam hatinya,
"Hahaha... Tunggu! Kalian ini..." Teriak seorang gadis cantik dari arah halaman depan mansion ini...
"Dasar bocah-bocah nakal!" Teriaknya mengejar dua orang anak-anak yang berlari kesana kemari sambil tertawa...
"Papa!" Teriak salah satu anak itu berlari kearah ruang tamu,
"Ada apa lagi ini..." Ujar Art sambil berjalan mendekati para peri kecil itu, dan mengangkat tubuh mungil mereka berdua ke dalam gendongannya, gadis cantik yang tadi berteriak juga mendekatinya...
"Kakak kapan pulang?" Tanya gadis itu yang tak lain adalah Pim,
Karena jarak yang cukup jauh dan suara Pim yang lembut, Ana sama sekali tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan disana... Ia hanya bisa menatapnya penuh kecemburuan...
Gadis itu benar-benar cantik dan terlihat sangat anggun...
Pim melirik seseorang yang sedang duduk di samping ibunya, ia terlihat tidak begitu asing... Tapi Pim tidak begitu yakin siapa gadis yang sesekali tampak mengobrol dengan ibunya itu...
"Siapa itu kak?" Tanya Pim sambil menatap kearah Ana yang duduk disana bersama ibunya Aom...
"Ah... Aku paham... Kalian belum pernah bertemu sebelumnya..." Ujar Art tiba-tiba, ia baru teringat bahwa kedua gadis cantik yang memiliki posisi penting dalam hidupnya ini belum saling mengenal satu sama lainnya...
"Pantas saja dia cemburu... Mungkin ia berpikir yang tidak-tidak tentang adik cantikku ini..." Ujar Art sambil tersenyum manis pada Pim,
"Aaa... Jadi dia calon kakak iparku ya kak?" Tanya Pim sambil tersenyum senang,
"Iya... Dia sangat cantik bukan?" Sahut Art tersenyum dengan bangga,
"Tapi jika kalian nanti benar-benar menikah jangan lupakan aku ya kak... Jangan kurangi cintamu padaku..." Ujar Pim sambil memeluk tubuh Art yang juga tengah menggendong adiknya itu,
"Hahaha, tentu saja... Memangnya kenapa aku akan mengurangi cintaku padamu adikku sayang..." Sahut Art sambil tertawa pelan, adiknya ini selalu manja padanya dan ia pun menikmati semua itu...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐