Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Amarah Itu Meluap Entah Kemana


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Apa kak Art pernah seperti ini kepada mantan kekasihnya dulu paman?" Tanya Ana kepada paman Kimnya, sementara Kim hanya tertawa mendengarnya...


"Biar paman beritahu 2 hal padamu tuan putrinya Charles yang cantik... Pertama, Art selama ini belum pernah memiliki seorang kekasih dan hanya dirimu yang pertama kali menjadi kekasihnya dan bahkan mungkin yang satu-satunya dan yang terakhir... Lalu yang kedua, saat kamu mau membujuknya di dalam, katakan 4 kata ini saja untuk membujuk Art, Aku mencintaimu, maafkan aku... Katakan itu saja sambil memeluk tubuhnya... Tapi kamu harus punya keberanian lebih, karena dia pasti sedang berbaring di tempat tidurnya dan membelakangi pintu... Paman sangat hafal dengan kebiasaannya ini karena saat Art kesal dan marah pada paman dia juga pasti akan selalu bertingkah seperti ini juga... Jadi naik saja ke tempat tidurnya lalu peluk dia dari belakang dan katakan 4 kata itu... Setelah itu diam dan tetap peluk dia hingga ia menyerah pada kemarahannya sendiri..." Ujar Kim panjang lebar pada Ana, tidak lupa senyuman manis yang menyejukkan hati itu terlukis dengan indah di wajah tampannya membuat Ana lebih tenang dan memberanikan dirinya untuk membujuk Art di dalam kamarnya...


"Astaga, ini pertama kalinya aku masuk ke kamarnya..." Gumam Ana dalam hatinya ketika pintu kamar itu dibukakan oleh paman Kimnya...


Ana berjalan masuk perlahan, begitu hening rasanya... Ya, karena ini sudah tengah malam tentunya...


Namun wangi yang begitu maskulin tercium di seluruh kamar ini... Wangi yang benar-benar lembut namun pekat dan memabukan, sama seperti aroma tubuh Art...


Ana berjalan perlahan, lalu memberanikan dirinya untuk naik ke atas tempat tidur Art yang kini tengah ditiduri oleh Art yang tengah berbaring membelakangi pintu kamarnya...


"Aku tidak peduli lagi dengan semua amarahmu sayang... Tapi kamu harus memaafkan aku agar aku tidak akan menyesali sifat naifku selama sisa hidupku ini... Dan kini aku juga bisa belajar sesuatu, bahwa sebuah masalah kecil yang dianggap enteng bisa berubah menjadi bencana yang tak terduga..." Gumam Ana lalu ia memeluk tubuh Art dari belakang...


"Aku mencintaimu... Maafkan aku..." Ujar Ana sesuai dengan arahan dari paman Kimnya tadi,


Namun entah mengapa, air matanya mengalir begitu saja... Ana tidak dapat menahannya lagi... Karena jujur saja entah dari mana rasa takut ini mulai menjalar dalam dirinya...


Ia takut jika sekarang atau suatu hari nanti Art, pria yang sangat ia cintai ini akan pergi dari dirinya karena sikapnya yang terkadang kekanak-kanakan, naif dan suka menang sendiri ini... Serta pemikiran bodohnya yang terkadang tanpa sadar bisa melukai hati kekasihnya ini...


Air matanya mulai membuat tengkuk Art sedikit basah, namun Art tetap diam tak bergeming sedikitpun...


"Ana... Apa aku menyakitimu?" Tanya Art sambil menggenggam tangan Ana yang memeluk tubuhnya,


"Maafkan aku kak Art, aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah dan melukai hatimu... Tapi apa yang terjadi hari ini semua diluar kendaliku, aku... Aku tidak tahu jika Chris bisa melakukan hal-hal seperti itu tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu... Maafkan aku... Dan jangan mendiami aku seperti ini... Aku takut..." Ujar Ana sambil sesenggukan dan tetap memeluk tubuh Art dengan kuat...

__ADS_1


Art menghela napasnya panjang...


Lalu ia membalikkan posisi tubuhnya menghadap kearah Ana, sekarang dengan sangat jelas ia bisa menatap wajah gadisnya yang kini telah dibasahi oleh air mata itu...


Tatapan mata mereka berdua bertemu, saling menatap satu sama lain dengan lembut... Kemudian tangan Art bergerak naik, menghapus air mata Ana yang masih saja mengalir...


"Berhentilah menangis sayang... Aku hanya butuh waktu menenangkan diri sejenak, aku tidak mau jika aku melampiaskan amarahku padamu..." Ujar Art sambil mengusap pipi Ana dengan lembut,


"Lebih baik marahi aku! Aku tidak bisa... Aku tidak bisa mengatasi diam'mu itu..." Ujar Ana sedikit lebih keras, karena ia benar-benar tidak sanggup jika Art mengacuhkan dirinya dan mendiaminya seperti tadi... Rasanya sangat menyakitkan...


"Baiklah-baiklah... Maafkan aku ya Anastasya'ku sayang... Jadi sekarang berhentilah menangis..." Ujar Art sambil mencium kening Ana lalu merengkuhnya di dalam pelukannya yang hangat...


Pelukan dan air mata Ana benar-benar seperti obat mujarab untuk meredakan emosi Art, amarah dan rasa kesal yang tadinya memenuhi dadanya seakan-akan telah menguap entah kemana... Art luluh ketika Ana memeluknya sambil menangis...


"Sudah merasa sedikit lega? Sudah sedikit baikan? Hehehe" Tanya Art sambil tersenyum manis pada kekasihnya ini...


"Tergantung apa?" Tanya Art bingung,


"Tergantung apakah kekasihku ini sudah memaafkan aku atau tidak..." Sahut Ana sambil menyentuh hidung mancung Art,


"Oh, ya? Hmmm bagaimana ya..." Ujar Art berpura-pura sedang berpikir...


"Hahaha... Iya-iya... Kita sudah benar-benar berbaikan sekarang, aku memaafkan semuanya asalkan kamu berjanji tidak akan terjadi hal seperti ini lagi lain kali... Oke?" Sahut Art sambil menyentuh dagu Ana dengan lembut,


"Ya... Baiklah, aku berjanji..." Sahut Ana sambil tersenyum senang, lalu Art menciumnya singkat...


Cuuuppphhh...


"Izinkan aku menghapus ciumannya dengan ciumanku tuan putriku sayang..." Ujar Art lalu saat Ana tersenyum ia kembali mencium bibir mungil Ana dengan penuh cinta...

__ADS_1


Cukup lama mereka berdua menikmati ciuman itu, namun Art segera menghentikan ciuman manis itu sebelum dirinya menginginkan sesuatu yang lebih dari pada ciuman malam ini dari Ana...


"Berhenti sebelum aku benar-benar memakan dirimu malam ini sayang..." Ujar Art sambil tersenyum dan merebahkan tubuhnya lagi di atas tempat tidurnya...


Kriiuuuk...


Suara perut Art berbunyi, ia bahkan benar-benar lupa untuk makan karena segala macam urusan hari ini... Hanya sarapan pagi yang sempat mengisi perutnya hari ini...


"Sepertinya dirimu memang perlu makan sayang... Tapi makan yang sesungguhnya, bukan memakan aku..." Ujar Ana sambil mencubit hidung Art,


"Sepertinya memang begitu... Seharian aku belum makan apapun, hanya minum air mineral saja..." Sahut Art yang bangun dari tempat tidurnya ketika Ana menarik tangannya...


"Mau kemana? Memangnya kamu tahu dapur rumah ini dimana?" Ujar Art menggoda Ana karena ia menariknya seakan sudah tahu kemana arah yang harus ia tuju...


"Ah, aku lupa... Hehehe... Tidak tahu..." Sahut Ana cengengesan saat menuruni anak tangga mansion besar ini...


"Makanya sekarang coba hafalkan setiap sudutnya, karena setelah kamu menjadi istriku maka properti ini juga akan menjadi milikmu... Tidak lucu kan kalau kamu tersesat di dalam properti milik suamimu sendiri nantinya... Hahaha..." Ujar Art sambil tertawa lalu menyuruh Ana naik ke punggungnya lalu menggendong Ana menuruni anak tangga itu kemudian melangkah menuju ke dapur yang ada di belakang...


Namun ketika berada di dapur, Art melihat ayahnya di taman belakang sedang berbicara dengan sangat serius dengan paman Jeab, entah apa yang mereka bicarakan di luar sana tengah malam seperti ini... Sepertinya sesuatu yang sangat penting dan sangat rahasia...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2