
HAPPY READING GUYS
____________________
"nona Ana... apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya KJ tiba-tiba
"tentu... tanyalah..." sahut Ana sekenanya tanpa mau menatap mata KJ karena debaran di dadanya benar-benar tidak bisa ia kontrol saat ini...
"apa saya ada berbuat salah pada nona yang saya tidak sengaja dan tidak saya ketahui nona?" tanya KJ lembut sambil terus melakukan gerakan-gerakan dansa mereka itu
"kenapa kau bertanya begitu?" Ana balik bertanya
"karena nona mulai menjauhi saya... tidak seperti biasanya... saya mohon jika seandainya saya melakukan kesalahan, tolong maafkan saya nona... dan beritahu apa kesalahan yang telah saya perbuat nona... karena saya akui bahwa saya memang orang yang tidak terlalu peka..." sahut KJ lalu gerakan dansa itu membuat mereka berdua semakin dekat... bahkan tak ada lagi celah diantara tubuh mereka berdua...
tangan Ana merangkul leher KJ, sedangkan kedua tangan KJ merangkul pinggang Ana dengan begitu lembut... tatapan mata mereka beradu, saat itu pula Ana tidak bisa lagi mengontrol dirinya...
"kau tau apa kesalahanmu? kesalahanmu adalah karena kau sudah berani mempermainkan perasaanku!" sahut Ana penuh penekanan terhadap KJ lalu ia segera melepaskan dirinya dari KJ dan berlari menjauh meninggalkan KJ yang berdiri mematung, KJ dapat melihat Ana mengusap sudut matanya dengan kasar...
seperti sedang menangis sambil berlari...
kata-kata dari Ana itu begitu menohok dan membuat dadanya terasa sedikit nyeri... entah kenapa, walaupun ia tak menerima kontak fisik dari Ana namun tiba-tiba dadanya terasa sakit saat ini...
"kenapa dia berkata seolah-olah aku sudah menyakitinya?" gumam KJ pada dirinya sendiri... lalu ia tersadar akan lamunannya dan berlari mengejar Ana yang sudah berlari cukup jauh...
Di parkiran kampus, saat Ana sudah hampir mencapai mobilnya KJ menarik tangannya cukup keras...
"tunggu nona..." ujarnya sambil menggenggam tangan Ana
__ADS_1
"lepaskan aku!" bentak Ana sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan KJ
"maafkan aku nona..." ucap KJ saat ia sadar kalau dirinya sedikit kasar pada Ana saat ini... ia menarik tangan Ana cukup kuat tadi...
"sudahlah! anggap saja aku tidak mengatakan apapun tadi padamu! lupakan semua itu! itu hanya omong kosong!" ujar Ana lalu melangkah pergi dan masuk ke dalam mobilnya...
"haaah!!!! lama-lama aku bisa gila karena ini!" ujar KJ meremas merambutnya sendiri lalu ia berlari menyusul Ana dan ikut masuk kedalam mobil...
"langsung pulang nona?" tanya KJ pada Ana yang sedang menatap keluar jendela mobil memalingkan wajahnya dari KJ
"kita ke rumah Davika" sahut Ana singkat
"tapi nona Davika tadi masih ada di aula nona..." sahut KJ
"aku bilang kesana ya kesana!" bentak Ana, lalu KJ pun melajukan mobilnya menuju rumah Davika...
"Astaga anak ini ya...." ujar Davika saat menerima pesan dari Ana
isi pesan yang ia terima dari Ana...
"Lin sisa urusan disini aku serahkan padamu ya... aku ada urusan penting sebentar..." ujar Davika lalu setelah memberikan arahan kepada Andeline dan teman-teman panitia lainnya Davika pun segera pulang untuk menemui Ana yang sudah menunggunya di rumahnya...
***
Di rumah Davika...
Ana sudah berada di kamar Davika, ia sudah terbiasa kemari sehingga pelayan rumah Davika langsung mengantarkannya menuju kamar Davika walaupun tanpa nona Davika mereka itu bersama dengan Ana saat ini...
sedangkan KJ menunggunya di taman depan... ia duduk menunggu di bangku taman depan rumah itu sambil berjaga...
tak berselang lama akhirnya Davika juga sampai di rumah... ia melihat KJ yang duduk di bangku taman, wajahnya terlihat sedikit kusut tidak terlihat cool seperti biasanya... saat davika menutup pintu mobilnya KJ menoleh dan mengatakan bahwa Ana sudah menunggunya di kamarnya...
__ADS_1
"nona Ana sudah menunggu nona Davika di kamar nona katanya..." ujar KJ pada Davika yang berjalan kearahnya...
"baiklah, aku akan selesai urusanku dengannya terlebih dahulu... setelah itu aku perlu berbicara sebentar denganmu juga..." ujar Davika pada KJ
"baik nona... saya akan tunggu disini nona..." sahut KJ lalu Davika masuk kedalam rumah dan menyelesaikan urusannya dengan Ana...
Ana kemari sebenarnya adalah untuk mencoba gaun Raja & Ratu yang akan ia kenakan esok hari di acara Prom Night kampus itu bersama dengan Harry... namun sekarang ia juga ingin berbicara leluasa dengan sahabatnya Davika tentang perasaannya yang kembali campur aduk karena KJ... ia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri saat ini...
"sudah... semuanya sudah pas untuk besok... semuanya beres... lalu apa ada yang ingin kau bicarakan denganku Ana? dari raut wajahmu bisa kulihat begitu banyak masalah saat ini benarkan?" tebak Davika
"aku tidak bisa Dav... aku tidak bisa melenyapkan perasaanku padanya... setiap kali aku berada di dekatnya aku merasa berdebar-debar... tatapan matanya yang tajam, senyuman manisnya selalu membuatku kehilangan kendali... aku menyukainya tapi aku juga membencinya..." ujar Ana tanpa basa-basi lagi langsung berbicara tanpa henti... ia meluapkan semua emosinya saat ini...
"huuuuh.... sudah kuduga... aku sudah melihat sikapmu yang aneh diatas panggung tadi saat berlatih dansa dengan KJ... tapi Ana, aku juga semakin hari semakin merasakan sesuatu yang sangat familiar dengan KJ... tatapan matanya, senyuman manisnya... entah kenapa aku seperti pernah melihat itu sebelumnya... jauh sebelum ia datang sebagai bodyguardmu..." tutur Davika yang masih saja penasaran dengan rasa familiar yang terus mengganggunya tentang siapa KJ sebenarnya...
"jangan bilang kau juga menyukainya seperti Andeline Dav" sahut Ana menatap Davika dengan curiga
"ah tentu tidak... aku tidak akan ikut masuk dalam persaingan kalian hahaha... aku netral kau tau..." sahut Davika sambil tertawa
"lalu aku harus bagaimana..." ujar Ana dengan wajah yang terlihat begitu kusut saat ini...
"pertama-tama kau harus tetapkan hatimu Ana... kau sudah menerima dan mencoba membuka hatimu untuk Harry... kalian berpacaran sekarang... kau tidak bisa seperti ini terus... kau akan menyakitinya... cepat putuskan... kau akan terus berusaha dan memberikan kesempatan untuk Harry atau kau mau tetap menyukai KJ... kau harus pilih satu-satu..." ujar Davika panjang lebar sementara Ana terlihat diam dan memikirkan apa yang sahabatnya itu katakan...
"aku akan keluar sebentar, nanti aku kembali lagi... pikirkanlah dulu..." ujar Davika lalu ia keluar dari kamarnya dan menemui KJ di taman....
___________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1