
HAPPY READING GUYS
________________________
Dreeetttt... Dreeetttt... Dreeetttt...
Ponsel Art berdering pertanda ada telepon masuk... Ia mengangkat telepon itu tanpa melihat siapa yang meneleponnya karena saking fokusnya melihat Ana dan Chris yang sedang berakting di atas panggung itu...
"Hallo..." ujar Art datar,
"Hallo kak, kami sudah sampai... Kakak dimana?" Tanya Tan, karena ia dan juga yang lainnya sudah sampai di dekat panggung namun tidak melihat keberadaan kakaknya ini di back stage...
"Aku di barisan paling belakang..." Sahut Art yang langsung membuat Tan menoleh dan mencari-cari keberadaan kakaknya itu...
"Ah, disana rupanya..." Ujar Tan saat melihat kakaknya itu di sudut belakang yang dengan wajah seriusnya menonton pertunjukan yang sedang berlangsung...
"Pertunjukan apa sih yang bisa membuat kakakku ini sampai seserius ini menontonnya..." Ujar Tan yang kini sudah berdiri di samping kakaknya, sementara Naw dan Benz sedang mempersiapkan peralatan untuk mereka gunakan nanti di atas panggung...
"Oo... Ternyata calon kakak ipar ku ya... Tapi kenapa dia bersama pria lain yang tampak begitu tampan dan berkarisma itu..." Ledek Tan berusaha untuk mencandai kakaknya ini, akan tetapi candaannya kali ini benar-benar jatuh di waktu yang tidak tepat...
Hanya dalam beberapa detik berikutnya setelah ia mengatakan itu untuk mencandai kakaknya yang tentunya pasti sedang cemburu itu, ada sesuatu hal yang membuat bercandaannya itu menjadi tenggelam dan benar-benar tidak lucu sama sekali...
Entah adegan ini memang sudah ada dalam naskah drama teatrikal itu atau tidak, hanya para pemainnya yang tahu tentang semua itu... Tapi yang jelas karena satu adegan ini seluruh penonton bersorak dan menciptakan kegaduhan yang begitu luar biasa...
Mereka seakan langsung berbunga-bunga melihat semua itu, namun di tengah kegaduhan itu, di bagian belakang terdengar bunyi suatu benda yang remuk... Namun tentunya suaranya teredam oleh gemuruh sorakan para penonton itu...
Krooaaak!!!
Tan, Olivia, dan Simmon yang berada disana otomatis langsung menoleh karena suara itu bersumber di dekat mereka...
"Astaga, ponselnya..." Ujar Olivia spontan ketika melihat ponsel Art yang remuk di dalam genggamannya itu...
"Haha... Ha... Ha... Lebih baik aku ke back stage..." Gumam Tan dalam hatinya dan langsung kabur dari sana karena tahu kalau kakaknya sedang sangat amat marah saat ini...
"Gila! Ponsel dari bahan jenis keramik seperti itu hancur dengan mudahnya dalam genggamannya..." Gumam Simmon dalam hatinya sambil menelan ludahnya saat membayangkan bagaimana jika seandainya ponsel itu adalah tangannya... Karena ia sering mengganggu Art dan mencandainya, namun untungnya Art tidak pernah meresponnya secara tindakan fisik kecuali tadi siang saja, ketika ia hampir benar-benar kehabisan napas karenanya...
__ADS_1
"Jangan bilang kalau gadis yang menjadi kekasihnya itu adalah putri kampus ini, Anastasya Geraldine?" Gumam Olivia menebak-nebak di dalam hatinya...
Tatapan tajam penuh ketidaksukaan itu tentu sudah dapat menjawab keraguannya dengan sangat jelas... Karena pria dingin dan misterius ini tidak pernah memberikan banyak respon terhadap apapun mengenai para gadis yang menggodanya selama ini, namun saat ini terlihat dengan sangat jelas bahwa pria ini sedang terbakar...
Terbakar api cemburu karena melihat kekasihnya BERCIUMAN di atas panggung dengan pria lain...
***
Di atas panggung beberapa detik yang lalu,
Cuuuppphhh...
Sebuah ciuman itu tiba-tiba saja terjadi, tanpa persetujuan dan juga tanpa diketahui oleh siapapun juga termasuk oleh Ana sendiri...
Sebuah adegan yang awalnya tertulis di dalam naskah hanya sebatas pelukan melepaskan rindu dari sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu...
Tapi dengan adanya improvisasi dari Chris membuat semuanya berubah total, dari hanya sekedar pelukan pelepas rindu menjadi ciuman pelepas rindu...
Saat ciuman itu terjadi begitu saja, Ana benar-benar tertegun dan bingung karena semuanya serba tiba-tiba...
"A... Apa yang kau lakukan?!" Bisik Ana yang masih belum percaya dengan apa yang baru saja terjadi...
"Improvisasi untuk membuat dramanya semakin dramatis Ana..." Bisik Chris
"Dan juga membalaskan sesuatu!" Gumam Chris di dalam hatinya yang tentu saja tidak akan pernah bisa di dengar oleh Ana...
Ana terdiam sejenak, ia takut melepaskan pelukan itu dan menghadap ke para penonton... Tentu alasannya sudah sangat jelas... Ciuman itu mungkin memang untuk efek dramatisasi, tapi apa yang harus ia jelaskan kepada pria posesif yang baru saja mau mencoba untuk bersabar dengan hubungan mereka yang ingin Ana sembunyikan...
Kekasihnya itu pasti akan sangat marah karenanya...
"Terima kasih!!!" Ujar semua pemain yang tergabung dalam pertunjukan teater kali ini sambil membungkukkan badan mereka kepada para penonton sebelum tirai merah itu menutup dengan sempurna...
Saat tirai itu hampir benar-benar tertutup, Ana menatap lurus kedepan dan matanya akhirnya bertemu dengan sepasang mata yang menatapnya dengan sangat tajam dan mengerikan...
"Sudah kuduga... Matilah aku hari ini..." Rutuk Ana dalam hatinya, ia benar-benar merasa takut menatap Art yang berada jauh di belakang sana...
__ADS_1
***
Di back stage, ketika semua mahasiswa yang terlibat menjadi para pemain teater itu turun dan hendak pergi dari back stage... Ana benar-benar berpapasan dengan Art dan anggota personil band Robin Hood Reborn yang hendak melakukan perform penutup untuk malam ini...
Namun ketika mereka berjalan saling melewati, sedikitpun Art tidak menoleh kearahnya, mereka berjalan saling melewati seperti orang asing yang benar-benar saling tidak kenal... Bukan hanya berpura-pura tidak saling kenal... Tatapan matanya tajam nan dingin dan ekspresi wajah datarnya itu membuat Ana benar-benar yakin bahwa ini tidak akan berakhir dengan mudah, minyak tanah terlanjur dipercikan dan menimbulkan api kekacauan di hubungan mereka ini...
"Dia bahkan tidak mau menatapku walaupun hanya sekilas seperti biasanya... Senior Chris sialan! Kenapa kau membawa bencana untukku! Hidupku yang tenang dan nyaman... Tolong jangan pergi dariku..." Gumam Ana cemas dalam hatinya...
***
Ana dan teman-temannya pun ikut membaur di kerumunan penonton itu, menunggu pertunjukan dari band terakhir sebelum malam yang seru dan menyenangkan ini benar-benar berakhir...
Ketika Robin Hood Reborn naik ke atas panggung, para mahasiswi sudah riuh hanya dengan melihat pria-pria tampan itu yang sedang memasang beberapa kabel di alat musik yang akan mereka gunakan hari ini...
"Selamat malam semuanya! Kita bertemu lagi di malam ini... sekedar informasi bahwa Group band kami tidak akan pernah melakukan perform di sembarang tempat karena kami bukan pekerja seni komersial... Jadi mari kita nikmati malam ini bersama-sama, dan juga tutup malam yang indah ini bersama!" Ujar Tan mengambil alih karena Art kakaknya ini sedang dalam mode mood yang sangat buruk...
Dengan perubahan ini, lagu-lagu yang mereka bawakan tentunya juga ikut berubah menjadi genre musik slow rock karena Tan memang sangat menguasai musik sejenis ini...
Setelah memainkan dan menyanyikan beberapa buah lagu yang benar-benar berhasil membakar semangat para penonton, Tan pun kembali berbicara...
"Aku tahu bahwa semangat kalian masih sangat amat membara... Tapi sayangnya malam sudah semakin larut, dan kita harus segera mengakhiri semua ini... Mari rileks kan tubuh sejenak sebelum beristirahat..." Ujar Tan yang begitu manis dan mempesona semua penonton...
Ia benar-benar sangat piawai dalam hal ini, bakatnya inilah yang sering membantunya untuk mendekati begitu banyak wanita di luar sana namun tak ada, atau lebih tepatnya belum ada yang ia anggap serius...
Setelah mengucapkan semua itu, Tan langsung menatap kakaknya dan merekapun saling mengambil alih posisi...
Kini Art yang akan bernyanyi...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐