
HAPPY READING GUYS
________________________
"kenapa kamu sangat suka memaksa sih?! dasar keras kepala!" gerutu Ana saat mobil mereka ini sudah mulai melaju meninggalkan kediaman keluarga Geraldine...
"aku akan terus keras kepala padamu jika kamu juga masih saja terus keras kepala kepadaku juga Ana... kenapa kamu sangat suka bersikeras untuk sesuatu yang belum pasti? kenapa tidak jujur saja pada hatimu?" tanya Art pada Ana sambil tersenyum menatap jalanan yang kini tengah mereka lewati itu...
"jangan sok tahu kak Art!" gerutu Ana dan tanpa ia sadari kalau dirinya baru saja memanggil Art dengan sedikit lebih manis...
Kak Art...
"ah... senangnya..." ujar Art tersenyum dengan lebar tanpa mengucapkan apapun lagi hingga mereka sampai di gerbang utama kampus Ana...
"sudah sampai... nanti hubungi aku jika sudah pulang ya..." ujar Art pada Ana yang sudah hendak keluar dari mobilnya ini...
"tidak akan... karena kamu bukan supirku Art..." sahut Ana sambil membuka pintu mobilnya dan langsung keluar...
"kenapa tidak panggil aku dengan panggilan manis tadi? kak Art..." tanya Art sambil tersenyum manis menggoda Ana...
"kapan aku memanggilmu begitu?! jangan berkhayal!" sahut Ana langsung membanting pintu mobil Art dan segera berjalan dengan cepat menuju kelas pertamanya hari ini...
"sial! sial! sial! kenapa aku bisa memanggilnya dengan sebutan kak Art sih tadi?! Ana.... ada apa dengan dirimu ini!" gerutu Ana pada dirinya sendiri sembari berjalan secepat mungkin melewati gerbang depan kampusnya...
Sesuai dengan dugaan Ana kemarin malam...
satu kampus langsung heboh ketika melihat kedatangan dirinya ke kampus untuk pertama kalinya setelah berita penculikannya itu menyebar luas dimana-mana...
"hey lihat! itu Queen kita sudah kembali..."
"aaahhhh senangnya melihat tuan putri pujaan hatiku ini tidak apa-apa... seandainya aku bisa menyelamatkannya dari para penjahat itu..."
"lihat Ana sudah kembali... berarti dia sudah berhasil diselamatkan... syukurlah..."
__ADS_1
"astaga... itu Anastasya Geraldine... dia sudah kembali... lihat-lihat!"
Kira-kira begitulah riuh para mahasiswa itu yang melihat dan berbincang bersama dengan teman-temannya tentang Ana yang baru saja kembali ke kampusnya ini...
ia benar-benar menjadi pusat perhatian karena selain dirinya telah terpilih menjadi queen kampus ini berita yang sedang heboh juga membuat seisi kampus ini menjadi gempar karena queen mereka diculik...
"sudah kuduga ini akan terjadi... huuuufffftttt... menyebalkan..." gumam Ana dalam hatinya dan meneruskan langkah kakinya menuju kelasnya,
Berjalan lurus seolah-olah ia tidak mendengar apa yang sedang orang-orang di sekelilingnya itu bicarakan... karena Ana sudah menyiapkan sebuah siasat untuk menghilangkan kecanggungan ini, yaitu dengan memasang headset di telinganya...
ya... walaupun sebenarnya tidak ada satupun lagu atau apapun yang sedang ia putar dan dengarkan dari ponsel yang terhubung dengan headset yang sedang ia gunakan saat ini...
Lalu tiba-tiba saja dari kejauhan terdengar teriakan dari Davika yang memanggil namanya dengan sangat keras...
"Ana!!!!!!!!" teriak Davika sekuat yang ia bisa lalu tanpa basa-basi lagi langsung berlari kearah Ana...
"oowh tidak... Dav... pelan-pelan..." ujar Ana ketika melihat sahabatnya itu berlari kencang kearah dirinya...
Setelah jarak mereka sudah dekat Davika langsung melompat dan memeluk tubuh Ana dengan sangat kuat dan kencang... seakan-akan dia tidak akan bisa memeluk sahabatnya lagi jika tidak ia lakukan saat ini juga ..
"Ana... kamu sudah kembali... syukurlah... aku tidak pernah mengira akan ada yang berani untuk melakukan penculikan terhadapmu... huhuhu..." ujar Davika menangis haru melihat sahabatnya ini telah kembali...
"Dav... uhuuukkk... lepaskan... aku, ter, cekik... tidak, bi, sa, berna, pas..." ujar Ana terbata karena pelukan Davika yang terlalu kuat pada bagian lehernya hingga ia sampai merasa tercekik karenanya...
"ah, ya... maafkan aku sayangku... aku terlalu senang hingga tidak bisa mengontrol diriku lagi setelah melihatmu..." sahut Davika setelah merenggangkan pelukannya pada Ana...
"tidak apa-apa... aku baik-baik saja kok, lihat aku tidak ada terluka sedikitpun kan... jangan panik lagi ya... dan juga terima kasih banyak karena sudah mencemaskan diriku sampai seperti ini... aku menyayangimu sayangku Dav..." sahut Ana sambil mencubit dengan gemas kedua pipi Davika sahabat kesayangannya ini...
"oooww... ayolah cepat-cepat, atau kita akan terlambat masuk di kelas pak Leonard si beruang kutub ini..." ujar Davika yang ingat bahwa ini adalah salah satu kelas yang sama sekali tidak boleh ada yang terlambat untuk masuk karena dosennya sedingin dan juga sebesar beruang kutub...
Hanyalah sebuah perumpamaan yang para mahasiswa gunakan untuk menyebut dan mendefinisikan sifat dari sang dosen selama dia mengajar di kelas yang telah mereka lalui di kampus ini...
***
__ADS_1
Saat Ana baru saja masuk ke dalam kelasnya, Andeline sama histerisnya melihat kedatangan Ana, sama halnya seperti reaksi Davika tadi... dan juga seorang lagi yang sama terkejutnya dengan kedua sahabat Ana itu...
Harry... ya dia adalah Harry, pria yang sempat beberapa minggu menjadi pacar Ana itu...
Harry pun bangun dari bangkunya dan mendekati Ana... ia sudah sangat mencemaskan Ana, dan ia juga sangat ingin meminta maaf atas tindakan lancang yang telah ia lakukan pada Ana sesaat setelah prom night kampusnya itu berlalu...
"Ana... aku sangat senang bisa memelukmu lagi... huhuhu..." ujar Andeline pada Ana yang sudah kewalahan lagi menanggapi keharuan dari sahabat-sahabatnya ini...
"sudahlah lin... aku tidak apa-apa... lihatlah... aku bahkan tidak tergores sedikitpun kan? ayolah kawan-kawan... jangan membuatku menjadi semakin diperhatikan oleh orang-orang seperti ini..." ujar Ana pada kedua sahabatnya ini...
"dan juga maafkan aku karena telah membuat kalian khawatir akibat dari kasus penculikan settingan itu... maaf..." gumam Ana dalam hatinya karena ia merasa sedikit bersalah telah membuat sahabatnya khawatir tentang dirinya yang sebenarnya hanyalah terkurung di dalam rumah selama satu minggu penuh kemarin...
"Ana... boleh aku berbicara sebentar denganmu?" tanya Harry dengan sangat lembut pada Ana...
"kau mau apa lagi Harry? jangan coba-coba menyentuh Ana ku lagi!" ujar Davika yang langsung menghalangi Harry untuk mendekati Ana lebih jauh lagi karena mengingat apa yang telah Harry lakukan pada sahabatnya ini terakhir kalinya...
"Dav tenanglah... aku tidak berniat macam-macam pada Ana... aku hanya ingin meminta maaf padanya... aku sadar aku sudah sangat bersalah padanya..." sahut Harry dengan penuh penyesalan...
"Dav... biarkan saja... tidak apa-apa kok..." ujar Ana sambil menepuk bahu sahabatnya ini pelan...
"ada apa ini? kenapa aku tidak tahu ada masalah diantara mereka berdua?! hey kau cepat katakan padaku apa yang sudah kau lakukan pada Ana?! mau aku hajar huh?!" ujar Andeline pada Harry sambil mencengkram kerah kemeja yang saat ini Harry kenakan...
"aku terlalu emosi saat itu... aku hanya mampu memikirkan bahwa kamu hanya menggunakan aku sebagai pelampiasan dan juga pelarian dari perasaanmu terhadap KJ... maafkan aku Ana... aku tidak bermaksud untuk melecehkanmu... maafkan aku..." ujar Harry penuh penyesalan dihadapan mereka semua...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1