
HAPPY READING GUYS
________________________
" sepertinya aku sudah mulai mengantuk Ana... kamu masuklah kedalam, tiduran disana akan terasa lebih nyaman" ujar KJ lalu ia menyandarkan tubuhnya di dinding goa itu...
"kamu juga pasti lelah kan, ayo tidur disana saja..." ajak Ana
"kamu yakin mau tidur bersamaku disana? tidak takut kalau nanti aku berbuat macam-macam?" goda KJ membuat Ana cemberut dan wajahnya sedikit merona
"Memangnya kamu berencana melakukan yang macam-macam padaku?" tanya Ana balik
"eh? bukan begitu maksudku hahaha... siapa tahu kan... karena aku laki-laki yang normal... hehehe" sahut KJ sambil mengusap tengkuknya yang tidak gatal
"ya sudah, ayo kalau begitu... aku percaya padamu..." ujar Ana sambil menarik tangan KJ dan membawanya menuju ke balik pembatas itu namun KJ berhenti sebentar...
"bro aku tidur ya..." ujar KJ pada harimau itu sambil mengelus kepalanya dengan sangat lembut...
Seakan mengerti apa yang KJ katakan, harimau itu memejamkan matanya menikmati usapan lembut KJ di kepalanya itu...
Kemudian setelah itu KJ masuk kedalam pembatas yang sudah ia buat sedemikian rupa itu sehingga rasa hangat dari api unggun masih bisa terasa sampai disana, walaupun tidak sehangat berada di dekat api unggun itu tentunya...
"tidur yang nyenyak ya..." ujar KJ pada Ana saat mereka berbaring bersebelahan...
Namun bukannya merasa nyaman, mereka berdua terlihat sedikit gelisah... KJ dan Ana nampak saling bergulat dengan pikirannya masing-masing...
"sial... kenapa aku deg-degan begini..." gumam KJ dalam hatinya karena merasakan debaran jantungnya yang berdetak semakin tak beraturan...
"bagaimana mau tidur nyenyak kalau aku grogi begini..." gumam Ana dalam hatinya, mereka berdua tidak henti-hentinya membolak-balik posisi tidur mereka... hingga tatapan mereka bertemu...
"hmmm tidak bisa tidur KJ?" tanya Ana saat mereka berdua tak sengaja saling bertatapan
"iya... entah kenapa rasa kantukku tiba-tiba hilang... Semuanya menguap bagaikan udara hehehe..." sahut KJ sambil tertawa pelan
__ADS_1
"aku kedinginan..." ujar Ana sambil mengeratkan jas itu ke tubuhnya
"aaaa... aku bisa memelukmu jika masih kedinginan Ana... tapi itupun jika kamu mengizinkannya..." sahut KJ dengan cepat namun gelagapan, tak dapat dipungkiri ia juga merasa gugup harus tidur berdekatan dengan Ana, dan hal pertama kali yang diucapkan oleh mulutnya adalah kalimat itu... sebuah ketidaksengajaan namun sangat tepat, mengingat sekarang ini ia sudah benar-benar sadar akan perasaannya yang sebenarnya pada Ana...
"...................." setelah beberapa saat Ana tetap diam tidak menjawab ucapan KJ itu,
"dia diam apa berarti boleh? atau tidak boleh? ah sudahlah... kalau tidak dicoba tidak akan tahu apa yang maksud dari diamnya ini... sekalipun aku akan dipukul tidak apa-apa kan..." gumam KJ dalam hatinya, lalu perlahan KJ mulai memeluk tubuh Ana...
Kemudian tak berselang lama, tangan dan wajahnya Ana tempelkan di dada bidang KJ, agar terasa lebih hangat dan nyaman...
Kedua orang dengan harga diri yang sangat tinggi ini sama-sama menunjukkan perasaan mereka dengan cara mereka masing-masing,
dan... tentunya itu terlihat sangat kaku karena mereka masih malu-malu kucing...
"dia berdebar juga..." gumam Ana sambil tersenyum dalam hatinya karena dapat dengan jelas mendengar dan merasakan debaran jantung KJ saat ini...
"Aww... ****... dia pasti tahu kalau aku sedang berdebar sekarang..." gumam KJ dalam hatinya...
kapan lagi bisa menikmati alunan indah yang terdengar dari suara debaran jantung KJ, si bodyguard dingin dan misterius ini...
"perasaan macam apa ini... aku sangat senang memeluknya, namun disaat yang bersamaan aku juga merasa sangat gelisah karena berada di dekatnya... dan jantungku terasa ingin melompat keluar saat ini..." gumam KJ dalam hatinya, namun secara perlahan-lahan debaran jantungnya semakin pelan dan kembali normal...
Saat ini ia benar-benar merasa nyaman...
bahkan udara dingin malam bersalju inipun tak dapat mengusik atau mendinginkan pelukan hangat dari mereka berdua...
"Ana? kamu sudah tidur?" tanya KJ saat Ana sudah benar-benar tenang dan nyaman di pelukannya dalam waktu yang lama... KJ menanyakan itu untuk memastikan Ana bisa tertidur atau tidak di malam yang dingin ini...
"Belum KJ... aku belum benar-benar mengantuk..." sahut Ana pelan tanpa memindahkan sedikitpun posisinya
"kalau begitu bagaimana kalau kita berbincang-bincang sebentar? siapa tahu dengan begitu kamu bisa mengantuk lebih cepat..." ujar KJ lagi
"ide bagus... mau membicarakan topik apa? aku tidak ada ide..." sahut Ana
__ADS_1
"karena aku terlalu nyaman memelukmu, jadi otakku beku untuk memikirkan yang lainnya... hihihi" gumam Ana dalam hatinya
"hmmmm... bagaimana kuliahmu? menyenangkan?" tanya KJ
"menyenangkan... tapi juga membosankan... karena yang diajarkan 80% hanya teori... prakteknya sedikit... tugasnya juga hanya tentang teori... dan setahuku dari pekerjaan yang ayah lakukan, hal itu tidak sepenuhnya digunakan... makanya aku merasa cepat bosan KJ..." sahut Ana
"ya, karena itu bagian dasar dari pembelajaran di strata 1 alias S1 Ana... sementara untuk pengimplementasiannya di dunia nyata atau saat bekerja hanya sebagian dari ilmu itu yang akan terpakai dan sisanya bergantung pada pengalaman yang kamu miliki... semakin banyak pengalaman maka resiko dalam pengambilan keputusan akan bisa ditekan sekecil mungkin..." ujar KJ
"Dia terdengar bijak... sangat dewasa..." gumam Ana dalam hatinya setelah mendengar penuturan dari KJ
"berapa umurmu KJ?" tanya Ana
"hmmmm? umurku? kenapa? apa aku terlihat jauh lebih tua darimu?" tanya balik KJ pada Ana sambil terkekeh pelan
"tidak... kamu sudah berpikir bijak, dan dalam pengambilan keputusan juga sudah cukup dewasa... tapi wajahmu terlihat masih seumuran denganku... makanya aku penasaran... kita memang seumuran atau hanya wajahmu saja yang terlihat muda?" tanya Ana, masih dengan ciri khasnya saat mempertanyakan sesuatu... selalu berisi pujian namun diakhiri dengan sedikit bumbu ejekan yang tanpa ia sadari selalu ada dalam setiap perkataannya itu...
"Hahaha... kamu mau memuji atau mau mengejekku Ana?" sahut KJ sambil tertawa
"entahlah... pokoknya jawab saja pertanyaanku..." sahut Ana menuntut jawaban KJ
"aku masih muda kok... aku baru berumur 21 tahun..." sahut KJ yang masih sedikit tertawa
"apa? 3 tahun lebih tua dariku? tapi wajahmu tidak terlihat lebih tua dariku... jangan-jangan kamu suka melakukan perawatan kulit ya?..." tanya Ana sambil mendongakkan kepalanya keatas, menatap KJ dengan tatapan tajamnya yang sedikit tidak terima akan perbedaan umur mereka itu...
"hahaha... aku tidak seperti itu... kalau ibuku mungkin iya... tapi aku seperti ayah... tidak pernah memikirkan tentang hal-hal seperti itu tapi kami terlihat selalu awet muda... lagi pula aku kan baru umur 21 tahun... wajar saja lah, kan memang aku masih muda... masih jiwa-jiwa produktif Ana..." sahut KJ dengan santainya sambil tertawa...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1