
HAPPY READING GUYS
________________________
"Hey, apa kamu selalu bersikap semanis ini pada setiap gadis yang ada di sekitarmu?" Ujar Ana mengejek Art alih-alih menghilangkan rasa gugupnya karena Art sering mengatakan hal-hal serius yang seakan seperti ia sudah benar-benar siap menjadi suaminya kapanpun juga...
"Hmmm? Aku bersikap manis seperti ini kepada setiap gadis yang menemui aku? Mungkin ini tidak perlu aku jawab Ana, karena kamu pasti sudah tahu bagaimana sikapku di awal kita bertemu... Hahaha" Ujar Art sambil tertawa kecil,
Ana tersenyum karena ia tahu betul bagaimana dingin dan misteriusnya kekasihnya ini di awal-awal pertemuan mereka... Ia tidak sedikitpun tertarik pada Ana selain untuk menjaga keselamatannya, yang tidak lain adalah tugas utama yang diberikan kepadanya...
Ana tersenyum senang sambil mengeratkan pelukannya pada leher Art yang membuatnya bisa menikmati aroma maskulin yang begitu nyaman dari tubuh kekasihnya ini...
"Namun entah mengapa, seorang gadis cantik yang manja, kekanak-kanakan, egois, emosian, dan juga naif bisa membuatku memiliki sesuatu yang terasa hangat di dalam hatiku... Dia membuatku benar-benar jatuh cinta padanya setiap harinya, aku menjadi semakin ingin memilikinya dan juga menjaganya seumur hidupku ini... Aku bahkan mulai bersikap tidak rasional ketika melihat ia dekat dengan pria lain... Entah kenapa aku tidak rela, sangat-sangat tidak mau ada pria lain yang ada disisinya selain diriku seorang... Hahaha..." Ujar Art sambil tertawa, ia mengatakan itu dengan sangat manis dan penuh dengan cinta, namun juga banyak ia selipkan ejekan untuk Ana hingga Ana menjewer telinga Art dengan gemasnya...
"Jadi aku seburuk itu huh?" Tanya Ana sambil menarik telinga Art dengan semakin kuat...
"Hahaha... Itu kenyataan sayang... Tapi yang terpenting kan aku suka... Setiap hal yang ada dalam dirimu aku suka... Kelebihan dan kekurangan itu tidak masalah... Kita bisa melengkapinya bersama..." Ujar Art yang malah tertawa bukannya meringis karena telinganya dijewer oleh Ana saat ini...
Cuuuppphhh...
Ana mencium pipi Art dengan cepat lalu berseru padanya...
"Cepatlah kita masuk sayang... Aku sudah lelah dan ingin tidur... Mungkin dengan semua kata-kata manismu ini nanti aku bisa mendapatkan sebuah mimpi yang indah..." Ujar Ana sambil mengeratkan pelukannya lagi pada Art...
__ADS_1
"Baiklah tuan putriku sayang... Dengan senang hati..." Sahut Art sambil berjalan menyusuri jalanan setapak yang ada di halaman belakang rumahnya itu...
"Ngomong-ngomong siapa sebenarnya si pelayan bernama Can itu? Kenapa rasanya kamu sedikit memberikan keistimewaan kepadanya dibandingkan dengan para pelayan lain yang ada di rumah ini?" Tanya Ana penasaran karena ia sedikit merasa ada kedekatan lebih antara pelayan dan majikannya itu...
"Ooh, dia adalah pelayanku... Lebih tepatnya mungkin seperti pelayan pribadiku dan juga Tan... Ia mendedikasikan dirinya dan bersumpah setia padaku, ya... Jika dijelaskan rinciannya mungkin akan menjadi cerita yang sangat panjang karena semua itu terjadi beberapa tahun yang lalu, singkatnya aku membantunya untuk bangkit dari kemiskinan yang cukup parah lalu memberikan kesempatan untuk memperbaiki jalan hidupnya di bawah naunganku sayang..." Sahut Art menjelaskan tentang beberapa hal tentang Can pada Ana yang terdengar begitu penasaran...
"Memangnya dia memberikan pelayanan apa saja padamu?" Tanya Ana lagi sambil menguap tanpa suara, ia mulai mengantuk apalagi berada di gendongan Art terasa sangat hangat dan nyaman membuat matanya semakin terasa berat dan ingin sekali untuk segera diistirahatkan...
"Banyak hal sayang... Mulai dari hal remeh seperti pakaian, terkadang sampai makanan, urusan bisnis dan masih banyak lagi yang lainnya... Ya, bisa dibilang apapun yang aku butuhkan akan dia siapkan bersama Decha..." Sahut Art dengan begitu ringannya...
"Decha? Hmmm... Apa dia itu pria tinggi yang sempat datang ke rumahku waktu kamu itu masih menjadi bodyguardku sayang?" Tanya Ana dengan suara pelan karena rasa kantuk semakin menguasai dirinya, namun di sisi lain ia masih ingin menanyakan berbagai hal pada kekasihnya ini... Rasa ingin tahu yang begitu besar masih saja melekat pada karakternya sampai saat ini, apalagi menyangkut tentang kekasihnya... Ia akan benar-benar penasaran akan setiap hal yang ada di sekitar kekasihnya ini... Karena semakin mengenal siapa Art sebenarnya, ia semakin merasa masih ada begitu banyak hal yang tidak ia ketahui tentang dirinya...
Terlebih lagi tentang Art dan paman Kim nya ini yang berasal dari dunia gelap, salah satu lingkaran mafia yang begitu diwaspadai dan ditakuti oleh banyak pihak di setiap sudut negara yang secara langsung maupun tidak langsung sedikit tidaknya pasti bersentuhan dengan dunia mafia yang tak terlepas dari arus politik yang dilakukan di masing-masing negara...
Beberapa menit berlalu,
Art sengaja berjalan pelan agar Ana bisa merasa lebih nyaman digendongannya, perlahan namun pasti pelukan Ana terasa sedikit mengendur hingga Art dapat menyadari bahwa kekasihnya sudah benar-benar tertidur di gendongannya saat ini...
"Dia pasti lelah karena semua kegiatan hari ini, apalagi dengan pertengkaran diantara kita mungkin juga telah menguras emosinya... Aku hanya bisa berharap bahwa kedepannya aku tidak akan pernah membuat dia terluka, selalu bisa melihatnya tersenyum dengan kebahagiaan memenuhi wajahnya..." Gumam Art pada dirinya sendiri...
Ketika sudah berada di dalam rumah, saat hendak membawa Ana menuju kamar tamu yang sudah disiapkan untuknya... Tiba-tiba Art berhenti di depan pintu dan tersenyum akan sesuatu yang kini ia pikirkan dalam otaknya...
Kenapa harus tidur terpisah kalau memang ada kesempatan yang bagus? pikirnya sambil tersenyum lebar...
__ADS_1
Lalu ia memutar langkahnya untuk berjalan menuju lantai 2 dimana kamarnya berada...
Ia membawa Ana masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya...
Mungkin karena tubuhnya sudah benar-benar lelah dan kekurangan istirahat, Ana sama sekali tidak terbangun ketika tubuhnya di baringkan oleh Art di atas tempat tidur empuk miliknya itu...
Art sempat berpikiran liar untuk melakukan hal yang lebih jauh lagi... Namun itu hanya sebatas imajinasinya saja... Ia tidak benar-benar ingin merusak gadisnya ini tanpa persetujuan penuh darinya saat sebuah cincin sudah melingkarkan di jari manisnya sebagai tanda ikatan sehidup semati nantinya...
Art pun ikut membaringkan dirinya di tempat tidur itu lalu menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut tebal yang hangat dan nyaman itu... Tangannya bergerak ke atas dan memeluk tubuh Ana dari samping...
Ia pikir dirinya akan mendapatkan tidur yang nyaman dan indah malam ini bersama dengan kekasihnya...
Malam ini Art membiarkan imajinasinya melayang seakan mereka berdua sudah menikah dan tidur di kamar yang sama walaupun tidak melakukan hal yang lebih dari hanya sekedar tidur dan memejamkan matanya di ranjang yang sama...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1