
HAPPY READING GUYS
________________________
Setelah memarkirkan motornya tepat di depan sebuah hotel mewah, Art melepaskan helmnya dan juga membantu Ana membuka pengait yang ada di helmnya itu, lalu seorang petugas keamanan hendak menegurnya karena telah parkir sembarangan di depan lobby yang biasanya digunakan oleh para tamu hotel yang ingin menggunakan jasa valet parkir untuk mobil-mobil mewah mereka...
"Hey kau tidak bisa parkir sembarangan disini!" tegur petugas itu sambil berjalan mendekati mereka berdua,
"sayang... kita akan dimarahi jika parkir sembarangan" ujar Ana pada Art yang tampak acuh saja pada teguran petugas yang kini berjalan mendekat itu,
"benarkah? jika mereka berani maka hotel ini harus bangkrut atau bahkan bisa ambruk besok... " sahut Art dengan santainya seolah ia bisa melakukan apa saja semaunya,
"jangan bercanda ayolah..." sahut Ana karena Art nampak tak serius menanggapinya,
"Hey! kau dengar apa yang aku katakan?!" seru petugas itu yang sudah hendak menarik bahu Art karena ia tidak menghiraukan tegurannya sama sekali,
"Sejak kapan aku dilarang parkir disini semauku? " tanya Art ketika bahunya ditarik hingga menghadap ke petugas keamanan yang terlihat cukup kekar itu,
"Beraninya membuat kegaduhan disini! " seru petugas itu hendak menarik kerah jaket kulit yang Art gunakan saat ini,
"bos selamat datang! " seru seorang pria tinggi yang mengenakan setelan jas lengkap yang terlihat begitu mahal, mungkin ia adalah salah satu orang yang berpengaruh di hotel ini...
Ketika petugas keamanan lobby depan itu melihat siapa yang datang menyapa orang yang ia nilai sebagai pembuat onar ini, keringat dinginnya langsung bercucuran dan dengan cepat ia menelan ludahnya sendiri dan berbalik memberi hormat kepada pria tinggi itu,
"Minggir! beraninya kau membelakangi bosku" ujar pria itu sambil mendorong penjaga itu hingga ia terhuyung ke samping hampir saja terhempas ke batuan marmer yang menghiasi lantai itu,
"Nicholas sanchez... Sepertinya kau sudah semakin hebat sekarang ya? bahkan pegawai kelas rendahan seperti dia disinu berani menyentuhku" ujar Art dengan suara yang cukup rendah, seakan hanya basa-basi biasa saja akan tetapi pria yang ia sebut bernama Nicholas ini tahu bahwa pujian terselubung itu menandakan bahaya bagi karirnya dan juga bagi nyawanya sendiri,
__ADS_1
"Tuan Osvaldo maafkan saya karena telah teledor dalam mendisiplinkan anak buah akhir-akhir ini... tapi tuan tidak usah khawatir ini akan selesai hanya dalam sekejap mata" sahutnya penuh percaya diri untuk menyembunyikan kegelisahannya karena telah membiarkan cecunguk itu membuat masalah disini,
"Seret dia ke basement!" perintah Nicholas kepada bawahannya yang lainnya dan akhirnya penjaga tadi hanya bisa pasrah ditarik oleh rekannya,
Kenapa ia tidak melawan? Kenapa tidak memohon pengampunan atas kesalahan kecilnya?
Kesalahan kecil?
Tidak, tidak... Tadi itu bukan kesalahan kecil namun kesalahan fatal yang luar biasa...
bagaimana tidak... Dalam kontrak pekerjaan yang telah ia tanda tangani sebelum resmi bekerja sudah tertera dengan jelas bahkan huruf pada poin terpenting dalam perjanjian sampai di kapital kan dan di garis bawahi bahwa kesalahan apapun yang mereka lakukan kedepannya akan mendapatkan hukuman yang di tentukan oleh bos mereka ini...
Belum lagi dari berita angin yang ia dengar dari isu yang menyebar dari mulut ke mulut itu, hari ini benar-benar ia lihat dengan mata kepala sendiri... Isu tentang siapa sebenarnya pemilik usaha alias bos yang sebenarnya dari bisnis besar ini... Pria kekar yang ia hormati sebagai bos sebelumnya ternyata hanya remahan roti di depan pria berdarah Asia dengan tatapan dingin itu...
Meskipun tidak terlihat begitu kekar, tapi ia yakin bahwa bos yang sebenarnya ini memiliki kekuatan yang hebat dan bukan hanya terletak pada massa ototnya... Melainkan pada suatu kemampuan yang tidak dapat dinilai dari penampilan fisiknya semata...
"Osvaldo?" tanya Ana yang heran karena Art dipanggil dengan nama berbeda,
"Ada yang bisa saya kerjakan untuk tuan hingga tuan mau repot-repot datang kemari tuan? dan nona ini..." tanya Nicholas sedikit dengan nada menggantung karena tidak mau menyinggung bosnya ini,
"Dia adalah wanitaku, aku menemukannya di pinggir jalan" sahut Art dengan acuh tak acuh,
"Apa?! di pinggir jalan katanya? memang aku wanita seperti apa yang bisa ia pungut sembarangan?!" gerutu Ana dalam hatinya sambil meremas tangan kekasihnya yang kurang ajar ini dengan kekuatan penuhnya,
"Hahaha... anda benar-benar luar biasa bisa menemukan wanita secantik ini di pinggir jalan tuan..." sahut Nicholas sambil tertawa kecil,
"Mana mungkin aku bisa percaya akan ucapannya ini? bagaimana mungkin putri tunggal keluarga Geraldine menjadi gelandangan... ckckck..." gumam Nicholas dalam hatinya sambil memberikan jalan kepada Art dan juga Ana,
__ADS_1
"Anda mau kamar VVIP untuk satu malam tuan? ini memang masih siang tapi tidak masalah... Saya yakin stamina anda tidak akan habis sampai malam hari sekalipun..." ujar Nicholas dengan sebuah senyuman penuh arti yang muncul di wajahnya yang cukup tampan itu,
"Aku mau ke Basement, bukan mau pesan kamar" sahut Art tanpa menoleh kearah Nicholas yang tampak kebingungan mendengar jawaban itu dari bosnya ini, sementara Ana sedikit merona merah karena apa yang dikatakan oleh Nicholas ini karena sudah menjurus kearah konten dewasa tentunya,
"Anda mau di basement? tapi disana tidak nyaman untuk..." ujar Nicholas dipotong langsung oleh Art,
"Kenapa kau menjadi sangat cerewet sekarang?" tanya Art dengan wajah datarnya yang otomatis membuat Nicholas terdiam,
Mereka pun menaiki lift dan turun ke basement itu berada,
"Apa semua bisnis berjalan lancar?" tanya Art,
"semua berjalan lancar kecuali... " ujar Nicholas agak ragu-ragu karena ada gadis asing yang mendengarkan informasi bisnis mereka,
Melihat tatapan mata Nicholas mengarah pada Ana lalu kembali menatap dirinya seakan ingin mengkonfirmasi apa ia boleh mengatakan informasinya di depan orang asing?
"dia bukan orang asing, katakan apapun tanpa ragu" ujar Art dengan santai,
"semuanya aman bos, bisnis hotel & restoran terus meningkat dengan berbagai promo menarik yang kami tawarkan, minuman keras juga semakin laku di pasaran karena di club malam semakin banyak anak muda yang suka mabuk baik itu karena ikutan temannya ataupun untuk sekedar lari dari kenyataan hidupnya... beberapa diantara pemuda juga sering tertangkap tangan tengah mencoba memberikan beberapa obat-obatan terlarang untuk dapat menipu wanita incarannya di club agar bisa ia tiduri... tapi dengan peraturan ketat yang anda terapkan membuat peluang mereka semakin tipis tapi jujur saja masih banyak yang berhasil lalu memesan kamar hotel kita setelahnya..." ujar Nicholas sambil tersenyum simpul,
"Obrolan macam apa ini?!" gerutu Ana dalam hatinya,
"Oo... pergaulan menjadi semakin bebas hingga mereka terkadang tidak mampu mengendalikan libido mereka sendiri..." sahut Art yang terdengar seperti sedikit meremehkan sesuatu, sedari tadi ia bertingkah bukan seperti apa yang Ana kenal selama ini... Saat ini Art lebih terlihat congkak dan suka meremehkan segala macam hal, terlebih lagi tatapan matanya yang seakan mampu memakan siapapun yang menatapnya membuat Ana semakin penasaran namun ia belum berani bertanya untuk saat ini...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
__ADS_1
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...