
HAPPY READING GUYS
________________________
"Tidak perlu bertanya lagi, peluk aku sesuka hatimu Ana... tapi jangan pernah sakit lagi dan membuat orang-orang panik..." sahut KJ sambil memeluk tubuh Ana semakin erat dan hangat, begitu juga Ana yang membalas pelukan KJ dengan sama erat dan hangatnya...
"apakah kamu masuk menjadi salah satu dari orang-orang itu KJ?" tanya Ana tanpa sedikitpun mengendurkan pelukannya pada KJ
"..................." KJ diam, lalu menjauhkan dirinya dari Ana...
Ia mengambil makanan yang diantarkan oleh para pelayan keluarga Geraldine itu, lalu membawakannya pada Ana...
"makanlah dulu... kalau sudah sembuh baru boleh banyak bicara lagi, sekarang kamu masih sakit maka harus banyak istirahat..." ujar KJ dan saat Ana ingin mengatakan sesuatu KJ menahannya...
"diamlah dan jangan ada bantahan..." ujar KJ lagi sambil menyentuhkan jari telunjuknya di depan bibir Ana agar ia tak bicara lagi...
Ana tersenyum lembut karena kelakuan KJ ini...
"mau makan sendiri atau aku suapi?" tanya KJ lagi dan Ana hanya menggerakkan kepalanya yang entah bermakna apa...
"apa? kenapa tidak menjawab?" tanya KJ lagi sambil melepaskan gulungan tissue yang menutupi sendok dan garpu di atas nampan itu...
"tadi ada orang yang melarangku bicara, tapi sekarang malah dia protes saat aku tidak bicara... dasar aneh!" gerutu Ana tanpa melihat kearah KJ
"hahaha... memang... orang itu memang aneh sekali ya... tidak tahu diri sekali dia berani melarangmu bicara... ckckck..." sahut KJ tertawa sambil menggelengkan kepalanya...
"Ayo makan, Aaaa....." ujar KJ sambil mengarahkan sesendok bubur dengan suiran ayam dan sayur yang sudah dipotong kecil-kecil itu kehadapan Ana...
"dia bisa bertingkah manis juga..." gumam Ana dalam hatinya
"enak tidak? setelah beberapa hari hanya bisa makan buah murbei dan ikan bakar tanpa bumbu, apa bubur ayam sayur ini terasa spesial sekarang?" ujar KJ sambil terkekeh pelan karena melihat Ana yang tidak sabaran memakan bubur itu dengan lahapnya...
bahkan ia tak lagi menyuapinya sekarang karena ketidaksabaran Ana saat ini...
__ADS_1
"enak sekali! aku seperti menemukan makanan terenak di dunia..." ujar Ana sambil terus melahap bubur itu sampai benar-benar habis dari mangkuk itu...
"itu karena kamu hanya makan makanan enak dari kecil, makanya sebelum 3 hari terpaksa makan apa adanya di hutan, akhirnya tubuh dan pikiranmu bisa lebih menghargai makanan sekarang..." sahut KJ sambil tersenyum manis pada Ana...
"mau lagi?" tanya KJ sambil menahan senyumnya yang selalu ingin muncul saat melihat tingkah laku Ana yang sangat menggemaskan menurutnya itu...
"tidak mau... nanti kalau terlalu banyak makan aku bisa menjadi gendut tiba-tiba tahu..." sahut Ana cemberut...
Merekapun saling diam, bingung untuk mencari topik pembicaraan lain agar rasa canggung ini pergi...
"Terima kasih atas semuanya KJ..." ujar Ana tiba-tiba
"kenapa berterima kasih? ini semua adalah kewajiban yang harus aku selesaikan dengan sempurna... dan aku juga sangat senang bisa mengenal dan menjagamu selama ini..." sahut KJ dan tanpa sadar ia mengusap pucuk kepala Ana dengan penuh kasih sayang...
"ah maaf, aku tidak bermaksud untuk melewati batasku..." ujar KJ saat hendak memindahkan tangannya, Ana mencegahnya...
"jangan berubah KJ... aku menyukai perhatianmu... jangan bersikap seperti dulu lagi, tetaplah seperti ini..." ujar Ana sambil menggenggam tangan KJ dengan penuh harap...
"....................." KJ terdiam sesaat...
"selama kamu mencintaiku, tidak ada yang perlu aku cemaskan lagi KJ..." sahut Ana penuh keyakinan
"tapi itupun jika kamu benar-benar mencintaiku hehehe..." ujar Ana lagi sambil terkekeh pelan karena ia ingat bahwa KJ tidak pernah mengatakan isi hatinya yang sebenarnya pada Ana...
Lebih tepatnya belum menceritakannya karena ia juga sudah berjanji setelah semua kekacauan ini selesai KJ akan menceritakan semuanya pada Ana...
dan Ana sangat yakin dan sangat mempercayai apa yang KJ katakan dan apa yang ia janjikan...
"aku hanya berharap setelah kamu tahu, apapun yang kamu rasakan tidak akan pernah berubah... sebuah harapan kecil, namun terasa akan cukup berat untuk mewujudkannya nanti..." sahut KJ sambil berdiri dan pergi dari kamar Ana dan entah mau kemana saat ini...
***
Setengah jam kemudian...
__ADS_1
~di ruang kerja tuan Gerald
"apa kau yakin?" tanya Kim pada KJ
Di dalam ruangan itu hanya ada mereka berdua saja, ruang kerja tuan Gerald/ si Charles sahabat lama Kim ini bisa Kim gunakan sesuka hatinya dan atas izin penuh dari sahabatnya itu tentunya...
bahkan pelayan rumah ini juga menganggap tuan Kim sebagai tuan besar kedua di rumah ini, yang apapun keinginannya harus selalu mereka layani dengan baik pula...
"......................" KJ menundukkan kepalanya dan belum mengeluarkan sepatah katapun untuk menjawab pertanyaan singkat itu dari tuan Kim Hans tentunya...
"kau ragu-ragu dan hanya diam? berarti kau belum sepenuhnya berani dan belum sepenuhnya siap untuk menerima konsekuensinya..." ujar Kim lagi...
"nak... aku tidak akan pernah menjadi sebuah penghalang bagi perasaan maupun pilihanmu atas semua hal yang ada dalam hidupmu... tapi ingatlah, sebelum kau memutuskan sesuatu hal yang penting, hanya ada 2 jalannya... mengorbankan sesuatu untuk memperjuangkan sesuatu juga... itu sudah merupakan hukum alam... ingat sebelum menjalani sesuatu kau harus sudah punya rencana yang matang... karena perbedaan dari orang sukses dan orang yang gagal adalah dari pengalaman dan juga dari persiapan yang bisa mereka lakukan sebelum melakukan sesuatu..." ujar Kim panjang lebar di depan KJ
"baiklah... aku akan kembali memikirkannya lagi ayah... ah, maksudku bos..." sahut KJ sambil membungkukkan tubuhnya dan undur diri dari sana...
Saat hendak keluar, KJ berpapasan dengan tuan Gerald... ia tersenyum dan membungkuk sejenak untuk memberi hormat, lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu...
"apa yang kalian bicarakan?" tanya Charles penasaran pada apa yang Kim dan KJ bicarakan tadi...
"sesuatu... tentang masa depan, masa depannya, masa depanmu, masa depan putrimu... dan masa depan kita..." sahut Kim sambil tersenyum seolah sedang mengejek sahabatnya itu....
"Hey! aku serius bertanya Kim..." gerutu Charles yang merasa dipermainkan oleh Kim...
"aku sudah jawabkan... malah kau yang tidak percaya... memang itu salahku jika kau tidak percaya?" sahut Kim dengan enteng dan penuh kesan tak peduli...
"menyebalkan sama seperti dulu" gerutu Charles alias tuan Gerald pemilik rumah ini...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐