
HAPPY READING GUYS
________________________
Sementara itu di dalam ruangan kelas Ana, setelah dosen killer dan asisten tampannya itu pergi...
Para mahasiswi yang sudah jatuh hati kepada si asisten dosen bernama Arthit Hans Suppanad itu langsung mengerumuni Ana setelah sedikit menyadari adanya kedekatan antara teman mereka ini dengan si asisten dosen killer mereka itu...
"Ana! Ana! apa kau sudah mengenal asisten dosen yang baru itu sebelumnya? jika ia boleh kenalkan dia secara pribadi padaku?" tanya salah satu mahasiswi itu yang langsung to the point kepada Ana...
"astaga... jika itu memang benar aku juga mau Ana! kenalkan aku juga ya... kalau bisa aku juga mau minta nomor handphonenya..." sahut mahasiswi yang lain lagi tanpa memberikan sedikitpun celah untuk Ana menjawab apa yang mereka pertanyakan beramai-ramai ini...
"aku juga Ana... aku juga mau!"
"jangan lupakan aku Ana... walaupun tidak bisa berteman dekat tapi setidaknya aku bisa sekedar mengenal dan berbincang santai di luar kelas dengan pria tampan bernama Arthit itu... astaga... dengan begitu saja aku sudah bisa merasakan kebahagiaan walaupun sesaat!" ujar mereka tanpa henti memborbardir Ana dengan begitu banyak pertanyaan mereka yang seakan-akan tidak ada habisnya ini...
"dasar tukang cari perhatian itu! kau menyebalkan Art! kenapa kau harus melibatkan aku dengan situasi menyebalkan ini?! jika ingin menjadi pusat perhatian dan dikerumuni para mahasiswi cantik ini kenapa tidak kau sendiri saja?! kenapa harus menarikku ikut terjebak dalam hal ini?! sial!" gerutu Ana dalam hatinya disela-sela keriuhan teman-teman ini...
Braaaakkkkk!
Ana menggebrak mejanya agar mereka semua diam dan memberikan ia kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya kepada mereka...
"tapi apa aku benar-benar harus menjelaskan bahwa dia pernah menjadi bodyguardku? bukankah itu hanya akan menambah panjang daftar pertanyaan mereka yang tidak ada habisnya ini?" pikir Ana setelah semuanya hening karena ia menggebrak meja itu cukup keras...
"ah, ya... benar juga..." gumam Ana lagi dalam hatinya
__ADS_1
"biarkan aku menjawab inti dari semua ini, jadi apa aku mengenal asisten dosen yang kalian bilang sangat tampan dan mempesona itu? jawabannya adalah IYA... lalu hubunganku apa dengan dia? jawabannya adalah papaku dan ayahnya berteman sekaligus menjadi rekan bisnis karena perusahaan kami sudah menjalin begitu banyak tender kerjasama bahkan sebelum aku lahir, dan beberapa kali mereka juga pernah berkunjung ke rumahku jadi tidak heran jika pria bernama Arthit Hans Suppanad itu mengenal diriku... dan yang terakhir... bisakah aku mengenalkan kalian agar bisa mengenal dirinya lebih dekat lagi? jawabannya TIDAK, karena itu hidupnya, bukan hidupku jadi aku tidak bisa seenaknya memutuskan apapun... jika kalian ingin berkenalan dan bahkan bertukar nomor handphone dengannya maka berusahalah sendiri, aku tidak mau terlibat dalam urusan apapun tentang hal ini..." sahut Ana dengan ketegasannya lalu dengan cepat menyambar tasnya dan membawanya pergi sambil memecah kerumunan mahasiswi yang sudah mengepungnya saat ini...
"Ana... jangan pergi dulu..." ujar salah satu mahasiswi yang masih belum puas dengan jawaban yang Ana berikan kepada mereka semua...
"lalu kapan aku bisa menghadap beruang kutub di ruang dosen? kalian mau aku dohukum dan diberikan tugas yang menggunung darinya? ayolah girls... come on... don't make it hard for me okay?" ujar Ana untuk yang terakhir kali sebelum ia melanjutkan untuk menerobos kerumunan teman-temannya ini...
Di luar kelas itu ketika Ana sudah mulai berjalan kearah ruang dosen, Davika dan Andeline berlari mengejarnya, lalu mengimbangi langkahnya menuju ruang dosen...
"kau yakin akan membiarkan mereka mendekati KJ? yakin tidak cemburu? hahaha" goda Davika pada Ana...
"yakin memangnya dia siapa sampai bisa membuatku merasa cemburu jika ada gadis lain yang mendekatinya?!" sahut Ana dengan gayanya yang sombong seperti biasanya...
Walaupun kesombongan itu hanyalah pura-pura ataupun sering kali ia tunjukkan kepada orang lain hanya untuk menutupi perasaan yang sebenarnya sedang ia rasakan...
"yakin? kalau begitu aku akan mencoba mendekati pangeran tak berkuda-ku itu lagi... hahaha..." ujar Andeline yang langsung menanggapi apa yang Ana katakan dengan penuh nada sombong dan percaya dirinya itu...
"hahaha... dasar... hati, pikiran dan mulutmu tidak sejalan Ana... kalau suka padanya akui saja... untuk apa berpura-pura seperti ini di depan kami? hahaha" ujar Davika sambil tertawa puas melihat wajah Ana yang sedang benar-benar tertekuk dan cemberut saat ini padanya...
"diam kalian, aku mau menemui beruang kutub dulu... jangan ganggu aku atau aku akan mengatakan padanya bahwa kalian melarangku menghadap saat ini ke ruang dosen..." ujar Ana mengancam mereka berdua...
"hahaha... sejak kapan Ana kita ini pintar mengancam seperti ini Dav? sungguh luar biasa... luar biasa... hahaha..." goda Andeline karena sebelum-sebelumnya Ana tidak pernah bisa mengancam... bahkan ia sebelumnya selalu tidak peduli dengan apapun...
"entahlah Lin... entah dari mana dia belajar mengancam sampai sepintar ini... hahaha" sahut Davika sambil tertawa juga...
Tentu saja Ana jadi sangat mahir dalam memberikan ancaman...
__ADS_1
Bagaimana tidak?
Hidupnya selama beberapa waktu ini selalu berkutat di dekat KJ'nya...
Seorang bodyguard yang sangat suka mengatur dan saat Ana melanggar aturan bahkan baru ingin melanggar peraturan saja si bodyguard tampan ini sudah mulai mengeluarkan satu persatu ancaman yang ia miliki... dan itu selalu tepat sasaran sehingga Ana selalu kesulitan untuk merasakan kebebasan oleh karena...
Namun tanpa disadari oleh dirinya sendiri...
perlahan-lahan namun pasti Ana mulai terbiasa dan nyaman dengan semua itu...
bahkan dirinya sampai benar-benar jatuh cinta kepada sosok pria yang tampan, kuat, misterius dan terkadang sering menunjukkan sikap otoriter kepada dirinya hanya demi menjaganya agar tetap aman dan nyaman...
Seorang pria yang benar-benar mirip dengan kotak pandora ini selalu berhasil membuat Ana semakin ingin mengenalnya lebih jauh lagi dan lagi...
tapi semua itu usai ketika Ana mengetahui semua rahasia yang disimpan dan juga semua hal yang merupakan latar belakang dari si pria misterius ini... semuanya seketika menjadi suram tanpa sebab yang jelas...
Trauma dan doktrin pemikiran yang tanpa sadar telah tertanam di hati Ana telah berhasil hanya dengan sekali tarikan nafas membuat Ana meragukan semua perasaan dan semua yang telah KJ'nya ini lakukan untuk dirinya selama ini...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐