
HAPPY READING GUYS
________________________
Kapal speedboat hitam itu melaju dengan kencang menembus deburan ombak lautan yang sedang mereka arungi ini...
Dengan Kapal yang berwarna hitam dan semakin bertambah pekatnya kegelapan malam, pergerakan mereka benar-benar tidak terdeteksi oleh mercusuar...
Mereka bertiga dengan mudahnya bergerak dilautan tanpa terdeteksi dalam radar mana pun, selain radar yang saat ini diawasi oleh Tao...
Setelah beberapa menit berlayar, akhirnya mereka sampai pada cek poin pertama yang telah mereka tentukan pagi tadi...
ombak di sekitar sana juga sedikit demi sedikit mulai tenang,
Tanpa basa-basi lagi, akhirnya mereka bertiga mengenakan masker diving mereka, menyalakan senter yang menempel di kepala mereka, lalu KJ menghidupkan sebuah alat yang terlihat seperti tabung, namun saat ia menarik sumbunya... tabung itu mengeluarkan semacam cahaya sebagai sinyal lokasi dan melepaskannya di dalam air...
alat itupun semakin tenggelam ke dasar lautan, sedangkan mereka bertiga saat ini duduk di tepi kapal speedboat hitam mereka itu... bersiap untuk segera masuk dan menyelam di dalam air...
"dalam hitungan ketiga kita langsung meluncur ke air... 1... 2... 3..." ujar Art dan,
Byyuuurrrr!!!!
Mereka bertiga masuk sepenuhnya ke dalam kolom perairan itu...
lautan yang tampak gelap dan pencahayaan hanya datang dari bulan dan juga cahaya senter kepala mereka masing-masing...
Dengan alat komunikasi khusus mereka dapat terhubung satu sama lain, begitu juga secara langsung terhubung dengan Tao yang ada di dalam gedung bersama berbagai alat canggih dan juga anggota IT nya itu...
"Ceking transmision..." ujar KJ
"Balance..." sahut Tan
"Oke" sahut Art
"oke, kalian harus terus bergerak lurus dan lewati dua celah diantara batu karang yang besar itu... disana kalian akan menemukan saluran pipa airnya... jalan masuk menuju pusat pipa air mansion besar itu..." ujar Tao memberikan arahan dari ruangannya berada kepada mereka bertiga sambil memperhatikan radar virtual yang menunjukkan lokasi KJ, Tan dan Art berada...
Mereka bertiga pun terus menyelami lautan itu, sekitar 30 meter dibawah permukaan laut agar tidak menimbulkan sedikitpun tanda-tanda adanya pergerakan dari mereka yang bisa diamati oleh musuh...
Jika saja saat ini cahaya matahari masih terang benderang, maka menyelam di tempat ini akan terasa sangat menyenangkan karena bisa menikmati keindahan dari alam bawah laut yang begitu memukau ini...
__ADS_1
Hamparan terumbu karang yang indah akan memanjakan mata para penyelamnya...
namun jika malam hari seperti ini melakukan penyelaman, maka sensasi yang di dapatkan akan berbeda... rasa ngeri, was-was dan juga penasaran akan terus bercampur aduk di tengah kegelapan malam di dalam air seperti ini pasti akan sangat terasa bagi orang-orang biasa pada umumnya...
Namun tentu hal tersebut tidak mempengaruhi ketiga pria tampan ini...
mereka menyelam dengan begitu tenangnya di kegelapan malam ini...
melewati batuan karang besar itu, hingga melihat sebuah lubang besar di antara bebatuan itu...
KJ memasukinya lebih dulu dari yang lainnya karena ia yang bertugas untuk membukakan jalan...
KJ melepaskan oxy hydro cutternya dan mulai menyalakannya, menggunakan alat itu untuk memotong besi-besi penghalang gorong-gorong itu...
Alat itu berfungsi selayaknya sebuah mesin las di bawah air... dapat memotong besi-besi tebal itu dengan begitu mudahnya...
saat semua bagian sudah benar-benar terpotong sempurna,
KJ mendorong besi penghalang itu hingga terjatuh... jalan masuk mereka pun terbuka dengan lebar...
ah, tidak... tidak begitu lebar... karena gorong-gorong saluran air itu hanya memiliki lebar sebesar 1 setengah meter saja...
tidak bisa berjejer bersamaan...
Mereka masuk ke dalam sana, ada beberapa jalan bercabang yang walaupun memiliki arah yang sama... hanya untuk mempermudahkan sirkulasi air di dalam gorong-gorong itu...
Mereka melewatinya tanpa terkendala apapun...
"airnya sudah mulai hangat... bersiap-siaplah untuk segera naik ke permukaan..." ujar KJ pada Tan dan juga Art...
"oke roger..." sahut mereka bersamaan
Tak berselang lama, akhirnya terlihat ujung dari gorong-gorong itu... setelah melewatinya permukaan air pun mulai terlihat...
merekapun mulai naik keatas secara perlahan agar tekanan nitrogen di dalam tubuh tidak melonjak drastis yang bisa memberikan dampak fatal bagi tubuh mereka...
setelah berhasil naik ke permukaan air, mereka memperhatikan sekitar...
Aman...
__ADS_1
Tidak ada orang yang berjaga di saluran air ini... mereka bertiga pun berenang menuju sebuah tangga yang ada di dekat pintu masuk ruang bawah tanah mansion besar itu...
Naik keatas lalu melepaskan tabung oksigen mereka, melepaskan fin atau yang sering disebut dengan kaki katak itu agar mereka dapat berjalan dan bergerak secara leluasa...
Tan dan Art langsung mempersiapkan senjata mereka yang sudah disetel dengan peredam suara pada setiap moncong senjata mereka agar tidak membuat suara yang dapat membuat keberadaan mereka terekspos dengan mudahnya...
"Cek... Tao kami sudah akan mulai masuk sekarang..." ujar KJ menggunakan alat komunikasi khususnya itu pada Tao sambil memutar gagang pintu besi yang berbentuk seperti nahkoda kapal besar dan bulat itu...
"Oke kak, cctv sudah dalam kendaliku... kalian bisa masuk tanpa harus menghawatirkan para penjaga melihat kalian dari monitor mereka... tapi tetap berhati-hatilah..." sahut Tao...
"Good job Tao... kami masuk" ujar Art lalu merekapun masuk ke dalam bersama-sama sambil mensiagakan senjata mereka...
Dari mereka bertiga, hanya KJ yang saat ini menggunakan stun gun... mereka memutuskan untuk menggunakan itu agar bisa membuat para penjaga pingsan karena paling sedikit menimbulkan efek suara dalam perlawanannya...
Memasuki pintu pertama masih sepi dan aman, namun saat memasuki pintu kedua...
tanpa sengaja mereka terlihat oleh seorang pelayan mansion itu...
"siapa kalian?" tanya pelayan itu yang terkejut melihat kedatangan mereka bertiga
"angkat tanganmu!" ujar Tan sambil menodongkan senjata apinya pada pelayan itu...
Menyadari adanya situasi berbahaya ini, pelayan itu memutuskan untuk menyerah dan tidak terlibat lebih jauh lagi... ia mengangkat tangannya sesuai arahan...
lalu tanpa ia sadari KJ menembakkan stun gun yang ia bawa kearah pelayan itu hingga ia tak sadarkan diri karena sengatan listrik stun gun itu yang melesat dan menyengat tubuhnya hingga tak sadarkan diri...
KJ memindahkan tubuh pelayan itu ke tempat yang tidak begitu mencolok, sementara Tan dan Art mengawasi situasi dan kondisi sekitar... setelah selesai, mereka kembali mengendap-endap masuk dan melumpuhkan beberapa penjaga yang ada disekitar sana...
Benar-benar penyusupan yang sempurna...
mereka melakukan semua ini dengan begitu rapinya hingga tak menimbulkan sedikitpun hal yang bisa memicu kewaspadaan musuh mereka meningkat...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1