Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Memberi Pelajaran!


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Kenapa aku ingin cepat menikahi dirimu hanya ada satu alasan Ana... Sayang, aku hanya tidak mau mengambil resiko kalau nanti kamu akan bertemu seorang pria lain yang lebih baik, lebih hebat dan lebih sempurna dari aku ini... aku tidak setulus ayahku dalam menerima dan mengutamakan kebahagiaan dari orang yang ia cintai walaupun sempat harus rela bertahun-tahun hanya memandangi cintanya dan melindunginya dari jauh... Selalu ada tapi tidak terlihat seperti bayangan gelap... Aku rasa aku belum punya keteguhan hati yang seperti itu... Aku lebih egois dari ayahku, aku ingin memiliki cintaku sepenuhnya, dan sebisaku untuk terus memperjuangkannya... Tapi itu juga selama aku tidak menyakiti orang yang aku cintai hanya atas nama cintaku ini..." Sahut Art dengan sangat serius ketika mereka melewati jalanan yang cukup sepi karena sudah mulai memasuki kawasan elit tempat dimana rumah Ana itu berada...


Setelah mengatakan semua itu dengan serius dan sangat tulus, tiba-tiba Ana menarik paksa kepala Art dan mencium bibirnya hingga membuat Art refleks mengerem dan menepikan mobilnya...


Setelah mobil itu berhenti dengan sempurna, Art langsung menatap Ana dengan tajam...


Tidak dapat dipungkiri bahwa tindakan ekstrim Ana kali ini hanya untuk menciumnya bisa saja membahayakan nyawa mereka berdua...


"Kamu sadar akan apa yang kamu lakukan tadi Ana?! Apa kamu sangat tidak ingin menikah denganku sampai-sampai kamu ingin membuat kita terlibat dalam kecelakaan mobil begitu?!" Tanya Art dengan cukup keras karena tidak lagi dapat mentolerir Ana yang masih sering melakukan sesuatu sesuka hatinya ini...


"Iya maaf, aku hanya ingin mencium'mu karena terharu apa itu salah?" Sahut Ana tak mau disalahkan...


"Apa itu salah? Kamu masih bisa bertanya apa tadi itu salah? Astaga..." Sahut Art yang langsung melajukan mobilnya lagi tidak mau melanjutkan perdebatan tidak berguna ini ketika Ana sedang dalam mode (perempuan selalu benar) ini...


Sesampainya di depan rumah kediaman keluarga Geraldine, Art langsung turun dengan cepat dan membukakan pintu mobil untuk Ana lalu menarik tangan Ana keluar, sedikit masih ada rasa kesal yang terlihat dari wajahnya karena kelakuan Ana yang lumayan gila tadi itu...


"Pelan-pelan sayang!" Protes Ana tapi malah membuat Art semakin tidak sabar membawanya masuk ke dalam rumahnya itu...


"Apa dia mau mengadu ke papa? Tapi papa kan belum pulang jam segini di hari ini?" Gumam Ana dalam hatinya lalu dengan cepat Art menggendongnya ala bridal style menuju ke kamarnya di lantai 2...


"Hey kamu mau apa sayang? Jangan macam-macam oke?! Jangan macam-macam... Nanti aku teriak loh..." Ujar Ana ketika tubuhnya dihempaskan diatas kasur empuknya itu...

__ADS_1


Art masih diam dan hanya menatapnya dengan tatapan tajamnya seperti seekor serigala yang sedang mengunci target buruannya...


"Berani macam-macam aku akan teriak kak Art! Jangan main-main!" Ujar Ana mulai gugup karena sekarang tubuhnya sudah dikunci oleh Art yang masih tidak mengatakan apapun sedari tadi...


Selain itu pintu kamarnya juga masih terbuka cukup lebar, seandainya ada pelayan yang lewat pasti akan mendapatkan tontonan gratis tanpa berani ikut campur sekalipun majikan mereka ini berteriak meminta bantuan karena seorang tuan muda anak pertama dari pria dengan aura membunuh yang sangat kuat bernama Kim Hans Suppanad itulah yang melakukannya...


"Hentikan... Jangan lakukan ini..." Pinta Ana pada Art,


"Ternyata kamu masih bisa takut Ana? Kamu takut aku meniduri'mu tapi kamu tidak takut dan tidak berpikir panjang melakukan hal gila seperti tadi di dalam mobil huh?! Bagaimana kalau terjadi kecelakaan dan kamu kehilangan nyawamu hanya karena tingkah aneh mu itu huh?! Tidakkah kamu tahu seberapa takutnya aku jika terjadi sesuatu padamu?! Jangan egois!" Ujar Art setengah membentak pada Ana...


Sedangkan Ana hanya bisa cemberut, ia juga tidak tahu kenapa dia bisa melakukan hal sebodoh tadi dengan refleks yang benar-benar spontan dilakukan tanpa memikirkan dampaknya...


"Maaf..." Ucap Ana sambil cemberut menyadari kesalahannya...


Cuuuppphhh...


"Mulai sekarang jangan pernah mengambil inisiatif untuk menciumku di dalam mobil... Cium aku di tempat yang tidak berbahaya..." Ujar Art sambil sekali lagi mencium bibir mungil Ana sekilas...


"Tapi bukankah ditempat kita sekarang ini juga berbahaya dan bisa terjadi 'kecelakaan' juga?" Sahut Ana menggoda kekasihnya ini...


"Ya... Tapi aku cukup tangguh untuk menahan godaan itu, dan aku tidak akan melakukan 'itu' padamu..." Sahut Art sambil tersenyum dan duduk di tepian tempat tidur empuk Ana itu...


"Kenapa tidak mau melakukan 'itu' denganku?!" Tanya Ana sedikit tersinggung, apa dia tidak menarik hingga Art berkata seperti itu...


"Ngomong-ngomong siapa tadi yang memohon agar aku tidak melakukan itu ya?" Sahut Art membalikkan keadaan... Wajah cantik Ana pun mulai merona merah...

__ADS_1


"Lihat aku dan dengan kan baik-baik sayang..." Ujar Art sambil menyentuh dagu Ana dengan sangat lembut dan membuat wajah mereka berdua sangat dekat...


"Alasannya adalah karena kamu masih terlalu muda saat ini untuk mengandung calon anak-anakku kelak... aku tidak mau mengambil resiko sebelum kamu berusia paling tidak 21 tahun... Aku hanya mau mencari titik teraman dan tidak memiliki resiko tinggi dalam prosesnya..." Ujar Art berbisik blak-blakan di telinga Ana yang langsung membuat wajah Ana memerah dan semakin merah seperti buah tomat...


"Diam! Jangan katakan apapun lagi..." sahut Ana malu...


Cuuuppphhh...


Art mengecup telinga Ana hingga membuatnya merinding geli... Ada sebuah perasaan aneh yang mengalir di dalam tubuhnya saat ini, rasa gelisah dan juga sangat menginginkan sesuatu...


"Tidurlah... Besok adalah pelaksanaan kegiatan kolaborasi tahunannya... Besok kita harus lakukan yang terbaik, dan aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak cemburu melihatmu berakting dengan pria lain di atas panggung..." Ujar Art


"Baiklah, dan aku juga akan berusaha untuk tidak cemburu melihat kekasihku ini berduet dengan gadis cantik dari jurusan musik itu..." Sahut Ana sambil menoel-noel hidung pria tampannya ini...


"Jangan menggodaku, atau aku akan berakhir menginap disini hari ini sayang..." ucap Art sambil mencium bibir Ana singkat lalu bangun dari tempat tidur itu sebelum dirinya benar-benar menginginkan sesuatu yang lebih dari sebuah ciuman dari gadisnya ini...


"Aku tidak menggodamu... Jangan berbicara seolah-olah aku sedang mencoba menggodamu ya sayang..." Sahut Ana sambil menyembunyikan sekujur tubuhnya di balik selimut tebalnya itu...


Art hanya tersenyum melihat tingkah manis Ana yang benar-benar selalu berhasil membuatnya gemas dan semakin tidak sabar untuk benar-benar menikahinya...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐,


__ADS_2