
HAPPY READING GUYS
________________________
"aku mau menyelesaikan kuliah dulu pa..." sahut Ana dengan malas pada papanya ini...
"tidak masalah walaupun kamu masih kuliah... malah lebih bagus jika belajar sambil praktek langsung kan sayang... jadi papa tidak mau mendengarkan penolakan ataupun bantahan... ingatlah nak, hanya kamu satu-satunya pewaris papa... papa hanya punya dirimu, jadi bantu papa ya..." ujar papanya dengan sangat lembut sambil mengelus rambut putrinya dengan penuh kasih sayangnya...
Ana yang merasa tidak tega setelah mendengar permintaan papanya yang terdengar begitu tulus dan pasrah ini akhirnya mengalah dan mengiyakannya...
Ana setuju untuk segera belajar tentang bisnis mulai dari sekarang...
Karena apa yang dikatakan oleh papanya itu benar... hanya dirinyalah pewaris tunggal dari keluarga Geraldine selanjutnya, maka mau tidak mau Ana pasti akan menghadapi semua ini... hanya masalah waktu saja, cepat atau lambat ia juga pasti harus mengurus semua ini, perusahaan besar dan juga nasib dari ribuan pegawai yang bekerja pada perusahaan keluarganya ini...
"iya pa iya... jangan tunjukkan padaku wajah papa yang sangat-sangat pasrah itu... seperti tidak punya semangat hidup saja!" ujar Ana sambil sedikit menggerutu sebelum memeluk papanya dari samping...
Lalu tiba-tiba Ana terpikirkan sesuatu...
Siapa yang akan mengajarinya bisnis?
apa dia sudah tua atau masih muda?
apa dia ramah atau galak?
apa dia tampan atau jelek?
Semua itu tiba-tiba saja terlintas di benak Ana... karena siapa yang akan mengajarinya tentu akan sangat mempengaruhi kecepatannya belajar...
Bukan tanpa sebab, tapi karena beberapa pengalaman memiliki guru dan dosen yang membosankan membuat Ana yakin dalam proses pembelajaran jika ada beberapa unsur yang membuatnya badmood dan tidak tertarik dengan pelajarannya maka sampai jungkir balik pun ia akan tetap kesulitan untuk menguasainya...
"tapi pa... ngomong-ngomong siapa yang akan papa suruh mengajariku? kenapa tidak papa saja langsung?" tanya Ana yang benar-benar merasa penasaran saat ini...
"besok pagi dia akan datang kemari untuk mengajarimu apa-apa saja yang perlu kamu pelajari dalam dunia bisnis berskala besar ini... dan kenapa bukan papa sendiri yang mengajarimu karena papa harus mengurusi masalah kantor sayang... kamu tahu sendiri kan akhir-akhir ini kita sedikit mengalami krisis karena ulah dari musuh papa yang bernama Mad Dog itu..." sahut papanya tanpa mengatakan siapa yang akan mengajari Ana tentang bagaimana cara untuk menjalankan bisnis seperti ini...
"aku bertanya siapa dia pa... bukan bertanya kapan dia datang!" sahut Ana kesal
"ah, tapi... kenapa besok?! bukankah terlalu cepat pa?!" protes Ana pada papanya...
"heiiih... dasar anak nakal, berarti dari tadi kamu tidak menyimak apa yang papa katakan dengan teliti kan?!" ujar papanya sambil menarik daun telinga Ana dengan gemas karena ulahnya...
__ADS_1
"hehehe... aku dengar dan menyimak kok pa... hanya saja aku rasa terlalu cepat... satu minggu lagi ya..." ujar Ana berusaha untuk merayu papanya agar sesi belajar bisnis yang extra ini bisa diundur setidaknya 1 minggu lagi...
"tidak... tidak bisa... karena orang yang akan mengajarimu cara untuk berbisnis sangatlah sibuk dan tidak memiliki banyak waktu lagi untuk tetap berada disini... jadi manfaatkan saja waktu yang dia punya sebaik mungkin untuk mengasah kemampuanmu sayang..." ujar tuan Gerald lalu ia berdiri dan meninggalkan putrinya sebelum ia terus dipaksa untuk mengatakan siapa yang akan mengajari Ana tentang bidang bisnis yang dilakukan oleh keluarganya selama ini...
Melihat papanya kabur begitu saja, Ana hanya dapat mendesahkan napasnya dengan kesal dan malas...
"memangnya apa yang spesial dari si private tutor bisnis ini sih... kalau dia benar-benar memiliki banyak pengalaman berarti dia pasti sudah tua... eh tapi dia pria atau wanita ya? aku lupa menanyakan itu pada papa... huuuufffftttt!!!" gumam Ana pada dirinya sendiri...
"ah... biarkan saja, untuk apa aku pedulikan... mau atau tidak mau juga pasti harus aku jalani kan..." gumam Ana lagi...
***
Keesokan paginya,
Hari ini pagi-pagi sekali kenyamanan Ana sudah terganggu oleh gedoran pintu dan panggilan Mark yang terus mencoba membangunkan dirinya...
"Nona Ana... ayo bangun nona... ini sudah jam 6 pagi nona..." ujar Mark berulang kali sambil terus mengetuk pintu majikan mudanya ini...
"Nona... bangun nona..." ujar Mark lagi,
Terus seperti itu sampai Ana benar-benar bangun dari tidurnya...
"Mark, diam!!! ini masih terlalu pagi! bangunkan aku jam 7 seperti biasanya!" teriak Ana dengan kesal karena tidurnya terganggu sepagi ini dari dalam kamarnya ini...
"..................."
Hening sejenak...
Tampaknya Mark tidak lagi mengetuk pintunya dan memanggil-manggil namanya...
Ceklek!!!
Tiba-tiba saja terdengar suara pintu dibuka dengan kunci cadangan dan pintu kamar Ana ini pun langsung terbuka dengan lebar...
"tuan putri... cepat bangun atau aku akan membangunkanmu secara paksa..." ancam pria yang baru saja masuk ke dalam kamarnya dan dia bukanlah Mark...
Suaranya yang calm tapi sangat tegas dan begitu khas ini sudah benar-benar familiar di telinga Ana hingga ia langsung membuka matanya untuk memastikan kebenaran dari orang yang sedang berbicara ini... dia KJ'nya Ana atau hanya ilusi semata...
"Kau..." ujar Ana setelah beberapa kali mengucek-ucek matanya memastikan bahwa dia tidak sedang bermimpi...
__ADS_1
"akhirnya bangun juga... cepat mandi dan kita akan memulai pelajaran dan pelatihan bisnismu hari ini..." ujar Art yang terlihat begitu berbeda dari sebelumnya...
Penampilannya sudah sangat berbeda... tidak se-monoton dulu saat ia masih menjadi bodyguard pribadi dari Ana...
"jangan bilang bahwa tutor bisnis yang dimaksud oleh papa adalah kau!" ujar Ana sedikit terkejut sambil menunjuk kearah Art saat ia sudah menyadari dan mengerti sebuah fakta bahwa yang akan mengajarinya cara berbisnis adalah Art...
"ya... aku akan menjadi tutormu selama kurang lebih 1 minggu ini selama aku memiliki waktu luang..." sahut Art dengan santainya...
"tidak... tidak bisa! ini konspirasi!!!! papa!!! papa tidak bisa melakukan ini padaku!" teriak Ana sambil langsung turun dari tempat tidurnya...
Namun saat hendak berlari keluar kamarnya untuk segera melayangkan protesnya kepada papanya yang telah menjadikan KJ, ah bukan... Art sebagai tutor bisnisnya...
tangan Ana ditarik oleh Art sehingga ia tidak bisa pergi kemanapun lagi...
mereka berduapun saling menatap dalam diam...
Tatapan mata Art yang begitu tajam dan memikat seakan-akan telah mengunci pikiran Ana hingga ia tidak dapat berkutik saat ini...
Ana pun segera menyadarkan dirinya dan langsung memberontak kepada Art yang sedang menahan tangannya ini...
"lepaskan aku!" teriak Ana namun tidak digubris oleh Art, malahan Art semakin menariknya mendekat kearahnya...
"aku tidak akan melepaskanmu cantik..." ujar Art ketika ia menarik Ana dengan kuat hingga saat ini tubuh mereka berdua benar-benar menempel... tangan kanan Art menggenggam tangan Ana dengan erat sementara tangan kirinya menahan pinggang Ana...
"ja-jangan berani berbuat macam-macam pada-ku!" ujar Ana dengan penuh kegugupannya...
Detak jantungnya berdegup kencang, benar-benar tidak karuan... kegugupan tiba-tiba menguasai dirinya...
berada di dekat Art benar-benar membuat Ana kehilangan kontrol atas dirinya sendiri...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1