Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Apa yang Akan Dilakukan?


__ADS_3

  HAPPY READING GUYS


________________


Cukup lama KJ memandangi langit-langit kamarnya, lalu ia bangun dan kembali duduk di tepian tempat tidur kecilnya itu... tangannya meraih tas laptop hitam yang ada di meja kerja kecil yang ada di kamarnya itu...


membuka laptopnya dan menghubungi seseorang dengan aplikasi Skypenya...


cukup lama menunggu akhirnya panggilan videonya diterima oleh orang itu...


"aku mau minta pekerjaan tambahan agar aku tidak punya waktu senggang yang banyak..." ujarnya pada orang itu


"kenapa?" tanya orang itu singkat


"aku ingin menyibukkan diri saja bos... tidak masalah bukan? malah aku akan meringankan beban pekerjaan bos besar yang sangat menumpuk itu... ya memang sudah ada banyak yang membantu tapi aku ingin membantu juga agar disini tidak begitu membosankan" ujar KJ panjang lebar pada orang yang ia panggil bos itu


"kau ini lama-lama jadi kurang ajar padaku ya..." sahutnya sambil menggelengkan kepalanya


"Oh ayolah... jangan marah padaku seperti ini... bukankah dirimu sangat sayang padaku?" ujar KJ tertawa


"ya sudah... nanti aku kirimkan beberapa pekerjaan kantor, kau bisa mempelajarinya..." sahutnya singkat


"terima kasih banyak bos besar hahaha" ujar KJ terus mencandainya...


"aku merindukan kalian..." batin KJ saat sambungan Skype itu ia akhiri...


"cepatlah pulang... disini menjadi sedikit sepi tanpamu..." batin pria itu sambil menutup laptopnya...


***


setelah menerima email masuk, KJ memutuskan untuk keluar dari kamarnya...


ia pergi menuju taman belakang dan duduk di set meja taman itu, meja itu dapat terlihat dengan jelas dari jendela kamar Ana yang ada di lantai dua itu...


Sementara di dalam rumah Harry baru akan berpamitan pulang setelah makan malam itu berakhir dengan begitu hangat diselingi banyak canda tawa mereka bertiga...


"kalau begitu saya pamit pulang dulu paman... terima kasih untuk semuanya malam ini..." ujar Harry dan tersenyum manis kepada tuan Gerald dan Ana


"sering-seringlah kemari Harry... paman akan senang punya teman mengobrol bersama dengan Ana..." sahut tuan Gerald yang juga sangat senang akan kunjungan Harry ke rumahnya itu...


"wah... apa ini lampu hijau paman? aku akan sangat senang jika hubungan kita khususnya aku dan Ana akan semakin dekat setiap harinya hehehe..." ujar Harry sambil mengedipkan matanya pada Ana


"dasar kau ini Harry" sahut Ana tak begitu menanggapi godaan dari Harry itu


"kalian masih muda... paman tidak akan melarangmu untuk mengenal putri paman lebih jauh lagi... tapi tetap itu adalah hak Ana untuk menentukan kamu bisa mendekatinya atau tidak...hahaha" sahut Gerald sambil tertawa pelan


"yang penting kan paman tidak melarangnya dulu hehehe... ya sudah karena sudah malam saya pamit paman... bye Ana... ingat besok kita gladi kotor jangan lupa istirahat yang cukup malam ini ya..." ujar Harry perhatian sebelum ia pulang


"iya terima kasih atas perhatiannya... bye..." sahut Ana


Setelah Harry pulang Ana dan papanya masuk kedalam rumah dan menuju kamar masing-masing setelah sedikit berbincang ringan sambil berjalan beriringan...

__ADS_1


Di dalam kamar Ana...


Saat Ana masuk kedalam kamarnya ia melihat jendelanya ternyata masih terbuka lebar, mungkin sore tadi ia lupa untuk menutupnya... Ana berjalan kearah jendela untuk menutup jendela itu agar angin malam yang dingin tidak dapat masuk ke dalam kamarnya...


lalu tanpa sengaja matanya menangkap sosok seorang pria tengah duduk di kursi taman dan tengah fokus pada laptopnya itu...


"sejak kapan dia punya laptop?" batin Ana, Ana memperhatikannya... sebuah perasaan kembali terasa menghangat di dadanya melihat pria yang tak lain adalah KJ itu...


entah karena sadar diperhatikan atau hanya kebetulan saja, tiba-tiba KJ menoleh kearah jendela itu membuat Ana seketika itu berjongkok bersembunyi dibalik dinding balkonnya...


"kenapa jendelanya masih terbuka? apakah Ana masih belum kembali ke kamarnya?" batin KJ penasaran, namun saat tengah memperhatikan jendela kamar Ana itu Mark datang dan menegurnya...


"sudah jangan dilihatin terus... kalau suka padanya akui sajalah..." ujar Mark sambil duduk di sebelah KJ


"kau ini ada-ada saja... mana mungkin aku pantas untuk dirinya... aku juga tahu diri Mark... aku bahkan tidak pantas untuk duduk berdampingan dengannya..." sahut KJ


Ana mendengarkan pembicaraan mereka berdua dari balik balkonnya itu... duduk dilantai agar tidak terlihat dari bawah sana...


"kenapa kau berpikir begitu? cinta itu untuk semua orang... semua orang berhak untuk mencintai siapapun KJ" ujar Mark penasaran


"aku tahu itu... tapi aku tidak pantas untuk menjadi pasangannya... jika dia bersamaku maka hidupnya akan sulit... kehidupanku tidaklah sama dengan orang-orang lain..." sahut KJ


"memangnya hidupmu seperti apa hingga kau pesimis begini? kau kuat, pintar, tampan..." ujar Mark lagi sambil berusaha mencari tahu tentang KJ yang menurutnya masih sangat misterius ini...


"banyak hal yang tidak bisa kau bayangkan Mark... lebih baik kau tidak mengetahuinya..." sahut KJ sambil tetap fokus pada laptopnya


"selalu saja begitu jawabanmu... dasar misterius..." ujar Mark sedikit kesal karena selalu dibuat penasaran oleh KJ


"......" KJ hanya diam


tiba-tiba saja jantung Ana berdetak kencang mendengar pertanyaan dari Mark untuk KJ itu...


ia ingin tahu apa KJ sebenarnya menyukainya juga atau benar-benar tidak mempunyai perasaan padanya...


"sudahlah... ini sudah malam, dingin sekali... aku sudah mengantuk... kau juga tidurlah..." ujar KJ sambil menutup laptopnya dan melangkah masuk kedalam rumah...


"hey jangan kabur... jawab dulu... woe!" seru Mark sambil berlari mengejar KJ


"siapa kau sebenarnya KJ... kenapa kau bisa membuat perasaanku begitu campur aduk begini?... kau benar-benar brengsek!" gumam Ana sambil menahan tangisnya


di kamar mereka masing-masing...


KJ dan Ana sama-sama tidak bisa tidur... mereka terlarut dalam pemikiran mereka masing-masing...


"aku bingung dengan perasaanku sendiri... ayah... apa yang harus aku lakukan..." gumam KJ


"aku harus move on darinya... aku tidak bisa terus seperti ini..." guman Ana


***


Keesokan paginya...

__ADS_1


Ana sudah berpakaian rapi untuk pergi ke kampus... hari ini tidak ada perkuliahan, semua orang dan juga beberapa dosen sibuk menyiapkan acara besok...


pada gladi kotor hari ini Ana memutuskan untuk memakai gaun yang sedikit lebih panjang dari gaun yang biasa ia pakai agar tak berbeda jauh dengan gaun yang nantinya harus ia kenakan pada hari H acara kampus itu...


"papa besok bisa menonton acara kampusku itu pa?" tanya Ana saat tengah sarapan di meja makan bersama papanya


"iya pasti papa akan datang sayang... papa tidak sabar melihat penampilan putri cantik papa ini menjadi wanita paling cantik di kampusnya..." sahut tuan Gerald terkekeh pelan pada Ana


"ya sudah Ana berangkat dulu ya pa... bye,bye..." ujar Ana sambil memeluk papanya sebelum pergi...


hari ini tidak biasanya KJ tidak menunggunya sarapan... entah dimana dia saat ini...


"Mark dimana KJ? jangan bilang dia belum siap untuk mengantar aku ke kampus!" ujar Ana sinis


"tidak nona... dia sudah siap dari pagi sekali... dia sudah ada di depan menunggu nona di mobil sepertinya..." sahut Mark


"oke" sahut Ana setelah mendengar ucapan Mark dan Ana langsung berjalan keluar rumah...


diluar rumah ia melihat KJ sudah menunggunya di samping mobilnya... ia terlihat berbeda hari ini... pakaiannya tidak seformal biasanya... hari ini ia hanya mengenakan kemeja putih, celana kain berwarna cokelat dan sepatu putihnya... ia terlihat keren saat memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya saat menunggu Ana untuk berangkat ke kampus hari ini...



Ana terpesona melihat penampilan KJ yang begitu charming hari ini...


tanpa banyak bicara KJ membukakan pintu mobil untuk Ana saat ia melihat Ana telah berdiri diambang pintu rumah besar Geraldine itu...


Ana masuk dan duduk di dalam mobil, setelah itu KJ langsung melajukan mobilnya menuju kampus tanpa mengeluarkan sepatah katapun... biasanya ia akan menanyakan sesuatu pada Ana agar suasana lebih nyaman saat diperjalanan menuju kampus Ana itu...


Namun hari ini tidak... KJ lebih memilih diam seribu bahasa, entah apa yang ia pikirkan saat ini...


Ana pun jadi sedikit penasaran kenapa KJ tiba-tiba menjadi sangat-sangat pendiam seperti ini...


"nanti antar aku ke rumah Davika setelah gladi kotor selesai, aku ada keperluan disana..." ujar Ana pada KJ


"baik nona" sahutnya singkat dengan tetap fokus menyetir


"apa kau sakit? kau sangat hemat bicara hari ini" tanya Ana terdengar sedikit arogansi dari nada bicaranya itu


"saya hanya seorang bodyguard yang akan melindungi nona saja... saya tidak pantas menanyakan apapun pada nona, ataupun pantas untuk mendapatkan perhatian dari nona" sahut KJ singkat namun terasa begitu menohok kedalam hati Ana...


Sama seperti apa yang ia katakan kemarin... ia sangat ingat pada perkataannya yang sangat ketus pada KJ dan mengatakan bahwa KJ tidak lah pantas dibandingkan dengan dirinya...


"apa dia tersinggung dengan perkataanku kemarin? hah itu lebih baik! aku akan cepat bisa move on jika dia juga bersikap seperti ini padaku" batin Ana


"baguslah jika kau tau" sahut Ana sinis


___________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2