
" aku pulang ya sampai jumpa besok Harry..." ujar Ana pada Harry
" sampai jumpa besok cantik" ujar Harry, KJ pun melajukan mobilnya untuk segera pulang ke kediaman keluarga Geraldine
" kau dengan Andeline, apa saja yang kalian bicarakan?" Tanya Ana ketus
" tidak ada nona, kami hanya mengobrol yang ringan-ringan saja" ujar KJ
tiba-tiba terdengar suara notifikasi dari ponsel KJ, Ana langsung mengambil ponsel KJ tanpa peduli dengan privasi KJ
" tak apa kan jika aku memainkan ponselmu?" Tanya Ana pada KJ
" tentu saja tidak apa nona, silahkan" ujar KJ, ternyata notifikasi itu berasal dari pesan yg dikirimkan oleh Andeline
"itu bukan ponselku juga..." batin KJ
" terima kasih untuk obrolan seru tadi, sampai jumpa nanti KJ 😊😙" isi pesan tersebut
" kau memberikan nomermu pada Andeline? Agar apa?" Tanya Ana sensi
" nona Andeline yang memintanya nona, apa ada yang salah nona?" Tanya KJ masih tetap fokus menyetir
" aku memberimu ponsel agar kau dapat menghubungi aku begitupun sebaliknya bukan untuk berkomunikasi dengan orang lain!" Omel Ana
" maafkan saya nona, saya tidak bermaksud untuk lancang" ujar KJ
" berhenti disini sekarang!" Ujar Ana, KJ pun meminggirkan mobil Ana
" kau keluar" ujar Ana, tanpa protes KJ pun keluar dari mobil dengan cepat Ana pindah ke kursi kemudi
" nona mau apa?" Tanya KJ
" aku mau pulang, sampai jumpa dirumah wleee" ujar Ana sambil menjulurkan lidahnya lalu menancap gas mobilnya dalam-dalam
" NONA!!" teriak KJ saat Ana meninggalkannya, tak lama setelah mobil Ana pergi beberapa motor melaju kencang di jalan raya, entah kenapa melihat gerombolan motor itu membuat wajah KJ berubah khawatir, KJ pun menyetop taksi yang kebetulan lewat...
"jalan pak! ikuti mobil itu!" Ujar KJ
taksi itu pun langsung melaju dengan cepat, sementara itu di mobil Ana....
" brumm brumm"
suara deru motor yang digas berulangkali membuat Ana terkejut, motor-motor itu lalu mengepung mobil Ana dan menggiringnya untuk berhenti
" astaga ada apa ini!!" Gumam Ana panik
" keluar kau!!" Teriak salah satu pria yang turun dari motor itu
" aduh bagaimana ini! KJ aduh, bodoh, kenapa aku malah meninggalkan KJ" rutuk Ana menyesali tingkah usilnya pada KJ
__ADS_1
" keluar kau jalang!!" Teriak pria lainnya sambil menggedor kaca mobil Ana
" ya tuhan lindungi aku" batin Ana berdoa
" dasat tuli! Pecahkan kaca mobilnya sekarang!" Teriak pria itu lalu menghantamkan martil kearah pintu kaca mobil Ana hingga menimbulkan suara yang keras
prangg!!!
" AKH!! KJ!!!" teriak Ana sambil menangis dan menunduk di bawah stir mobil,
" pak! Berhenti disini!" Ujar KJ lalu keluar dengan cepat dari taksi itu
" hei! Bayar dulu!" Omel supir taksi itu
" aduhh aku tidak punya uang bagaimana ini" gumam KJ
" pak maaf saya tidak punya uang saya bayar pakai ini saja ya" ujar KJ lalu melepaskan celana jeans mahal yang dipakainya itu...
KJ melepaskannya dan hanya menyisakan celana pendeknya saja...
" ini mahal pak saya jamin, kalau kurang bapak datang saja ke kediaman tuan Gerald ya, saya pergi dulu pak terima kasih" ujar KJ lalu berlari kearah mobil Ana
" lumayan juga" gumam supir taksi itu
KJ berlari kearah gerombolan pria yang menyerang Ana itu... lalu dengan cepat menghajar pria yang mencoba memecahkan kaca mobil Ana hingga pria itu tersungkur ke jalanan..
" ARGHHH!!" teriak pria itu saat wajahnya menghantam kaca mobil beberapa pria lainnya langsung mengitari KJ dan juga mobil Ana
"kelihatannya bodyguard wanita ini sangat tangguh... harus berhati-hati..." batin para pria itu
" kalian siapa?" Tanya KJ
" bukan urusanmu!" Ujar pria lain yang langsung menghajar KJ, dengan cekatan KJ menghindar dan balas pukulan orang itu, KJ segera mengambil martil yang tadinya di gunakan untuk memecahkan kaca mobil Ana itu...
" berani maju selangkah maka aku jamin kepala kalian akan aku pecahkan!" Ujar KJ tegas
" cih coba saja kalau kau bisa!" Ujar salah satu dari mereka, pria berjumlah lebih dari 9 orang itu langsung mengeroyok KJ...
KJ tak merasa tertekan atau takut sedikitpun karena desakan orang-orang itu, KJ pun tidak segan melayangkan martil ditangannya untuk menghajar mereka guna melindungi dirinya dan Ana, walaupun kalah jumlah KJ nampak tak bergeming sedikitpun...
"maju kalian... biar kubunuh kalian dengan senang hati..." ujar KJ dengan tatapan tajamnya, baru kali ini sorot mata itu kembali muncul dari dirinya setelah sekian lama tidak ia tunjukkan kepada orang-orang...
" habisi saja keduanya, bunuh mereka" ujar pria yang tampak sepertinya pimpinan dari para preman itu
" jangan harap!" seru KJ menghajar mereka tanpa ampun... berbeda dari sebelumnya, hari ini ia tak menahan diri sedikitpun...
KJ yang tampak begitu terlatih dapat dengan tepat menyerang mereka secara bersamaan satu pukulan di layangkan oleh KJ berhasil menghantam tubuh pria-pria itu dengan cepat dan keras hingga membuat mereka terjatuh bersimbah darah, walau sudah menjatuhkan 5 lawannya tetap saja KJ dibuat repot karena harus menangkis serangan-serangan yang diarahkan padanya oleh 4 orang sisanya...
" bugh!"
__ADS_1
" ughhh" erang KJ pelan saat kepala KJ dihantam dengan besi oleh seorang pria yang masih tersisa, darah segar mengalir di kepalanya setelah terhantam besi yang dipukulkan padanya itu, pandangan KJ mengabur, kepalanya pening bukan main,sebelah matanya tertutup oleh darah yang terus mengalir dari kepalanya...
" Ana..." batin KJ
" KJ!! Hentikan!! Hentikann!!!"
Teriak Ana dari dalam mobil saat melihat KJ tersungkur dan berlumuran darah
" ternyata kau tidak sehebat yang aku dengar" ujar pria yang menjadi pimpinan para preman itu sambil menendang perut KJ
" akhh!" Erang KJ saat tendangan itu mengenainya
Ana histeris seketika melihat semua itu...
" astaga!! KJ!!, polisi! Aku harus telepon polisi" gumam Ana yang panik, dengan gemetar Ana menekan nomer darurat yang langsung tersambung ke kantor polisi terdekat...
" jangan sok jagoan bocah" ujar pria itu pada KJ, perlahan tangan KJ meraih martil yang berada di dekatnya lagi, dengan sisa tenaga yang ia miliki KJ dengan cepat menghantam kepala pria itu tanpa sempat ia menghindari serangan KJ itu... darah segar pun mengucur dari kepalanya yang sudah terkapar di jalanan itu...
" aku memang masih jauh lebih lemah dari ayahku, tapi untuk sekedar membunuh kalian itu sudah sangat cukup!" umpat KJ saat mereka semua sudah terkapar tak sadarkan diri di jalan itu....
darah mengalir dimana-mana... KJ pun jatuh bersandar di mobil Ana setelah menghajar 9 pria itu sampai sekarat, sambil menyeka darah di matanya KJ pun berdiri dan mengetuk pintu mobil Ana...
" nona? Nona baik-baik saja kan?" Tanya KJ dengan senyuman manisnya
" K-KJ!" Gumam Ana syok melihat begitu banyak darah di kepala KJ
' wiuw wiuw wiuw'
Suara sirine dari mobil polisi menggema di jalanan sepi itu, beberapa polisi keluar dari mobil dan mengamankan semua pria yang sudah tak sadarkan diri itu termasuk KJ yang sedang terluka...
" jangan bergerak" ujar polisi yang langsung mengunci lengan KJ yang sudah kelelahan dan kehilangan banyak darah...
" pak! Jangan tahan dia,dia teman saya" ujar Ana lalu keluar dari mobilnya...
" kami akan membawanya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan nona, sebaiknya nona juga ikut" ujar polisi itu
" baik pak, tapi saya mohon obati dulu luka teman saya ini... lukanya terlihat sangat parah" ujar Ana, polisi pun mengangguk setuju...
KJ dan Ana pun di bawa ke kantor dengan mobil polisi sementara mobil Ana diamankan pihak polisi sebagai barang bukti...
mereka semua yang terluka langsung dirawat di rumah sakit dekat kantor polisi itu, karena melihat dari keadaan mereka semua yang sekarat itu...
__________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys..
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1