Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Ciuman di Pipi


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Lalu jangan pernah lupa bahwa kamu tidak dilahirkan dengan latar belakang keluarga kaya yang biasa saja... Jika kamu benar-benar ingin menjadikan Ana sebagai istrimu, minimal dia bisa melindungi dirinya sendiri... Karena di setiap detik dalam hidupmu pasti akan ada sepersekian detik yang bisa membahayakan istrimu saat kamu sendiri tidak bisa melindunginya entah karena alasan apa nantinya... Jadi sangat banyak faktor yang harus kamu pikirkan sebelum mengambil keputusan ini... Kalau tentang persetujuan dan restu dari ayah, sekalipun besok kamu ingin mengadakan pernikahan dengan Ana, ayah pasti akan setuju nak..." Ujar Kim dengan sangat serius


***


Perbincangan singkat sore itu terus terngiang di dalam benaknya sampai tengah malam ini...


Art benar-benar memikirkan semuanya dengan keras... Semua tidak semudah itu untuk dilakukan...


Ia benar-benar sadar bahwa akhir-akhir ini ia telah berubah menjadi seorang pria yang naif karena dibutakan oleh cintanya...


"Ya... Aku harus bisa mengatur diriku sendiri... Tidak bisa terus bersikap aneh seperti budak cinta seperti ini..." Gumam Art pada dirinya sendiri


***


2 minggu telah berlalu dengan sangat tenang, tidak ada sesuatu yang membuat kegaduhan... Art juga sudah menerima permintaan dari Simmon untuk menjadi penampilan penutupnya di akhir kegiatan kolaborasi tahunan itu...


Art juga sudah bisa menjernihkan pikirannya sendiri walaupun ia harus terus melihat Ana menjadi pemeran utama wanita bersanding dengan si Chris pria yang paling terkenal dari fakultas seni itu...


Tapi H-3 sebelum acara kolaborasi tahunan antara fakultas ekonomi dan fakultas seni ini diadakan, mahasiswa yang menjadi pasangan yang akan tampil bersama dengan Olivia mengalami kecelakaan sehingga tangannya harus diperban dan terpaksa tidak bisa tampil bersama dengan Olivia nantinya padahal mereka sudah sering berlatih bersama untuk pertunjukan musik akustik nantinya...


"Bagaimana ini, tidak ada mahasiswa lain yang bisa mengimbangi mahasiswi itu untuk perform diatas panggung..." Ujar Simmon sambil menggaruk kepalanya yang mulai uring-uringan karena harus mengurusi segala sesuatu untuk acara kolaborasi tahunan ini berbarengan dengan persiapan pernikahannya juga di waktu yang hampir bersamaan...


Lalu tiba-tiba Simmon mengangkat kepalanya lalu menoleh kearah Art dengan tatapan memohon-nya...


"Tidak, tidak... Tidak lagi, aku tidak bisa!" Ujar Art yang tahu apa yang diinginkan oleh Simmon sebelum ia mengutarakannya sekalipun...


"Ayolah kawan... Satu ini saja... Setelah ini semuanya selesai... Setidaknya anggap ini sebagai barter karena aku telah mengizinkan dirimu menjadi asisten dosen selama beberapa minggu ini oke? Oke?" Pinta Simmon sambil memohon-mohon pada juniornya ini karena otaknya sudah benar-benar buntu untuk memikirkan siapa yang bisa menjadi pengganti dengan waktu yang sesingkat ini...

__ADS_1


"Huuuufffftttt... Baiklah kak, bangun! Jangan menjadi seperti pengemis seperti ini!" Ujar Art menarik tangan seniornya itu agar berdiri...


"Terima kasih Art ku sayang... Terima kasih!!!" Ujar Simmon senang, sementara Art mendorongnya karena merasa jijik melihat seniornya itu berpura-pura menjadi orang yang manis dan berbicara manis seperti tadi...


"Sekarang aku akan mengabari si Olivia itu, segeralah latihan bersama dengannya, karena waktu sudah semakin mepet!" Ujar Simmon sambil mendorong Art untuk segera pergi ke fakultas seni saat ini juga...


"Sekarang juga? Nanti sore juga bisa loh! Tidak harus sekarang..." Protes Art namun tidak dihiraukan oleh seniornya ini dan akhirnya ia pergi ke fakultas seni untuk menemui Olivia...


***


Di ruang latihan jurusan musik,


"Katanya bapak yang akan menggantikan mahasiswa yang mengalami kecelakaan itu ya?" Tanya Olivia saat mereka sudah berada di dalam ruang latihan itu berdua...


"Ya, dan mau bagaimana lagi... Karena waktunya sudah mepet sekali, jadi tidak ada pilihan yang lain... Oh ya... Jangan panggil bapak, terkesan tua sekali... Panggil Art saja..." Sahut Art dengan santai sambil mengambil gitar dan menyetelnya agar lantunan melodi yang dihasilkan oleh gitarnya ketika dipetik terdengar sempurna...


"Mmmm.... Art saja terdengar tidak sopan, bagaimana kalau kak Art saja?" Tanya Olivia dan Art menyetujuinya saja...


Merekapun langsung berlatih bersama, membangun chemistry yang bagus agar penampilan mereka benar-benar profesional dan maksimal nantinya diatas panggung...


Sebuah pesan masuk di ponsel Art,


"Aku hari ini pulang dengan Davika dan Andeline ya sayang... Bye..." Tulis Ana dalam pesan singkat itu,


Ini bukan pertama kalinya terjadi selama beberapa minggu ini, tapi mereka berdua mulai biasa saja dan bereaksi normal-normal saja... Tidak ada keposesifan atau kecemburuan yang berlebihan lagi...


Hubungan yang terjalin benar-benar sangat sehat akhir-akhir ini...


Melihat Art memainkan ponselnya, Olivia berpikiran bahwa mungkin Art sedang sibuk dan akan pergi sebentar lagi, maka dari itu ia mendahului untuk mengatakan sesuatu,


"Apakah hari ini kakak sibuk? Tidak bisa latihan lagi ya?" Tanya Olivia yang langsung membuat Art menoleh kearahnya,

__ADS_1


"Tidak... Tidak ada pekerjaan lain kok, mari kita lanjutkan latihannya..." Sahut Art dan merekapun kembali berlatih bersama dengan ceria, dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari balik pintu yang terbuka sedikit itu...


"Sial, kenapa Olivia bisa begitu dekat dengannya... Tidak bisa dibiarkan, aku tidak akan membiarkan siapapun menjadi sainganku karena Olivia hanya akan menjadi milikku..." Gumam pria itu yang tidak lain adalah Chris


***


H-1 sebelum acara...


Setiap detiknya yang mereka habiskan untuk latihan pun bergulir dengan cepat, tanpa disadari Olivia sudah mulai jatuh hati kepada Art yang benar-benar tulus dan hebat dalam segala macam hal, bahkan tentang berbagai alat musik hingga mereka lebih bisa dekat dan mengobrol dengan leluasa karena obrolan mereka menjadi sangat seru saat membahas topik apapun karena Art selalu bisa mengimbangi Olivia dalam hal apapun...


Sore itupun berlalu dengan begitu cepat, namun entah apa yang mempengaruhi pikiran Olivia hingga saat hendak pulang dari ruang latihan, Olivia nekat mencium pipi Art yang tentunya membuat Art terkejut karena serangan mendadak itu...


Dan masalahnya tidak berhenti sampai disitu,


ternyata ada dua pasang mata yang tidak sengaja melihat hal itu...


Mereka adalah Chris dan juga Ana...


"apa-apaan ini?!" batin Ana kesal namun ia menahan dirinya agar apa yang selama ini berusaha untuk ia sembunyikan di depan umum tidak terbongkar begitu saja...


"sial! dia berhasil mengambil hati Olivia lebih dulu daripada aku!!! aku akan membuat perhitungan denganmu awas saja!" gumam Chris dalam hatinya juga...


"apa yang kamu lakukan Oliv? kamu tidak bisa melakukan ini... karena aku sudah punya seorang kekasih, dan jika dia melihat ini dia pasti akan salah paham... jangan lakukan ini lagi oke?" ujar Art dengan alis yang sedikit mengkerut,


"maaf kak, tapi aku hanya ingin bilang bahwa aku sangat mengagumimu... bahkan mungkin aku telah jatuh cinta padamu... tapi aku tidak akan memaksakan perasaanku padamu kak, aku hanya ingin mengutarakannya saja... dan dari perkataan'mu tadi dapat aku simpulkan sendiri jawabannya... jadi jangan khawatir, tidak akan ada hal seperti ini lain kali oke? hehehe" sahut Olivia lalu ia berlari meninggalkan Art dengan wajah yang merona merah setelah dengan berani mengungkapkan perasaannya...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2