
HAPPY READING GUYS
________________________
"Ayah ada di taman belakang bersama ibu kak, ada apa?" Sahut Pim memberitahukan keberadaan ayah mereka itu...
"Tidak... Hanya ada beberapa hal yang ingin kakak tanyakan pada ayah..." Sahut Art sambil langsung menuju ke taman belakang...
Dan pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah ayahnya sedang tidur di pangkuan ibunya... Menikmati indahnya sore hari bersama seperti pasangan muda yang dipenuhi cinta...
"Baiklah, dari sini aku bisa mulai paham dari mana aku mendapatkan gen yang posesif dan aneh ini... Dasar ayah..." Gumam Art sambil terus berjalan mendekati kedua orang tuanya itu...
Namun ketika hendak mengatakan sesuatu, ibunya memberikan isyarat agar ia tidak berisik...
"Ada apa sayang? Ayahmu baru saja tertidur, sudah beberapa hari ini ia tidak dapat istirahat yang cukup... Entah apa yang ia lakukan dengan paman Jeab mu itu akhir-akhir ini..." Bisik Aom pada putranya ini...
"Ooh, baiklah bu... Kalau begitu nanti saja kalau ayah sudah bangun..." Sahut Art dengan suara pelan juga agar ayahnya tidak terbangun...
Akan tetapi saat ia hendak pergi, ujung jas yang ia gunakan tidak sengaja menyentuh permukaan kulit tangan ayahnya yang langsung membuat ayahnya Kim terbangun karena sensitivitasnya sangat tinggi walaupun saat tidur sekalipun...
"Hmmm? Ada apa nak?" Tanya Kim yang bangun perlahan dari pangkuan istrinya itu...
"Ah, maaf ayah... Aku tidak bermaksud untuk mengganggu istirahat ayah..." Ujar Art sambil kembali membalikkan tubuhnya menghadap ayahnya yang sudah bangun hanya karena trigger kecil yang tidak disengaja itu...
"Tidak apa-apa... Kenapa? Ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan dengan ayahmu ini?" Tanya Kim to the point setelah melihat setitik keraguan di wajah putra pertamanya ini...
"Hmmm... Aku bingung untuk memulainya dari mana yah..." Ujar Art sambil mengusap tengkuknya yang tidak gatal...
__ADS_1
"Apa aku benar-benar boleh menikahi Ana sekarang ini ayah?" Tanya Art lagi yang langsung membuat ibunya terkejut mendengar apa yang anaknya ini tanyakan kepada suaminya saat ini...
"Ada apa? Kamu tidak melakukan yang aneh-aneh kan sayang?" Tanya Aom langsung pada putranya ini tanpa basa-basi lagi...
"Sayang, bisa tinggalkan kami berdua dulu? Sekalian buatkan aku teh mint ya... Perutku sedikit terasa tidak enak... Sepertinya aku masuk angin..." Ujar Kim pada Aom,
Meskipun Aom tahu bahwa ini hanyalah alasan yang Kim berikan agar ia dan putranya ini punya waktu untuk berbicara empat mata dan lebih intens dengan Art putra mereka ini...
Kim memejamkan matanya pelan dan tersenyum pada istrinya, mengisyaratkan bahwa,
tidak apa-apa, dan jangan khawatir... biar aku saja yang berbicara pada anak kita...
Walaupun sebenarnya tidak tenang, tapi Aom juga sangat percaya pada suaminya bahwa semuanya akan baik-baik saja, tidak seperti apa yang ada di dalam pikirannya saat ini mengingat umur Ana yang masih sangat muda saat ini...
"Duduklah anakku sayang..." Ujar ayahnya sambil menepuk tempat kosong yang ada di sampingnya agar Art duduk disana...
"Tidak ayah... Hanya saja, aku merasa akan lebih baik jika aku benar-benar mengikatnya secepat denganku dengan hubungan yang benar-benar resmi dan diakui di mata hukum... Akhir-akhir ini aku merasa sangat aneh karena emosiku semakin tidak terkendali setiap melihat ada pria lain yang mendekatinya Ana, aku tiba-tiba menjadi kesal dan ingin sekali menghajar orang itu... Padahal sebelumnya aku tidak pernah bertindak setidak rasional ini ayah... Seperti ada rasa kecemburuan dan juga kecemasan yang besar akan kehilangan cinta... Ah, aku pusing ayah!" Ujar Art sambil mengacak rambutnya sendiri,
Tapi bukannya memberikan solusi, ayahnya malah tertawa melihat tingkah laku putranya ini...
"Kenapa ayah tertawa?! Aku sedang pusing dan bingung tapi ayah malah tertawa se-senang itu!" Protes Art pada ayahnya yang masih saja tertawa itu,
Lalu ayahnya mengusap lembut rambutnya, menghentikan tawanya dan menggantinya dengan sebuah senyuman yang selalu membuat Art merasa tenang dan aman saat melihat senyuman ayahnya ini...
"Ayah tidak pernah habis pikir, kenapa anak tertua ayah ini benar-benar memiliki sifat yang hampir sama persis dengan ayahnya ini... Bahkan sampai sifat bodohnya ini juga sama... Hahaha" ujar Kim pada Art sambil tertawa lagi,
"Dengar nak, itu adalah cinta yang terlalu besar... Sama seperti bagaimana ayah mencintai ibumu dengan cara yang tak biasa dan sangat-sangat diluar batas normal selama ini..." Ujar Kim lagi
__ADS_1
"Tapi satu yang harus dapat kamu pastikan dengan baik anakku... Yaitu, orang yang kamu cintai bisa bahagia dengan cintamu yang sangat besar ini, karena cinta yang terlampau besar bisa menjadi pisau bermata dua... Bisa memberikan kebahagiaan yang amat sangat baik, akan tetapi di lain sisi... Rasa cinta yang sangat besar ini juga bisa memberikan dirimu rasa sakit dan penderitaan yang sangat besar dan sangat dalam... Bukankah dirimu pernah mendengar sebuah kalimat yang mengatakan bahwa cinta itu tidak harus memiliki?" Tanya Kim pada putranya yang terlihat sangat serius mendengarkan apa yang ia katakan ini...
Art hanya mengangguk menyetujui apa yang dikatakan oleh ayahnya saat ini...
"Suatu hari nanti, seandainya... Ini hanya sebuah perandaian semata... Jika seandainya Ana pergi karena lebih mencintai pria lain apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Kim yang berhasil membuat ekspresi wajah Art yang berubah menjadi sedikit kelabu...
Bukan karena kesal atau marah karena apa yang ayahnya katakan, tapi ia berpikir lebih jauh lagi... Bagaimana jika seandainya ini benar-benar terjadi nantinya?
"Aku... Aku tidak tahu ayah... Tapi jika dia terlihat benar-benar bahagia akan hal itu, mungkin aku akan mencoba untuk memahami fakta bahwa dia lebih bahagia tanpa diriku..." Sahut Art,
Kim sebagai ayahnya dapat melihat adanya sebuah alasan lain yang membuat anaknya ini sedikit pesimis dengan cintanya, sehingga ia mencari jalan pintas untuk mengamankan diri dari rasa takut akan kehilangan cintanya yaitu menikahi wanita yang ia cintai secepatnya...
"Kamu tahu apa saja hal yang harus dipertimbangkan sebelum dirimu mengambil keputusan seperti ini?" Tanya Kim dengan sangat serius pada putranya ini,
"Dia masih dibawah 20 tahun, dia masih belum selesai kuliah, dan dia adalah putri satu-satunya dari paman Gerald..." Sahut Art namun ia masih berpikir tentang apa lagi faktor-faktor yang harus ia pertimbangan...
"Itu hanya sebagian kecil dari banyaknya resiko yang belum masuk ke dalam pemikiran'mu nak... Sebelum ayah mengatakan semuanya, ayah ingin mengatakan padamu bahwa ayah dulu sempat melakukan kesalahan di masa muda, ayah berpikiran sempit karena kakek'mu tidak mengizinkan ayah untuk mencintai ibumu karena kakek telah menjodohkan ayah dengan gadis lain... Lalu ayah menentang semuanya hingga tanpa berpikir dengan jernih, ayah membuat ibumu sempat hamil di usianya yang masih sangat muda saat itu... Tapi tuhan berkehendak lain jadi semuanya benar-benar hancur berantakan... Ibumu kehilangan ingatan karena sebuah kecelakaan sekaligus kehilangan calon bayi kami..." Ujar Kim yang benar-benar membuat Art terkejut, karena selama ini yang ia tahu hanyalah kedua orang tuanya ini awalnya saling menargetkan sebagai musuh tapi berakhir dengan cinta yang sampai saat ini masih tidak memudar sedikitpun...
"Ayah tidak mau kamu melakukan kesalahan seperti yang ayah lakukan dulu nak... bukan pada poin hamil sebelum menikah, tapi lebih kepada poin bahwa kehamilan di umur wanita yang masih muda itu sangat rawan dan berbahaya... memang ada banyak orang yang biasa saja umur 20 atau bahkan lebih muda hamil dan melahirkan dengan lancar... Tapi tidak semua orang bisa disamakan, resiko yang besar selalu mengintai setiap saatnya jika sampai kamu lepas kendali akan hasratmu..." Ujar Kim sambil menepuk bahu putranya ini,
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐