
HAPPY READING GUYS
________________________
"Tidak ada cara lain, dan sebagai gantinya aku akan memberikan kesempatan yang sangat bagus untukmu agar bisa meluluhkan pujaan hatimu itu... Kau yakin tidak mau mengikatnya secepat mungkin dan menuliskan nama kalian berdua diatas akte pernikahan sebelum ada orang lain yang menyalip dan mengambil kesempatanmu?" Sahut Simmon sambil tersenyum senang karena melihat ekspresi wajah Art yang tampak sedang berpikir keras...
Lagi-lagi ada pembicaraan tentang pernikahan dan mengikat janji suci secepatnya...
Kenapa semua orang seakan-akan memiliki pemikiran yang sama akhir-akhir ini tentang hubungan cintanya dengan Ana?
Apakah ini suatu pertanda? Tapi apa?
Pikiran Art mulai bekerja dengan keras berusaha merasionalkan semua ini, kejanggalan yang tidak biasa ini sedikit membuat ketenangan dirinya terusik, apalagi Ana masih belum mau mengakui hubungan mereka berdua di depan umum...
"Aku tidak perlu itu kak senior, aku sudah mendapatkannya kembali" sahut Art dengan penuh percaya diri sambil meneruskan berjalan hendak keluar dari ruangan itu,
Namun Simmon masih berusaha untuk mencegahnya dan meyakinkan Art untuk mau menerima permintaannya ini...
Ia sadar bahwa tadi ia tidak meminta tolong pada juniornya ini, akan tetapi memerintahkannya...
Ia lupa bahwa satu-satunya junior yang tidak akan pernah bisa diperintah oleh senior manapun di kampusnya dulu adalah lelaki yang kini berdiri di hadapannya sebagai asistennya dengan tujuan tertentu, yaitu Anastasya Geraldine...
"Aku mohon bantuannya Art... Tidakkah kau mau membantu seniormu ini? Tolonglah, selain itu kau juga bisa mencari momen yang pas untuk menggoda gadismu itu... Dan meskipun dia belum mau atau belum berani mengatakan tentang hubungan kalian di depan publik atas dasar apapun itu, kau bisa tetap punya kesempatan untuk meningkatkan kadar cintanya dengan membuat dia tersipu malu dengan tindakan romantismu diatas panggung... Dan.. dan aku seniormu ini bisa membantumu untuk mewujudkan itu dengan mudah dan tentunya tanpa ketahuan oleh orang-orang... Bukankah ini tawaran menarik? Ya kan?" Ujar Simmon panjang lebar berusaha meyakinkan Art agar mau menerima permintaannya ini...
__ADS_1
"Ya, ya, ya... Nanti aku pikirkan lagi kakak senior" sahut Art sambil menekankan kata kakak senior pada Simmon yang membuat Simmon menyerah untuk memaksanya...
Namun bukan Simmon namanya jika tidak bisa memikirkan sebuah cara yang sangat cerdik untuk dapat memaksa Art menyetujui permintaannya untuk menjadi pengisi acara tahunan kali ini...
"Baiklah jika kau tidak mau, berarti Anastasya Geraldine yang akan diikutsertakan dalam kegiatan kolaborasi tahunan kali ini bebas untuk berpasangan dengan siapapun tanpa bisa kau awasi... Tapi menurut pengalamanku selama ini tentang hubungan percintaan... Saat baru mendapatkan cinta itu kembali harusnya kita semaksimal mungkin harus bisa menjaganya, jangan sampai nanti ada sedikitpun celah yang bisa dimanfaatkan oleh pria lain untuk mencuri hatinya... Cinta memang sulit jika masih sebatas kekasih... Beda lagi kalau sudah resmi menjadi pasangan suami istri... Hmmmm...." Ujar Simmon berpura-pura pasrah sambil berjalan santai, sementara Art yang mulai berjalan pelan setelah mendengar apa yang ia katakan itu...
"Hahaha berhasil..." Ujar Simmon di dalam hatinya dengan sangat senang karena umpannya berhasil menangkap ikan besar...
Arthit Hans Suppanad mulai masuk dalam perangkapnya...
"Tunggu! Kau bilang apa? Ana ikut serta dalam kegiatan apa?! Bagaimana bisa seenaknya memintanya untuk ikut serta dalam sebuah acara?" Tanya Art dengan wajah yang sangat tidak senang sambil menahan bahu Simmon dengan kuat...
"Hey bro... Calm down bro..." Ujar Simmon sambil berusaha menyingkirkan tangan Art yang mulai mencengkram sebelah bahunya dengan sangat kuat...
"Sial aku bermain api..." Gumam Simmon di dalam hatinya
"Tenang dulu, lepaskan ini..." Ujar Simmon sambil menoleh kearah cengkraman tangan Art yang tak bisa ia singkirkan itu...
Art melepaskan cengkraman tangannya dan menunggu penjelasan dari Simmon dengan alis yang berkerut hingga kedua alisnya hampir menyatu...
"Jadi begini... Setelah dipertimbangkan dengan dosen-dosen lain, Anastasya terpilih sebagai salah satu mahasiswa yang akan ikut dalam pertunjukan seni teater yang berkolaborasi dengan jurusan seni peran dari fakultas seni... Dan untuk pertunjukan musiknya, ada Jason untuk kolaborasi akustiknya, dan ada beberapa band yang memang sudah terbentuk dari beberapa angkatan dari fakultas ekonomi kita ini... Jadi singkatnya seperti itu... Dan aku meminta bantuan'mu untuk membuat acara ini semakin pecah lagi dengan penampilan band mu seperti saat prom night kampus waktu itu... Acara itu benar-benar booming sampai berminggu-minggu setelahnya karena penampilan kalian yang benar-benar memukau kala itu..." Sahut Simmon menjelaskan dengan sesingkat mungkin pada juniornya ini...
"Apa kau bercanda? Mau membiarkan kekasihku berakting dengan pria lain? Lelucon macam apa ini?! Jangan harap aku mau membantumu senior! Sialan!" Ujar Art sambil langsung melangkah dengan sangat cepat meninggalkan Simmon jauh di belakangnya...
__ADS_1
"Sial! Aku kira berhasil... Ternyata dia pria yang posesif... Astaga, aku harus mencari cara lain untuk membuatnya mau memberikan penampilan penutup di acara nanti... Jika tidak maka apa yang harus aku katakan pada dekan? Astaga!!!" Gerutu Simmon pada dirinya sendiri setelah melihat Art pergi dengan keadaan se-kesal itu...
Ia tidak menyangka juniornya yang misterius dan dingin itu ternyata bisa se-posesif ini kepada pasangannya... Selain itu terselip sedikit rasa ngeri juga melihat respon dari Art tadi... Simmon dapat mengasumsi bahwa jika pria seperti Art akan sangat susah beralih ke lain hati setelah benar-benar jatuh cinta kepada seorang wanita... Cinta yang indah sekaligus menakutkan karena terancam tidak akan pernah bisa memudar apapun yang terjadi nantinya...
***
Art berjalan dengan perasaan yang buruk menuju ke parkiran... tatapan matanya yang dingin dan juga wajahnya yang datar membuat para mahasiswa hening, berbeda dengan para mahasiswi yang melihat semua itu bukannya bergidik ngeri, tapi mereka malah melihat itu sebagai sesuatu yang disebut dengan pesona yang sangat cool di mata mereka...
Pria dingin yang keren...
Bukankah banyak gadis yang memimpikan bisa memiliki kekasih atau pasangan yang tampan dan cool... perpaduan yang menurut mereka sangat memikat hati itu...
Sementara teman-temannya sibuk menikmati ketampanan Art yang sebenarnya sedang dalam mood yang buruk itu, Ana malah sebaliknya...
Ia tahu bahwa Art sedang tidak dalam suasana hati yang bagus dan entah apa yang menyebabkannya... ia hanya berharap jika di dalam mobil ia tidak akan terkena imbasnya...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐