
HAPPY READING GUYS
________________________
Lalu saat hendak berjalan kearah parkiran, tidak sengaja Art melihat Ana yang berdiri disana dengan Chris, dan tentunya dengan wajah yang sudah dapat ditebak setelah melihat adegan tadi...
Sementara itu Chris yang melihat Olivia berlari hendak mengejarnya,
"Ana, aku duluan ya... Ada urusan lain soalnya..." Ujar Chris dan langsung pergi begitu saja setelah Ana mengiyakannya...
Namun ketika berlari di lorong, Chris merubah niatnya setelah melihat Ana dan juga pria yang telah membuat Olivia-nya jatuh cinta ini terlihat sedang beradu argumen dan pergi ke tempat sepi...
Chris akhirnya membatalkan niatnya untuk mengejar Olivia, ia lebih memilih mengikuti kedua orang itu yang menurutnya sedang menyembunyikan sesuatu...
"Jangan salah paham Ana... Itu tadi tidak berarti apa-apa... Jangan marah ya..." Ujar Art di balik tembok itu yang masih bisa di dengar oleh Chris yang sengaja mendengarkan pembicaraan mereka berdua...
"Lalu apa? Kenapa dia mencium'mu? Bukankah itu artinya kekasihku ini sudah tebar pesona kepada gadis lain?" Sahut Ana yang terdengar kesal, sangat kesal...
"Kekasih? Jadi mereka berdua sepasang kekasih?" Gumam Chris di dalam hatinya setelah mendengar pertengkaran kecil itu...
"Kamu cemburu? Maka hapus ciuman itu dan ganti dengan ciuman darimu..." Ujar Art menggoda Ana yang kemudian hanya terdengar tawa kecil dari mereka berdua yang tentunya sedang menikmati ciuman manis di antara celah lorong sepi kampus seni sore ini...
Chris hanya tersenyum dan pergi dari sana...
***
Di dalam mobil Art dan Ana masih saja tertawa kecil, hubungan mereka berdua memang sudah berkembang semakin dewasa dalam pemikirannya, tidak lagi mudah saling curiga satu sama lainnya...
Sehingga masalah kecil tadi dapat mudah teratasi dengan ciuman di lorong itu untuk menghapuskan semua kejadian tidak disengaja itu...
"Bagaimana kalau kita menikah saja dulu Ana?" Tanya Art tiba-tiba setelah menghidupkan mesin mobilnya...
"Tidak mau..." Sahut Ana sambil tertawa kecil
"Kenapa? Apa aku kurang tampan? Hahaha" tanya Art sambil tertawa juga, mereka sering bercanda seperti ini akhir-akhir ini dan entah karena apa dan dimulai dari mana...
__ADS_1
"Tidak... Tapi sayangnya aku tidak mencintaimu... Aku sudah mencintai pria lain... Maaf ya..." Ujar Ana sambil terkekeh geli, namun Art terdiam...
"Apa itu benar?" Tanya Art serius karena perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak...
"Ayolah sayang... Tentu saja aku cuma bercanda... Bagaimana mungkin itu benar... Jangan serius seperti itu ah..." Sahut Ana sambil mencubit pipi Art gemas karena selalu saja ada momen dimana Art akan menanggapi candaannya dengan serius seperti ini dan itu sangat imut di mata Ana...
"Jangan bercanda seperti itu.. itu tidak lucu sayang..." Ujar Art datar dan langsung melajukan mobilnya, moodnya berubah menjadi kurang bagus entah karena candaan itu atau karena firasat akan sesuatu yang lain...
Di perjalanan pulang Ana terus berusaha menaikkan mood Art yang tidak sengaja ia rusak tadi karena candaannya itu...
"Sayang... Maaf, aku kan hanya bercanda... Jangan marah ya..." Pinta Ana dan Art langsung mengusap lembut rambutnya dan berkata,
"Iya... Asal itu hanya bercanda aku tidak apa-apa sayang..." Sahut Art sambil tersenyum manis, namun dadanya terasa berat dan seperti ada sesuatu yang mengganjal...
Ia menekan layar yang ada di mobilnya itu dan telepon langsung tersambung dengan Tan, setelah menunggu sebentar Tan mengangkatnya dan Art pun memastikan keadaannya...
"Aku baik-baik saja kak, saat ini aku di rumah bersama dengan ibu dan juga Pim... Kenapa kakak khawatir? Jangan bilang kalau kakak gugup untuk rencana besok malam? Hahaha" ujar Tan yang langsung dimatikan oleh Art karena Tan hampir saja membongkar sebuah rahasia...
"Gugup? Memangnya besok malam kalian mau melakukan apa?" Tanya Ana penasaran
"Apa? Besok malam? Ah, iu tentu saja untuk perform penutup acara kolaborasi tahunan itu Ana..." Sahut Art sambil tersenyum manis...
"Ana hentikan... Itu tidak berarti apa-apa bagiku... Kamu tahu dengan baik semua itu kan..." Ujar Art yang tidak mau membahas hal tidak penting itu lagi yang bisa menghasilkan perdebatan diantara mereka berdua...
Lalu Art beralih ke kontak ayahnya dan meneleponnya, menunggu... Dan menunggu... 1x panggilan tidak diangkat, 2x panggilan juga tidak diangkat...
"Mungkin ayah Kim sedang sibuk sayang... Kenapa kamu tiba-tiba khawatir?" Tanya Ana yang melihat adanya kekhawatiran di wajah kekasihnya ini yang tampak begitu jelas setelah ayahnya tidak mengangkat teleponnya...
"Hmmm... Tidak... Ini hanya kebiasaan lamaku sayang... Setiap aku merasa tidak enak dan punya firasat yang aneh aku pasti akan menelepon keluargaku..." Sahut Art sambil akan menekan tombol telepon lagi tapi sebelum itu ia lakukan, sebuah telepon masuk dan itu dari ayahnya...
"Ada apa nak? Kenapa menelepon berulang kali? Apa ada sesuatu yang mendesak?" Tanya Kim dari seberang telepon itu...
"Ah, tidak ayah... Aku hanya ingin bertanya ayah dimana dan sedang apa?" Tanya Art sambil fokus mengemudikan mobilnya...
"Ayah sedang di kantor teman lama bersama dengan paman Jeab dan Zee... Jika tidak ada yang urgent ayah matikan ya?" Tanya ayahnya dari seberang sana...
__ADS_1
"Iya ayah... Sampai jumpa di rumah..." Ujar Art lalu sambungan telepon itu terputus dengan cepat...
"Uuuh, manisnya kekasihku ini kepada ayahnya... Kamu sangat mencintai dan menyayangi ayah Kim ya?" Tanya Ana sambil sedikit mengejek Art yang tadi sempat terkesan sedikit manja kepada ayahnya itu...
"Ayah, ibu, adik dan keluargaku memang sangat berharga jadi aku pasti akan terlihat berbeda jika hanya bersama dengan mereka... Tidak bersikap seperti saat diluar rumah..." Sahut Art sambil tersenyum manis,
"Oh ya? Benarkah? Seberapa berbeda memangnya?" Tanya Ana penasaran karena ia belum pernah sekalipun melihat Art bersikap sedikit manja seperti tadi itu...
Apa jangan-jangan ia bisa lebih manja saat di rumah bersama dengan keluarganya?
Atau itu hanya bualan semata?
"Mau tahu sayang?" Tanya Art dan langsung disahuti dengan anggukan yang begitu antusias oleh Ana...
"Mau..." Sahutnya seperti anak kecil yang meminta permen kesukaannya...
"Makanya jadilah bagian dalam keluargaku..." Sahut Art yang sama artinya dengan,
Makanya segera menikah denganku jika mau tahu....
"Kenapa tiba-tiba kamu sangat ingin cepat-cepat menikah sayang?" Tanya Ana dengan wajah yang merona merah,
Sebenarnya ia juga sangat ingin cepat-cepat menikah dan tinggal dibawah atap yang sama dengan pria tampannya ini...
Tapi umurnya yang baru 19 tahun ini membuatnya harus sedikit bersabar...
Walaupun saat sudah sudah berumur lebih dari 18 tahun walaupun hanya lebih satu hari itupun sudah bisa dan legal untuk menikah...
Namun Ana mencoba menetapkan pendirian untuk menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu sebelum menerima ajakan menikah dari Art...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐