
Hallo readers setia yang author banggakan selama ini, apa kabar kalian?
Semoga semuanya baik-baik saja ya, dimanapun dan kapanpun kalian berada...
selalu ingat jaga kesehatan ya, begitu juga author sendiri semoga bisa selalu sehat dan bisa update terus kedua ceritanya sampai tamat hehehe...
Selama kurun waktu author ngilang dari peradaban ke-Mangatoon-an ini kolom komentar dibanjiri komentar yang hampir sama misalnya,
Thor kok gak up3 sih?
Thor buruan up biar gak lupa ceritanya!
Thor ini udah tamat apa gimana kok ngegantung ceritanya?
Dan masih banyak lagi komentar lainnya yang bertebaran di kedua cerita author yang masih on going ini hehehe...
Jadi gini sebenarnya guys, author bukannya gak mau up atau kehabisan ide...
tapi terkendala di...
Tada!
HP author meluncur bebas di jalan raya ketika author masih kerja... alhasil semuanya hancur dan rusak parah, layarnya gak bisa disentuh lagi udah kayak si doi yang pergi dan ngilang begitu aja dari hidup kita wkwkwk 🤣
Jadi berhubung author bukan keturunan Sultan jadi gak bisa langsung benerin langsung ataupun langsung beli HP gitu aja setelah rusak hahaha...
Ngomong-ngomong yang bikin nyesek lagi adalah author udah nulis beberapa episode di HP itu tapi karena hpnya rusak semuanya jadi hilang dan sia-sia...
Menulis ulang apa yang udah ditulis sebelumnya itu adalah hal yang tidak menyenangkan 😂 tapi author akan terus usahakan semaksimal mungkin jadi diharap bersabar ya hehehe...
Sekian aja dari author biar gak berlama-lama lagi...
Ih apaan sih Thor gak penting!
Jika ada yang berpikiran seperti itu maka...
__ADS_1
Ya benar!
Ini emang gak penting dan gak jelas juga sih hahaha...
TTD,
Krisnanta
HAPPY READING GUYS
________________________
Jari Pim yang lentik itu mulai bergerak dari kanan ke kiri menggeser satu persatu poto-poto itu? dan yang pertama kali terlintas dalam pikiran Ana saat melihat gadis bernama Pie itu adalah,
"Ia memang terlihat manis..." Gumam Ana dalam hatinya, lalu sampailah pada sebuah poto yang memperlihatkan Art dan Pie sedang bersama di suatu pesta, entah apa yang mereka lakukan sebenarnya dalam poto itu hanya orang-orang yang melihatnya secara langsung lah yang tahu...
Art mengenakan pakaian formalnya yang tentunya berwarna hitam,
"Ah, ini adalah poto saat kak Art ulang tahun tahun lalu... Poto ini aku ambil tanpa sepengetahuan mereka kak hahaha..." Ujar Pim ketika melihat poto itu juga,
"Dia cantik, manis dan sangat pintar berarti ya... Sungguh perpaduan yang sempurna..." Ujar Ana dengan raut wajah yang datar,
"Ya... Tentu saja kak, saingan kakak memang cukup berat! Hahaha" sahut Pim sambil tertawa tanpa dosa dengan mengatakan hal itu, padahal jika dipikirkan lebih dalam lagi... Apa yang ia katakan barusan bisa saja membuat suatu kondisi yang sulit diantara kakak kesayangannya dan juga calon kakak iparnya ini...
"Saingan?" Tanya Ana dengan nada mengintrogasi pada Pim yang tersenyum melihat gambar kakaknya yang begitu tampan itu...
"Baiklah, karena aku sudah berjanji untuk jujur menjelaskan apapun yang berhubungan dengan kakakku jadi aku akan mengatakannya, dia adalah gadis yang sangat menyukai kakakku bahkan bisa dibilang sangat menyukainya dari ujung kaki sampai ujung rambut kakakku ini... Dia tidak akan berpikir 2 kali jika mau melakukan apapun untuk kak Art dan juga ayahku..." Ujar Pim menjelaskan secara singkat namun tentunya tetap membakar rasa cemburu Ana,
"Dia bekerja sebagai apa?" Tanya Pie mulai tertarik untuk mengetahui lebih detail lagi tentang orang yang disebut menjadi saingannya ini oleh Pim...
Bila perlu ia juga akan mencari tahu informasi tentang kelemahan dan juga kelebihan yang gadis itu miliki dibandingkan dengan dirinya agar memperkecil kemungkinan Art akan meninggalkan dirinya karena gadis imut dan manis ini...
"Dia adalah salah satu orang labo... Ah maksudnya dia bisa melakukan apa saja kak... Tapi saat ini ia sedang ditugaskan untuk menjadi sekertaris pribadi dari Tan sekaligus sebagai dokter pribadinya juga..." Ujar Pim yang terlihat sedikit menyembunyikan sesuatu dari Ana,
"Labo? Apa maksudnya labo Pim?" Tanya Ana yang dapat merasakan sesuatu yang sedang berusaha untuk tidak dikatakan oleh Pim kepadanya,
"Maaf kak, aku hanya berjanji untuk menjawab pertanyaanmu tentang kakakku secara jujur... Namun dalam hal ini aku tidak bisa, karena ada sesuatu yang boleh aku beritahu dan ada juga yang tidak boleh..." Sahut Pim sambil tersenyum penuh makna,
__ADS_1
***
Kembali lagi saat Art baru saja datang ke taman dan membahas tentang adiknya Tan dan juga menyebut nama Pie yang membuat Ana mengingat obrolannya dengan Pim tentang gadis itu...
"Hah? Apa lagi kesalahan yang telah aku lakukan? Kenapa dia menatap diriku seperti itu..." Gumam Art dalam hatinya saat melihat Ana menatapnya dengan tajam seakan siap untuk melahapnya jika ia mendekat,
"Ah, ya... Ngomong-ngomong aku mau membawa kekasihku ke suatu tempat, jadi obrolan kalian semua kali ini cukup sampai disini dulu ya wanita-wanita cantikku..." Ujar Art sambil berjalan mendekati Ana dan langsung berbisik padanya dengan sangat lembut,
"Ikut denganku..." Bisik Art dengan lembut di telinga Ana
"Kemana?" Tanya Ana singkat lengkap dengan bumbu tatapan sinisnya,
"Ikut saja sayang..." Ujar Art sambil menarik tangan Ana agar ia segera berdiri dari duduknya,
"Jangan bawa kakak iparku pergi seenaknya! " Seru Pim sambil menahan tangan kakaknya itu,
"Cepat sekali akrabnya ya... Gadis kecilku memang luar biasa... " Puji Art sambil tersenyum senang dan mengusap kepala Pim dengan gemasnya,
"Ya karena Pim sangat baik dan tidak suka menyembunyikan sesuatu dihadapanku" Sahut Ana dengan nada sedikit sinis nya pada art
"Wow... Apa yang telah kalian bicarakan? Kau tidak sedang menjelekkan kakakmu sendiri dihadapan kakak iparmu ini kan adikku sayang? " Sahut Art lalu menoleh curiga pada Pim, apa sebenarnya yang sudah dikatakan oleh Pim hingga Ana menjadi seperti ini padanya?
Ya sudahlah...
Apapun itu, yang penting Art memang harus tetap sabar menghadapi apapun hal yang akan Ana lakukan kedepannya jika ia benar-benar serius mencintai dan ingin menikahi kekasihnya ini...
Belum lagi tentang banyak hal yang harus ia ungkapkan pada Ana tentang apa, siapa dan bagaimana dirinya sebenarnya... Kehidupannya, caranya menjalani hidup, dan banyak hal lain yang harus ia tunjukkan pada Ana dan itu tidak bisa dilakukan di satu tempat saja... Melainkan ia harus membawa Ana melihat langsung ke masing-masing tempat yang tentunya tersebar di berbagai negara yang terlampau jauh...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1