
HAPPY READING GUYS
________________________
Mendengar apa yang ayahnya barusan katakan, tiba-tiba tenggorokan Art terasa kering... Ia menelan ludahnya sendiri beberapa kali, sebelumnya ia tidak pernah secemas ini menunggu lanjutan perintah dari ayahnya...
Tapi kali ini berbeda...
Apa ini yang ayahnya singgung dulu dengan kata perubahan sempurna setelah kau mengenal cinta?
Dalam pikirannya Art mulai memikirkan beberapa kemungkinan terburuk yang bisa terjadi... Sampai pada titik dimana ia berpikiran untuk menunjukkan seluruh isi dunia gelap yang pastinya sangat-sangat kelam bagi orang awam kepada Ana sebelum Ana benar-benar menjadi istrinya...
Namun hal ini adalah hal yang paling beresiko tinggi menurutnya karena akan sangat mempengaruhi psikologis dari Ana dan juga pastinya akan berimbas kepada keselamatannya juga jika sampai terjadi bahaya saat semua itu ia lakukan...
Masih terlalu banyak rahasia yang Art simpan tentang dirinya dari kekasihnya itu...
Ana bahkan mungkin hanya baru tahu 20% tentang kehidupan Art yang sebenarnya...
"Pergi ke Hongkong, Makau, Singapura, New York underground, Las Vegas, Jepang dan juga rumah kelahiranmu Thailand" perintah ayahnya yang benar-benar membuat Art terkejut dan hampir melotot, apa yang Art pikirkan barusan benar-benar disuruh oleh ayahnya bahkan benar-benar detail ke titik-titik kunci dalam hidupnya...
"Kau tahu apa yang ayah maksudkan bukan?" Tanya Kim pada anaknya ini,
"............." Art terdiam,
"Takut?" Tanya Kim lagi pada putranya yang masih terdiam, dan masih belum ada jawaban sedikitpun...
"Dirimu benar-benar mencintai Ana?" Tanya Kim lagi pada Art,
"Tentu saja ayah... Hanya saja," ujarnya lalu sebelum Art dapat menyelesaikan ucapannya, ayahnya sudah berbicara lagi...
__ADS_1
"Kau harus benar-benar menunjukkan apa dan siapa dirimu kepadanya jika kau benar-benar mencintai dia dan ingin ia kuat berada di sampingmu... Perlihatkan semuanya, jangan sembunyikan apapun lagi agar nantinya jika ia menerimamu sebagai suaminya, ia tidak akan memiliki alasan untuk pergi dari sisimu karena sudah tahu semua sisi baik dan sisi buruk yang kamu miliki nak..." Ujar Kim lagi,
"Tapi bagaimana jika saat Ana mengetahui dan melihat semuanya secara langsung ini akan mempengaruhi psikologisnya ayah?" Tanya Art yang terlihat sedikit cemas, ayahnya hanya tersenyum dan berkata...
"Jika dirimu yakin pada cinta yang kamu miliki untuknya, maka kamu akan melakukan segala macam hal yang bisa membuatnya nyaman berada di sampingmu walaupun pilihan itu mengerikan sebenarnya, tapi ia bisa memilihnya hanya karena ia bahagia berada di dekatmu..." Ujar Kim lalu ia mengelus kepala putra sulungnya ini dengan lembut,
"Caramu melindunginya bahkan dengan nyawamu sendiri adalah titik tertinggi dan terpenting dari semua hal yang telah dirimu pelajari selama ini... Karena kau akan menyadari arti penting dari setiap hal-hal kecil sampai hal besar yang ada dalam hidupmu..." Ujar Kim lagi,
"Baiklah ayah, aku akan mencobanya nanti..." Sahut Art
"Apa? Nanti? Tidak nak... Bukan nanti tapi sekarang..." Ujar Kim sambil memberikan beberapa berkas pekerjaan pada putranya,
"Selesaikan semuanya, tidak ada batas waktu... Tapi lakukan yang terbaik, bawa Ana bersamamu sore ini juga kalian harus terbang ke Makau... Masalah izin dari Charles itu biar ayah yang urus dengan calon mertuamu itu..." Ujar ayahnya lagi lalu memberikan sebuah cincin yang sangat menarik mata untuk melihatnya, sebuah cincin berbentuk naga melingkar yang sangat unik tentunya...
Tapi karena Art tahu apa arti dari cincin itu sebenarnya maka ia tidak lagi mengagumi bentuk dan keindahannya seperti dulu saat pertama kali melihat dan memakainya...
Fungsi dari cincin itulah yang sebenarnya sangat mengagumkan baginya... Cincin itu bagaikan kunci dari semua tempat yang sulit untuk dimasuki oleh orang normal...
***
Di taman belakang,
Kini Ana dan Pim tidak hanya mengobrol berdua lagi karena Aom sudah ikut berpartisipasi dalam obrolan anak muda ini yang tentunya banyak membicarakan tentang putra sulungnya Art...
"Hahaha, kakak tidak akan pernah bisa melihatnya lagi karena itu adalah jaman masa kecilnya kakakku... Tapi sungguh dia sangat tampan dan seimut itu dulu... Benar-benar berbeda dengan pria dewasa yang saat ini kita lihat..." Ujar Pim sambil tertawa
"Tentu saja Art saat masih kecil memiliki berbagai macam kelucuan dan keluguan dalam dirinya walaupun memang ia jenius tapi ada beberapa hal yang selalu membuatnya terlihat lucu dan sangat lugu sayang... Rasanya ibu ingin kembali melihat masa-masa itu lagi... Hehehe" ujar Aom sambil terkekeh pelan kepada dua orang putrinya ini...
"Eheeemmm! sepertinya ada yang sedang begitu asyiknya membicarakan tentang diriku ya... ibu... jangan membicarakan sesuatu yang buruk tentang diriku di depan kekasihku ya..." ujar Art yang baru saja datang setelah selesai membicarakan detail pekerjaan yang telah ayahnya berikan padanya,
__ADS_1
Sejujurnya ia masih merasa sedikit tidak nyaman untuk menyelesaikan tugas yang ayahnya berikan padanya kali ini...
bukan karena ia tidak yakin bisa menyelesaikan semua list dalam tugas itu, melainkan karena harus membawa Ana ikut serta bersamanya berkeliling ke berbagai negara yang notabene merupakan negara yang cukup berbahaya karena memiliki cakupan lingkungan bawah tanah yang besar dan tak pernah terekspos ke dunia luar selain kepada orang-orang khusus yang terlibat di dalamnya...
"Tidak, tidak... Untuk apa ibu menjelekkan putra ibu yang tampan ini...oh, ya... dimana adikmu sayang? kenapa dia belum pulang juga sampai sekarang?" tanya ibunya karena Tan masih belum menunjukkan dirinya lagi hari ini,
"Haaah... dia paling-paling sedang menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dan merepotkan Pie karena berbagai macam ulahnya itu..." ujar Art sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum seakan-akan ini memang sebuah kebiasaan yang tidak akan pernah hilang dari adik laki-lakinya itu...
Ketika mendengar nama Pie tiba-tiba Ana teringat apa yang sempat ia dan Pim bicarakan tentang satu-satunya gadis yang bisa dekat dengan kekasihnya ini...
***
Beberapa saat yang lalu ketika mereka membicarakan tentang satu-satunya gadis yang bisa benar-benar dekat dengan Art, yang tidak lain dan tidak bukan yaitu Pie...
"Lalu siapa satu-satunya gadis yang bisa dekat dengan kakakmu itu? apa dia cantik?" tanya Ana dengan tatapan menyelidiknya pada Pim,
"Ya... Tentu saja kak Pie cantik dan senyumannya juga manis... ya walaupun jika dibandingkan denganku masih kalah sih... hahaha" sahut Pim dengan percaya dirinya,
"Yang dia katakan memang benar sih tapi dirinya memang terlalu cantik jika digunakan sebagai perbandingan bukan?" gumam Ana dalam hatinya,
"aku serius Pim... siapa dia?" tanya Ana lagi sambil sedikit cemas,
"dari pada aku harus mendeskripsikan dirinya lebih baik kakak lihat dan nilai saja sendiri..." ujar Pim membuka galeri yang ada di ponselnya itu dan menunjukkan potonya bersama dengan Pie,
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐