
HAPPY READING GUYS
________________________
Art mengusap wajahnya dengar kasar, rahangnya mengeras, alisnya mengkerut sehingga terlihat sangat jelas dari raut wajah bahwa ia sedang sangat frustasi.
Ia sangat ingin berteriak namun itu akan membangunkan Ana hingga ia harus menahannya, Art pun memejamkan matanya cukup lama hingga aliran waktu berlalu begitu saja...
Semakin lama Art semakin tenang dan tenang, wajahnya terlihat sangat damai sekarang. Hingga pada satu waktu ia membuka matanya lalu berjalan ke sebuah meja yang ada di kamar hotel ini, membuka lacinya lalu mengeluarkan secarik kertas putih dan sebuah pulpen besi hitam yang tersimpan di sana. Tangannya pun mulai menari menghasilkan goresan halus yang membentuk setiap kata dan kalimat yang ia tuangkan dalam sebuah tulisan tangannya di atas kertas putih itu.
5 menit pun berlalu begitu saja,
Art pun selesai menulis kata-kata yang ia inginkan lalu melipatnya dengan rapi. Menyelipkan kertas itu di bawah bantal Ana, mencium kening kekasihnya dengan sangat lembut sebelum meninggalkan tempat tidur itu dan memungut beberapa kertas yang ia buang secara acak karena beberapa kali kata-kata yang ia tulis terasa salah bagi hatinya. Semua kertas itu kemudian ia buang di tong sampah lobi hotel sebelum ia mencari Nicholas ke ruang kerjanya,
“Tuan muda silahkan masuk tuan” ujar Nicholas sedikit gelagapan sambil merapikan kemejanya,
“Kamu cepat keluar!” ujarnya dengan cepat kepada seorang wanita yang ada di dalam kantornya, Art tidak melirik nya sedikitpun namun terlihat jelas bahwa bajunya sama berantakannya dengan Nicholas. Hanya orang bodoh yang tidak akan paham dengan apa yang mereka lakukan disini sebelumnya,
“Ada yang bisa saya lakukan untuk anda tuan?” tanya Nicholas dengan cepat untuk menetralkan rasa canggungnya, sambil mendorong wanita itu agar cepat keluar dari ruangannya karena wanita itu tampak terpesona pada tuan mudanya ini sehingga pergerakannya lebih lambat daripada siput.
“Tampaknya aku telah mengganggu malam yang hangat dan manis mu” ujar Art sambil duduk di meja kerja Nicholas dengan tangan terlipat di dadanya,
“Tentu saja tidak tuan! Hal seperti itu tidak ada... Itu... Itu bisa dilakukan kapan saja di lain waktu hehehe” sahut Nicholas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,
“Apa ada yang tuan inginkan? Apa yang bisa saya bantu tuan?” Tanya Nicholas lagi sambil menyatukan kedua tangannya dan senyuman cerah muncul di wajahnya,
__ADS_1
“Tampaknya hubungan tuan muda dan gadis itu sedikit tidak baik sekarang... Apa mereka bertengkar?” gumam Nicholas bertanya-tanya dalam hatinya,
“Siapkan jet pribadiku jam 3 pagi, aku akan pergi ke Meksiko” ujar Art memberikan perintahnya,
“Siap tuan, saya akan menyiapkannya secepat mungkin dan menghubungi bawahan yang biasa menjadi pilot pesawat jadwal penerbangan malam sekarang juga” sahut Nicholas dengan sangat cepat sambil langsung mengeluarkan ponselnya untuk mengatur jadwal penerbangan dan menghubungi anak buahnya, namun Art kembali memberikan perintah yang membuatnya sedikit bingung,
“Tidak ada pilot, aku yang akan menerbangkan pesawatnya sendiri” ujar Art
“Jangan lupa registrasinya dengan namaku sebagai Osvaldo Darren, siapkan lisensi dan semuanya dalam satu tas koper kecil seperti biasanya” ujar Art lagi,
“Lalu apa anda perlu pramugari untuk menemani dan melayani nona itu di dalam pesawat tuan?” tanya Nicholas tanpa menanyakan apapun lagi pada keputusan tuan mudanya ini yang ingin menerbangkan pesawat jet pribadinya sendiri,
“Dia tidak akan ikut” sahut Art yang langsung membuat Nicholas mengernyitkan kedua alisnya dan mulutnya mengeluarkan suara sedikit terkejut,
“Hah?” celetuk Nicholas setelah mendengar itu,
“Tinggalkan 10 sampai 15 orang untuk mengamankan rumah itu setiap harinya, bantu mereka menyelesaikan masalah apapun kedepannya selama tidak berhubungan dengan diriku” ujar Art memberikan perintahnya secara detail pada Nicholas yang hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan patuh tanpa bertanya apapun lagi menyangkut masalah ini, karena bagaimanapun juga ia tidak memiliki banyak kedekatan secara pribadi dengan tuan mudanya ini sehingga ia bisa menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi dengan sesuka hatinya,
“ Buang ” ujar Art lagi sambil menyerahkan sebuah ponsel pada Nicholas,
“ Apa perlu saya hancurkan tuan? ” tanya Nicholas sembari memastikan apakah ada beberapa data penting yang ada dalam ponsel itu sehingga harus 'dibersihkan' secara khusus,
“ Lakukan sesukamu, tidak ada file penting di sana ” sahit Art dengan santai tetap melanjutkan perjalanannya hingga ke depan lift, Nicholas hanya mengikutinya dengan patuh lalu membuang ponsel itu begitu saja ke tong sampah yang ada di samping lift itu,
***
__ADS_1
~Basement
“ Silahkan tuan muda ” ujar Nicholas sambil membukakan pintu mobil untuk Art,
“ Jangan pernah berikan informasi apapun tentang diriku, pada siapapun. ” ujar Art dengan sangat tegas hingga membuat Nicholas sedikit mengernyitkan keningnya menyadari arti dari penekanan kata-kata dari bosnya ini,
Mobil Hitam itupun pergi begitu saja dari basement hotel, melaju di jalan raya yang cukup padat meskipun jam sudah menunjukkan waktu dimana seharusnya semua manusia sudah istirahat dan terlelap dalam tidurnya...
Di dalam mobilnya, Art bersandar di jendela pintu penumpang sebelah kiri... Matanya menerawang jauh entah kemana, matanya sangat jarang berkedip meskipun seringkali tersorot oleh lampu mobil yang datang dari arah berlawanan... Seolah-olah ia sedang hanyut dalam aliran waktu yang tak berawal dan tak pernah berakhir,
Meskipun melihat ada yang aneh dengan bos mereka ini, kedua anak buahnya yang sedang menyetir mobil dan juga duduk di kursi penumpang depan tidak berani bertanya ataupun mengeluarkan sepatah kata pun selama di perjalanan hingga akhirnya mereka sampai di gate depan Bandara,
“ Kita sudah sampai bos ” ujar salah satu anak buahnya itu,
“ pesawat dan jadwal penerbangan tercepat sudah siap bos, bos sudah bisa melakukan persiapan penerbangan 5 menit lagi , langsung di gate 3 terminal keberangkatan internasional bos ” ujarnya lagi menginformasikan progres dari perintah yang sebelumnya sudah diberikan oleh Art,
Art langsung keluar dari mobilnya ketika pintu sudah dibukakan sambil membawa 2 koper, 1 koper sedang dan satu koper kecil yang terlihat lebih mirip tas kantor yang terbuat dari bahan kulit hewan,
Ia terlihat berjalan mengenakan kacamatanya di dampingi oleh beberapa orang anak buahnya yang sudah menunggu di bandara itu, setelah melewati gate dan melakukan pemeriksaan segala macam perizinan dan prosedur yang diperlukan, akhirnya Art memasuki sebuah ruangan... Berganti baju selayaknya pilit pada umumnya lalu berjalan menuju pintu yang mengarah ke lapangan lepas landas sambil menenteng koper kecilnya dengan gaya yang sangat cool...
Di pintu pesawat, Art sudah di sambut 3 orang pramugari cantik yang akan mendampingi penerbangannya malam ini menuju Mexico,
“ Mexico, Aku datang lagi! ” gumam Art ketika ia mulai menaiki tangga masuk pesawat jet pribadi miliknya itu,
______________________
__ADS_1
Kasi komentar atau kesan kalian sama isi novelnya 😉😁🥂