
HAPPY READING GUYS
________________________
Tiiiing!
Suara lift itu bergema menandakan bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka yaitu basement... Basement yang katanya adalah salah satu pusat pergerakan dunia bawah tanah alias mafia di pusat kota bisnis New York City ini...
Beberapa detik setelah pintu lift mulai terbuka, Ana dapat melihat pemandangan basement yang sungguh berbeda dari biasanya... Ini bukan basement, ini lebih mirip seperti miniatur sudut kota kecil yang memiliki aura yang cukup kelam jika dirasakan... Entah karena apa tapi hanya dengan menatapnya saja sudah membuat Ana dapat merasakan dinginnya wilayah ini, bukan dalam artian dingin secara harfiah... Namun dari segi aura lingkungan dan juga aura yang dipancarkan oleh orang-orang yang ada disana...
Jika seandainya kalian pernah menatap mata seorang pembunuh profesional maka kalian akan tahu persis bagaimana sebenarnya rasa dingin itu bisa dirasakan hingga bulu kuduk kalian otomatis akan berdiri dengan sendirinya...
Tapi ya sudahlah...
belum tentu juga semua orang dapat memiliki dan menikmati sensasi itu, karena apa? tidak semua orang mampu tetap hidup jika mereka sampai bisa menatap tatapan dingin sedingin salju dari orang-orang yang terbiasa melihat kematian...
"Sebenarnya ada sedikit kendala dalam beberapa bisnis yang kita jalankan bos, ada beberapa klien yang kesepakatannya belum dapat kita selesaikan... sepertinya si klien itu sangat terobsesi untuk menemukan seseorang hingga ia memilih untuk menggunakan jasa sindikat gelap seperti ini untuk menggapai tujuannya..." ujar Nicholas lagi,
"Banyak pria kaya yang nekat akhir-akhir ini... tapi tetap pegang teguh idealisme untuk tidak membunuh wanita dan anak kecil, jika sampai kalian langgar maka kalian tentu tahu apa konsekuensi dari big bos kan?" tanya Art
"Tentu saja bos, kami hanya akan setuju untuk menculik dan mengancam beberapa kali saja, tidak akan bertindak lebih jauh jika targetnya adalah wanita atau anak kecil..." sahut Nicholas lagi,
"Lalu kenapa bisa ada permintaan klien yang belum dapat diselesaikan?" tanya Art lagi,
__ADS_1
"Anak buah saya yang masih menangani permintaan klien itu bos, hari ini saya baru akan bertemu dengan klien yang katanya mau membayar sangat mahal untuk mengintai dan menculik seorang wanita ini..." ujar Nicholas menjelaskan seperlunya,
"Akkhhhkk!!!" suara jeritan seorang pria terdengar dari sudut lorong dan ketika Ana menoleh kearah sumber suara itu, matanya menangkap sosok seorang pria yang diikat di dinding dengan kedua tangannya diborgol di atas kepalanya yang sudah bercucuran darah...
Entah seberapa banyak luka yang ia derita saat ini, semua itu tidak dapat Ana lihat dengan jelas karena lampu yang digunakan di basement ini dominan berwarna biru dan merah yang nyatanya semakin mendukung suasana lingkungan yang mengerikan yang tentunya sangat cocok untuk menyiksa orang seperti itu... Pria itu terus dipukuli oleh beberapa orang yang berada di sekitarnya,
Karena merasa tidak sanggup melihat hal se mengerikan itu, Ana hendak memalingkan wajahnya namun ditahan oleh Art...
"Lihatlah hal-hal yang seperti ini dengan kepala tegak dan wajah yang datar... Ini mungkin akan menjadi pemandangan sehari-harimu nantinya..." ujar Art sambil mencengkram dagu Ana dengan pelan, hanya sekedar agar ia tak berpaling arah...
"ckckck... Tuan, jangan terlalu dipaksakan seperti itu hahaha..." ujar Nicholas yang melihat adegan itu,
"kau menasehatiku?" tanya Art dengan suara yang terdengar begitu dingin,
"Apa pria itu salah satu anak buah Santos?" tanya Art yang langsung dijawab dengan anggukan cepat oleh Nicholas,
"ya bos, dia salah satu tangan kanan Santos yang berhasil kami tangkap ketika ia dengan penuh percaya diri mengirim satu truk penuh berisi mayat anak buah kita... rupanya Santos benar-benar ingin mengibarkan bendera perang dan mengukuhkan kekuatannya kembali disini bos..." ujar Nicholas dan mulai terlihat kerutan di wajahnya karena laporan yang ia sampaikan ini bukan berita baik,
"Maka binasakan lah mereka... Tunjukkan bahwa ini bukanlah tanah kekuasaannya hingga ia bisa melakukan apapun seenaknya seperti di Mexico sana... Tunjukkan padanya apa arti sendirian dan kesepian yang sesungguhnya..." ujar Art dengan begitu tenang namun nada suara yang keluar dari mulutnya itu terasa sangat dingin dan membuat orang yang mendengarnya menggigil ngeri,
"Ya bos, kami dengan senang hati melakukannya" sahut Nicholas sambil menyeringai,
"Apa yang mereka bicarakan? apa mereka menganggap nyawa seseorang itu sebegitu tak berharganya?! apa kalian gila?! " gumam Ana dalam hatinya yang merasakan kengerian bersama orang-orang yang seakan tidak memiliki perasaan sedikitpun ini,
__ADS_1
Art tahu bahwa Ana sudah mulai terpengaruhi psikologisnya mulai dari pemandangan tadi dan juga apa yang sedang mereka bicarakan saat ini... Genggaman tangan Ana pun semakin erat pada tangannya, Art menilai itu sebagai indikator dari kemampuan Ana dalam mengendalikan rasa takutnya sendiri...
Saat mereka bertiga sampai di depan sebuah ruangan, Art melepaskan genggaman tangannya dari Ana dan mulai beralih merangkul pinggangnya, karena bagaimana pun juga tidaklah lucu jika seorang pria yang sangar dan sangat ditakuti di tempat ini terus menerus memegang tangan seorang teman wanitanya seperti anak SD yang hendak menyeberang jalan saking eratnya pegangannya...
"Persiapkan apapun pekerjaan yang belum kau selesaikan lalu bawa semuanya kehadapan ku" ujar Art memberikan perintahnya pada Nicholas,
"Baik tuan" sahutnya patuh dan segera bergegas pergi entah menyiapkan apa, sedangkan Art menarik Ana membawanya masuk ke dalam ruangan itu lalu dengan cepat mengunci pintunya,
Dengan gerakan yang begitu cepat ia langsung mendorong Ana hingga punggungnya menempel dengan pintu itu lalu mencium bibir kekasihnya ini sekilas dengan sangat lembut dan ringan lalu berkata,
"Jangan takut, aku masih Art yang kamu kenal dan aku tidak akan pernah berubah... Hanya saja terkadang itu hanya berlaku di rumah dan saat kita hanya berdua saja... Selain dari itu, maka semuanya akan sangat berbeda... Aku akan menunjukkan betapa mengerikan dan kelamnya dunia bawah ini padamu mulai sekarang, jadi aku mohon padamu untuk percaya padaku sepenuhnya dan kuatkan dirimu sendiri... Jangan pernah takut akan hal apapun karena selama ada aku maka tidak akan ada yang bisa melukaimu sayang..." ujar Art yang tahu bahwa saat ini Ana sudah mulai merasa tertekan,
Bagaimana tidak?
Seorang putri dari keluarga kaya raya yang setiap hari selalu dilindungi pasti memiliki sifat dan pandangan yang masih sangat naif kepada hal-hal yang mungkin terjadi di luar ruang lingkup lingkungan pertemanannya yang terkesan mulus dan mudah saja untuk ia lalui selama ini...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1