Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Tugas Menumpuk


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"tidak keren begitu keren... terkadang bakat bawaan lahir ini menjengkelkan juga... pendengaran dan indra yang terlalu sensitif terkadang membuat kita tidak nyaman karena nada-nada yang kita dengar selalu ingin yang perfeksionis... misalnya ketika mendengar adanya kesalahan-kesalahan kecil yang mereka lakukan maka itu akan menurunkan kesenangan kita untuk menikmati pertunjukan maupun konser itu sendiri secara penuh karena otak akan secara otomatis merespon ketika mendengar ada kesalahan yang dibuat oleh orang-orang itu diatas panggung... kita tidak akan nyaman mendengar adanya bunyi nada yang keluar dengan salah... walaupun itu sangat kecil dan tidak disadari oleh orang lain pada umumnya..." sahut Art sambil tersenyum tipis pada Olivia...


"astaga, kenapa setiap dia tersenyum aku merasa se-senang ini? aku baru pertama kalinya merasa seperti ini..." gumam Olivia di dalam hatinya, ia gadis yang sangat lugu dan polos... meski banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya selama ini, akan tetapi belum ada satupun laki-laki yang bisa membuatnya tertarik sampai saat ini...


Namun Art sangat berbeda, caranya berkenalan... caranya mengajak Olivia mengobrol, dan yang pasti adalah senyumannya itu benar-benar membuat perasaan yang hangat di dalam hati gadis polos ini... di dekati dengan cara yang sedikit aneh seperti ini membuat Olivia sedikit tertarik pada pria yang tengah duduk di sampingnya ini...


Pria yang datang bukan hanya untuk mencoba menggodanya atau hanya sekedar berkenalan basa-basi untuk mendapatkan nomor handphone seperti biasanya...


tapi pria ini malah datang hanya karena alunan melodi yang dihasilkan oleh gitarnya tidak sempurna dan dia datang hanya untuk membantu menyempurnakan settingannya...


"ya sudah kalau begitu... aku mau ke ruang dekan fakultas seni dulu ya..." ujar Art sambil beranjak pergi meninggalkan Olivia yang masih duduk di bawah pohon rindang itu...


"tunggu... kamu dari fakultas mana?" ujar Olivia memberanikan dirinya untuk bertanya pada Art yang sudah hendak pergi begitu saja..


"aku dari fakultas ekonomi... kemari karena disuruh mengurusi kolaborasi antara fakultas seni dan fakultas ekonomi tahun ini..." sahut Art tanpa menghentikan langkahnya ataupun sedikit memelankan langkahnya...


ia menyahuti Olivia tanpa menoleh sedikitpun pada gadis itu...


"jadi mahasiswa ekonomi ya... pantas saja aku tidak pernah melihatnya disini..." gumam Olivia pada dirinya sendiri... lalu perlahan sebuah senyuman manis terlukis dengan indah di wajah cantiknya itu begitu saja sambil memainkan kembali gitarnya dan mempelajari setiap kunci gitarnya mengikuti lagu yang sedari tadi ia pelajari kuncinya ini...


***

__ADS_1


Di kantin fakultas ekonomi,


Ana terlihat membaca buku-buku tebal yang diberikan oleh dosen beruang kutub-nya itu...


Ana membaca salah satunya, Davika juga membaca satu buku itu begitu juga dengan Andeline yang ikut membaca buku terakhir...


"Ana... serius dia menyuruhmu membuat resume tentang buku-buku ini hanya dalam 3 hari? tidak bahkan ini hanya 2 hari saja... buku-bukunya setebal ini loh..." ujar Davika sambil menggelengkan kepalanya tak percaya...


"iya Ana... belum lagi tugas portofolio dari dosen Killer Mr. Simmon yang harus dikumpulkan 3 hari lagi... bagaimana cara menyelesaikan semua ini dengan cepat karena waktunya sangat singkat?" tanya Andeline juga...


"kalian yang akan membantuku membuatnya... dua buku ini lebih tipis, dan yang paling tebal bisa aku kerjakan sendiri..." sahut Ana dengan entengnya...


"baiklah pasti akan kami bantu... tapi besok ya, karena hari ini kami harus menyelesaikan tugas FGD ekonomi makro tadi... kamu sih enak karena sudah bisa menjawab pertanyaan dari KJ hingga membuatnya puas akan jawaban yang kamu berikan... sementara kami harus membuat makalah tentang materi itu yang harus di kumpulkan besok sore..." sahut Davika sambil sedikit cemberut...


"iya Ana... tapi dibandingkan tugasmu ini sih masih lebih mudah menyelesaikan makalah ekonomi makro... hahaha..." ledek Andeline sambil tertawa pada Ana membuat Ana langsung memasang wajah masamnya di depan kedua sahabatnya itu...


"hey... apa kamu marah pada kami Ana?" tanya Davika sambil menahan tangannya


"tidak sama sekali sayang-sayangku... lagi pula kenapa aku harus marah pada sahabat-sahabat baikku ini? aku hanya ingin pulang cepat agar segera bisa menyelesaikan tugas-tugas segunung ini dengan cepat... jika tidak semuanya tidak akan bisa selesai tepat waktu sesuai dengan deadline yang ada... selain itu bisa mati aku jika sampai buku-buku ini lecet... kalian tahu kan bagaimana sifat dari si beruang kutub..." sahut Ana merapikan buku itu dan memeluknya di depan dadanya dengan erat sebelum pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya ini...


"bye girls... aku pulang dulu Dav, Lin..." ujar Ana yang langsung pergi dari sana detik itu juga...


"kasian... dia pasti harus begadang untuk bisa menyelesaikan semua tugas-tugas yang menggunung itu..." ujar Andeline sambil menatap punggung Ana yang sudah pergi menjauh...


"ya kamu benar Lin... kita harus cepat menyelesaikan tugas-tugas kita juga agar bisa membantunya menyelesaikan semua itu tepat waktu..." sahut Davika sambil meminum jusnya lagi...

__ADS_1


"tentu saja... kalau begitu ayo kita pulang juga, segera kita selesaikan semua ini... setelah itu kita bisa membantu Ana menyelesaikan tumpukan buku-buku tebal dari si beruang kutub..." sahut Andeline lagi...


Merekapun langsung meninggalkan kantin itu menuju parkiran...


sementara itu Ana sudah menatap kiri dan kanan, namun Art tidak terlihat sama sekali... entah dimana dia sekarang...


"katanya akan menjemput, tapi ini apa? tidak ada siapapun... lebih baik aku pesan taksi online saja lah..." gerutu Ana sambil mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi untuk memesan taksi online...


Namun belum sempat mendapatkan driver taksi terdekat, mobil yang tadi pagi mengantarnya ke kampus sudah datang dan berhenti tepat di depannya...


siapa lagi kalau bukan Art yang mengemudikannya...


Art pun turun dan membukakan pintu mobilnya untuk Ana, ia juga mengambil alih ketiga buku-buku tebal itu dari tangan Ana dan meletakkannya di dalam bagasi depan...


"ayo masuk nona cantik..." ujar Art setelah menyimpan buku-buku itu...


Ana hanya terdiam, ia masuk dan duduk di kursi penumpang... lalu membiarkan Art menutup pintu mobil untuknya... sangat manis dan romantis jika mereka adalah pasangan normal, namun dalam kondisi mereka sekarang ini... dimana Ana masih saja mencoba menjauh, ini sedikit terasa canggung dan mendebarkan hatinya... membuatnya semakin susah menjauhi pria tampannya ini...


"kenapa memakai kacamata dan masker itu lagi?" tanya Ana karena Art menggunakan masker dan juga kacamata hitam yang biasanya ia gunakan dulu saat masih menjadi bodyguard pribadi Ana...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2