
HAPPY READING GUYS
___________________
" setidaknya hangatnya terasa" gumam KJ, sambil terus menyeka keringat di wajah Ana
KJ pun sesekali mengganti air panas yg sudah dingin dengan yang baru...
" panas tubuhnya sudah turun" batin KJ
KJ menatap
wajah Ana yang tengah tertidur, senyum tipis terlukis sempurna di bibir KJ...
" bahkan bidadari pun iri dengan kecantikanmu Ana" gumamnya pelan
Setelah panas Ana benar-benar turun KJ pun memutuskan untuk berbaring di lantai karena rasa kantuk yang mulai menyerangnya...
" KJ??" Ana memanggil KJ dengan suara seraknya
" aku disini, apa nona membutuhkan sesuatu?" tanya KJ dengan sigap langsung bangun
" jangan tidur dilantai, naiklah ke atas" pinta Ana, sebelah tangan Ana menggenggam tangan KJ dan menariknya untuk bangun
" kau bisa tidur diujung tempat tidur, jangan tidur di lantai nanti kau bisa sakit" pinta Ana
" apa tidak apa-apa jika begitu nona?" Tanya KJ yang tampak ragu-ragu
" tidak apa-apa, lagi pula kau tidak ada niat macam-macam padaku kan?" Tanya Ana
KJ mengangguk cepat...
" nona tidurlah" pinta KJ
Setelah Ana kembali memejamkan matanya KJ pun berbaring diatas tempat tidur Ana, keduanya terhalang oleh bantal yang segaja di taruh KJ di tengah-tengah mereka berdua...
" kenapa aku berdebar-debar ya" batin KJ tidak tenang, selama berjam-jam KJ tidak bisa tidur, debaran jantungnya tidak bisa di atasinya dengan mudah
" enghh" erang Ana mengeliat mencari kehangatan, KJ dapat merasakan Ana kembali menggigil kedinginan
" nona? " gumamnya sambil mendekati Ana untuk memeriksa kondisinya
" K-KJ?? Bo-boleh ak-aku memeluk mu?? Disini dingin sekali" pinta Ana terbata
" silahkan nona, jika itu bisa membuat nona merasa lebih baik" ujar KJ cepat tanpa memperdulikan apapun lagi... kondisi Ana adalah yang terpenting baginya, Ana pun langsung memeluk tubuh KJ erat, setelah menyelimuti Ana kembali, KJ membalas pelukan Ana untuk menghangatkan tubuh Ana yang menggigil kedinginan...
" dadanya hangat sekali" batin Ana masih dengan mata yang terpejam
" kenapa rasanya sangat nyaman jika memeluknya, aku takut aku hilang kendali atas pikiran rasionalku..." batin KJ, keduanya pun terlelap sambil berpelukan...
Pukul 5 pagi, Ana terbangun karena merasa begitu kehausan, namun saat akan bangun Ana sama sekali tidak bisa bergerak karena seseorang memeluknya dari belakang, tangan kekarnya memeluk perut Ana dengan erat, Ana pun berusaha untuk memutar tubuhnya, sejurus kemudian Ana tersenyum saat melihat wajah tampan KJ yang tengah tertidur lelap...
" tampannya" gumam Ana sambil membelai wajah KJ
__ADS_1
Ana memberanikan diri untuk menyentuh wajah KJ, perlahan Ana mendekatkan wajahnya dan...
'cup'
entah karena dorongan apa Ana berani mengecup pipi KJ, hanya kecupan ringan yang begitu pelan dan sangat singkat...
" aku baru menyadari, kalau aku begitu menyukaimu" gumam Ana sambil tersenyum dengan sangat hati-hati Ana melepaskan diri dari pelukan KJ dan turun dari tempat tidurnya lalu keluar untuk minum, saat Ana sudah keluar KJ membuka matanya...
" aku tidak bisa membiarkanmu menyukaiku Ana" batin KJ sendu
Pagi harinya...
" kau dari mana saja?? Semalam kau tidak ada dikamar" tanya Mark mengintograsi KJ saat KJ berada di kamar mandi sedang mencukur bulu halus di wajah tampannya itu...
" kau ini selalu saja ingin tau ya... kenapa? mau membuat gosip baru?" tanya KJ tetap fokus pada pisau cukurnya tanpa memperdulikan Mark
" semalam aku melihatmu masuk ke kamar nona Ana, dan sampai pagi kau tidak keluar, apa kau tidur di dalam kamar nona Ana?" Tanya Mark semakin penasaran
KJ membilas wajahnya setelah selesai bercukur...
" semalam aku memang di kamarnya, nona Ana demam tinggi, dan dia tidak mau aku tinggalkan" sahut KJ
" jadi kalian tidur bersama???!!!!" Tanya Mark dengan wajah terkejut
" iya," balas KJ singkat
" gila!!! Kau sudah berani tidur dengan majikanmu ya!!" Umpat Mark tidak terima
" pelankan suaramu!!, nona Ana bisa dengar bodoh!" Omel KJ
" KJ? Kau dipanggil tuan ke ruang kerjanya" ujar Jhon ayah Mark
KJ segera pergi menuju ruang kerja tuan Gerald, dan ternyata disana sudah ada Ana yang sedang mengobrol dengan papanya itu...
" KJ? Kemari lah" pinta tuan Gerald
" tuan memanggil saya?" Tanya KJ sopan
" iya, duduk lah" KJ pun duduk di sebelah Ana
" Ana sudah menceritakan semuanya tentang kejadian tadi malam,aku juga sudah meminta polisi untuk menyelidiki setiap teror yang ditunjukan untuk Ana, tapi sampai sekarang tidak ada 1 kasus pun yang bisa dipecahkan, apa yang harus kita lakukan sekarang? Keselamatan Ana semakin terancam saat ini" ujar tuan Gerald sambil menggenggam tangan putri semata wayangnya dengan wajah penuh Kekhawatiran...
" tuan tidak perlu khawatir, saya berjanji akan menjaga nona Ana dengan seluruh kemampuan yang saya punya," ujar KJ bersungguh-sungguh
" untuk sementara kalian berdua tidak boleh keluar rumah, kita tunggu sampai keadaan kondusif" ujar tuan Gerald
"baik tuan... tapi apa boleh saya meminta izin untuk keluar sebentar? ada yang harus saya urus tuan..." ujar KJ meminta izin
"tapi di luar masih sangat bahaya..." ujar Ana
"aku tidak akan apa-apa... nona Ana tidak perlu khawatir..." sahut KJ tersenyum manis
"baiklah tapi jangan pulang malam... sore hari kau harus sudah kembali..." sahut Gerald
"baik tuan" sahut KJ lalu ia undur diri...
***
__ADS_1
Di suatu tempat di distrik Manhattan KJ tampak sedang menelepon seseorang...
"iya... benar... aku mengakui bahwa kemampuanku belum sehebat itu... jadi aku perlu barang-barangku itu..." ujar KJ
"............."
"baiklah....."
"............."
"iya aku sudah paham bos... siap..."
"............."
"baiklah aku akan selalu mengingatkannya... sampai jumpa tuanku... bos besar" ujar KJ tersenyum sebelum menutup teleponnya itu
"bos besar sudah setuju?" tanya orang yang ada di hadapan KJ sambil membawa koper kecil
"tentu saja... bos pasti akan setuju dengan permintaan dariku..." sahut KJ bangga pada pria itu
"kalau begitu ini ambillah kawan... jangan lupa untuk memberikan perintah untukku jika kau perlu bantuan..." ujar orang itu sambil menyerahkan koper kecil itu pada KJ
"oke terima kasih kawan..." sahut KJ lalu ia bergegas untuk kembali ke kediaman keluarga Geraldine
setengah jam perjalanan akhirnya KJ sampai di rumah keluarga Geraldine lagi...
ia berjalan masuk membawa koper itu ke kamarnya, membukanya setelah sampai di kamarnya... memilah-milah barang mana yang mau ia pasang dan barang mana yang mau ia bawa kemanapun...
lalu tiba-tiba Mark masuk ke dalam kamarnya...
Mark terkejut melihat isi dari koper besi itu...
"KJ? ini milikmu?" tanya Mark dengan mulut yang menganga karena tak percaya dengan apa yang ia lihat itu...
"iya" sahut KJ singkat dan terus fokus pada barang-barangnya itu...
"astaga... ini senjata api sungguhan? lalu ini apa? alat-alatnya terlihat canggih sekali..." ujar Mark terpukau memperhatikan setiap isi koper KJ itu
"dan ini apa? pin yang keren sekali... boleh aku pakai? ini terlihat keren sekali..." ujar Mark terus memperhatikan pin kecil berbentuk naga yang indah itu
"jika kau berani memakainya maka kau akan jadi pria yang hebat Mark..." sahut KJ sambil merakit beberapa senjata dan alat
"benarkah?" tanya Mark antusias
"iya... setidaknya 20 orang musuh akan mengincar nyawamu setiap harinya..." ujar KJ enteng, dan seketika membuat tangan Mark yang memegang pin itu bergetar hebat...
"tidak, tidak jadi... kau simpan saja hehehe..." sahut Mark meletakkan kembali pin itu
"siapa kau sebenarnya KJ? kenapa kau bisa punya semua barang ini?" tanya Mark semakin penasaran dengan latar belakang KJ sebenarnya
"yakin mau tau? tidak ingin hidup tentram lagi ya?" tanya KJ enteng namun membuat Mark menelan ludahnya sendiri
"tidak... tidak usah kau jelaskan..." sahut Mark cepat, sedangkan KJ hanya tersenyum kepadanya
_______________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐