Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Tiba-tiba Pagi Jadi Seberat Ini!


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"aku sudah pernah bilang padamu kan Ana... kalau aku pasti akan punya jutaan bahkan milyaran cara untuk membuatmu kembali mencintaiku... jadi bersiaplah untuk jatuh cinta padaku setiap harinya..." ujar Art sambil menunjuk senyumannya yang begitu manis dan memikat yang juga dipenuhi oleh kebanggaan dirinya...


"................." Ana hanya diam tidak menjawab apapun... sepatah katapun tak keluar dari dalam mulutnya, ia kebingungan harus mengatakan apa pada pria yang ternyata lebih keras kepala dari pada dirinya ini...


belum lagi perasaan gugup dan detak jantung yang tidak karuan ini membuat pikiran Ana semakin kosong dan tak bisa memikirkan apapun dengan benar...


"kenapa kau menjadi pria yang menyebalkan!" ujar Ana sambil menghentakkan tangannya berharap bisa segera menjauh dari pria yang selalu berhasil membuat pikiran dan hatinya ini tidak sinkron dan bertolak belakang satu sama lainnya...


Hanya kata-kata itu yang keluar dari bibir mungil nan manisnya itu, yang kini tengah cemberut dan membuat dirinya terlihat begitu imut di mata Art...


"jangan seperti itu... atau nanti aku bisa kehilangan kendali atas diriku sendiri karena tergoda untuk merasakan bibirmu yang manis ini..." ujar Art menggodanya sambil mengusap lembut bibir Ana...


Tentu saja hal itu langsung membuat Ana refleks menutup bibirnya dengan tangannya yang masih bebas untuk bergerak...


gerakan yang benar-benar karena respon alamiah tubuhnya yang mendeteksi adanya ancaman manis yang terselubung itu...


"Hahaha... cepatlah mandi, setelah itu kita akan memulai pelajaran dasar dalam mengelola perusahaan besar... dan tentunya setelah kamu selesai sarapan cantik..." ujar Art sambil menarik Ana menuju ke kamar mandi yang ada di kamarnya ini...


"oke-oke tapi kau harus keluar KJ! ah, maksudku Art..." sahut Ana yang sudah hampir masuk ke dalam kamar mandinya itu...


"panggil aku kakak Art... atau sayang juga boleh..." goda Art hingga membuat pipi Ana tiba-tiba merona merah dan segera membanting pintu kamar mandinya itu dengan sangat keras...


"hahaha... ini baru awal Ana... aku masih memiliki banyak sekali kejutan untuk dirimu, jadi siap-siaplah untuk terus jatuh cinta padaku setiap harinya..." ujar Art yang kemudian duduk di sofa yang ada di dalam kamar Ana itu...


***


Di dalam kamar mandi,


Ana masih menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandinya itu sambil menempelkan kedua tangannya di depan dadanya yang masih berdegup kencang dan belum mampu ia normalkan kembali...


"aku tahu... dan aku mengakui bahwa aku masih sangat mencintaimu... tapi kenapa... kenapa kamu harus menjadi sesuatu yang paling aku benci KJ... dan aku harus memanggilmu kak Art? bagus sekali... aku akan terdengar semakin manja padamu jika aku memanggilmu dengan nama itu..." gumam Ana pada dirinya sendiri...


"papa! aku akan membuat perhitungan denganmu!" teriak Ana frustasi dan terdengar sampai keluar kamar mandinya itu hingga membuat Art tertawa pelan karenanya...

__ADS_1


Setelah hampir setengah jam berlalu, akhirnya Ana pun selesai mandi dan ketika ia hendak keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk di badan dan di rambutnya itu, ia melihat Art masih menunggunya di dalam kamarnya hingga membuat Ana berteriak kepadanya...


"Aaahhhh!!! kenapa kau masih duduk disitu! kau mau melihatku berganti baju apa???!!!" teriak Ana sambil menutup kembali pintu kamar mandinya itu dan hanya menyisakan sedikit celah untuk dapat mengintip keluar...


"boleh... dengan senang hati..." sahut Art dengan entengnya sambil tersenyum manis tanpa dosa pada Ana yang bersembunyi di balik pintu kamar mandinya itu...


"dasar mesum!!! cepat keluar!!!" teriak Ana lagi dengan sangat keras hingga memekakkan telinga...


"baiklah-baiklah... aku akan keluar sebentar... tapi cepatlah bersiap..." sahut Art sambil bangun dari sofa yang ia duduki itu dengan malas...


"cepat!!!" teriak Ana lagi karena Art belum juga benar-benar keluar dan menutup pintu kamar Ana...


"pelankan sedikit suaramu... ini bukan di hutan sayang..." ujar Art sebelum menutup pintunya, ia berusaha keras menahan senyuman lebarnya yang benar-benar ingin terus menerus keluar karena melihat tingkah laku Ana yang benar-benar membuatnya gemas itu...


"aku harus menggunakan baju yang mana ya?" gumam Ana pada dirinya sendiri di depan lemari pakaiannya...


"heh... kenapa aku malah sibuk memilih baju... lagi pula ini hanya belajar kan! hanya di rumah!" ujar Ana pada dirinya sendiri lagi...


Karena tanpa ia sadari, ia masih tetap ingin terlihat cantik di depan laki-laki tampan yang masih sangat ia cintai ini... tapi dengan beribu alasan kebenciannya itu ia terus menerus berusaha untuk menyangkal perasaan itu dan mencoba untuk menguburnya dalam-dalam...


"jika dalam hitungan ke-10 kamu belum keluar maka aku akan masuk dan membawamu secara paksa ke meja makan!" ancam Art dari luar kamar Ana...


"Hey! jangan sembarang! 2 menit lagi!" sahut Ana setengah berteriak...


Namun tanpa memperdulikan apa yang Ana katakan itu Art sudah mulai menghitung mundur...


"satu..."


"dua..."


"tiga..."


"empat..."


"lima..."


"hey! ini bukan wajib militer kau tahu!!!" teriak Ana dari dalam kamarnya sambil buru-buru memakai pakaian dan juga merapikan dirinya...

__ADS_1


Karena ia tahu benar siapa laki-laki yang sedang memberikan perintahnya ini... ia benar-benar tidak pernah main-main dengan apa yang ia katakan... apa yang ia ucapkan maka terjadilah...


"enam..."


"tujuh..."


"delapan..."


"sembilan..."


"sepul...."


Ceklek...


Sebelum menyelesaikan 10 hitungan mundurnya dengan sempurna, Ana sudah membuka pintu kamarnya dengan sangat terburu-buru...


"kau pikir aku sedang mengikuti wajib militer sehingga harus mengikuti semua peraturan disiplin darimu tuan muda Art?!" ujar Ana setengah berteriak pada Art yang berdiri di depan kamarnya ini...


"tentu saja ini bukan wajib militer karena kamu bukan seorang pria Ana... tapi ini adalah latihan ketat dariku untuk membuat dirimu terbiasa menjadi seorang CEO atau presiden direktur dari Gerald Group... perusahaan besar dari keluargamu ini... kamu harus menjadi orang yang disiplin, cerdas dan efisien... dan selama aku mengajarimu cara untuk memimpin perusahaan sebesar ini, kamu harus bangun pagi seperti hari ini setiap hari dan setelah pulang dari kuliah kamu akan kembali mempelajari cara berbisnis yang sesungguhnya... bukan hanya teori seperti di kampus..." ujar Art panjang lebar dan tak terbantahkan...


"kau ingin aku cepat tua dengan terus menerus belajar tanpa henti seperti ini?! tidak bisa!!!! ini namanya eksploitasi anak!!! papa! kita harus berbicara!!!" teriak Ana yang sudah kesal hanya karena membayangkan betapa lelahnya ia jika pagi siang sore terus-terusan belajar seperti ini...


Tidak di kampus... tidak di rumah...


ia terus dituntut untuk belajar tanpa henti...


bahkan hanya dengan mendengar ini saja sudah membuat Ana merasa lelah... apalagi untuk menjalaninya selama beberapa minggu!


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2