Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Berkenalan


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Bruuuggg....


Tiga buah buku teori bisnis yang sangat tebal mendarat dengan mulus di meja tepat di depan Ana...


"kerjakan ini, dan kumpulkan di meja saya 3 hari lagi... baca dan pahami buku ini, lalu buat resumenya serta berikan beberapa contoh analisis data yang bisa anda buat tentang materi-materi yang ada di dalam ketiga buku ini..." sahut dosennya sambil memberikan 3 tumpukan buku tebal tepat dihadapan Ana...


".................." Ana terdiam sejenak menatap tumpukan buku-buku tebal itu sejenak...


"apa yang anda tunggu? silahkan bawa buku-buku itu dan segera keluar..." perintah dosennya itu dengan dingin dan tak terbantahkan...


"cukup dengan mengerjakan sedikit tugas dari saya..." ujar Ana menirukan perkataan dosennya tadi di dalam hatinya...


"cih... 3 buku setebal ini dibilang hanya sedikit... pantas saja dia memiliki gelar si dosen beruang kutub... ternyata dia benar-benar dingin dan tidak berperasaan... padahal dengan sedikit perhatiannya tadi itu aku pikir dia akan sedikit meringankan beban tugas pengganti absensi ini... tapi ternyata tidak sama sekali!" gerutu Ana dalam hatinya...


Ia hanya bisa menggerutu di dalam hatinya karena tentunya tidak ingin jika ada yang mendengarnya mengeluh... mengeluh tentang dosen siapapun di kampusnya ini berarti sudah siap untuk mendapatkan masalah nantinya... karena para dosen di kampusnya ini terkenal sangat disiplin dan juga sangat memandang tinggi rasa hormat dan juga norma-norma kesopanan serta tata tertib di dalam kampus...


Saat hendak keluar dari ruang dosen, Ana berpapasan dengan Art yang juga baru saja keluar dari ruangan seniornya itu...


"wah... wah... wah... kita memang berjodoh ya kan nona cantik? karena kita selalu bisa bertemu disaat-saat seperti apapun itu... sini aku bawakan buku-buku ini agar tidak membebani'mu..." ujar Art pada Ana dengan begitu manisnya... ia selalu dan selalu menggoda Ana di setiap ada kesempatan walaupun hanya sedikit saja...


"jagalah sikapmu jika di kampus, aku tidak mau mendapatkan masalah yang tidak penting hanya karena sikapmu ini! jangan ganggu aku" sahut Ana dengan setengah berbisik karena mereka masih di dalam ruang dosen sehingga ia harus tetap berhati-hati agar tidak menyinggung atau mengganggu dosen manapun...


"oooh, berarti kalau diluar kampus aku tidak perlu menjaga sikapku kan? bolehkah aku menciummu di luar kampus nanti?" tanya Art dengan senyuman tanpa dosanya yang begitu manis itu...


"kau ini..." ujar Ana namun belum sempat membalasnya Art sudah bergegas pergi dari ruang dosen sambil tertawa pelan setelah melihat wajah imut Ana yang sedang kesal karena ulahnya sendiri...


"dia sangat imut ketika kesal dan marah... hehehe..." gumam Art ketika ia berjalan di lobby kampus menuju fakultas seni yang berada di kompleks gedung sebelah...

__ADS_1


Jreeeng... Jreeeng... Jreeeng...


Terdengar alunan nada yang cukup indah yang dihasilkan oleh petikan gitar yang sudah cukup mahir oleh seseorang di balik pohon rindang itu...


"ku tuliskan... cerita... pada bentang hitam langit malam... terbisikan dalam diam... sampai kah padanya..." terdengar nyanyian yang merdu dari seorang perempuan yang sedang asik sendiri memainkan gitarnya di bawah pohon rindang itu...


Mendengar semua itu membuat Art tertarik untuk mendekat dan mendengarkannya lebih jelas lagi... terlebih lagi karena Art memiliki sinestesia yang diturunkan dari gen ayahnya sehingga dia dapat mengenali dan mendengarkan setiap nada dengan sempurna sehingga sering disebut sebagai tala mutlak... ia bahkan bisa mengulangi keseluruhan nada yang baru pertama kali didengarnya dengan sempurna hanya dengan 1 kali mendengarkannya... mereka juga dapat dengan tepat mendengar kesalahan-kesalahan kecil dari sebuah nada yang keluar dari alat musik ketika dimainkan...


Sama halnya dengan musisi klasik jaman dulu yang bernama Ludwig Van Beethoven...


bahkan ketika dia kehilangan daya pendengarannya dan menjadi tuna rungu sekalipun, ia masih bisa menghasilkan musik-musik yang luar biasa indah karena kemampuan tala mutlak/sinestesia ini dapat membuat otak menjadi mampu untuk menghasilkan persepsi berupa penglihatan, pendengaran dan sensasi lainnya untuk mengekspresikan sesuatu yang sedang ia lihat, dengar, dan rasakan...


"hey... nyanyianmu bagus... tapi settingan gitarmu masih kurang tepat... boleh aku pinjam sebentar?" tanya Art yang langsung tiba-tiba duduk di samping gadis itu dengan santainya...


"kau...." ujar gadis itu sambil menatap Art dengan tatapan terkejutnya...


"kau mengenalku? bagaimana bisa? padahal aku belum mengenalmu..." sahut Art sambil bertanya pada gadis itu...


Padahal ia ingat dengan sangat jelas, senyuman manis ini lah yang membuatnya memiliki inspirasi untuk membuat lagu baru sekaligus hampir saja ditangkap oleh satpam karena terlalu terpesona mentap pria tampan yang tidak sengaja ia tabrak di koridor siang tadi...


"oh begitu ya... kenalkan namaku Art... siapa namamu?" tanya Art sambil mengulurkan tangannya untuk mengajak gadis ini berkenalan...


"ah, iya... namaku Olivia..." sahutnya sambil tersenyum canggung pada Art ketika mereka berjabat tangan sejenak...


"Olivia... nama yang bagus... oh ya... boleh aku pinjam gitarmu sebentar? ada sedikit settingan yang salah sepertinya... makanya alunan nada yang dihasilkan tidak terdengar dengan sempurna..." ujar Art lagi sambil meminta gitar yang dipegang oleh Olivia itu...


"benarkah? iya tentu saja boleh..." sahut Olivia dengan antusias...


Gadis ini sebenarnya adalah salah satu dari primadona kampus ini, kecantikannya sering di bandingkan dengan Anastasya Geraldine yang menjadi Queen kampus mereka tahun ini... hanya saja pembeda yang sangat jelas diantara mereka berdua adalah kepribadian mereka yang sangat bertolak belakang...


Ana yang benar-benar ceria dan sangat mudah bergaul dengan siapapun, sedangkan Olivia lebih suka sendirian dan sangat jarang berinteraksi dengan orang lain selain dari kepentingan tugas-tugas dan kegiatan kampus yang harus dan wajib untuk ia ikuti...

__ADS_1


Jreeeng...


Art memetik gitarnya dan mendengarkan nada yang dihasilkan dengan seksama...


lalu ia setting lagi, coba lagi, setting lagi...


begitu terus berulangkali hingga menemukan nada yang sempurna dihasilkan oleh gitar itu...


"nah sekarang sudah bagus... cobalah..." ujar Art sambil memberikan gitar itu pada Olivia lagi...


Jreeeng... Jreeeng... Jreeeng...


Olivia mencoba memainkan gitarnya lagi...


dan benar saja... nada yang dihasilkan oleh gitarnya saat ini semakin lembut dan lebih enak di dengar dari settingan yang sebelumnya...


"wah... benar... kau hebat sekali Art... jangan-jangan..." ujar Olivia langsung dipotong oleh Art...


"ya... aku memiliki sinestesia atau yang sering disebut sebagai tala mutlak itu..." sahut Art


"wah... kerennya..." ujar Olivia kagum mendengar apa yang Art katakan barusan, bagi seorang musisi sinestesia atau tala mutlak...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2